2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Sirup buah sirsak merupakan salah satu produk olahan yang dibuat dari penambahan gula dan air dengan rasa dan aroma yang ditentukan oleh buah segarnya. Penelitian ini dilakukan dilaboratorium prosesing Fakultas Teknologi Hasil Pertanian Univerisitas Kristen Artha Wacana Kupang, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuakan dan 3 kali ulangan sehingah didapat 12 unit percobaan. Dengan presentase 0% 10% 15% dan 20% variabel yang diamati adalah karakteristik organoletik yang meliputi: warna,rasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahaui adanya pegaruh dari pada penambahan sari jamblang terhadap krakteristik organoletik pada sirup sirsak sebagai bentuk penganekaragaman produk olahan dari sirup buah sirsak. Hasil penelitian menujukan bahwa perlakuan terbaik organoletik terdapat pada perlakuan D dengan nilai tingkat kesukaan warna 4,667, rasa 4,756 dengan kategori sangat suka.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PENAMBAHAN SUSPENSI BUAH LONTAR DALAM PEMBUATAN BOLU KUKUS Yeremias G.K*) Dr. L. M. Nubatonis,M.Si**) Ir. Zet Malelak,M.Si**) ABSTRAK Bolu kukus dengan penambahan suspensi buah lontar merupakan produk hasil olahan percobaan dengan menggunakan suspensi dari buah lontar yang tua sebagai bahan tambahan untuk menciptakan warna, rasa serta aroma pada produk bolu kukus. Buah lontar selama ini pengolahannya belum maksimal. Buah yang sudah tua berwarna kekuningan dan berserat. Cairan kekuningan ini yang diambil untuk dijadikan campuran pangan atau kue-kue. Oleh karena itu penambahan suspense lontar dalam pembuatan bolu diharapkan dapat berperan sebagai pewarna serta menambah aroma khas pada produk yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Processing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali dengan presentasi 10%, 15%, dan 20% suspensi buah lontar. Hasil penelitian menunjukan uji analisis organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan D dengan penambahan 20% suspensi buah lontar terhadap warna bolu kukus tertinggi dengan skor 4,667 (sangat suka), aroma bolu kukus yang paling disukai terdapat pada penambahan 20% suspensi buah lontar dengan skor tertinggi 4,578 (sangat suka) dan rasa bolu kukus yang paling disukai terdapat pada penambahan 20% suspensi buah lontar dengan skor tertinggi 4,711 (sangat suka).
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
LAMA FERMENTASI NIRA LONTAR DARI LOKASI YANG BERBEDA TERHADAP KARAKTERISTIK LARU PUTIH. TALAEN MELTUS*), NUBATONIS M.L**), MALELAK ZET**) ABSTRAK Pohon Nira Lontar (Borassus flabellifer) merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat menghasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase, pH, kadar gula, dan organoleptik warna dan rasa yang dihasilkan oleh pohon Nira Lontar (Borassus flabellifer) yang di fermentasi secara spontan.yang di ambil dari lima Desa yang berbeda yaitu Desa Baumata, Naimata, Oebelo, Oesapa, dan Tuapukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengukuran pH dengan menggunakan alat pen tipe pH meter menunjukan adanya perbedaan yang signifikan yaitu hasil tertinggi terdapat pada Desa Baumata (3,200) dan Desa Naimata (3,050O) di bandingkan dengan Desa Oebelo (2,875), Oesapa (2,975), Tuapukan ( 2,775). dan pada pengukuran kadar gula dengan menggunakan alat refraktometer menunjukan hasil yang signiikan juga yaitu hasil tertinggi terdapat pada Desa Baumata (8,750) di bandingkan pada Desa Naimata (5,250), Oebelo (4,750), Oesapa (4,700), dan Tuapukan (2,900) yeng paling terendah. Sedangkan pengukuran organoleptik di uji dengan menggunakan panelis sebanyak 15 yang memberikan respon secara signifikan berbeda yaitu pada warna menunjukan hasil kesukaan tertinggi terdapat pada Desa Baumata (3,683), Naimata ( 3,483), Oebelo (3,150), di bandingkan dengan Desa Oesapa ( 2,483), Tuapukan ( 1,867) yang paling terendah. Sedangkan pada rasa menunjukan kesukaan tertinggi terdapat pada Desa Baumata (3,817), Naimata (3,467), Oebelo (3,333), di bandingkan dengan Desa Oesapa (2,517), dan Tuapukan (1,783) yang paling terendah.