Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

3.593 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 492025: 742024: 402023: 4412022: 5322021: 549

Perlindunganmu Hak Asasi Manusia, sub judul "Suatu Studi Eksegetis Terhadap Keluaran 21:12-17 Dan Implikasinya Bagi Perlindungan Hak Asasi Manusia Pada Masa Kini"

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kitab Keluaran ditulis untuk memperlihatkan kuasa Tuhan, karena selama 400 tahun (Kej. 15:13), bangsa Israel diperbudak dan dianiaya di Mesir. Kitab Keluaran juga melanjutkan sejarah pembebasan dan perkembangan umat Israel sebagai pilihan Allah, selama di Mesir, kelepasan, dan kehadiran mereka di padang Gurun Sinai sampai pada pendudukan tanah Kanaan. Tujuan kitab Keluaran adalah menekankan tentang penyataan diri Allah (Kel. 6: 2-3), serta memberi pengajaran kepada umat Israel melalui aturan-aturan untuk memelihara perjanjian (covenant) dengan Allah. Pemberian Perjanjian di Sinai untuk memelihara jati diri Israel sebagai umat Allah (Kel. 23:20-23) di tengah-tengah bangsa lain. Keluaran 21 termasuk dalam hukum-hukum Kitab Perjanjian (Kel. 19-24). Keluaran 21: 12-17 mengatur tentang penghargaan terhadap nyawa sesama. Dalam kehidupan Israel kuno, terdapat hukum yang mengatur kejahatan-kejahatan, terutama pembunuhan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja (Kel. 21:12-14). Maka ditetapkannya tempat perlindungan (Bil. 35:13-14; Ul. 19;11-13; Yos. 20:6) sebagai tempat untuk beroleh hak perlindungan (Raj. 1:51; 2:28) dari para go’el (penuntut darah). Metodologi yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian studi pustaka dan metode tafsir historis kritis. Metode studi pustaka dilakukan dengan mengumpulkan data pustaka melalui berbagai literatur. Sedangkan metode tafsir historis kritis yakni metode penafsiran Alkitab sebagai studi tentang tek-teks Alkitab yang menunjuk pada hal-hal yang berkaitan dengan sejarah dalam teks dan menemukan kerygma teologi (eksegesis) dari teks bukan menambahkan kerygma teologi dari luar teks (eisegesis). Kehidupan masa kini juga tidak terlepas dari banyak kejahatan dan menjadi realita yang dihadapi oleh semua orang, termasuk pemerintah maupun gereja. Pembunuhan, perdagangan orang (human trafficking), dan masih banyak masalah lain yang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Kepolisian Republik Indonesia (polri) sebagai lembaga hukum juga belum melaksanakan tugasnya secara maksimal, karena masih terdapat oknum-oknum Polri yang melakukan pelanggaran HAM terhadap masyarakat, seperti kasus di Warior, penganiayaan tehadap Napi, dan memperkosa anak di bawah umur. Demikian juga gereja, di dalamnya masih ada oknum yang melakukannya pelanggaran HAM, yang terlibat pelaku humman trafficking. Segala diskusi dan upaya harus dilakukan oleh gereja dan Polri. Gereja dan Polri juga harus menjadi tempat perlindungan yang menjamin keamanan, hak perlindungan dan keadilan bagi semua orang demi mempertahankan martabat dan HAM menurut hukum perjanjian dan ketetapan-ketetapan Tuhan. Dalam hal ini, baik Gereja Masehi Injili di Timur (GMIT), pemerintah, Polri, masyarakat, dan individu berkewajiban untuk melindungi HAM tanpa membeda-bedakan. Kata kunci: Hukum, Perjanjian, TUHAN, Tempat Perlindungan, Hak Asasi Manusia

PENYERTAAN TUHAN DALAM SEJARAH Suatu Tinjauan Historis Teologis terhadap Pertumbuhan Jemaat GMIT Efata Oesena Klasis Amarasi Timur Sejak Tahun 1950-2020

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Sejarah merupakan peristiwa yang telah berlalu dalam kehidupan, baik itu hal-hal yang positif maupun hal-hal yang negatif. Sejarah juga turut mempengaruhi kahidupan di hari esok, baik itu pengaruh buruk maupun pengaruh baik. Oleh karena itu belajar dari pengalaman masa lalu adalah hal yang sangat penting untuk menata hari ini dan mempersiapkan hari esok yang lebih baik. Sejarah perjalanan gereja juga harus menjadi perhatian masa kini. Lewat pengalaman masa lalu gereja dapat mengetahui bagaimana gereja bertumbuh hingga kini. Namun, pada kenyataannya banyak generasi masa kini yang tidak peduli terhadap peristiwa masa lalu. Hal ini membuat mereka tidak mengetahui hal-hal apa saja yang terjadi dan berkesan dari perjalanan sebuah gereja. Jemaat Efata adalah salah satu jemaat GMIT yang memiliki perjalanan sejarah yang panjang, namun tidak diketahui oleh generasi masa kini. Hal ini mengakibatkan akan mulai hilangnya sejarah dari generasi muda. Metode penelitian kualitatif dan metode penelitian sejarah yang dilakukan melalui langkah-langkah berikut, menentukan topik yang akan diteliti, mengumpulkan sumber data yang diperlukan baik itu secara lisan, dan tulisan. Melakukan verifikasi data, dan interpretasi (penulisan hasil), menolong untuk dapat mengetahui sejarah Jemaat Efata yang pertumbuhannya disertai oleh Tuhan, Selama 66 tahun Jemaat Efata bertumbuh, yang terbagi menjadi tiga periode yakni: periode 1954-1974, periode 1975-2005, dan periode 2005-2020. Setiap periode memiliki cerita masing-masing, yang mempengaruhi perjalanan selanjutnya. Pemaknaan atas penyertan Tuhan dalam perjalanan kehidupan jemaat membuat jemaat semakin bertumbuh dalam iman dan juga mengalami perkembangan pembangunan yang lebih maju. Peristiwa-peristiwa masa lalu yang telah dilewati kini menjadi pembelajaran penting bagi generasi masa kini, untuk dapat menata masa depan gereja menjadi lebih baik dan syalom Allah benar-benar nyata dalam kehidupan jemaat. Kata kunci: Gereja, Sejarah, Pertumbuhan, Penyertaan Tuhan, Jemaat Efata.

