2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lansia merupakan kelompok usia yang semakin bertumbuh secara jumlah dalam masyarakat dan jemaat gereja masa kini. Namun, tidak jarang mereka terpinggirkan dalam program pelayanan gereja karena dianggap kurang produktif atau tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman. Dalam konteks ini, gereja dipanggil untuk merefleksikan kembali misi dan panggilannya terhadap kelompok usia ini, bukan hanya sebagai bentuk pelayanan sosial, tetapi sebagai bagian dari partisipasi mereka dalam kehidupan iman dan komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana misi gereja bagi lansia dapat dilaksanakan secara kontekstual melalui pendekatan model komunikasi misi menurut Theo Sundermeier. Theo Sundermeier, seorang teolog dan missiolog asal Jerman, menawarkan pendekatan komunikasi misioner yang menekankan pada aspek dialog, relasionalitas, kehadiran bersama, dan saling memahami sebagai landasan dalam menjalin hubungan dengan konteks dan budaya setempat.
Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan wawancara mendalam terhadap pelayan gereja dan lansia di jemaat GMIT Getsemani Tarus Timur, penelitian ini menemukan bahwa adanya masalah pemenuhan kebutuhan ekonomi, kondisi kesehatan lansia yang membutuhkan perhatian, keadaan lingkungan dan sosial budaya, kondisi psikologis lansia dan penetapan program pelayanan serta anggaran pendapatan dan belanja yang seimbang, adalah realitas pelayanan bagi lansia yang memerlukan penangan serius. Dari fakta ini penulis melihat, model komunikasi Sundermeier sangat relevan untuk diterapkan dalam pelayanan kepada lansia. Pendekatan ini mendorong gereja untuk tidak hanya "berbicara kepada" lansia, tetapi "berdialog dengan" mereka, menghargai pengalaman hidup, spiritualitas, dan kebijaksanaan yang mereka miliki. Lansia tidak lagi diposisikan sebagai objek pelayanan semata, melainkan sebagai subjek iman yang memiliki kontribusi aktif dalam kehidupan bergereja. Oleh karena itu, misi gereja bagi lansia perlu dirancang secara partisipatif, kontekstual, dan berlandaskan pada komunikasi yang empatik dan inklusif. Dengan demikian, gereja dapat benar-benar menjadi ruang yang merangkul, memperhatikan, dan memberdayakan lansia sebagai bagian dari umat Allah yang utuh dan bermakna.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi berjudul “Perempuan Penyelamat Kehidupan” dengan sub judul “Suatu Pendekatan Hermeneutik Feminis menurut Elisabeth Schussler Fiorenza terhadap Kitab Keluaran 2:1-10 dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta, Klasis Fatuleu” ditulis oleh Herdina Fransiska Feliarekxza Meko. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teks Keluaran 2:1-10 dengan menggunakan pendekatan hermeneutik feminis Elisabeth Schussler Fiorenza dan diimplikasikan bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta yang berhadapan dengan para perempuan yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW). Penelitian ini menggunakan metode hermeneutik feminis oleh Fiorenza dan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks Keluaran 2:1-10 dapat dibaca sebagai teks yang mempromosikan peran perempuan dalam misi penyelamatan Allah dan perempuan yang termarginalkan serta dianonimitaskan oleh budaya ternyata mampu melakukan hal-hal besar. Penelitian ini juga menemukan bahwa perempuan dalam teks tersebut berperan aktif dalam menyelamatkan kehidupan Musa dan bangsa Israel. Implikasi penelitian ini bagi Jemaat GMIT Imanuel Ekateta adalah pentingnya mengakui dan menghargai setiap peran perempuan dalam keluarga, gereja dan masyarakat, terutama dalam konteks patriarki yang masih kuat di Ekateta. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang peran perempuan dalam Alkitab dan menanamkannya bagi kehidupan gereja dan masyarakat.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS KANDUNGAN GIZI PADA FRUITGHURT DARI KULIT DAN DAGING BUAH PISANG MAS (Musa acuminata) ASAL DESA LAKEKUN BARAT KABUPATEN MALAKA Tajo,M.L)* Ledo,S.E.M)** Nge,T.S)*** Perkembangan teknologi dibidang pangan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu, dan kesadaran akan pentingnya makanan dan minuman sehat yang baik bagi tubuh menyebabkan adanya pembuatan minuman bernutrisi yang mengandung beberapa bakteri asam laktat, salah satu produk yang dihasilkan yaitu fruitghurt. Pisang merupakan tanaman yang dapat dijumpai dibeberapa negara terutama di Indonesia. Buah pisang rentan terhadap kerusakan mekanis dan daya simpan rendah. sehingga perlu diolah menjadi fruitghurt. Daging buah pisang dan kulitnya, memiliki kandungan serat pangan, pati, vitamin, mineral dan antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan gizi, kadar asam laktat, pH, fruitghurt dari kulit dan daging buah pisang mas. