ArticleOpen AccessMetadata saja
2021•Artikel Penelitian dan Pengabdian
Tujuan dari kegiatan Pengabdian ini adalah memberi solusi dan mengedukasi intensif kelompok mitra Wanita dan Pemuda GMIT Oemathonis Nait Oenesu untuk menjadi kelompok pelaksana penggerak kegiatan GERMAS dan PHBS dalam tatanan kehidupan baru tentang: a). Virus Covid-19 secara mikrobiologi, b). peningkatan kesehatan jasmani dan imun melalui kegiatan olahraga sederhana, c). peran gereja
terhadap covid-19.
Metode kegiatan pengabdian adalah edukasi ceramah, praktek berolahraga, penyebaran leaflet protokol kesehatan, penyerahan alat termogun dan had sanitizer kepada peserta kegiatan pengabdian. Setelah pelaksanaan kegiatan dan monitoring melalui hasil angket, diperoleh hasil bahwa walaupun sebelumnya peserta umumnya sudah mengetahui tentang virus covid-19 melalui media sosial namun belum semuanya taat kepada protokol kesehatan yang ditetapkan. Setelah materi, diperoleh bahwa seluruh peserta PKM menyatakan penerapan tatanan kehidupan baru perlu ditaati karena dampak yang diakibatkan setelah mengenal detail tentang virus covid. Peserta umum setuju untuk menjaga kesehatan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi, minum air putih yang cukup setara dengan 8 gelas per hari dan tidak mengkonsumsi alkohol, berolah raga namun
tidak rutin. Penguatan melalui Firman Tuhan, ‘Jangan membunuh’ (Kel. 20:13) menegaskan bahwa peserta PKM berupaya untuk menjadi pribadi yang taat kepada aturan protocol yang ditetapkan dan menjaga kesehatan pribadi sebagai kunci agar tidak menjadi pelaku penyebaran maupun yang membawa akibat terjangkit penyakit covid-19.
ArticleOpen AccessMetadata saja
2021•Artikel Penelitian dan Pengabdian
Tujuan dari kegiatan Pengabdian ini adalah memberi solusi dan mengedukasi intensif kelompok mitra Wanita dan Pemuda GMIT Oemathonis Nait Oenesu untuk menjadi kelompok pelaksana penggerak kegiatan GERMAS dan PHBS dalam tatanan kehidupan baru tentang: a). Virus Covid-19 secara mikrobiologi, b). peningkatan kesehatan jasmani dan imun melalui kegiatan olahraga sederhana, c). peran gereja
terhadap covid-19.
Metode kegiatan pengabdian adalah edukasi ceramah, praktek berolahraga, penyebaran leaflet protokol kesehatan, penyerahan alat termogun dan had sanitizer kepada peserta kegiatan pengabdian. Setelah pelaksanaan kegiatan dan monitoring melalui hasil angket, diperoleh hasil bahwa walaupun sebelumnya peserta umumnya sudah mengetahui tentang virus covid-19 melalui media sosial namun belum semuanya taat kepada protokol kesehatan yang ditetapkan. Setelah materi, diperoleh bahwa seluruh peserta PKM menyatakan penerapan tatanan kehidupan baru perlu ditaati karena dampak yang diakibatkan setelah mengenal detail tentang virus covid. Peserta umum setuju untuk menjaga kesehatan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi, minum air putih yang cukup setara dengan 8 gelas per hari dan tidak mengkonsumsi alkohol, berolah raga namun
tidak rutin. Penguatan melalui Firman Tuhan, ‘Jangan membunuh’ (Kel. 20:13) menegaskan bahwa peserta PKM berupaya untuk menjadi pribadi yang taat kepada aturan protocol yang ditetapkan dan menjaga kesehatan pribadi sebagai kunci agar tidak menjadi pelaku penyebaran maupun yang membawa akibat terjangkit penyakit covid-19.
ArticleOpen AccessMetadata saja
2021•Artikel Penelitian dan Pengabdian
Tujuan dari kegiatan Pengabdian ini adalah memberi solusi dan mengedukasi intensif kelompok mitra Wanita dan Pemuda GMIT Oemathonis Nait Oenesu untuk menjadi kelompok pelaksana penggerak kegiatan GERMAS dan PHBS dalam tatanan kehidupan baru tentang: a). Virus Covid-19 secara mikrobiologi, b). peningkatan kesehatan jasmani dan imun melalui kegiatan olahraga sederhana, c). peran gereja
terhadap covid-19.