GEREJA SEBAGAI IBU

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gereja adalah persekutuan orang-orang percaya yang terpanggil untuk mempersaksikan panggilan itu kepada orang lain. Berdasarkan keterpanggilan itu, Alkitab menggambarkan gereja dengan berbagai model sebagai metafora yang lahir dari konteks kehidupan jemaat. Dalam pandangan yang lahir dari pengalaman persekutuan Jemaat GMIT Betel Nitneo, gereja memberi perhatian cinta kasih dan memastikan pertumbuhan iman jemaat, dengan begitu, terciptanya persekutuan yang harmonis. Sejatinya, salah satu pengajaran tentang metafora Gereja sebagai Ibu telah dihidupi nilai-nilainya oleh Jemaat GMIT Betel Nitneo dalam hidup sehari-hari, hanya saja ajaran ini tidak dirumuskan secara baik dalam doktrin tentang gereja sehingga tidak diketahui dengan pasti. Maka tulisan ini mengkaji tentang bagaimana pemahaman Jemaat GMIT Betel Nitneo memaknai metafora Gereja sebagai Ibu berdasarkan nilai-nilai yang telah dihidupi. Hal ini menarik karena jarang sekali orang mendengarkan dan membicarakan tentang metafora Gereja sebagai Ibu. Tulisan ini dikaji menggunakan metode penelitian deskriptif-analitif yang diharapkan dapat mendeskripsikan pemahaman jemaat secara kritis dan dianalisis secara ilmiah. Berdasarkan hasil analisa, diketahui bahwa jemaat memahami gereja secara beragam, baik sebagai orang-orang yang bersekutu, tubuh Kristus, pokok anggur, maupun sebagai institusi. Sedangkan berbicara tentang Gereja sebagai Ibu, hampir tidak diketahui secara baik. Namun, jika bertolak dari kata ‘ibu’ sejatinya jemaat menyadari dan mengakui bahwa Gereja adalah Ibu, sebab gereja telah memberi jemaat sebuah keluarga baru, dan mereka dapat mengalami Allah seperti seorang Ibu yang mengasuh dan memelihara mereka melalui rahim Gereja. Metafora Gereja sebagai Ibu menjadi suatu pengajaran yang relevan dalam praktik kehidupan persekutuan di Jemaat GMIT Betel Nitneo. Kata Kunci : Gereja, Metafora, Ibu, Rahim, Keluarga

YUSUF: KRISIS PANGAN DAN MITIGASI Kajian Eksegetis Terhadap Teks Kejadian 41:46-57 dan Implikasinya Bagi Upaya Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Menyikapi Krisis Pangan

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pemberitaan Alkitab memuat kesaksian iman umat percaya akan Allah yang berkarya dalam beragam realitas pergumulan dunia, termasuk dalam krisis. Muatan tema krisis yang lumrah ditemui dalam kesaksian Perjanjian Lama salah satunya ialah krisis pangan atau dapat disebut kelaparan. Kelaparan, merupakan situasi di mana makhluk hidup mengalami kesulitan disebabkan tidak tersedia dan sulitnya akses kepada pangan. Kejadian 41 mencatat kelaparan yang melanda Mesir pada masa Yusuf. Krisis tersebut diasosiasikan bukan sebagai akibat dosa umat sebagaimana teks biblis lain menjelaskannya, melainkan sebuah peristiwa alami, dan Allah memberikan kesempatan manusia untuk mengantisipasi dampaknya. Isu krisis pangan pada Kejadian 41 menemui relevansinya kini. Krisis tersebut menjadi isu global dan memiliki urgensi yang kuat. Tulisan ini didasarkan pada tinjauan eksegese terhadap teks Kejadian 41:46-57, menggunakan metode penelitian kajian pustaka dengan tafsir kritik historis sebagai metode tafsirnya, dan penulisan deskripsi-analisis-reflektif sebagai metode penulisannya. Penggunaan metode tafsir kritik historis berguna dalam upaya membaca kebutuhan konteks historis serta menggali pemaknaan yang lebih utuh terhadap teks didasarkan pada analisa bahasa. Isu Krisis pangan global pada periode sejak 2020 semakin menemui urgensinya. FAO (Food and Agriculture Organzation) memprediksi kemungkinan besar terjadinya krisis pangan dalam beberapa tahun ke depan, diakibatkan kenaikan harga bahan baku, pandemi, konflik dan krisis iklim. Antisipasi terhadap krisis pangan memerlukan keterlibatan semua pihak, tidak terkecuali gereja. Dalam konteks NTT, ancaman krisis pangan bukan isu baru. Upaya menyikapinya pada ranah lokal memerlukan keterlibatan semua pihak, termasuk Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Tulisan ini memuat implikasi terkait, yakni: mengedepankan aspek kolaboratif, antisipatif dan adaptif pada ranah lokal sebagai upaya mitigasi bersama terkait ancaman krisis pangan. Kolaboratif yakni mau dan rela menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait di luar dirinya yang memiliki kapasitas yang cukup dalam bidangnya; antisipatif, yakni memiliki kepekaan dan perhatian terhadap tanda-tanda zaman; dan adaptif, yakni mengakomodir pemanfaatan sumber-sumber lokal sebagai sarana mitigasi aktif dalam meresponi ancaman krisis pangan. Kata Kunci: Yusuf, krisis pangan, mitigasi, Kejadian 41:46-57, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT)