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 perlakuan sebanyak 3 kali ulangan dengan variasi konsentrasi daging buah pisang mas dan kulit pisang mas pada (PO) 0%, (P1) 10%, (P2) 20%, (P3) 30%. Terdapat 3 tahapan kulit dan daging buah pisang mas dalam penelitian ini yaitu uji proksimat dilakukan untuk mengetahui kandungan gizi berupa kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat. Protein berkisar 3,16% - 4,93%, lemak 0,85% - 1,05%, dan karbohidrat 33,84% - 38,69%. Uji kadar asam laktat fruitghurt 0,35% - 0,41%, dan uji pH fruitghurt 3,33% - 3,8%. Disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan variasi waktu fermentasi terhadap daya simpan fruitghurt pisang mas dan dapat menggunakan pewarna alami lainnya sehingga dapat dihasilkan fruitghurt yang lebih berkualitas.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Praktik flexing atau pamer gaya hidup mewah di media sosial telah menjadi tren dan bagian dari budaya populer yang memengaruhi cara berpikir dan bertindak generasi muda, termasuk pemuda GMIT Batu Karang Kupang. Dalam konteks pemuda GMIT Batu karang Kupang, praktik ini tidak hanya muncul sebagai bentuk ekspresi diri, tetapi juga sebagai strategi untuk mencari pengakuan, validasi sosial, dan membangun citra diri di media sosial dan secara langsung. Praktik ini berdampak negatif terhadap relasi antar sesama, persekutuan, dan pertumbuhan iman pemuda. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana keteladanan pemuda GMIT dalam menyikapi praktik flexing serta bagaimana pembinaan warga gereja (PWG) dapat menjadi sarana yang efektif dalam membentuk karakter dan spiritualitas pemuda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan kuesioner kepada 23 responden yang terdiri dari pendeta, pengurus pemuda, dan anggota pemuda di Jemaat GMIT Batu Karang Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pemuda terlibat dalam praktik flexing untuk mendapatkan pengakuan, yang memicu perpecahan dan persaingan tidak sehat dalam persekutuan. Hal ini menunjukkan bahwa gereja belum optimal dalam memberikan pembinaan yang relevan dan kontekstual terhadap tantangan digital yang dihadapi pemuda. Mengacu pada teori PWG menurut Ruth Selan, pembinaan gereja harus bersifat kontekstual, transformatif dan holistik, menyentuh seluruh aspek kehidupan pemuda serta peran dalam gereja dan Masyarakat. Refleksi teologis dalam skripsi ini menekankan bahwa pemuda dipanggil menjadi teladan dalam kesederhanaan dan pelayanan, sebagaimana yang dicontohkan oleh tokok-tokoh muda seperti Yusuf, Daniel, Daud, Yeremia, Timotius, terutama Yesus Kristus dalam kehidupan dan pelayanan-Nya. Oleh karena itu, PWG memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan iman pemuda agar mampu menghadapi godaan digital secara bertanggung jawab. Gereja perlu meningkatkan kualitas pembinaan berbasis nilai-nilai Alkitabiah dan mendampingi pemuda dengan pendekatan kontekstual yang membumi, agar mereka menjadi teladan dalam kesederhanaan dan pelayanan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RQA (READING, QUESTION AND ANSWERING) TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA DI SMP NEGERI 6 BALFAI KUPANG TENGAH SATAP Lay, O. M* Meha, A. M** Ngginak, J** Salah satu masalah yang terdapat di SMP Negeri 6 Balfai Kupang Tengah Satap hasil belajar kognitif siswa yang masih rendah khususnya pada materi sistem pencernaan pada manusia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran RQA (Reading, Question And Answering) terhadap hasil belajar kognitif siswa di SMP Negeri 6 Balfai Kupang Tengah Satap. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 60 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIIIB yang berjumlah 20 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIA yang berjumlah 20 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada kelas eksperimen peneliti menggunakan model pembelajaran RQA (Reading,Question And Answering) sehingga dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa dikelas. Hal ini terlihat pada salah satu idikator yaitu C1 (mengingat) 83%. Penggunaan model pembelajaran RQA (Reading,Question And Answering) di dalam pembelajaran, siswa terlihat tertarik dan membantu siswa dalam memahami suatu bahasan sehingga dapat meningkatkan kemampuan berfikir siswa. Pada kelas kontrol peneliti menggunakan metode konvensional sehingga tidak dapat menumbuhkan hasil belajar kognitif siswa, hal ini dilihat dari indikator C5 (mengevaluasi) dengan persentase 52%. Hasil presentase kelas kotrol ini menunjukan bahwa hasil belajar kognitif siswa dalam proses pembelajaran menggunakan metode konvensional rendah. Fakta tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran RQA (Reading,Question And