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etil alkohol atau etanol yang diproses dari bahan hasil pertanian seperti laru lontar dengan cara fermentasi dan destilasi. Proses destilasi dilakukan untuk menghasilkan etanol yaitu dengan cara proses destilasi sederhana. Pada setiap proses destilasi terdiri dari dua perlakuan yaitu perlakuan 3 perlakuan yaitu 8 liter laru, 10 liter dan 15 liter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara lama destilasi dengan kadar alkohol dan proses destilasi alkohol dengan volume destilasi yang berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari ketiga perlakuan dengan proses destilasi dapat menghasilkan kadar alkohol. 8 liter laru menghasilkan 55% kadar alkohol, 10 liter laru menghasilkan 55% kadar alkohol dan 15 liter laru menghasilkan 55% kadar alkohol. Dari penelitian ini didapatkan volume dan kadar alkohol yang menurun dengan bertambahnya waktu pemasakan dan berbanding terbalik terhadap temperatur destilasi. Kadar alkohol tertinggi diperoleh sebesar 55 % sedangkan yang terendah adalah 35 %.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH LAMA FERMENTASI PEMBUATAN DONAT KENTANG MENGGUNAKAN RAGI LOKAL ASAL MUR LARU Stefen Naetasi)* Regina I.M. Banoet )**Ir Melkianus Nuhamara) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Abstrak Donat merupakan panganan yang digoreng berbentuk cincin dan berlubang ditengahnya, donat biasanya terbuat dari tepung terigu dan campuran bahan lainnya yaitu gula, telur, mentega, ragi, susu, air.Penelitian ini, bertujuanUntuk mengetahui berapa lama fermentasi ragi lokal dalam pembuatan donat kentang.Untuk mengetahui perlakuan terbaik dari lama fermentasi ragi lokal dalam pembuatan donat kentang terhadap Uji kimia, sifat fisik dan karakteristik sensosrik donat yang dapat diterima.Penelitian telah dilaksanakan dilaboratorium processing fakultas teknologi pertanian dan lab eksakta universitas Kristen artha wacana kupang. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL)dengan 4 perlakukan dan 3 kali ulangan sehingga menghaslkan 12 unit percobaan. Dengan perlakukan lama fermentasi mur laru merah 45 menit, 120 menit, 150 menit,180 menit . Variabel yang diamati yaitu sifat kimia, fisik, dan organoleptik yang meliputi warna, aroma, tekstur, dan rasa donat kentang. Hasil penelitian ini menunjukan perlakukan terbaik terdapat pada perlakuan B dengan nilai rata-rata Kadar air (22,147) daya kembang (67,282) uji organoleptik rasa ( 4,867),warna (4,767) aroma ( 4,667), tekstur (4,567). Kata kunci: Ragi lokal;Kadar air;Daya kembang;Organoleptik;donat kentang. *) Peneliti **) Pembimbing