PELAYANAN NIKAH MASSAL “Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Pemahaman Jemaat GMIT Pniel Tefneno Koro’oto Mengenai Pelayanan Nikah Massal dan Sumbangsih Bagi GMIT.”

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pelayanan nikah massal merupakan pernikahan yang dilakukan secara bersama-sama dengan yang menikah berjumlah lima pasang bahkan bisa lebih. Pelayanan nikah massal adalah upaya dari gereja, guna membantu kehidupan ekonomi jemaat sehingga mendapatkan pelayanan pernikahan, tetapi hal ini tidak direspon dengan baik oleh jemaat. Terdapat 21 kepala keluarga (KK), yang belum menikah. Hal ini memberikan dampak seperti anak-anak belum menerima pelayanan baptisan kudus, orang tua tidak mendapatkan pelayan Perjamuan Kudus dan tidak mendapatkan pelayanan ibadah dalam keluarga (ibadah rumah tangga). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pandangan jemaat GMIT Pniel Tefneno Koro’oto terhadap pelayanan nikah massal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, sehingga penulis mendapatkan data baik melalui wawancara maupun arsip-arsip anggota jemaat. Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat jemaat yang belum menikah melalui pelayanan nikah massal, dipengaruhi karena kurangnya persiapan ekonomi, belum melakukan pernikahan adat dan juga kurang mendapat dukungan dari keluarga. Penulis memberikan kesimpulan bahwa adanya jemaat yang belum menikah, karena kesiapan ekonomi yang belum cukup, belum melaksanakan pernikahan adat, dan juga kurangnya dukungan dari keluarga. Sekalipun pernikahan adalah institusi yang ditetapkan oleh Allah yang bersifat kudus. Tujuan dari pernikahan sendiri yaitu menjaga persekutuan hidup laki-laki dan perempuan. Pernikahan merupakan inisiatif Allah kepada manusia. Pernikahan sebagai amanat pemeliharaan penciptaan Allah, karena Allah yang menyatukan laki-laki dan perempuan. Jemaat lebih melihat pada konteks kebutuhan hidup dan kurang memaknai pernikah itu sendiri. Kata Kunci: Pelayanan Nikah Massal, Ekonomi, Budaya, Persekutuan

KINERJA MENGAJAR GURU PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Kinerja merupakan nilai dari seperangkat perilaku yang berkontribusi baik secara positif maupun negatif terhadap pencapaian tujuan organisasi, artinya kinerja positif akan berkontribusi pada semakin tercapaianya tujuan organisasi, dan semakin negatif kinerja, maka akan berpengaruh terhadap semakin jauh pencapaian tujuan. Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja mengajar guru Penjasorkes pada masa pandemi Covid-19. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja mengajar guru PJOK SD Negeri Naumang Kabupaten Alor dengan Indikator penilaian kinerja guru mengacu pada Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 yaitu penilaian terhadap Perencanaan Pembelajaran, Pelaksanaan Pembelajaran dan Evaluasi Pembelajaran hasil yang dilakukan oleh guru. Hasil analisis data menunjukan hasil yang cukup baik. Simpulan: penilaian kinerja mengajar guru PJOK SD Negeri Naumang pada masa pandemi Covid-19 dengan menggunakan beberapa indikator yang telah dianalisis dan mendapatkan hasil yang baik. Guru mampu memberikan pengajaran yang cukup baik dengan metode yang di kembangkan berdasarkan instruksi KEMENDIKBUD.

PENERAPAN PEMBELAJARAN POLA GERAK DASAR DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA SISWA SD

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam memajukan suatu bangsa. Pendidikan diharapkan dapat mencerdaskan generasi muda yang mampu mengembangkan potensi dalam diri, serta berpola pikir secara kritis dan dinamis, bertanggung jawab, berakhlak mulia, beriman. Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran pola gerak dasar di masa pandemi Covid-19 Pada Siswa SD di SD Inpres Oesapa. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan eksplanasi kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada penelitian ini peneliti ingin mengetahui bagaimana guru memberikan materi kepada siswa/siswi dalam pembelajaran pola gerak dasar di masa pandemi Covid-19. Hasil dan pembahasan: Pelaksanan pembelajaran pola gerak dasar di SD Inpres Oesapa menggunakan media daring whatsapp group, dimana pendidik mengirimkan materi pembelajaran pola gerak dasar dan video pembelajaran pola gerak dasar lokomotor, nonlokomotor dan manipulatif kepada siswa serta pendidik memberikan tugas kepada siswa untuk mempraktekan contoh pola gerak dasar dalam bentuk video. Simpulan: Dari hasil penelitian di atas maka peneliti menyimpulkan bahwa penerapan pembelajaran pola gerak dasar di masa pandemi Covid-19 pada siswa SD sebaiknya guru lebih kreatif dalam memberikan materi pembelajaran serta menjelaskan materi secara mendetail sehingga siswa lebih giat belajar dan lebih mudah memahami

Kajian Pengelolaan Jaringan Irigasi Sekunder Waekanta Desa Wae Wako Kecamatan Lembor Kabupaten Manggarai Barat

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

irigasi ialah usaha untuk memperoleh air yang menggunakan bangunan dan saluran buatan untuk keperluan penunjang produksi pertanian. Operasi jaringan irigasi dalam arti sempit adalah pengaturan pintu-pintu pada bangunan air (bendungan, bangunan bagi) untuk menyadap air dari sumber air mengalirkannya kedalam jaringan irigasi memasukan air kepetak-petak sawah, serta membuang kelebihan air ke saluran pembuang.