Answering) ada pengaruh yang signifikan pada hasil belajar kognitif siswa B kelas VIII di SMP N 6 Balfai Kupang Tengah Satap. Kata Kunci : Hasil Belajar Kognitif, Signifikan, Model Pembelajaran RQA *Peneliti **Pembimbing I **Pembimbing II ABSTRACT THE EFFECT OF THE RQA (READING, QUESTION AND ANSWERING) LEARNING MODEL ON COGNITIVE LEARNING OUTCOMES OF STUDENTS AT SMP NEGERI 6 BALFAI KUPANG TENGAH SATAP Lay, O. M* Meha, A. M** Ngginak, J** One of the problems at SMP Negeri 6 Balfai, Central Kupang is that students' cognitive learning outcomes are still low, especially in the subject of the human digestive system. The aim of this research is to determine the effect of the RQA (Reading, Question and Answering) learning model on students' cognitive learning outcomes at SMP Negeri 6 Balfai Kupang Tengah Satap. The research uses a quantitative approach, with experimental methods. The population in this study was all 60 class VIII students. The sample in this research was class VIIIB, totaling 20 students, as the experimental class and class VIIIA, totaling 20 students, as the control class. The data collection technique used in this research is tests. The research data was analyzed using a parametric statistical test, namely the t-test with the help of SPSS. The results of the t-test data processing obtained a Sig (2-tailed) value of p=0.000, thus H0 was rejected and H1 was accepted because Sig (2-tailed) α or (0, 001 0.05). The results of this research state that the control class and experimental class have differences in student cognitive learning outcomes. In the experimental class, researchers used the RQA (Reading, Question and Answering) learning model so that it could improve students' cognitive learning outcomes in class. This can be seen in one of the indicators, namely C1 (remembering) 83%. Using the RQA (Reading, Question and Answering) learning model in learning, students look interested so that it can improve students' thinking abilities. Meanwhile, in the control class, researchers used conventional methods so that they could not improve students' cognitive learning outcomes, this can be seen from the C5 indicator (evaluating) with a percentage of 52%. The results of this control class percentage show that students' cognitive learning outcomes in the learning process using conventional methods are low. This fact shows that the RQA (Reading, Question and Answering) learning model has a significant influence on the cognitive learning outcomes of class VIII B students at SMP N 6 Balfai Kupang Tengah Satap. Keywords: Cognitive Learning Results, Significant, RQA Learning Model *Researcher **Supervisor I **Supervisor II
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
This textbook consists of seven chapters, each of which has been carefully structured to provide a comprehensive understanding of business English, from business communication to job interviews in English. This book has also been equipped with business English vocabulary and grammar and language focus related to the material in each chapter. We strive to ensure that each chapter is helpful to our readers.We want to express our highest appreciation to all parties who have contributed directly or indirectly to the preparation of this book, especially for Unit Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional (P2AI) P3MP Politeknik Negeri Ujung Pandang. Whether in the form of suggestions, input, or emotional support, this book could not have been completed without the help and contributions of all parties.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Judul : Metode Penelitian Akuntansi Kuantitatif dan Kualitatif Penulis : Dr. Iin Rosini Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 156 Halaman ISBN : 978-623-497-570-3 Sinopsis "Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif" adalah buku yang membahas tentang metodologi penelitian yang digunakan dalam ilmu sosial dan ilmu humaniora. Buku ini menjelaskan tentang dua jenis metode penelitian yaitu metode kuantitatif dan metode kualitatif. Metode kuantitatif merupakan metode yang menggunakan data dalam bentuk angka dan statistik, sedangkan metode kualitatif merupakan metode yang lebih menekankan pada penjelasan dan interpretasi. Jangan biarkan penelitian Anda berakhir sia-sia. Dengan buku "Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif", Anda dapat memperoleh pemahaman yang mendalam tentang metodologi penelitian yang tepat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penting yang ingin Anda cari. Buku ini akan membantu Anda memilih metode penelitian yang sesuai, melakukan analisis data yang tepat dan mengembangkan proposal penelitian yang kuat. Dapatkan buku ini sekarang dan menjadi peneliti yang lebih baik!"