Metode kegiatan pengabdian adalah edukasi ceramah, praktek berolahraga, penyebaran leaflet protokol kesehatan, penyerahan alat termogun dan had sanitizer kepada peserta kegiatan pengabdian. Setelah pelaksanaan kegiatan dan monitoring melalui hasil angket, diperoleh hasil bahwa walaupun sebelumnya peserta umumnya sudah mengetahui tentang virus covid-19 melalui media sosial namun belum semuanya taat kepada protokol kesehatan yang ditetapkan. Setelah materi, diperoleh bahwa seluruh peserta PKM menyatakan penerapan tatanan kehidupan baru perlu ditaati karena dampak yang diakibatkan setelah mengenal detail tentang virus covid. Peserta umum setuju untuk menjaga kesehatan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi, minum air putih yang cukup setara dengan 8 gelas per hari dan tidak mengkonsumsi alkohol, berolah raga namun
tidak rutin. Penguatan melalui Firman Tuhan, ‘Jangan membunuh’ (Kel. 20:13) menegaskan bahwa peserta PKM berupaya untuk menjadi pribadi yang taat kepada aturan protocol yang ditetapkan dan menjaga kesehatan pribadi sebagai kunci agar tidak menjadi pelaku penyebaran maupun yang membawa akibat terjangkit penyakit covid-19.
ArticleOpen AccessMetadata saja
2021•Artikel Penelitian dan Pengabdian
Tujuan dari kegiatan Pengabdian ini adalah memberi solusi dan mengedukasi intensif kelompok mitra Wanita dan Pemuda GMIT Oemathonis Nait Oenesu untuk menjadi kelompok pelaksana penggerak kegiatan GERMAS dan PHBS dalam tatanan kehidupan baru tentang: a). Virus Covid-19 secara mikrobiologi, b). peningkatan kesehatan jasmani dan imun melalui kegiatan olahraga sederhana, c). peran gereja
terhadap covid-19.
Metode kegiatan pengabdian adalah edukasi ceramah, praktek berolahraga, penyebaran leaflet protokol kesehatan, penyerahan alat termogun dan had sanitizer kepada peserta kegiatan pengabdian. Setelah pelaksanaan kegiatan dan monitoring melalui hasil angket, diperoleh hasil bahwa walaupun sebelumnya peserta umumnya sudah mengetahui tentang virus covid-19 melalui media sosial namun belum semuanya taat kepada protokol kesehatan yang ditetapkan. Setelah materi, diperoleh bahwa seluruh peserta PKM menyatakan penerapan tatanan kehidupan baru perlu ditaati karena dampak yang diakibatkan setelah mengenal detail tentang virus covid. Peserta umum setuju untuk menjaga kesehatan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi, minum air putih yang cukup setara dengan 8 gelas per hari dan tidak mengkonsumsi alkohol, berolah raga namun
tidak rutin. Penguatan melalui Firman Tuhan, ‘Jangan membunuh’ (Kel. 20:13) menegaskan bahwa peserta PKM berupaya untuk menjadi pribadi yang taat kepada aturan protocol yang ditetapkan dan menjaga kesehatan pribadi sebagai kunci agar tidak menjadi pelaku penyebaran maupun yang membawa akibat terjangkit penyakit covid-19.
ArticleOpen AccessMetadata saja
2021•Artikel Penelitian dan Pengabdian
Tujuan dari kegiatan Pengabdian ini adalah memberi solusi dan mengedukasi intensif kelompok mitra Wanita dan Pemuda GMIT Oemathonis Nait Oenesu untuk menjadi kelompok pelaksana penggerak kegiatan GERMAS dan PHBS dalam tatanan kehidupan baru tentang: a). Virus Covid-19 secara mikrobiologi, b). peningkatan kesehatan jasmani dan imun melalui kegiatan olahraga sederhana, c). peran gereja
terhadap covid-19.
Metode kegiatan pengabdian adalah edukasi ceramah, praktek berolahraga, penyebaran leaflet protokol kesehatan, penyerahan alat termogun dan had sanitizer kepada peserta kegiatan pengabdian. Setelah pelaksanaan kegiatan dan monitoring melalui hasil angket, diperoleh hasil bahwa walaupun sebelumnya peserta umumnya sudah mengetahui tentang virus covid-19 melalui media sosial namun belum semuanya taat kepada protokol kesehatan yang ditetapkan. Setelah materi, diperoleh bahwa seluruh peserta PKM menyatakan penerapan tatanan kehidupan baru perlu ditaati karena dampak yang diakibatkan setelah mengenal detail tentang virus covid. Peserta umum setuju untuk menjaga kesehatan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi, minum air putih yang cukup setara dengan 8 gelas per hari dan tidak mengkonsumsi alkohol, berolah raga namun
tidak rutin. Penguatan melalui Firman Tuhan, ‘Jangan membunuh’ (Kel. 20:13) menegaskan bahwa peserta PKM berupaya untuk menjadi pribadi yang taat kepada aturan protocol yang ditetapkan dan menjaga kesehatan pribadi sebagai kunci agar tidak menjadi pelaku penyebaran maupun yang membawa akibat terjangkit penyakit covid-19.
