Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

3.593 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 492025: 742024: 402023: 4412022: 5322021: 549

YESUS KRISTUS SEBAGAI LAMATUAK “Suatu Tinjauan Teologis Kontekstual Terhadap Makna Penyebutan Yesus Kristus Sebagai Lamatuak Oleh Jemaat GMIT Ndolusue Fulakmoan Klasis Rote Barat Laut”

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Setiap manusia dibesarkan dalam budaya tertentu, yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi suatu kekhasan ketika terjadi pertemuan dengan budaya lain. Salah satu unsur budaya yang penting yaitu penggunaan bahasa. Jemaat Ndolusue Fulakmoan adalah komunitas persekutuan yang dalam kehidupan sehari-hari menggunakan bahasa Dengka sebagai media komunikasi, termasuk dalam menyebut nama Yesus Kristus sebagai Lamatuak. Penelitian mengenai penyebutan Yesus Kristus sebagai Lamatuak oleh Jemaat Ndolusue Fulakmoan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui makna dari penyebutan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, melakukan observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian mengemukakan bahwa penyebutan Lamatuak dahulu dipakai oleh masyarakat penganut kepercayaan tradisional dinitiu di Nusak Dengka, untuk menyebut dewa teluk aman lai londa sebagai penguasa tertinggi di alam semesta. Dewa teluk aman lai londa berdiam di alam gaib atas (langit), yang kekuasaan dan kekuatannya terletak pada pohon-pohon dan batu-batu besar. Masyarakat penganut kepercayaan tradsional dinitiu percaya bahwa pohon-pohon besar yang menjulang tinggi menunjukkan kebesarannya dan batu-batu besar menunjukkan kekuasaanya. Penyebutan Yesus Kristus sebagai Lamatuak memiliki makna bahwa Lamatuak Yesus adalah Tuhan atas alam semesta, tetapi kekuasaan dan kebesaran-Nya tidak terbatas pohon-pohon dan batu-batu besar. Ia adalah Allah yang tidak terbatas pada ruang dan waktu. Pohon-pohon besar hanyalah ciptaan dan Ia melebihi segala ciptaan tersebut. Ia juga adalah Allah yang oleh karena kasih-Nya, menyelamatkan umat-Nya dari dosa dengan rela menderita dan mati, tetapi Ia bangkit dalam kemuliaan-Nya, untuk membuktikan bahwa Lamatuak Yesus bukan allah yang mistis, melainkan Allah yang hidup yang diimani oleh Jemaat Ndolusue Fulakmoan.

SETIA DI DALAM TUHAN Suatu Studi Eksegetis terhadap Kitab Wahyu 2:8-11 dan Implikasinya bagi Anggota Jemaat GMIT Benyamin Oebufu yang Terdampak Badai Siklon Seroja

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Salah satu kisah Alkitab yang berbicara tentang pelayanan ialah pelayanan rasul Petrus dan Yohanes dalam Kisah Para Rasul 3:1-10. Kitab Kisah Para Rasul ditulis agar Teofilus mengetahui bahwa pelayanan para rasul pada waktu lampau dipimpin oleh Roh Kudus. Mereka terus bertumbuh dan diperlengkapi, sehingga mereka mampu untuk melayani secara holistik: melayani tanpa memandang orang serta memperhatikan segala aspek kehidupan umat yang dilayani. Dalam realitas kehidupan berjemaat di GMIT Bukit Kasih Baumata Barat; ada majelis jemaat yang tidak aktif melayani, dan ada juga program pelayanan yang tidak berjalan. Sehingga, program-program pelayanan yang telah dirancangkan kurang memberi dampak yang baik bagi jemaat. Penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang hal ini. Bagaimana model pelayanan dari rasul Petrus dan Yohanes? Apa indikator yang dilihat untuk memberikan sumbangsih bagi jemaat terkait dengan pelayanan yang berdampak di jemaat GMIT Bukit Kasih? Untuk mengkaji hal tersebut, penulis menggunakan metode penulisan deskriptif-analisis-reflektif dan metode penafsiran Historis Kritis. Selanjutnya untuk mendaratkan pada konteks, tulisan penulis didukung dengan observasi dan wawancara guna melihat realita masalah yang ada di dalam jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di jemaat GMIT Bukit Kasih Baumata Barat, ada tantangan tersendiri di dalam pelayanan yang dijalankan. Ada majelis jemaat yang tidak aktif melayani, dan di sisi lain program pelayanan yang holistikpun disusun bagi kehidupan di dalam jemaat, baik untuk rohani maupun jasmani. Berkaitan dengan pelayanan tersebut, kemudian timbul beberapa hal: ada beberapa program yang tidak berjalan sebab keuangan jemaat yang minim, sehingga ada program yang tidak berjalan dan memberi dampak bagi jemaat. Selain itu, ada juga program yang tidak berjalan juga memberi dampak sebab tidak adanya peminat di dalam jemaat akan hal tersebut. Bertolak dari hal tersebut, maka pemberdayaan bagi jemaat menjadi hal penting dan yang harus diusahakan. Melihat dari pelayanan rasul Petrus dan Yohanes, segala hal yang ada yang hendaknya diusahakan oleh para pelayan Tuhan masa kini bagi pelayanan yang bisa memberi dampak. Kata Kunci: pelayan, pelayanan, holistik, berdampak, jemaat.