OPERASI DAN PEMELIHARAAN PADA DAERAH IRIGASI MANIKIN DI KELURAHAN TARUS KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Irigasi merupakan salah satu sektor utama dalam mendukung usaha-usaha pertanian, oleh karena itu keberadaannya sangat diperlukan oleh petani. Pengelolaan daerah irigasi Manikin bisa berjalan dengan efektif sangat tergantung kepada usaha-usaha pemerintah dan para peserta dari lembaga P3A. Daerah Irigasi (DI) Manikin merupakan irigasi yang digunakan untuk pengairan pada lahan pertanian sehingga dapat menunjang kebutuhan pangan oleh masyarakat di Kabupaten Kupang.Tujuan dari penelitian di ini adalah : Untuk Mengetahui Operasi dan Pemeliharaan Daerah Irigasi Manikin Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Penelitian ini Telah dilaksanakan pada bulan April Tahun 2022 di Daerah Irigasi Manikin Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 10% dari populasi yaitu 150 petani pemakai air dan anggota kelompok P3A di Daerah Irigasi Manikin Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Responden dalam penelitian ini adalah jumlah 15 orang dari anggota P3A sebagai pengguna air di daerah irigasi Manikin. Kinerja anggota P3A telah berjalan dengan baik dalam kegiatan Operasi Daerah Irigasi Manikin meliputi kegiatan pembagian air keada petani dan kegiatan pemantauan. Pemeliharaan daerah irigasi Manikin meliputi pemeliharaan rutin, berkala dan insidentil yang dalam bentuk pelaksanaannya berupa rehabilitasi saluran dan pembersihan saluran. Kegiatan Rehabilitasi daerah irigasi Manikin dilaksanakan pada setiap saluran yang mengalami kerusakan sehingga diperlukan agar bisa digunakan oleh petani.

PENGARUH BENTUK PENGADUK PADA ALAT SANGRAI KOPI TIPE SEMI MEKANIS TERHADAP KUALITAS KOPI

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mendeskripsikan pengaruh bentuk pengaduk pada alat sangrai kopi tipe semi mekanis terhadap kualitas kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk pengaduk pada alat sangrai kopi tipe semi mekanis terhadap kualitas kopi. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode Metode yang digunakandalampenelitianinimengunakanrancanganacak (RAL), yaitu 3 perlakuandan 6 kali ulangansehinggamenghasilkan 18 unit percobaan. Perlakuan yang dicobaadalahsebagaiberikut:Perlakuan A: Bentuk lurus, Perlakuan B :Bentuk lengkung dan Perlakuan C : Bentuk lengkung. Hasil penelitian menunjukan bahwa; 1) Penggunaan bentuk pengaduk pada alat sangrai kopi tipe semi mekanis memberikan pengaruh yang sangat nyata pada taraf signifikan 5% (P>0,05) terhadap sifat organoleptik kopi dari variabel pengamatan yang diuji yaitu warna, rasa dan aroma. 2) Perlakuan yang terbaik dari Penggunaan bentuk pengaduk pada alat sangrai kopi tipe semi mekanis terhadap kualitas kopi terdapat pada perlakuan C dengan nilai rata-rata terhadap warna 3,66, aroma 3,77, rasa 3,88. Penulis menyarankan agar dalam menghasilkankualitas kopi dengan karakteristik organoleptik yang disukai yang dimiliki maka disarankan agar menggunakan lamanya waktu penyangraian yang lebih lama.

Studi Mengenai Nilai-Nilai Luhur dalam Pemikiran Friedrich Nietzsche Tentang Ubermensch dan Manfaatnya Bagi Pengentasan Kemiskinan di NTT”

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK : Kemiskinan di NTT merupakan masalah kehidupan yang terus-menerus mengintai kehidupan masyarakat NTT. Rasa-rasanya kemiskinan sulit untuk diberantaskan. Pemerintah, masyarakat, serta gereja senantiasa bekerja sepanjang waktu untuk memutuskan mata rantai kemiskinan tetapi hasil yang didapat tak kunjung memuaskan. Untuk turut memberi tawaran atas masalah ini, maka tulisan ini ditulis dengan maksud menunjukkan sejauh mana pemikiran Nietzsche tentang Ubermensch bisa memberi sumbangan bagi upaya masyarakat NTT memberantas kemiskinan. Karena itu, tulisan ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan memeriksa terlebih dahulu sumber-sumber pustaka, baik itu berupa karya tulis ilmiah maupun berita-berita yang dimuat dalam media masa. Berdasarkan hasil penelusuran literatur tersebut, maka Ubermensch dimaknai sebagai manusia yang sungguh-sungguh mencintai kehidupan di bumi, dengan segala baik-buruknya. Hanya saja, ketika ingin menjadi sosok manusia tangguh, maka seseorang harus berani melepaskan apa yang diyakininya termasuk di dalamnya kepercayaan terhadap Tuhan. Konsep Ubermensch ini menjadi relevan dalam konteks NTT, dalam artian bahwa NTT selama ini dikenal sebagai salah satu provinsi termiskin di Indonesia. Tentu kenyataan ini adalah sesuatu yang memilukan. Beragam cara sudah dilakukan oleh gereja, maupun pemerintah namun hasilnya kelihatannya nihil. Karena itu, di samping gereja, pemerintah, dan masyarakat bekerja memerangi kemiskinan, tulisan ini diharapkan juga dapat menjadi salah satu tawaran untuk dipertimbangkan guna diterapkan dalam konteks NTT. Melalui tulisan ini, pada akhirnya diharapkan agar penerapan konsep Ubermnesch dalam konteks NTT harus dilihat secara positif sekaligus kritis. Masyarakat NTT tidak juga harus meniadakan keyakinan mereka yang religius untuk bisa menerapkan tawaran dari tulisan ini. Malah sebaliknya, inilah saatnya masyarakat NTT harus memahami bahwa potensi manusia NTT itu luar biasa, dan karena itu jika diperhatikan secara serius pembangunan sumber daya manusianya maka ada harapan bahwa suatu waktu masyarakat NTT bisa keluar dari kemiskinan. Kata Kunci : Nietzsche, Ubermensch, Kemiskinan, NTT, Gereja, Pemerintah