ArticleOpen AccessMetadata saja
2021•Artikel Penelitian dan Pengabdian
Tujuan dari kegiatan Pengabdian ini adalah memberi solusi dan mengedukasi intensif kelompok mitra Wanita dan Pemuda GMIT Oemathonis Nait Oenesu untuk menjadi kelompok pelaksana penggerak kegiatan GERMAS dan PHBS dalam tatanan kehidupan baru tentang: a). Virus Covid-19 secara mikrobiologi, b). peningkatan kesehatan jasmani dan imun melalui kegiatan olahraga sederhana, c). peran gereja terhadap covid-19. Metode kegiatan pengabdian adalah edukasi ceramah, praktek berolahraga, penyebaran leaflet protokol kesehatan, penyerahan alat termogun dan had sanitizer kepada peserta kegiatan pengabdian. Setelah pelaksanaan kegiatan dan monitoring melalui hasil angket, diperoleh hasil bahwa walaupun sebelumnya peserta umumnya sudah mengetahui tentang virus covid-19 melalui media sosial namun belum semuanya taat kepada protokol kesehatan yang ditetapkan. Setelah materi, diperoleh bahwa seluruh peserta PKM menyatakan penerapan tatanan kehidupan baru perlu ditaati karena dampak yang diakibatkan setelah mengenal detail tentang virus covid. Peserta umum setuju untuk menjaga kesehatan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi, minum air putih yang cukup setara dengan 8 gelas per hari dan tidak mengkonsumsi alkohol, berolah raga namun tidak rutin. Penguatan melalui Firman Tuhan, ‘Jangan membunuh’ (Kel. 20:13) menegaskan bahwa peserta PKM berupaya untuk menjadi pribadi yang taat kepada aturan protocol yang ditetapkan dan menjaga kesehatan pribadi sebagai kunci agar tidak menjadi pelaku penyebaran maupun yang membawa akibat terjangkit penyakit covid-19.
ArticleOpen AccessPDF tersedia
2019•Artikel Penelitian dan Pengabdian
SUMMARY
This study aims to analyze the phytoplankton concentration of potential species that give rise to HAB's in supporting the management of the potential of fishery resources on the coast of Kupang Bay. This research has been carried out in the waters of Kelapa Lima, the estuary of the Oesapa River (Pohon Duri) and the estuary of the Tarus River (Manikin Beach) from May to June 2018. The collection of water samples in the waters from the coastline taken using a modified Nansen bottle with a volume of 10 liters and repeating 50 liters vertically representing the surface, mid and bottom of the waters. The
samples obtained were filtered using 20 μm of plankton-net, with a concentration formalin of 4%. The composition of HAB's species of phytoplankton found in Kupang Bay waters consisted of 19 species namely PSP 1 species, DSP 2 species, NSP 1 species, ASP 1 species, CFP 4 species, Red Tide 9 species and Anoxia and Hypoxia 7 species. The total abundance of overall phytoplankton HAB's potential species in the waters of Teluk Kupang ranged between 1052.8-5760 cells/L divided into groups of toxin-producing phytoplankton 11 species (1017.6-5734.4 cells/L) and phytoplankton groups causing Red Tide 9 species (25,6-1033,6 cells/L). HAB's species phytoplankton species diversity index (H') in these three locations is high, evenly distributed species (E) and no species dominates (C). The predominantly potential phytoplankton species of HAB consists of 4 species, Trichodesmium erythraeum and Trichodesmium thiebautii from the Cyanobacteria class, whereas from the class Bacillariophyceae (Diatom) consists of Skeletonema spp. and Chaetoceros spp. In the Tarus waters (Manikin Beach) have experienced the bloom of Trichodesmium erythraeum and in the waters of Oesapa (Pohon
Duri) have experienced the bloom of Trichodesmium thiebautii.
ArticleOpen AccessPDF tersedia
2019•Artikel Penelitian dan Pengabdian
ABSTRAK
Salah satu upaya untuk menyembuhkan penyakit pada ikan budidaya adalah penggunaan obat -obatan alamiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun sirih (Piper betle L.) dalam pengobatan ikan nila GIFT (Oreochromis niloticus) yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila dan untuk mengetahui dosis ekstrak daun sirih yang tepat dalam menyembuhkannya. Penelitian telah dilaksanakan pada Juli-September 2013 di Laboratorium Eksakta UKAW. Penelitian menggunakan RAL dengan 4 perlakuan, 3 ulangan ditambah kontrol positif dan control negatif. Prosedur penelitian meliputi: persiapan wadah, pengadaan ikan nila GIFT dan aklimatisasi, pembuatan ekstrak daun sirih, kultur bakteri, proses infeksi bakteri A. hydrophilla, pengobatan, pengambilan sampel darah, perhitungan jumlah eritrosit dan leukosit. Parameter pengamatan meliputi hematologi ikan, gejala klinis, tingkah laku ikan uji dan kualitas air. Data hematologi dan sintasan dianalisis dengan sidik ragam. Sedangkan data gejala klinis,
tingkah laku, dan kualitas air dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun sirih efektif mengobati ikan nila GIFT yang terinfeksi A. hydrophilla terlihat dari jumlah eritrosit dan leukosit di semua perlakuan yang setelah pengobatan kembali berada pada kisaran normal sehingga ikan uji mampu bertahan hidup. Dosis ekstrak daun sirih yang tepat untuk menyembuhkan ikan nila GIFT yang terinfeksi A. hydrophilla adalah konsentrasi 2 ppm.