UANG HASIL JUDI Suatu Studi Eksegetis terhadap Kisah Para Rasul 1:16-20 dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Imanuel Maktihan Klasis Malaka

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Judi merupakan permainan yang dilakukan dengan mempertaruhkan uang serta benda yang dianggap berharga. Banyak orang yang sangat suka melakukan permainan tersebut karena ingin menggandakan uang menjadi banyak. Uang yang didapatkan dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup. Permainan judi akhirnya menjadi kebiasaan di dalam kehidupan beberapa orang. Penulis menemukannya di dalam kehidupan Jemaat Imanuel Maktihan. Terdapat cukup banyak anggota jemaat yang menganggap permainan tersebut sebagai hal yang biasa. Permainan judi dijadikan sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tindakan tersebut merupakan bentuk penyimpangan di hadapan Allah. Uang seharusnya didapatkan lewat cara yang halal. Bermain judi adalah cara yang tidak halal. Penulis tertarik untuk mengkaji permasalahan tersebut secara lebih mendalam melalui karya ilmiah dengan melakukan studi eksegetis dari teks Kisah Para Rasul 1:16-20. Teks tersebut adalah pidato yang disampaikan Petrus kepada saudarasaudaranya mengenai kemurtadan Yudas yang menyebabkan kekosongan jabatan di dalam kelompok para rasul. Pidato tersebut menunjukan bahwa apa yang dinubuatkan pada waktu lalu telah digenapi melalui kemurtadan Yudas. Ia mendapatkan akibat atas perbuatan yang dilakukannya. Ia mengalami kematian yang mengerikan karena menjual Yesus untuk mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri. Akibat perbuatannya juga kelompok para rasul menjadi tidak lengkap. Penulis ingin Jemaat GMIT Imanuel Maktihan belajar dari peristiwa yang menimpa Yudas. Penulis mencari tahu Mengapa uang yang didapatkan Yudas tidak pantas untuk digunakan? Mengapa cara mendapatkan uang begitu berpengaruh bagi kehidupan? Akibat-akibat apa saja yang akan timbul dari cara pemanfaatan uang yang salah? Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif untuk melihat konteks kehidupan jemaat. Hal itu dilakukan melalui penelitian lapangan. Untuk menyelesaikan tulisan ini penulis menggunakan metode penulisan deskriptif, analitif, reflektif. Penulis menggunakan metode penafsiran Historis Kritis untuk menjangkau teks asli dalam konteks agar menemukan kerygmanya, kemudian bisa dihubungkan dengan konteks masa kini. Jemaat Imanuel Maktihan melakukan permainan judi karena mereka dikuasai oleh hasrat negatif dari dalam diri. Hal tersebut membuat mereka mengabaikan peringatan yang disampaikan melalui firman Tuhan. Akibatnya tindakan yang dilakukan dianggap sebagai hal yang biasa-biasa saja. Mereka seharusnya belajar dari peristiwa yang menimpa Yudas. Tindakan penyimpangan yang dilakukannya telah membuatnya mendapatkan ganjaran dari Allah. Peristiwa tersebut menunjukan bahwa Allah sangat membenci segala tindakan kejahatan. Semua tindakan yang dilakukan pasti akan mendapatkan upah. Tindakan kejahatan akan mendapatkan hukuman atau ganjaran dari Allah. Kata Kunci: Judi, Yudas, Hasrat Negatif, Upah.

Perselingkuhan

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Perselingkuhan menurut Kamus Besar bahasa Indonesia, merupakan perilaku dan perbuatan suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri, tidak jujur, dan curang. Perselingkuhan tidak hanya mengurangi kebahagiaan pernikahan, tapi secara sosial juga merupakan aib dalam masyarakat, serta menghilangkan kekudusan pernikahan. Pandangan keluarga Kristen terhadap perseligkuhan adalah perzinahan, suatu tindakan yang dilarang Tuhan dan perbuatan yang tidak mendatangkan berkat dalam keluarga. Perselingkuhan juga terjadi dalam berbagai konteks bermasyarakat, termasuk konteks bergereja. Misalnya, perselingkuhan yang terjadi di jemaat GMIT Ebenhaezer Apui, yang menimbulkan dampak negatif bagi keluarga. Dampak perselingkuhan yang dialami oleh jemaat dan warga Apui adalah penyakit Nakawang. Nakawang merupakan penyakit yang dialami oleh salah pasangan suami atau istri dari pasangan yang berselingkuh. Orang yang mengalami Nakawang akan menderita secara fisik, psikis, sosial, dan spiritual. Penyakit Nakawang juga menimbulkan kematian. Tujuan pelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab dan dampak dari Nakawang terhadap kehidupan rumah tangga Kristen, serta mengetahui bagaimana tindakan pasatoral terhadap Nakawang. Metode penulisan yang digunakan adalah metode kualitatif, yakni mengumpulkan data-data dengan menggunakan wawancara. Sampel yang digunakan oleh penulis adalah orang-orang yang terlibat secara langsung dalam penyelesaian masalah Nakawang, yakni majelis jemaat, tua-tua adat dan anggota jemaat. Hasil penelitian menunjukan bahwa Nakawang sudah ada sejak dahulu kala dan masih terjadi sampai sekarang dan secara turun-temurun. Penderita Nakawang akan sembuh kecuali suami atau istrinya yang berselingkuh mengakui dosa yang mereka lakukan di hadapan majelis jemaat, orang tua adat dan keluarganya, serta membayar denda. Pendampingan pastoral dari gereja sangat penting bagi rumah tangga di jemaat GMIT Ebenhaezer Apui. Setiap keluarga perlu punya pemahaman dasar tentang kehidupan keluarga yang dikehendaki oleh Allah. Keutuhan keluraga harus tetap terjaga sama seperti Allah yang mencintai persekutuan. Pengakuan dari pasangan yang melakukan tindakan perselingkuhan akan menolong serta memulihkan kehidupan rumah tangga mereka, sebab Allah adalah Allah yang yang mengampuni. Dan gereja juga berperan pentingdalam mewujudkan keutuhan keluarga, yakni gereja menjadi sarana pemulihan bagi keluaraga yang berselingkuh, sehingga dampak buruk perselingkuhan tidak terjadi bagi keluarga Kristen.