DESKRIPSI TENTANG PUTUSAN HAKIM DALAM SENGKETA KEPAILITAN DI PENGADILAN NIAGA

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Tentang Putusan Hakim Dalam Sengketa Kepailitan Di Pengadilan Niaga. Permasalahan pokok dalam penelitian ini, penulis lebih memfokuskan dengan permasalahan Mengapa pemohon mengajukan permohonan kepailitan kepada perusahaan? dan Mengapa hakim pengadilan niaga menyatakan perusahaan pailit? Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui alasan pemohon mengajukan permohonan kepailitan kepada perusahaan, dan Untuk mengetahui hakim pengadilan niaga menyatakan perusahaan pailit. Selanjutnya, manfaat dalam penelitian ini adalah guna memberikan sumbangsi pemikiran secara ilmiah kepada para penegak hukum, akademisi, dan masyarakat luas terkait hal-hal mendasar tentang Putusan Hakim Dalam Sengketa Kepailitan Di Pengadilan Niaga, dan agar dapat memperoleh gelar sarjana hukum di Fakultas Hukum, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi dasar pemohon mengajukan permohonan kepailitan kepada perusahaan disebabkan Kreditur (Pemohon) memiliki utang terhadap Debitur (Perusahaan); Pemohon (Kreditur) tidak dapat mencairkan uangnya yang telah jatuh tempoh; dan Debitur juga memiliki hutang kepada kreditur lainnya. Selanjutnya alasan hakim Pengadilan Negeri Niaga menyatakan perusahaan pailit adalah Debitur (Perusahaan) Memiliki dua atau lebih kreditur, dan Debitur Tidak membayar lunas sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih. Oleh sebab itu, saran penulis diharapkan perusahaan atau debitur yang merasakan bahwa finansial perusahaannya mengalami penurunan maka jangan melakukan tindakan pengutangan dan diharapkan perusahaan atau debitur merasakan bahwa finansial perusahaannya mengalami penurunan maka jangan melakukan tindakan pengutangan lebih dari satu kreditur. Kata Kunci: Sengketa Kepailitan, Pengadilan Niaga

DESKRIPSI PERTIMBANGAN HAKIM JUDEX FACTIE DAN JUDEX YURIS TERHADAP PEMBAGIAN HAK WARIS ADAT ATAS TANAH

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Pertimbangan Hakim Judex Factie dan Judex Yuris Terhadap Pembagian Hak Waris Adat Atas Tanah. Permasalahan pokok dalam penelitian ini, penulis lebih memfokuskan dengan permasalahan Mengapa Pengadilan Negeri mengabulkan gugatan sebagian, Pengadilan Tinggi membatalkan putusan Pengadilan Negeri dengan menyatakan gugatan tidak dapat diterima, sedangkan kasasi mengabulkan gugatan sebagian? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim Pengadilan Negeri mengabulkan gugatan sebagian, Pengadilan Tinggi membatalkan putusan Pengadilan Negeri dengan menyatakan gugatan tidak dapat diterima, sedangkan kasasi mengabulkan gugatan sebagian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan Pengadilan Negeri mengabulkan gugatan sebagian, Pengadilan Tinggi membatalkan putusan Pengadilan Negeri dengan menyatakan gugatan tidak dapat diterima, sedangkan kasasi mengabulkan gugatan sebagian, adalah Pengadilan Negeri Mengabulkan Gugatan Penggugat Sebagian adalah gugatan Penggugat lengkap atau memenuhi syarat formil dan Penggugat dapat membuktikan diri sebagai ahli waris, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi menyatakan gugatan tidak dapat diterima adalah Penggugat salah menempatkan kedudukan Penggugat II. Serta Hakim Agung pada tingkat kasasi mengabulkan gugatan penggugat sebagian gugatan Penggugat lengkap atau memenuhi syarat formil dan Penggugat dan Tergugat dapat membuktikan diri sebagai ahli waris. Oleh sebab itu penulis menyarankan, Diharapkan hakim Pengadilan Tinggi harus lebih mempertimbangkan fakta hukum menerapkan dengan benar terkait syarat formil dalam pengajuan suatu gugatan dan diharapkan hakim Pengadilan Tinggi harus lebih mempertimbangkan fakta hukum menerapkan dengan benar terkait syarat formil dalam pengajuan suatu gugatan, diharapkan Mahkamah Agung lebih memperhatikan penerapan hukum terhadap pembagian hak waris adat atas tanah dan . Kata Kunci: Hak Waris Adat Atas Tanah, PTUN

