22 tahun studi pembangunan pengurangan kemiskinan, pembangunan agribisnis dan revitalisasi pertanian
Issues on poverty eradication, agribusiness development, and agricultural revitalization in Indonesia.
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
Issues on poverty eradication, agribusiness development, and agricultural revitalization in Indonesia.
Developing an agricultural processing industry for banana commercial products from dry land areas, Jawa Timur, Indonesia; research.
Development of corns and root crops for food security in rural areas in Indonesia.
Penelitian ini menemukan, sumber daya yang dimiliki di antara tiga sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran, memang memiliki unsur yang sama, namun kondisinya berbeda. Pertama, sumber daya yang dimiliki: Input siswa, sarana-prasarana, iklim belajar, kompetensi guru, kurikulum, waktu dan faktor pendukungnya; Kedua, strategi pengorganisasian pembelajaran: berupa persiapan bahan ajar dan format penilaiannya; Ketiga, strategi penyampaian materi pembelajaran meliputi: penggunaan metode, media dan teknik dalam pembelajaran. Keempat, strategi pengelolaan pembelajaran meliputi: penjadwalan penggunaan strategi pembelajaran, pembuatan catatan kemajuan belajar siswa/Evaluasi, pengelolaan motivasional dan kontrol belajar. Pada keempat hal tersebut, antara sekolah yang berada di pedesaan, ditumbuhkan oleh pesantren tradisional, dengan segala ciri khasnya; dan sekolah yang berada di perkotaan, dikelola oleh Muhammadiyah secara modern dengan fasiltas yang memadai; dan sekolah yang berada di poros kota, didirikan oleh misionaris dari Belanda dengan segala kelebihannya, maka strategi yang dilaksanakan terdapat perbedaan. Perbedaan latar belakang dan kondisi justru sangat bagus untuk dimunculkan sebagai sumbangan referensi bagi kemajuan dunia pendidikan. Sekolah unggulan tidak hanya bisa dimunculkan di kota besar atau kalangan elit saja, tetapi di mana saja dan oleh siapa saja. Asalkan seluruh tenaga pendidikan memiliki kemauan dan kemampuan untuk melaksanakan strategi peningkatan mutu pembelajaran dengan semaksimal mungkin
Secara umum, model perencanaan pariwisata yang berkembang saat ini sudah lebih proaktif. Namun, masih cenderung untuk melihat masalah dari level makro dan bukan secara mikro. Lalu, bagaimanakah peran dan bentuk dukungan wirausahawan bisnis pariwisata dalam menghadapi berbagai ekses negatif kepariwisataan? Sayangnya, masih sedikit literatur perencanaan yang berfokus pada level bisnis pariwisata. Padahal bisnis pariwisata memiliki sifat dan karakteristik unik sehingga diperlukan perencanaan pariwisata yang lebih relevan dan khusus. Oleh karena itu, dengan mengadopsi pendekatan perencanaan ramping (lean planning), buku ini menghadirkan model perencanaan bisnis pariwisata yang lebih fleksibel, cepat, ringkas, meminimalisasi kegagalan pada tahap monetisasi dan implementasi sekaligus inklusif, partisipatif dan berkelanjutan. Buku ini juga menghadirkan bentuk kontemporer dari dokumen rencana bisnis seperti elevator speech, one page summary, pitch deck, dan kanvas model yang diklaim telah menggantikan versi full pages document sebagai luaran perencanaan bisnis. Pendekatan lean planning mendobrak rejimen pendekatan perencanaan bisnis konvensional yang dianggap penuh resiko, menghabiskan waktu, tidak efektif, dan tidak efisien.
Maksud dan tujuan penulisan dan penyusunan buku ini adalah untuk memudahkan para mahasiswa dan pelaku bisnis yang ingin memulai usaha ataupun ingin mengembangkan usahanya. Penulis mengucapkan banyak terima kasih dalam penyusunan buku ini, serta kepada semua pihak yang telah memberikan sumber, saran, masukan dan juga dukungan kepada penulis.