DIAKONIA TRANSFORMATIF BAGI JEMAAT YANG GAGAL PANEN RUMPUT LAUT “Suatu Tinjauan Pembangunan Jemaat terhadap Pentingnya Diakonia Transformatif Bagi Petani Yang Gagal Panen Rumput Laut oleh Jemaat GMIT Maranatha Matiki”

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Jemaat Maranatha Matiki sebagian besarnya adalah petani. Pekerjaan utama mereka adalah sebagai petani rumput laut karena hasil dari rumput laut yang cukup besar dapat menjamin kebutuhan perekonomian mereka. Tetapi, dalam beberapa tahun terakhir penghasilan mereka menurun dan mereka mengalami kerugian karena gagal panen rumput laut yang mereka alami. Karena itu, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk meneliti lebih lanjut tentang pentingnya diakonia trasnformatif bagi petani yang gagal panen rumput laut di Jemaat GMIT Maranatha Matiki. Dari penelitian itu, penulis menemukan bahwa ternyata palayanan diakonia transformatif di Jemaat GMIT Maranatha Matiki belum berjalan dengan baik, khususnya pelayanan diakonia bagi jemaat atau petani yang gagal panen. Hal itu, dilihat oleh gereja bahwa jemaat bukan hanya menekuni suatu pekerjaan tetapi ada pekerjaan lain yang juga dikerjakan. Perintah Tuhan untuk menyampaikan kabar baik bagi orang-orang miskin serta pembebasan bagi orang-orang yang tertindas menjadi pedoman bagi gereja sebagaimana Yesus telah memberikan teladan kepada umat-Nya untuk melakukan misi pembebasan yang komprehensif secara holistik. Oleh sebab itu, gereja harus misinya sesuai dengan misi yang Yesus ajarkan untuk membawa pembebasan kepada umat manusia secara holistik. Gereja juga harus mendorong jemaat-jemaatnya dan diajar supaya memiliki kepedulian dan kesetiakawanan terhadap orang-orang miskin. Kata Kunci: Maranatha Matiki, Petani Rumput Laut, Gagal Panen, Diakonia Transformatif, Pembangunan Jemaat

PERAN GURU SEKOLAH MINGGU

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Guru sekolah minggu adalah orang yang dipilih dan ditetapkan Allah untuk menjadi kawan sekerja Allah dalam melayani anak-anak dan memelihara anak-anak serta memberikan pengajaran yang baik kepada anak-anak. Dalam menjalankan peran guru sekolah minggu di masa pandemi Covid-19, seharusnya memberitakan Firman Tuhan dengan menggunakan banyak variasi sehingga menarik minat anak-anak sekolah minggu. Namun pada realita guru sekolah minggu di masa pandemi Covid-19 belum secara maksimal melakukan pembelajaran yang memotivasi anak-anak sekolah minggu. Saat mengajar di masa pandemi membuat banyak guru tidak aktif dalam mengajar, karena selama masa pandemi beberapa kegiatan dan program kerja tidak terlaksana dengan baik. Misalnya tidak adanya PA bersama para guru sekolah minggu, tidak adanya alat peraga yang digunakan, kesulitan bertemu dengan anak-anak sekolah minggu, dan lain-lain. Hasil penelitian, penulis juga menemukan bahwa masing banyak guru sekolah minggu yang masih mengabaikan tugas dan tanggung jawab mereka dalam mengajar dan memberikan pelayanan bagi anak-anak sekolah minggu. Hal ini menjelaskan bahwa penting bagi gereja untuk memberikan pendampingan pastoral bagi mereka. Penelitian ini berfokus pada pendampingan pastoral oleh pendeta bagi guru sekolah minggu GMIT Gunung Sinai Naikolan di rayon I sampai rayon IX di masa pandemi covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sekolah minggu di masa pandemi covid-19, dengan menggunakan landasan teori pastoral bagi guru sekolah minggu di Jemaat GMIT Gunung Sinai Naikolan di masa pandemi covid-19. Untuk mendapatkan hasil yang akurat dari penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara dan sampel dalam penelitian ini adalah pendeta, orang tua dan para guru sekolah minggu di Jemaat GMIT Gunung Sinai Naikolan. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa penting bagi guru sekolah minggu untuk secara sadar memahami peran dan tanggung jawab mereka sebagai pengajar yang mengikuti teladan Yesus Kristus, yang mampu menghadapi tantangan pelayanan di masa pandemi covid-19. Pemahaman dan pemaknaan ini didapatkan dalam gereja yang memberikan pelayanan pastoral bagi guru-guru sekolah minggu di Jemaat GMIT Gunung Sinai Naikolan. Kata Kunci: Guru Sekolah Minggu, Covid-19, Pastoral

RANCANG BANGUN ALAT PENGUPAS KULIT KACANG TANAH TIPE DINAMO

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penlitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik Rancang Bangun Alat Pengupas Kulit Kacang Tanah Tipe Dinamo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode perancangan alat pengupas kulit kacang tanah dan melakukan uji truktural dan fungsional alat pengupas kulit kacang tanah untuk mengetahui performansi atau pengupasan kulit kacang tanah. Pada penelitian ini penulis menggunakan kacang tanah kering sebagai bahan untuk menguji kapasitas dan keefektifan kinerja alat pengupas kulit kacang tanah Dari hasil analisis penelitian tersebut menunjukan bahwa secara struktural dan fungsional semua komponen alat dapat berfungsi sesua desainnya. Dari hasil uji kinerja alat menunjukan bahwa kapastas kerja alat pengupas kulit kacang tanah dengan kapasitas kerja 11,823 gram/detik dengan presentasi biji utuh sebesar 61,49%, biji rusak sebesar 0,56% dan presentasi biji tak terkupas sebesar 37,91%. Dengan menggunakan mesin pengupas kulit kacang tanah dengan sistim gesek, jarak gesekan antara silinder pengupas ke saringan dengan ukuran tinggi 2 cm.