DESKRIPSI TENTANG PEMBATALAN PUTUSAN PENGADILAN NEGERI OLEH HAKIM MAHKAMAH AGUNG DALAM TINDAK PIDANA PENIPUAN JUAL BELI KAPAL

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul Skripsi DESKRIPSI TENTANG PEMBATALAN PUTUSAN PENGADILAN NEGERI OLEH HAKIM MAHKAMAH AGUNG DALAM TINDAK PIDANA PENIPUAN JUAL BELI KAPAL. Studi Kasus Putusan Nomor:913/PID.B/2014/PNSmr,Nomor:1691K/Pid/2015,Nomor:42 PK/PID/2017. Masalah penelitian dalam tulisan ini adalah “Bagaimanakah dasar pertimbangan hakim Pengadilan Negeri dalam menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum terhadap terdakwa Triadi Sulistio sedangkan Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan dalam tindak pidana jual beli kapal?” Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Bagaimanakah dasar pertimbangan hakim Pengadilan Negeri dalam menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum terhadap terdakwa Triadi Sulistio sedangkan Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan dalam tindak pidana jual beli kapal. Dalam Putusan Nomor: 913/PID.B/2014/PNSmr, Nomor:1691K/Pid/2015, Nomor: 42PK/PID/2017. Jenis penelitian hukum yang di gunakan adalah Metode hukum normtif dan bersifat deskriptif subyek penelitian adalah Putusan Pengadilan Negeri Samarinda dan Mahkama Agung. Pengumpulan data di lakukan dengan studi dokumen kemudian data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian 1. terdakwa TRIADI SULISTIO melakukan perbuatan sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan Alternatif Kesatu Penuntut Umum, akan tetapi menurut Pengadilan perbuatan terdakwa bukan merupakan kejahatan atau tindak pidana melainkan masuk dalam ranah perdata. 2. Di putuskan berdasarkan pertimbangan hukum yang salah. Putusan Judex Facti yang melepaskan Terdakwa dari segala tuntutan hukum, tidak tepat dan salah menerapkan hukum dan telah didasarkan pada kesimpulan dan pertimbangan hukum yang salah yang tidak sesuai dengan fakta hukum yang relevan secara yuridis yang terungkap di muka sidang. Kesimpulan yang dapat diambil adalah perkara tersebut merupakan perkara dalam ranah hukum pidana dan bukan perdata. Kata kunci: Pembatalan Putusan Pengadilan Negeri Oleh Hakim Mahkamah AgungDalam Tindak Pidana Penipuan Jual Beli Kapal.

ANALISIS HUKUM PEMBATALAN PUTUSAN PENGADILAN NIAGA OLEH MAHKAMAH AGUNG DALAM SENGKETA MEREK

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi penulis adalah Analisis Hukum Pembatalan Putusan Pengadilan Niaga Oleh Mahkamah Agung Dalam Sengketa Merek, Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Mengapa Pengadilan Niaga menolak gugatan penggugat sedangkan mahkamah agung dan peninjauan kembali mengabulkan gugatan penggugat dalam sengketa pendaftaran merek. Tujuan penelitian untuk mengetahui untuk mengetahui alasan pertimbangan hakim mahkamah agung dan peninjauan kembali yang membatalkan putusan pengadilan niaga dalam sengketa pendaftaran merek. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif, sedangkan variable penelitian adalah Alasan Pertimbangan Hakim MA Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Niaga Dalam Sengketa Pendaftaran Merek, dan variable terikat yakni; Pendaftaran Merek Hasil penelitian adalah Pengadilan negeri, menolak gugatan penggugat karena gugatan penggugat memenuhi syarat formil, penggugat tidak dapat membuktikan sebagai pemilik merek, sedangka mahkamah agung dan peninjauan kembali mengabulkan gugatan penggugat karena gugatan penggugat memenuhi syarat formil, penggugat dapat membuktikan sebagai pemilik merek, pengadilan niaga salah menerapkan hukum dan putusan judex juris sudah tepat dan benar.. Sebaiknya direktorat Merek perlu meningkatkan kesejahteran bagi aparat direktorat perorangan atau badan hukum yang dengan itikad tidak baik mendaftarkan merek yang sama dengan merek yang sudah ada atau merek yang sudah terlebih dahulu terdaftar, perlu adanya peraturan pemerintah mengenai kriteria merek-merek terkenal sebagaimana yang dimaksudkan dalam undang-undang nomor 20 tahun 2016 tentang merek dan indikasi geografis. Kata Kunci : Analisis Hukum, Pembatalan putusan, pengadilan niaga, Sengketa Merek

DESKRIPSI TENTANG PENJATUHAN PUTUSAN PEMIDANAAN KEPADA ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI KLAS 1A KUPANG

