Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Article
ArticleOpen AccessTerbit 2019Versi 1

Potensi Wisata Bahari Megafauna Watching di Perairan Taman Nasional Perairan Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur

Artikel Penelitian dan Pengabdian•Semua Publikasi•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Magdalena Ngongo, Yohanes Merryanto, Beatrix M. Rehatta, dan Donny M. Bessie ABSTRAK Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kegiatan ekowisata bahari megafauna watching. Sinergitas implementasi pengelolaan TNP Laut Sawu dengan pengembangan ekowisata bahari megafauna watching diharapkan akan meningkatkan efektivitas pengelolaan TNP Laut Sawu yang pada akhirnya akan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pengembangan ekowisata bahari megafauna watching di TNP Laut Sawu berbasis masyarakat skala kecil. Penelitian secara keseluruhan akan dilaksanakan selama 3 (tiga) tahun dengan lokasi kegiatan pada tiga kabupaten (Kupang, Rote Ndao dan Sabu Raijua) di kawasan TNP Laut Sawu Provinsi NTT. Aspek yang dikaji dalam penelitian pada tahun pertama ini (Juni-November 2014) ini mencakup aspek potensi sumberdaya alam, aspek regulasi dan kebijakan, serta aspek sumberdaya manusia. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survai Rapid Ecological Assement (REA), Parcipatory Mapping (PM), Community Based Monitoring (CBM), studi pustaka, kuesioner, wawancara dan focus group discussion (FGD). Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Responden terdiri dari stakeholders terkait: dinas/instansi/UPT, nelayan, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketiga kabupaten memiliki wilayah perairan yang cukup sering dikunjungi dan dilalui megafauna laut berupa lumba-lumba (dolphins), paus (whales), dan hiu paus (whale shark) dengan bukti by catch dan/atau sighting sehingga dinilai cukup memiliki daya tarik, sesuai dan berpotensi dijadikan sebagai obyek ekowisata bahari megafauna watching; regulasi dan kebijakan terkait untuk pengembangan ekowisata bahari megafauna watching secara langsung belum tersedia, dimana regulasi dan kebijakan oleh Pemerintah Pusat lebih mendominasi dibanding Pemerintah Daerah yang hanya tersedia pada level provinsi; Sebagian besar pemangku kepentingan (> 80%) menyakini dan bersedia terlibat dalam kegiatan ekowisata megafauna watching karena dipandang bisa berdampak positif bagi konservasi megafauna laut itu sendiri, menambah pendapatan keluarga untuk selanjutnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.

Kata kunci

odel, Ekowisata Bahari, Megafauna Watching, Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Potensi Wisata Bahari Megafauna Watching di Perairan Taman Nasional Perairan Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur2019 · oai:ais:artikel:18

Publikasi terkait