KAJIAN PENGARUH TINGGI GENANGAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PADI SAWAH DI DESA OEBELO, KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Air dalampertanianmerupakankebutuhanpokokterutamadalambudidayapadisawah. Air dalambudidayapadisawahdigunakanuntukpengolahantanahdanpertumbuhantanaman. Air dalampertumbuhandanperkembangantumbuhansebagaibahanbakutanamandalam proses fotosintesisdan juga dapatmenjagakelembabantumbuhan agar tidaklayu. Air diserapolehakartumbuhandandikirimkankedauntempatmelakukanfotosintesis. PenelitianinimenggunakanmetodeRancanganAcakLengkap (RAL) dengan 4 perlakuandan 5 kali ulangansehinggamenghasilkan 20 unit percobaan. Adapunperlakuan yang di cobakanyaitu A= tinggigenangan 2 cm, B= tinggigenangan 3 cm, C= tinggigenangan 4, D= tinggigenangan 5 cm. Perlakuanterbaikdalampenelitianiniterdapatpadaperlakuan D denganpemberianketinggiangenangan air padisawah 5 cm mendapatnilai rata-rata tertinggipadatinggitanamanpadisawahdengannilai rata-rata 89.760cm, nilai rata-rata pertumbuhanjumlahanakan/rumpun 15.600 yang terbuktidapatmeresponpengaruhketinggiangenangan air padisawahterhadappertumbuhantanamanpadisawah

RITUS SABUNG AYAM

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jemaat GMIT Paulus Nadega merupakan salah satu Gereja yang ada di Raijua Klasis Sabu Barat-Raijua. Jemaat Paulus Nadega merupakan jemaat yang nota benenya hidup berbaur dengan budaya adat istiadat setempat. Penelitian ini berfokus pada pemahaman jemaat terkait dengan ritus Sabung Ayam (Pe’iu Manu) yang terus terpelihara hingga kini dan warga jemaat Paulus Nadega pun ikut turun mengambil bagian dalam praktik tersebut. Meneliti pemahaman jemaat berkaitan dengan praktik ritus Sabung Ayam menjadi penting karena ritus Sabung Ayam mulai dipraktikan dengan pemahaman bahwa praktik Sabung Ayam itu sendiri merupakan bagian dari jati diri atau simbol perdamaian, pemersatu, bagi setiap orang Raijua, kususnya warga Jemaat Paulus Nadega. Namun dalam praktinya orang tidak lagi menjalankan Praktik sabung ayam sebagai mana mestinya, orang memanfaatkan ajang ini untuk berupaya untuk mendatangkan keberuntungan dalam bentuk nilai rupiah atau melakukan perjudian. Ada yang memahami praktik ritus sabung ayam sebagai bagian dari cara mengenang atau menghormati para leluhur dan juga melihat kembali sejarah dibalik prakti sabung ayam yang melambangkan perdamaiaan dan persekutuan, namun ada yang menolak dikarenakan praktik tersebut bagian orang Jingitiu dan yang sudah menjadi Kriten tidak boleh mengikuti praktik tersebut. Gereja ada untuk memberikan pemahaman teologis kepada Warga Jemaat, maka gereja bisa merawat, memelihara dan melestarikan teologis yang ada, agar jemaat tidak menyimpang dari Iman Kristen. Pada kenyataannya tujuan dari ayam yang di adu dan pertumpahan darah merupakan simbol perdamaian dan itu sudah digenapi lewat karya salib, sehingga tidak ada lagi korban-korban yang lain. Untuk mengetahui ritus Sabung Ayam yang masih dipraktikkan oleh warga jemaat GMIT Paulus Nadega, maka penulis akan menggunakan metode penelitian kualitatif dan metode penulisan deskriptif-analisis-reflektif. Kata Kunci: Ritus Sabung Ayam, Perdamaian, Judi.

Gereja Pasca Konflik

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Jemaat GMIT Semau Tengah Utara merupakan Jemaat yang terdiri dari Mata Jemaat Elim Uitao dan Mata Jemaat Ora et Labora Uitao. Jemaat Ora et Labora Uitao dulunya adalah Jemaat Elim Uitao yang memilih keluar dikarenakan beberpa persoalan di mana masalah politik menjadi puncak dari konflik yang terjadi. Kurangnya pendeta/pelayan pada masa itu menyebabkan ketegangan di antara keduanya seolah-olah tenggelam begitu saja. Di tahun 2019, kedua jemaat ini disatukan menjadi Jemaat GMIT Semau Tengah Utara dalam relasi yang masih bersitegang. Kedua jemaat ini kembali disatukan dalam satu jemaat pelayanan yang akhirnya berdampak pada pelayanan dan juga relasi diantara keduanya. Perpecahan antara dua jemaat ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain situasi politik, kebijakan gereja secara sinodal terkait sikap politik yang belum terlalu jelas. Faktor lainnya ialah model kepemimpinan yang tidak lagi memiliki rasa percaya dan juga cara pengelolaan konflik yang tidak tepat. Adapun akibat dari konflik ini secara langsung berakibat pada perpecahan di dalam jemaat, dan akibat secara tidak langsung pada relasi diantara kedua jemaat yang kurang harmonis pasca konflik. Sebagai gereja kita tidak dapat menghindarkan diri kita dari yang namanya konflik. Upaya yang bisa dilakukan gereja dalam menghadapi konflik ada pada proses pengelolaannya. Sebuah konflik yang dapat dikelolah dengan baik akan mendapatkan hasil yang baik bagi kedua belah pihak yang bertikai. Sedangkan proses pengelolaan konflik yang tidak tepat akan berimbas pada lahirnya konflik baru. Selain proses pengelolaan konflik, hal yang penting dalam sebuah konflik gereja adalah pemulihan relasi pasca konflik. Pemulihan relasi ini tidak hanya berdampak pada psikologis anggota jemaat tetapi juga pada spiritualitas mereka.