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Penelitian Penulis Adalah: Deskripsi Tentang Penjatuhan Putusan Kepada Anak Yang Melakukan Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Klas 1AKupang. Rumusan masalahnya yang dikajiadalah: dasar pertimbangan hakim menjatuhkan pidana penjara dengan percobaan kepada anak pelakutindak pidana pencurian dengan pemberatan.Jenispenelitian yang digunakan adalah penelitian normatif yang bersifat deskriptif yakni dalam hal ini penulis mendeskripsikan atau menggambarkan, serta menjelaskan. Data yang dugunakan adalah data primer dengan tiga bahan hukum yaitu bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi kepustakaan, yaitu merupakan kegiatan untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topic atau masalah yang menjadi objek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis maka yang menjadi kesimpulan sesuai dengan masalah ini adalah sebagai berikut: 1. Pertimbangan Terhadap Kondisi anak 2. Pertimbangan terhadap faktor penyebab anak melakukan tindak pidana 3. Pertimbangan terhadap kepenntingan baik kepada anak 4. Pertimbangan terhadap hal yang merigankan dan memberatkan pada anak dalam persidangan Saran dari penulisan ini adalah: 1. Diharapkan kepada orang tua agar lebih meluangkan waktunya untuk memperhatikan pergaulan anak baik di lingkugan tempat tinggal maupun di lingkugan anak bergaul 2. Sebaiknya kepada aparat penegak hukum dan masyarakat utuk memberikan sosialisasi hukum secara aktif dan menyeluruh khususnya anak di bawah umur mengenai dampak dalam melakukan tindak pidana yang akibatnya merugikan anak itu sendiri. Kata kunci : Tindak Pidana, Pencurian Dengan Pemberatan, Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang.

ANALISIS HUKUM PUTUSAN HAKIM TERHADAP ALAT BUKTI SERTIFIKAT GANDA DALAM SENGKETA KEPEMILIKAN TANAH (Studi Putusan Di Mahkama Agung Nomor 3615 K/Pdt/2015)

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi penulis adalah “Analisis Hukum Putusan Hakim Terhadap Alat Bukti Sertifikat Ganda Dalam Sengketa Kepemilikan Tanah” Rumusan masalah dalam penelitian Mengapa Pengadilan Negeri dan Mahkamah Agung mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian, sedangkan Pengadilan Tinggi menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya terhadap alat bukti sertifikat ganda dalam sengketa kepemilikan tanah? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pertimbangan hakim Pengadilan Negeri dan Mahkama Agung mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian, sedangkan Pengadilan Tinggi membatalkan gugatan penggugat untuk seluruhnya terhadap alat bukti sertifikat ganda dalam sengketa kepemilikan tanah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif, sedangkan variable penelitian adalah variable bebas, yakni: Alasan Pengadilan Negeri dan Mahkama Agung kabulkan gugatan penggugat untuk sebagian, dan variable terikat yakni; Putusan Hakim Terhadap Sengketa alat bukti sertifikat ganda hak milik atas tanah. Penelitian memberikan kesimpulan bahwa alasan Pengadilan Negeri dan Mahkama Agung mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian karena mempertimbangkan Sertifikat Hak Milik yang diterbitkan terlebih dahulu yang mmempunyai kekuatan hukum mengikat dan penggugat dapat membuktikan bukti kepemilikan (Alas Hak) atas tanah. Apabila seseorang memiliki sebidang tanah maka ia harus membuatkan tanah tersebut sertifikat dengan memakai sistem pendaftaran (kadesteral). Struktur sarana dan pra sarana, Sistem hukum pertanahan masih memakai sistem administrasi manual, walaupun sekarang sudah mulai proses perbaikan data-data seperti sertifikatsertifikat yang sudah ada barkodenya. SDM yang masih korup, dengan adanya pejabat atau aparat pemerintah yang menyalahgunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadinya. Tanah tersebut sudah bersertifikat akan tetapi adanya oknum yang berkuasa dengan sengaja melakukan pembuatan sertifikat lagi dengan objek tanah yang sama. Budaya Hukum, masyarakat itu sendiri yang tidak memiliki kesadaran atau, dengan artian pemilik tanah itu sendiri yang tidak memperhatikan tanah miliknya dan tidak memanfaatkanya dengan baik sehingga di ambil alih oleh orang lain dan kemudian di manfaatkan karna merasa bahwa tanah tersebut tidak bertuan atau tidak ada pemiliknya. Kata Kunci : Analisis Hukum, Putusan Hakim, Alat Bukti Sertifikat Ganda dan Kepelikan Tanah.

DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM PELAKU TINDAK PIDANA SECARA BERLANJUT MENERBITKAN FAKTUR PAJAK

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Skripsi ini berjudul : “Deskripsi tentang motif, modus dan akibat hukum pelaku tindak pidana secara berlanjut menerbitkan faktur pajak”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1) Apa motif pelaku dalam melakukan tindak pidana secara berlanjut menerbitkan faktur pajak, 2).Bagaimana modus pelaku melakukan tindak pidana secara berlanjut menerbitkan faktur pajak, 3). Apa akibat hukum dari tindak pidana secara berlanjut menerbitkan faktur pajak terhadap pelaku dan negara. Tujuan penelitian adalah 1). Untuk mengetahui motif pelaku dalam melakukan tindak pidana secara berlanjut menerbitkan faktur pajak, 2). Untuk mengetahui modus pelaku melakukan tindak pidana secara berlanjut menerbitkan faktur pajak, 3). Untuk Mengetahui akibat hukum dari tindak pidana secara berlanjut menerbitkan faktur pajak terhadap pelaku dan negara. Penelitian ini bersifat deskripstif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motif, modus, dan akibat hukum tindak pidana secara berlanjut menerbitkan faktur pajak.sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana secara berlanjut menerbitkan faktur pajak. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan berdasarkan putusan-putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap yakni : 1) Putusan Nomor : 279/Pid.Sus/2018/PN/Jkt.Ps 2) Putusan Nomor 1298/Pid.Sus/2021/PN.Jkt 3) Putusan Nomor : 280/Pid.B/2018/PN.Jkt.Pst 4) Putusan Nomor : 1337/Pid.Sus/2018/PN.Jkt.Ut 5) Putusan Nomor : 788/Pid.B/2017/PN.Smg. Motif, modus dan akibat hukum pelaku tindak pidana secara berlanjut menerbitkan faktur pajak sebagai berikut : motif, faktor ekonomi yaitu untuk mendapat keuntungan, modus yaitu, membeli faktur pajak, mengisi faktur pajak dan menjual kembali faktur pajak serta akibat hukum bagi pelaku, dijatuhi pidana penjara dan pidana denda, terhadap negara : negara mengalami kerugian. Saran yang penulis berikan adalah Pilihan sistem perpajakan yang berlaku (self assesment sistem) sudah terlanjur dijalankan, olehnya itu perbaikan dan peningkatan yang dilakukan oleh pemerintah tidak boleh berhenti sampai disini. Perlu ada perbaikan yang dilakukan seperti meningkatkan pengawasan, memberikan sanksi maksimal kepada wajib pajak yang melanggar serta masih perlunya perbaikan undang-undang yang berlaku saat ini untuk menyempurnakan apa yang telah baik didalamnya. Kata Kunci : Motif, Modus, Akibat Hukum, Tindak Pidana, Faktur Pajak Fiktif