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dalam menjalankan sebuah bisnis atau usaha, penting untuk selalu membuat laporan keuangan. Karena nantinya, analisa laporan keuangan ini dapat menunjukkan bagaimana kinerja bisnis di masa lalu. Dengan informasi tersebut, kita juga bisa menentukan keputusan apa yang harus diambil untuk masa yang akan datang. Bagi pihak eksternal, analisis laporan keuangan ini dapat digunakan untuk memahami kondisi kesehatan perusahaan atau bisnis secara keseluruhan serta untuk mengevaluasi kinerja keuangan dan nilai bisnis. Sedangkan pihak internal menggunakannya sebagai alat pemantauan untuk mengelola keuangan. Dalam buku ini dibahas secara lengkap mengenai, Arti dan Definisi Analisis Laporan Keuangan; Laporan Keuangan Menurut PSAK; Analisis Rasio Keuangan; Analisis Perbandingan Keuangan; Analisis Common Size; Analisis Time Series; Analisis Trend; Analisis Kebangkrutan dan Analisis Kesehatan Perbankan. Melalui buku ini penulis berharap dapat memberikan kontribusi bagi pembaca dalam mengevaluasi hasil kerja divisi atau departemen dalam perusahaan, sehingga mengetahui hasil kinerja, pendapatan serta kemajuan atau perkembangan perusahaan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
A market leader for more than 30 years, this paperback anthology continues to uphold the traditions that have made it a success- a rich blend of both classic and contemporary selections as well as Barnet's signature "how-to" apparatus that covers the elements of literature and the writing process. The new edition features more student essays than any other anthology giving students a deep reservoir of writing models to learn from including argument papers and film reviews. In addition, a wealth of instructor favorites have been added including works by D.H. Lawrence, Ambrose Bierce, Cynthia Ozick, Liliana Heker, Lawrence Ferlinghetti, Thomas Hardy, Linda Pastan, and David Ives.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Fresh, original and compelling, An Introduction to Literature, Criticism and Theory is the essential guide to literary studies. Starting at ‘the beginning’ and concluding with ‘the end’, the book covers topics that range from the familiar (character, narrative, the author) to the more unusual (secrets, pleasure, ghosts). Eschewing abstract isms, Bennett and Royle successfully illuminate complex ideas by engaging directly with literary works – so that a reading of Jane Eyre opens up ways of thinking about racial difference, whilst Chaucer, Raymond Chandler and Monty Python are all invoked in a discussion of literary laughter. Each chapter ends with a narrative guide to further reading and the book also includes a glossary and bibliography. The fourth edition has been revised to incorporate two timely new chapters on animals and the environment. A breath of fresh air in a field that can often seem dry and dauntingly theoretical, this book will open the reader’s eyes to the exhilarating possibilities of both reading and studying literature.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Integrating literature in education, especially in language learning, is indispensable. Not only that literature enables students to gain competence in a particular area of knowledge, it also nurtures their compassion and conscience, developing them into whole human beings. To embrace this vision, a book that can facilitate students' learning is needed. This book is designed to assist both teachers and students of Introduction to Literature course to enhance their literary skills as well as their soft skills.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanggung jawab moral terhadap makhluk hidup lain adalah sebuah hal yang penting, khususnya bagi orang yang percaya kepada Allah. Hal itu menjadi alasan mengapa topik tersebut tidak dapat dihindari. Dalam konteks ini, tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana tanggung jawab moral manusia terhadap hewan berdasarkan pemikiran Andrew Linzey mengenai hak theos. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan kualitatif dengan metode berupa studi kepustakaan dan lapangan. Adapun, untuk mendapatkan sampel dan data lapangan, penelitian ini menggunakan metode snowball purposive. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa tanggung jawab moral manusia adalah sebuah tugas yang diberikan Allah kepada manusia untuk mengelola ciptaan. Tugas itu menjadi sebuah kewajiban manusia, khususnya kepada Allah, yang perlu dijalankan atas dasar penghormatan, baik kepada ciptaan maupun kepada Allah. Kewajiban itu perlu dilakukan karena Allah telah menciptakan segala sesuatu, memberikan kehidupan kepada ciptaan dan memeliharanya, serta manusia menjadi bagian dalam komunitas ciptaan. Oleh karena itu, segala hal yang merusak ciptaan, seperti perburuan liar, perlu dihentikan sebab merusak tatanan yang telah Allah jadikan. Dengan demikian, kiranya penelitian ini dapat menjadi sumbangan dalam upaya menghadapi persoalan etis-teologis mengenai hubungan manusia dengan lingkungan, khususmya hewan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul Tanah Sebagai Ibu: Tinjauan Ekoteologis atas Kerusakan Ekosistem Tanah dan Implikasinya untuk GMIT Efata Batukapur. Skripsi ini mengkaji kerusakan ekosistem tanah akibat eksploitasi secara berlebihan di wilayah Jemaat GMIT Efata Batukapur, Klasis Kota Kupang Barat, yang telah menyebabkan lahan menjadi tandus, tidak produktif, dan dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah anorganik. Minimnya perhatian terhadap masalah ini memperparah kerusakan lingkungan, mengancam keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan jemaat di sekitar sana. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan konteks Jemaat GMIT Efata Batukapur, mengidentifikasi kerusakan ekosistem tanah di wilayah tersebut, serta menawarkan refleksi ekoteologis tentang tanah sebagai ibu yang menopang keberlanjutan kehidupan manusia dan lingkungan. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis observasi, wawancara, dan studi dokumen, hasil penelitian menunjukkan bahwa eksploitasi tanah disebabkan oleh pola pikir antroposentris dan kurangnya pendidikan ekologis, yang berujung pada hilangnya vegetasi, tandusnya tanah, dan meningkatnya ancaman bencana ekologis. Refleksi ekoteologis menegaskan pentingnya melihat tanah sebagai ibu yang memberi kehidupan, pemeliharaan, dan tempat peristirahatan terakhir, sekaligus mendorong gereja untuk menjadi agen transformasi ekologis melalui pendidikan, bimbingan spiritual, dan pemberitaan firman. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran ekologis jemaat, memotivasi langkah pelestarian lingkungan, dan memperkuat peran gereja dalam tanggung jawab iman terhadap ciptaan Allah.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSRTAK Penelitian ini berjudul “MORUK” dengan sub-judul “ Suatu Tinjauan Teologis Kontekstual terhadap Ritus Moruk di Jemaat GMIT Pniel Loomaten, Klasis Malaka dan Implikasinya bagi Gereja masa kini”. Ritus Moruk atau yang sering disebut Moruk Malu atau Moruk antar suku atau kampung. Moruk artinya Pemali atau larangan. Awal mula adanya ritus ini karena adanya perkelahian antara suku dan kampung yang mengakibatkan ada yang meninggal sehingga adanya sumpah yaitu: keturunan mereka tidak boleh menikah dengan warga atau warga kampung yang sudah ditentukan. Melalui ritus ini keluarga yang memiliki dendam atau keluarga yang berasal dari suku-suku yang ditetapkan sebagai Moruk Malu bisa membersihkan semua dendam di masa lalu dengan demikian pasangan yang akan menikah akan hidup bahagia. Untuk mencapai tujuan ini maka tulisan ini mengunakan penelitian kualitatif yang berusaha menjelaskan suatu fenomena dengan mengumpulkan sedalam-dalamnya data yang diteliti. Teknik yang digunakan adalah observasi lapangan serta wawancara kepada Majelis Gereja, Jemaat, Pemerintah Daerah dan tokoh-tokoh adat. Tujuan dari hal ini yakni memperlihatkan kesenjangan budaya dan iman bagaimana keduanya ada di dalam pertemuan dan ketegangan di waktu pelaksanaan ritus Moruk di Loomaten. Analisis teologi kontekstual dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa ritus Moruk ini memiliki nilai-nilai yang positif melalui pelaksanaannya Gereja juga beranggapan bahwa sebagai ritus lokal yang memiliki nilai yang sangat relevan dengan teologi kontekstual. Penelitianya ini sangat diharapkan agar dapat memberi sumbangsih bagi jemaat GMIT Pniel Loomaten. Dalam mencari dan melestarikan kerarifan lokal.