DATANGLAH KERAJAAN ALLAH Suatu Tinjauan Dogmatis Terhadap Pemahaman Jemaat GMIT Lahairoi Kuanheun Mengenai Kerajaan Allah Dan Pandemi Covid 19 Sebagai Tanda Datangnya Kerajaan Allah

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kerajaan Allah adalah inti dari pemberitaan Yesus. Kerajaan Allah tidak hanya ada dalam Perjanjian Baru tetapi juga dalam Perjanjian Lama. Kerajaan Allah dipahami sesuai dengan konteks waktu itu, tetapi pada umumnya adalah sebagai sebuah pembaharuan hidup manusia. Pemberitaan tentang Kerajaan Allah oleh Yesus menekankan pada keselamatan eskatologi. Keselamatan yang merujuk pada masa kekinian, bahwa keselamatan sudah mulai terjadi sekarang ini. Kerajaan Allah bukan sesuatu yang abstrak bagi manusia tetapi sudah dan akan dialami oleh manusia. Dalam kehidupan jemaat, Kerajaan Allah kerap dihubungkan dengan hal penghukuman bagi manusia. Pandangan ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang ada di sekitar jemaat. Jemaat GMIT Lahairoi Kuanheun, Klasis Kupang Barat, memahami Kerajaan Allah sebagai sebuah penghakiman dan Pandemi Covid 19 sebagai hukuman dan tanda dari datangnya Kerajaan Allah, sehingga Kerajaan Allah menjadi hal yang menakutkan bagi jemaat. Pemahaman ini mendorong penulis untuk meneliti lebih jauh tentang faktor-faktor penyebabnya. Mengapa jemaat memahami bahwa Kerajaan Allah, yang hanya berpusat pada penghukuman? Apa dampak yang timbul dari pemahaman yang demikian? Tulisan ini dikaji dalam metode penelitian deskriptif-analitif yang diharapkan dapat mendeskripsikan pemahaman jemaat serta menganalisisnya secara ilmiah. Berdasarkan hasil penggambaran dan analisa, penulis menemukan bahwa jemaat memahami Kerajaan Allah secara sempit yaitu sebuah penghukuman, pelayanan dan sikap hidup. Pemahaman jemaat ini dipengaruhi oleh ajaran dari Yohanes Pembaptis yang lebih menekankan pada penghukuman pada akhir zaman. Pemahaman jemaat juga turut dipengaruhi oleh kehadiran Persekutuan Doa yang ada di lingkungan jemaat. Pemahaman ini menjadi penting bagi Gereja dalam memberi pengajaran terhadap jemaat. Memberitakan bahwa Kerajaan Allah tidak semata-mata tentang sebuah penghukuman saja, tetapi juga berkaitan dengan kehidupan sosial manusia. Kerajaan Allah bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan bagi Jemaat Kata Kunci: Kerajaan Allah, Hukuman, Ajaran.

TENUNAN MOTIF TOKEK Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap Motif Tokek Pada Selimut dan Tenunan Sarung Serta Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Soleman Neonmat, Klasis Soe Timur.

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tenunan merupakan salah satu jenis karya seni budaya khas Indonesia yang patut untuk dilestarikan. Tenunan yang dilestarikan merupakan warisan budaya nenek moyang kepada orang-orang atau suku-suku yang ada di satu tempat. Pada kain-kain tenunan terajut gambar motif-motif yang mengandung makna dan nilai budaya, salah satunya tenunan motif Tokek dalam suku Amanuban di Timor Tengah Selatan. Oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti tentang pemahaman jemaat GMIT Soleman Neonmat terhadap, makna dan nilai, dan manfaat tenunan motif Tokek. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara dan pengamatan terhadap objek penelitian. Penulis juga menggunakan metode penulisan deskriptif- Analisis-reflektif untuk menguraikan hasil penelitian yang di dapat. Penulis juga menggunakan teori Bevans yaitu antropologi untuk membantu penulis menemukan nilai-nilai yang terkandung dalam tenunan motif tokek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman orang Timor tentang Tokek mengarah kepada totem orang Timor. Buaya dipercaya sebagai asal usul orang Timor sedangkan Tokek sebagai identitas orang Timor, dimana selalu ada tokek yang tingal di setiap rumah orang Timor. Bagi orang Timor Tokekmenggambarkan identitas mereka.Berkaitan dengan hal ini maka Alkitab juga berbicara tentang identitas, bagaimana Allah mengenal kita sebagai umat kepunyaanNya. Allah menciptakan lalu memberikan mandat kepada manusia agar terus melakukan dan meneruskan mandat Allah. Lewat tenunanMotif Tokek mengajarkan orang Timor bagaimana memaknai akan identitas dirinya yang siap mengakui dirinya dimanapun berada untuk menjalankan tugas yang diemban dari Allah. Kata Kunci: Timor,Tenunan,Tokek, Motif Tokek, Identitas