PEMBATALAN PENJELASAN PASAL 39 UNDANG-UNDANG N1OMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA OLEH MAHKAMAH KONSTITUSI

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembatalan Penjelasan Pasal 39 Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa Oleh Mahkamah Konstitusi. Masalahnya adalah: Apa yang menjadi dasar pertimbangan Mahkamah Konstitusi membatalkan penjelasan pasal 39 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa? Apakah akibat hukum dari putusan Mahkamah Konstitusi terhadap masa jabatan Kepala Desa? Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui dasar pertimbangan Mahkamah Konstitusi membatalkan penjelasan pasal 39 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa dan akibat hukum dari putusan Mahkamah Konstitusi terhadap masa jabatan Kepala Desa yang berguna secara teoritis dan praktis. Berdasarkan pada hasil penelitian dan analisis diketahui bahwa: Dasar pertimbangan Mahkamah Konstitusi membatalan penjelasan Pasal 39 Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa Oleh Mahkamah Konstitusi karena: Pertama, Penjelasan Pasal 39 Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa tersebut menimbulkan multitafsir. kedua, Penjelasan Pasal 39 Undang Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa menimbulkan ketidakpastian hukum. Akibat hukum pembatalan Masa Jabatan Kepala Desa Dalam Pasal 39 Undang Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa Oleh Mahkamah Konstitusi yaitu Pasal 39 Undang Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Pertama, Kepala desa yang sudah menjabat 1 periode dapat menjabat lagi selama 2 periode. Ketiga kepala desa yang sudah menjabat 2 (dua) periode, dapat menjabat lagi selama satu periode. Berdasarkan pada hasil peneltian tersebut maka disaran hal- hal sebagai berikut Perlu dibuatkan pengaturan yang jelas sehubungan dengan pengabaian Putusan Mahkamah Konstitusi yang dilakukan oleh individu atau badan hukum manapun dan juga perlu adanya sebuah Lembaga yang bertindak sebagai eksekutor Putusan Mahkamah Konstitusi dan Dewan Perwakilan Rakyat dalam proses legislasi diharapkan memperhatikan produk hukum baik berupa Undang-Undang maupun Putusan Mahkamah Konstitusi agar terciptanya produk hukum yang lebih baik dan tidak bertentangan dengan konstitusi.

DESKRIPSI TENTANG PUTUSAN HAKIM DALAM PERKARA WANPRESTASI PERJANJIAN KREDIT

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rumusan masalah yang penulis kaji adalah : mengapa putusan hakim dalam perkara wanprestasi perjanjian kredit ada yang mengabulkan gugatan penggugat dan ada yang ditolak gugatan penggugat.Tujuan yang ingin Penulis kaji adalah : untuk mengetahui alasan putusan hakim dalam perkara wanprestasi perjanjian kredit ada yang mengabulkan gugatan penggugat dan ada yang ditolak gugatan penggugat.Jenis metode Penelitian yang penulis gunakan adalah:jenis penelitian Normatif dan sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap,rinci,jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah.Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum Primer yang terdiri dari Putusan Hakim serta Peraturan perundang-undangan,traktat,kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar. Berdasarkan Hasil penelitian terhadap lima (5) putusan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu alasan hakim mengabulkan putusan wanprestasi pengadilan negeri dan alasan hakim menolak putusan wanprestasi dalam putusan pengadilan negeri hakim mengabulkan putusan wanprestasi tersebut antara lain, karena penggugat dapat membuktikan dalil-dalil gugatanya di pengadilan. Sedangkan alasan hakim menolak putusan wanprestasi dalam perjanjian kredit adalah penggugat tidak dapat membuktikan surat gugatannya di pengadilan, Gugatan penggugat tidak beralasan hukum karena peristiwa-peristiwa yang menjadi dasar tuntutan tidak membenarkan tuntutan. Saran dari penulis terkait dengan putusan yang ada pada setiap tingkat pengadilan baik itu tingkat pengadilan terkait dengan kasus wanprestasi perjanjian kredit. Maka penulis mengharapkan kepada Hakim perlu mempertimbangkan secara adil terhadap alat bukti dan fakta persidangan agar menjatuhkan putusan yang adil dan penggugat perlu memperhatikan syarat-syarat gugatan sebelum mendaftarkan dan mengajukan gugatan ke pengadilan