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kehadiran Allah merupakan realitas transendental yang menjadi pusat pergumulan iman manusia, termasuk anak-anak yatim piatu. Dalam konteks Jemaat GMIT Nazaret Taum, terdapat kesenjangan pemahaman anak-anak yatim piatu mengenai kehadiran Allah. Sebagian merasakan kehadiran Allah melalui doa dan perenungan, sementara sebagian lainnya meragukan keberadaan-Nya akibat pengalaman kehilangan orang tua dan penderitaan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konteks kehidupan Jemaat GMIT Nazaret Taum, mengidentifikasi pandangan anak-anak yatim piatu tentang kehadiran Allah, serta melakukan refleksi teologis terhadap pandangan tersebut. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan sampel berjumlah 15 orang, terdiri dari 1 orang pendeta, 3 orang majelis jemaat, 2 orang anggota jemaat, dan 9 orang anak-anak yatim piatu. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Analisis data dalam penelitian adalah deskriptif analisis dengan metode penulisan deskriptif, analisis, dan refleksi. Kemudian penulis juga ingin mengetahui pandangan anak yatim piatu dengan pendekatan Ebenhaizer Nuban Timo, yaitu Allah yang transenden dan Allah yang imanen, dan implikasinya bagi kehidupan anak yatim piatu di Jemaat GMIT Nazaret Taum. Hasil penelitian menunjukkan sosok Allah yang di butuhkan anak yatim piatu di GMIT Nazaret Taum adalah Allah yang memberikan perlindungan, pengganti orang tua, yang dekat dan mendengar, yang menyayangi, yang tidak meninggalkan, Allah yang tidak mengabaikan dan tidak mengasingkan. Anak yatim piatu mengidentifikasi Allah sebagai sumber kasih sayang yang hilang dari orang tua mereka, sehingga mereka membutuhkan Allah yang memberikan perhatian dan kehangatan seperti halnya seorang ibu dan bapak yang memberikan belaian lembut, pelukan dan rasa aman. Berdasarkan refleksi teologis tersebut, saran bagi Gereja adalah dengan kehadiran Gereja ditengah jemaat harus mampu mewujudkan kehadiran Allah sebagai Ayah dan Ibu, melakukan pelayanan pastoral, dan berkolaborasi dengan pemerintah untuk membantu anak yatim piatu.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Tulisan ini berjudul Kalango Wee Karijaka dengan Sub judul Suatu Tinjauan Kontekstual terhadap Fenomena (Gila Air Lumpurr “Kalango Wee Karijakka”) dan Implikasinya bagi Pelayanan di GKS Jemaat Patiyala. Tulisan ini menggeksplorasikan tentang penderitaan yang dialami masyarakat Laboya pada Bulan Paddu/Bulan Oktober. Gila Air Lumpurr adalah penderitaan, yang disembuhkan dengan menggunakan air dan lumpurr. Tujuan penulisan ini adalah, bagaimana pandangan GKS jemaat Patiya, dan cara menyikapi kalango wee karijaka. Penulis juga ingin mengetahui makna yang terkandung didalamnya dan merefleksikan tinjauan teologis. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan wawancara pada yang terkait. Untuk mengganalisis penulis menggunakan Teori model antropologis salah satu model yang dipaparkan oleh Bevans tentang bagaimana jadi diri budaya dalam pandangan seorang beragama Kristen. Dimalam dalam budaya itu Allah menyatakan diri-Nya, dengan menawarkan kesembuhan dan keutuhan. Menurut hasil penelitian Kalango wee karijaka terjadi akibat dosa-dosa yang masyarakat Laboya perbuat selama satu tahun itu. Pemahaman inilah yang memicu timbulnya refleksi dari para tua-tua adat, bahwa masalah ini berkaitan dengan relasi mereka dengan yang Ilahi, maka harus dilakukan ritual penghapusan dosa. Dalam refleksi teologi penulis menekankan tentang Yesus Sang Korban yaneg kekal, yang berkoban sekali untuk selamanya demi mengahapus dosa menusia dan telah dikerjakan secara tuntas. Penulis juga menekankan bagaiman peranan gereja untuk menyuarakan suara Kristus dan bertindak sebagai representasi kehadiran Allah. Gereja harus terus mengarahkan dan membebaskan jemaat dari penderitaan musiman yang dialami dengan iman Kepada Yesus Kristus Sang pembebas.