Tradisi Mole Dame

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Jemaat GMIT Yegar Sahaduta Oenaek masih kental dengan tradisi sebagai identitas mereka dan mewarisi untuk menjaga persekutuan mereka. Salah satu tradisi yang kental adalah Tradisi Mole Dame. Tradisi Mole Dame dilakukan untuk mendamaikan kedua keluarga karena anak mereka telah kawin lari dan atau hamil di luar nikah. Tradisi Mole Dame sangat membantu untuk menyelesaikan masalah yang ada, akan tetapi, untuk sampai pada tahap perdamaian terdapat sejumlah sanksi adat, yang sudah ditetapkan dalam peraturan adat. Kendala ini membuat beberapa pasangan tidak sampai tahap pernikahan secara gerejawi. Maka dari itu, masalah yang terjadi adalah kedua pasangan hidup tak serumah, anak-anak lahir tanpa keluarga yang utuh, bahkan persoalan ini mempengaruhi persekutuan jemaat karena pasangan berada dalam satu jemaat dan suku yang sama. Skripsi ini bertujuan untuk mengupayakan Injil dan Tradisi Mole Dame dapat berjalan bersama-sama. Tradisi ini penting dilakukan, namun tradisi ada bagian yang harus dikritisi dan diperbarui sehingga benar-benar tradisi ini memuliakan nama Tuhan. Terhadap masalah ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dan penelitian lapangan. Teori yang dipakai, yakni model sintesis oleh Stephen Bevans, yakni mengupayakan berteologi untuk menemukan jalan tengah atau menjawab masalah dengan pertimbangan tetap menerima Tradisi Mole Dame, tetapi memperbarui sanksi- sanksi adat yang menjadi kendala atau penyebab masalah. Berdasarkan analisis model sintesis, maka hasil penelitian menunjukkan, bahwa pihak-pihak yang terlibat seperti keluarga, tokoh adat, dan gereja perlu membangun perdamaian, yakni merevitalisasi sanksi adat yang memberatkan. Dalam tradisi penting adanya inisiatif untuk kerja sama dari berbagai pihak dalam melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap anak, sehingga mengurangi kasus hamil di luar nikah dan kawin lari. Untuk membenahi relasi yang renggang akibat tradisi, maka keluarga perlu meneladani karya perdamaian Yesus Kristus yang memampukan keluarga saling memberikan pengampunan dan saling mengasihi.

Perjamuan Kudus Dalam Masa Pandemi Covid-19 “Suatu Tinjauan Dogmatis Terhadap Pemaknaan Baru Perayaan Perjamuan Kudus Dalam Masa Pandemi Covid-19 Oleh Jemaat GMIT Alfa Omega Labat”

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pandemi Covid-19 yang melanda dunia telah memberi dampak bagi kehidupan manusia termasuk kehidupan bergereja. Kondisi ini mendorong gereja untuk mencari alternatif agar jemaat dapat bersekutu. Alternatif yang ditawarkan oleh gereja mendorong jemaat untuk beribadah di rumah bukan lagi di gedung gereja. Hal ini juga berdampak dalam praktik Perjamuan Kudus. Pelaksanaan Perjamuan Kudus yang biasanya dilakukan secara rutin di gedung gereja dan dilayani oleh Pendeta berubah ke rumah-rumah tangga dan dipimpin oleh Penatua atau anggota sidi. Karena itu penelitian dalam penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Jemaat GMIT Alfa Omega Labat terkait dengan sah atau tidaknya perayaan Perjamuan Kudus yang dilakukan di rumah dan apakah mereka setuju dengan Perjamuan Kudus yang dipimpin oleh penatua atau anggota sidi sesuai dengan landasan teori yang dipakai. Penelitian dalam penulisan ini menggunakan metode deskriptif-analitif yang diharapkan dapat mendeskripsikan pemahaman jemaat dengan baik dan bisa dianalisis secara ilmiah. Berdasarkan hasil penggambaran dan analisa bisa dilihat bahwa jemaat memiliki pemikiran yang beragam tentang Perjamuan Kudus masa pandemi Covid-19. Dari pelaksanaan Perjamuan Kudus masa pandemi ini, jemaat menemukan makna baru yaitu persekutuan yang lebih intim di dalam lingkup keluarga. Di mana dalam pelaksanaannya, jemaat berefleksi bahwa tanpa gedung, gereja tetap dapat melaksanakan pemberitaan dan pelayanan sakramen Perjamuan Kudus. Hal ini memberi makna bahwa Allah yang adalah Roh itu, tidak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. Ia hadir di mana pun umat-Nya bersekutu dan dalam keadaan seperti apapun. Oleh karena itu, pelayanan Perjamuan Kudus di masa pandemi Covid-19 yang dilakukan di rumah dapat dilakukan karena Bait Allah yang sejati sesungguhnya adalah Allah itu sendiri dan dapat menjadi satu alternatif yang baru karena memiliki dampak positif. Selain itu, para pejabat tertahbis turut melepas jabatan mereka demi berada di tengah-tengah kerapuhan jemaat dalam menjalani Covid-19. Kata-kata Kunci: Perjamuan Kudus, Gereja, Pandemi Covid-19, Makna

STRES PADA MAHASISWA PENULIS SKRIPSI “Suatu Tinjauan Teologi Pastoral Terhadap Stres Mahasiswa Penulis Skripsi dan Pola Pendampingan Pastoral di Fakultas Teologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang”