Dewasa ini banyak orang tertarik ingin berbisnis. Alasan sederhana, dengan berbisnis berharap dapat meningkatkan taraf hidup. Berbisnis, kata sebagian orang, dapat menghasilkan pendapatan yang tidak terbatas. Tapi di sisi lain bisa kehilanganpendapatan yang tidak terbatas pula. Jadi antara manfaat dan resiko keduanya memiliki peluang yang sama. Ada sebagian mereka yang berhasil dalam bisnis. Mulai dari merintis bisnis hingga berhasil menjadi konglomerat. Liem Sioe Liong, Ciputra, Chairul Tanjung, Arifin Panigoro, adalah nama-nama pebisnis sukses yang bermula dari bawah. Namun tidak sedikit pula yang tersungkur dalam mengelola bisnis hingga tiarap tanpa bisa bangkit lagi. Kegagalan mereka umum banyak disebabkan beberapa hal, misal saja, karena bisnis latah atau ikut-ikutan, tidak direncanakan dengan matang, kurang focus, terlalu cepat ekspansi, salah urus, dan lain sebagainya. Sebelum memutuskan terjun ke dunia bisnis, seyogyanya lebih dulu harus diketahui apa dan bagaimana bisnis itu. Hal ini penting diutarakan mengingat bisnis mempunyai konsekwensi kehilangan uang, waktu dan tenaga, bila dikerjakan sembarangan dan tanpa perhitungan yang masak. Banyak orang beranggapan membangun bisnis itu gampang. Segampang menggaruk bagian tubuh yang gatal. Malah ada yang mengatakan, bisnis itu biasa-biasa saja. Entah apa maksudnya. Padahal kalau dia tahu, bahwa bisnis itu sungguh tidak biasa, penuh dengan dinamika, onak dan duri. Business is not usual, kata banyak pebisnis sukses.
Buku ini merupakan panduan perencanaan manajemen keberlangsungan usaha terhadap ancaman pandemi Covid-19, yang dapat diaplikasikan bagi lintas sektor dan Industri dalam menyusun rencana tanggap darurat & kontingensi bisnis untuk disrupsi karena penyebaran Covid-19 --dari kasus paparan di tempat kerja hingga karantina wilayah (lockdown)
Keunggulan bersaing bagi perusahaan menjadi temapenting beberapa tahun belakangan ini. Perusahaanperusahaan diseluruh dunia menghadapi pertumbuhanyang lambat dan juga menghadapi pesaing dari dalammaupun luar negeri. Keunggulan bersaing tersebut hanya dapat dipertahankan bila para pesaing tidak meniru strategyang sama. Oleh karena itu, strategi bisnis menjadi salahsatu penentu pencapaian tujuan dan keunggulan bersaingperusahaan. Untuk itu, penulis menghadirkan sebuah bukuuntuk menerapkan strategi dalam berbisnis.
Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat dewasa ini, perusahaan-perusahaan berupaya keras untuk menjadi lebih kompetitif. Salah satu strateginya adalah dengan menjalankan manajemen perpajakan atau perencanaan perpajakan (tax planning). Dalam hal ini, wajib pajak badan usaha–atau pribadi–merencanakan serta mengendalikan hak dan kewajiban perpajakannya secara efektif dan efi sien agar dapat memberikan kontribusi maksimum dalam bentuk peningkatan laba atau penghasilan. Tax planning bukanlah upaya untuk mengelak dari kewajiban membayar pajak atau melanggar aturan perpajakan. Dengan melakukan perencanaan pajak yang cermat, perusahaan dapat menghemat kas keluar, mengatur cash fl ow, dan menyusun anggaran kas secara lebih akurat. Buku ini membahas perencanaan pajak yang terkait dengan berbagai masalah bisnis dan perpajakan yang dihadapi pengusaha serta mengupas beragam cara menyiasati pajak dengan bijak, seperti: • Strategi Penghematan Pajak Melalui Pemilihan Bentuk Usaha • Tax Planning PPh Pasal 21/26 • Tax Planning PPh Pasal 22/Pasal 23/26 dan PPh Final • Tax Planning PPN • Tax Planning PPh Badan • Optimalisasi Pembayaran Pajak untuk Menghemat Pajak • Manajemen Rugi Fiskal dan Strategi Perpajakannya Akademisi yang mempelajari administrasi dan kebijakan perpajakan atau akuntansi pajak, konsultan pajak, praktisi bisnis, pemimpin perusahaan, maupun birokrat yang mendalami bidang perpajakan akan memperoleh informasi berharga dari referensi yang penting ini.