Kata Kunci: Fenomena, Pemulihan, Hubungan Horizontal dan Vertikal.
Email : [email protected]
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “Resiliensi Yeremia: Suatu Kajian Kritik Historis Terhadap Kitab Yeremia 15:15-21 dan Sumbangsihnya bagi Pemimpin Gereja dalam Menghadapi Tantangan Pelayanan di Jemaat GMIT Pniel Oebobo.” Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana ketahanan spiritual Nabi Yeremia menghadapi tantangan berat sebagai seorang nabi, serta relevansi prinsip-prinsip tersebut dalam mendukung pemimpin gereja masa kinikhusunya pemimpin gereja di Jemaat GMIT Pniel Oebobo. Research gap yang diangkat adalah minimnya studi yang menghubungkan resiliensi tokoh Alkitab dengan tantangan pelayanan gereja kontemporer. Penelitian menggunakan metode historis-kritis dengan pendekatan tafsir, melibatkan analisis konteks sejarah, kritik sastra, serta tafsiran ayat per ayat. Tiga kerygma utama ditemukan: 1) Tuhan sebagai sumber kekuatan, 2) Resiliensi ditempa melalui ujian, dan 3) Kemenangan bagi yang bertahan hingga akhir. Kesimpulan menunjukkan bahwa resiliensi Yeremia memberikan teladan bagi pemimpin gereja untuk tetap teguh menghadapi tantangan pelayanan. Penelitian ini menawarkan kontribusi teoretis pada studi teologi dan manfaat praktis bagi pemimpin gereja dalam mengaplikasikan prinsip resiliensi Yeremia.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk pertama mengeksplorasi pemahaman para pemuda-pemudi pelaku seks bebas di Jemaat Silo Naikoten 1 tentang tubuh. Kedua menjelaskan makna esensial dari Teologi Tubuh Paus Yohanes Paulus II terhadap para pemuda-pemudi pelaku seks bebas. Penelitian ini memakai metode kualitatif dan terdiri dari 10 sampel terdapat 5 laki-laki dan 5 perempuan. Penulis juga mengkaji dan mendalami berbagai sumber yang berhubungan dengan tema tulisan ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman pemuda-pemudi Jemaat Silo Naikoten 1 tentang makna tubuh itu beragam seperti menganggap tubuh sebagai objek pemuas nafsu, penghasil uang, struktur kehidupan. Dimana para pelaku seks bebas melihat kalau tubuh itu di pandang sebagai objek yang bisa untuk memuaskan nafsu badani mereka terlebih lagi mereka juga memandang kalau tubuh itu indah dan bisa diperjual belikan sehingga tidak melihat sebagai sebuah ciptaan Allah yang kudus.
Berdasarkan pemahaman Paus Yohanes Paulus II tentang tubuh maka Teologi Tubuh melahirkan sebuah refleksi iman tentang makna seksual manusia. Pemaparan ajaran dalam Teologi Tubuh hendak mengajak umat beriman dan menanggapi berbagai perilaku dan gagasan menyimpang tentang pemahaman umum manusia tentang tubuh dalam perspektif iman. Hakikat tubuh sering diasumsi secara keliru. Tubuh dipandang sebagai objek pemuas seksual dan mengandung unsur komoditi dalam perekonomian.