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi merupakan karya ilmiah yang menjadi tugas akhir yang harus diselesaikan mahasiswa Fakultas Teologi untuk mendapat gelar Sarjana Theologi (S.Th). Dalam proses mengerjakan skripsi, mahasiswa banyak mengalami stres. Hans Selye membagi stres menjadi tiga, yaitu Eustres atau stres positif yang memberi dampak yang baik, Distress dan Hyperstress yaitu stres negatif yang memberi dampak negatif dan merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu stres apa yang dialami mahasiswa Teologi, faktor-faktor apa yang menyebabkan stres tersebut, dampak apa yang ditimbulkan dari stres tersebut, dan merefleksikannya menurut teologi pastoral, serta bagaimana pendampingan pastoral yang tepat bagi mahasiswa Fakultas Teologi yang mengalami stres dalam mengerjakan skripsi. Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif berupa wawancara dan pengamatan, untuk memperoleh data yang akurat dengan kebenaran yang mendalam mengenai persoalan stres pada mahasiswa Fakultas Teologi yang mengerjakan skripsi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa mahasiswa Teologi lebih banyak mengalami Distress dan Hyperstress. Faktor yang menyebabkan mahasiswa Teologi mengalami stres tersebut, yaitu melihat teman seangkatan lebuh dulu ujian skripsi dan wisuda, tingkat semester yang semakin tinggi, ditanya kapan wisuda, pertemuan bimbingan yang tidak terlaksana dalam waktu yang lama, mengerjakan skripsi dalam keadaan sakit, dan orang tua yang menuntut untuk segera wisuda, dengan dampak buruk yang ditimbulkan yaitu: dampak fisik seperti penyakit yang semakin parah dan sering kambuh, dampak psikologis seperti timbulnya berbagai perasaan negatif yang menganggu, dampak sosial seperti sikap menutup diri, merokok, mengonsumsi alkohol, dan dampak spiritual yakni marah kepada Tuhan dan memandang Tuhan tidak adil. Stres tersebut juga memberi dampak lanjutan pada perekonomian keluarga dan akreditasi Fakultas Teologi. Karena itu, stres negatif pada mahasiswa yang menulis skripsi perlu mendapat perhatian melalui peranan pastoral untuk menolong mahasiswa yang mengalami stres, agar dapat menangani stres tersebut. Sebagimana yang telah disaksikan oleh Alkitab bahwa ketenangan dapat dicari dan ditemukan di dalam Tuhan, dan dalam persoalan hidup manusia sebenarnya sedang bergumul dengan Tuhan, maka melalui pendampingan pastoral, mahasiswa yang mengerjakan skripsi perlu dibimbing untuk memahami Allah sebagai sumber ketenangan, dan memandang skripsi sebagai perjalanan spiritual yang dipakai Allah untuk membentuk mahasiswa Teologi, dan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan keteguhan imannya kepada Tuhan, dengan bekerja keras mengatasi tantangan yang ada dan menyelesaikan perjuangan mereka dalam menulis skripsi. Dalam upaya menolong mahasiswa yang mengalami stres dalam mengerjakan skripsi, maka, Fakultas Teologi perlu menerapkan pola pendampingan pastoral yang memuat fungsi membimbing, menopang, menyembuhkan, memulihkan, dan memelihara atau mengasuh. Kata Kunci: Mahasiswa Fakultas Teologi, Skripsi, Stres, Pastoral.

TINJAUAN MODEL GERAK TENDANGAN SABIT DALAM PENCAK SILAT

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Model gerak tendangan dalam Pencak silat di Ranting Kiupukan Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara, pada saat siswa melakukan latihan tendangan yang sering mereka gunakan adalah tendangan sebagai serangan maupun bela serang untuk mengumpulkan poin. Sebagian dari mereka ketika melakukan tendangan, kaki mereka sering tertangkap meskipun tidak selalu terbanting oleh lawan, kemudian tendangannya juga sering tidak mengenai sasaran, posisi badan yang tidak seimbang saat mengangkat kaki sehingga sangat menguntungkan lawan untuk melakukan teknik bantingan. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui model gerak tendangan sabit dalam pencak silat Perisai Diri Ranting Kiupukan Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan pelatih dan siswa/atlet. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data reduction, data display dan conclusion drawing/verification. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa model gerak tendangan sabit pada atlet perisai diri di Ranting Kiupukan, dimulai dari peran pelatih, program latihan, proses dan teknik latihan, serta evaluasi latihan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa latihan teknik untuk tendangan sabit dengan beberapa tahapan yaitu seperti sikap awal, pelaksanaan tendangan serta akhir setelah melakukan tendangan telah dilakukan dengan baik. Simpulan: Program latihan pembinaan di perguruan pencak silat perisai diri Ranting Kiupukan Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara dilihat dari metode latihan yang dibuat pelatih yang meliputi latihan teknik, latihan fisik, latihan mental dan latihan keterampilan sudah terprogram dan terlaksana dengan baik.

Dukkha

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pandemi Covid-19 telah menjadi momok menakutkan bagi semua umat manusia di seluruh dunia oleh karena berbagai dampak yang ditimbulkannya. Inilah penderitaan (dukkha) bagi semua elemen masyarakat. Sebagai masyarakat pluralis di Indonesia, semua perhatian kita tentu diarahkan pada bagaimana merespon situasi ini. Lantas muncul berbagai tanggapan teologis yang beragam dengan menghubungkannya dengan Sang Ilahi. Ada yang menyebutnya hukuman, ujian, pencobaan, malapetaka, dan lain sebagainya. Inilah kekayaan sudut pandang teologi agama-agama. Akan tetapi, hal ini berbeda dengan Agama Buddha secara khusus, yang memandang dunia dengan segala realitas penderitaannya lebih filosofis. Sebabnya, tulisan ini memuat pandangan filosofis Buddhisme, sekaligus bagaimana korelasinya dengan teologi agama-agama, dalam hal ini agama Kristen, yang pada akhirnya mengarah pada sebuah dialog kehidupan dan karya dalam menghadapi pergumulan pandemi Covid-19 ini sebagai dukkha bersama seluruh umat manusia.

Nalonip 'na

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Adat istiadat, kebiasaan dan budaya dapat menunjukkan identitas diri seseorang. Masyarakat suku Timor Atoni Pah Meto sampai sekarang masih melakukan ritus nalonip `na atau percik darah. Ritus ini dilakukan sebagai upaya untuk mendinginkan sesuatu agar dijauhkan dari suat (malapetaka) dari kehidupan keluarga. Seiring berjalannya waktu dan karena faktor agama, pelaksanaan ritus ini mengalami pro dan kontra karena dianggap sebagai dualisme dan menyembah berhala. Inilah yang menjadi alasan penulis melakukan penelitian tentang ritus Nalonip `na atau percik darah utnuk mendinginkan rumah. Penelitian yang penulis lakukan bertempat di jemaat GMIT Esa Matsio Nunusunu, dengan tujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan ritus nalonip `na dan melakukan refleksi teologis tentang ritus ini. Penelitian ini menggunakan model penelitian kualitatif dan dilakukan dengan cara wawancara. Hasil penelitian yang didapat penulis ialah, ritus ini telah mengalami pergeseran makna karena faktor agama. Jemaat yang sudah Kristen tetap melakukan ritus ini dengan maksud sebagai bentuk ucapan syukur dan pengakuan kedaulatan Allah Tritunggal yang telah memberkahi mereka dengan berbagai berkat. Khususnya dalam hal mendinginkan rumah, jemaat melakukan ritus ini karena mereka mensyukuri penyertaan Allah dari awal pelaksaan pembangunan rumah hingga selesai. Ritus nalonip `na sebagai upaya jemaat mencari keamanan dan tidak terkena malapetaka kini telah memiliki arti baru setelah jemaat memeluk agama dan menjadi Kristen. Ritus nalonip `na memiliki nilai positif yang berguna bagi pelayanan gereja yaitu usaha mencari keselamatan dan kepasrahan akan kuasa Tuhan. Darah binatang/korban yang dipercik bukanlah pemberi keselamatan melainkan satu-satunya keselamatan ialah bersumber dari Darah Kristus.

PATEI SELA KATE “Suatu Tinjauan Teologis Kontekstual Terhadap Ritus Patei Sela Kate Dan Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Etam Lipa, Klasis Alor Tengah Utara.”

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kematian adalah peristiwa natural, setiap manusia pasti akan mati. Kematian adalah kehidupan dalam cara yang baru, bentuk baru, dari kehidupan itu Yesus namakan tidur. Ini adalah suatu masa antara di mana manusia itu istirahat sambil menantikan kebangkitan. Orang beriman mati sebelum kedatangan kembali Kristus dihubungkan dengan Kristus oleh karen itu disebut mati dalam Kristus. Anggota jemaat Etam Lipa, Klasis Alor Tengah Utara memahami kematian karena kecelakaan sebagai penyakit atau masalah adat yang belum terselesaikan sehingga harus melaksanakan ritus Patei Sela Kate untuk membatasi kematian karena kecelakaan. Kematian bagi orang percaya bukan suatu hal yang harus ditakutkan karena Kristus sendiri telah mati dan bangkit pada hari yang ketiga untuk mengalahkan kuasa dosa. Penelitian mengenai pemahaman anggota Jemaat GMIT Etam Lipa dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pandangan anggota Jemaat tentang ritus Patei Sela Kate. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, melakukan observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian mengemukakan bahwa pemahaman anggota Jemaat Etam Lipa terhadap kematian merupakan suatu penyakit. Kematian dipahami secara sempit oleh anggota Jemaat Etam Lipa mengenai kematian karena kecelakan dipengaruhi juga oleh faktor warisan leluhur. Oleh karena itu gereja perlu memberikan pemahaman lagi tentang kematian dalam ajaran Iman Kristen sehingga anggota jemaat Etam Lipa tidak menganut pemahaman yang keliru tentang kematian, tetapi dapat diterima bahwa kematian bagi orang percaya merupakan kehidupan dalam cara yang baru yaitu tidur sambil menantikan kebangkitan.

GEREJA DAN KELUARGA ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) Suatu Tinjauan Pastoral tentang Pendampingan Pastoral Gereja terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Jemaat GMIT Haleluya Nubraen Klasis Amarasi Barat

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) merupakan sebuah fenomena yang selalu ada bahkan terus meningkat di seluruh wilayah Indonesia bahkan di NTT. ODGJ adalah orang yang mengalami gangguan jiwa sehingga membuat orang tersebut sulit melakukan fungsinya sebagai manusia. Ciri ODGJ yang sulit berkomunikasi, menarik diri bahkan cenderung agresif membutuhkan perawatan yang lebih. Dalam perawatannya, keluarga ODGJ membutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi karena karakteristik penyakit gangguan jiwa yang unik. Jumlah ODGJ yang terus meningkat terutama di NTT, sedangkan minimnya fasilitas kesehatan maka tanggung jawab keluarga ODGJ akan semakin besar. Bertolak dari hal itu, penulis tertarik untuk meneliti tentang sikap pastoral gereja terhadap keluarga ODGJ sebagai sosok yang paling dibutuhkan oleh ODGJ dan penulis membuat refleksi pastoral. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan memilih keluarga ODGJ menjadi sampel untuk mengkaji tentang peran gereja terhadap keluarga ODGJ di Jemaat GMIT Haleluya Nubraen, Klasis Amarasi Barat. Dari hasil penelitian tersebut, penulis mendapatkan jawaban yang bervariasi. Rata-rata ada keluarga yang memahami perannya sebagai sebuah pelayanan terhadap anggota keluarganya, bersamaan dengan itu keluarga juga tertantang dengan orang-orang disekitar yang melihat ODGJ sebagai aib keluarga. Walaupun dalam kenyataannya masih ada keluarga yang mengharapkan dukungan gereja bagi mereka dan ODGJ sendiri melalui pelayanan pastoral. Namun, dalam keadaan tersebut justru keluarga merasa hilang dari genggaman gereja. Peran keluarga yang terlihat ialah mendukung, merawat dan menyembuhkan pasien ODGJ. Bertolak dari belas kasihan dan tindakan Yesus terhadap orang sakit, gereja seharusnya mencerminkan apa yang Yesus lakukan dalam proses penyembuhannya yaitu merawat dan menyembuhkan orang sakit. Peran keluarga ODGJ juga menampilkan bahwa keluarga membutuhkan pelayanan pastoral dan tugas gereja harus memenuhi panggilan itu dalam melayani orang-orang sakit dan keluarganya dengan memberikan pelayanan yang menyembuhkan, mendukung dan merawat atau mengasuh. Gereja juga terpanggil bukan hanya untuk orang sakit tetapi juga bagi mereka yang melayani orang sakit dalam hal ini keluarga ODGJ demi mendatangkan kerajaan Allah. Kata-kata kunci: Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Gereja, Keluarga, Pastoral