Oleh karena itu hasil analisa dapat disimpulkan bahwa pertama tubuh bukan lagi sebuah objek seksual dan sebagai alat untuk diperjual belikan. Kedua tubuh bukan lagi seonggok daging melainkan tubuh merupakan cara kita untuk berkomunikasi. Karena itu tubuh yang hadir merupakan sebuah kesatuan antara tubuh dengan pribadi ini tergambar dalam bahasa dalam tubuh yang tercetak saat manusia dilahirkan. Tubuh dapat mengungkapkan apa yang tak terlihat menjadi terlihat, sehingga tubuh memiliki nilai keluhuran dan keilahiannya.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penderitaan dan luka batin dirasakan oleh semua manusia. Pendeta sebagai pelayan juga tidak luput dari luka. Pendeta harus tampil sebagai sosok yang kuat dalam keadaan terluka. Henri Nouwen menawarkan suatu pemikiran tentang penyembuh yang terluka. Penderitaan dan luka tidak boleh dipandang sebagai kelemahan. Henri Nouwen merupakan seorang imam Katolik Belanda yang mempunyai pengaruh dalam bidang spiritualitas Kristen dengan banyak karya selama hidupnya. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui secara detail pemikiran Henri Nouwen tentang Penyembuh yang Terluka. Konsep ini kemudian diimplikasikan bagi pelayanan Pendeta di GMIT Pniel Sikumana. Dalam penelitian ini Penulis menggunakan metode kepustakaan dengan mengumpulkan, membaca, menganalisis dokumen, buku dan karya yang berkaitan dengan konsep penyembuh yang terluka. Penulis juga melakukan penelitian lapangan guna melihat relevansinya dengan konsep penyembuh yang terluka. Penulis menemukan beberapa hal yang dapat menjadi sumbangsi bagi kehidupan pelayanan seorang pendeta berdasar dari Lukas 22:47-53. Bahwa seorang pelayan perlu meneladani Yesus. Pertama, Yesus adalah penyembuh sejati yang merujuk pada pribadi Yesus yang dapat memberikan kedamaian di tengah kekacauan. Kedua, Penderitaan Yesus sebagai sumber penyembuhan yakni bicara soal penderitaan Yesus untuk menebus umat manusia. Ketiga, Kehadiran Yesus yang menyembuhkan melalui kehadirannya dapat memberikan kedamaian. Keempat, Kerentanan Yesus sebagai teladan bahwa Yesus tidak pernah menyembunyikan kelemahan dan sisi manusiawinya.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi berjudul “Semakin Lemah Semakin Sadari Kuasa Kristus” dengan sub judul “Kajian Eksegetis Terhadap Teks Surat 2 Korintus 12:7-10 dan Implikasinya Bagi Pemahaman Jemaat GMIT Gloria Kayu Putih Mengenai Kelemahan Hidup” ditulis oleh Fandi Foes. Realita pergumulan jemaat GMIT Gloria Kayu Putih, terdapat 1 orang IDD, 3 orang anak yatim piatu, 2 orang anak broken home, 2 orang majelis yang masih melayani dalam keadaan sakit, terkait kelemahan yang dialami dalam hidup mereka ini memberi dampak pada pemahaman akan kelemahan dalam hidup, ini menimbulkan adanya permasalahan hubungan antara kelemahan manusia dengan kuasa Kristus dalam Surat 2 Korintus12:7-10, yang berbicara mengenai kelemahan yang dihadapinya justru membuka jalan bagi penyataan akan kuasa Kristus. Dan dalam kelemahanlah kuasa Kristus semakin sempurna. Juga ini memberi pertanyaan bahwa apa maksud perkataan Paulus mengenai jika aku lemah, maka aku kuat. Penelitian ini menggunakan metode Historis Kritik. Tujuannya agar Surat 2 Korintus memperlihatkan kelemahan yang dimiliki Paulus dimana ia diberi duri dalam daging untuk menggocohnya agar tetap rendah hati, dan memperlihatkan apa maksud Paulus dengan perkataan suka dan rela dalam kelemahan, juga pembahasan ini memiliki tujuan untuk menyadari kelemahan paulus sebagai respon Tuhan bahwa kuasa Tuhan menjadi sempurna atas kelemahannya.