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DESTILASI MINYAK KAYU PUTIH DARI POSISI DAUN PADA TANGKAI POHON TERHADAP RENDEMEN MINYAK ATSIRI Yane M. Bani 1 ) Ir. A. Medah, MP 2 ) Ir. Zet Malelak, M.Si 2 ) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Penelitian ini tentang destilasi minyak kayu putih dari posisi daun pada tangkai pohon terhadap rendemen minuyak atsiri. Tujuan penelitian untuk mengetahui perlakuan bahan baku yang tepat dari daun muda, setengah tua, dan tua terhadap rendemen minyak kayu putih. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan masing – masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 9 unit percobaan dengan masing – masing perlakuan bahan baku sebanyak 3 kg daun kayu putih. Variabel yang diamati adalah rendemen minyak kayu putih yang dihasilkan dari proses destilasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji analisis sidik ragam anova rendemen minyak kayu putih tertinggi terdapat pada perlakuan A (daun kayu putih muda) dengan skor rata – rata 0,916% . Kata kunci : Minyak Kayu Putih dan Rendemen *( Peneliti ) **( Pembimbing )
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH LAMA WAKTU PERENDAMAN JAGUNG DALAM LARUTAN KAPUR (Ca(OH)2) SETELAH PEREBUSAN PADA PENGOLAHAN EMPING JAGUNG. ( ZEA MAYS L) Metriana EtiliaTaes ;* Ir. I.D.A.A.R.R.Adi, ** Ir. Melkianus Nuhamara. Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Email: [email protected] ABSTRAK Pericarp ( kulit luar) pada jagung dapat mempengaruhi karakteristik fisik dan organoleptik emping jagung.Upaya perendaman( deffating) merupakan salah satu cara untuk melepaskan pericarp pada jagung supaya emping jagung yang di hasilkan berkualitas .Penelitian pengaruh lama waktu perendaman dalam larutan kapur ( Ca(OH)2) setelah perebusan Pada pengolahan emping jagung ( Zea Mays L) telah dilakukan pada bulan mei 2021.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu perendaman yang tepat untuk menghasilkan emping jagung yang berkualitas baik.Metode yang di gunakan dalam penelitain ini yaitu Rancangan acak legkap (RAL), dengan 4 Perlakuan dan masing-masing di ulang sebanyak 3 kali ulangan. Proses perendaman menggunakan air dan kapur 3 % dengan lama waktu perendaman 10,11,12,dan 13 jam. Hasil penelitian dengan perlakuan terbaik dari perndaman dalam larutan kapur dengan lama waktu yang berbeda dalam pengolahan emping jagung terdapat pada perlakuan C yaitu lama waktu perendaman 12 jam dengan nilai rata rata warna 4.583, rasa 4.783 tekstur 111.667 g Kata kunci: Perendaman, jagung, emping jagung, organoleptik,pengukuran dengan alat textur analyser. *(Peneliti)**( Pembimbing)
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH KOMPOSISI TEPUNG TAPIOKA DAN BUBUR UBI JALAR UNGU PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORIK MIE KERING (Dima Mega Desrianti*), (Medah Ishak Andreas**),(Malelak Zet**) ABSTRAK Mie merupakan jenis makanan hasil olahan tepung yang sudah dikenal oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Mie juga merupakan jenis makanan yang digemari oleh berbagai lapisan masyarakat. Mie kering adalah mie segar yang dikeringkan hingga kadar airnya mencapai 8-10%. Pengeringan umumnya dilakukan dengan penjemuran dibawah sinar matahari atau dengan dioven. Mie kering mempunyai kadar air rendah sehingga daya simpannya relatif lama dan mudah penanganannya (Astawan, 2005). Bahan baku pembuatan mie di Indonesia yaitu terigu yang hingga saat ini masih diimpor dari negara lain seperti yang tercatat selama periode Januari 2017 –Agustus 2018, impor tepung gandum tertinggi tercatat pada bulan Maret 2018 yaitu hampir mencapai 8 ribu ton. Sehingga perlu dilakukan upaya pencarian bahan lain untuk menggantikan tepung terigu dengan memanfaatkan sumber daya alam di sekitar kita, salah satunya berasal dari umbi-umbian seperti ubi jalar. Pembuatan mie kering dengan komposisi bubur ubi jalar ungu yang menghasilkan produk dengan rasa, aroma, warna dan tekstur yang berbeda dengan mie kering biasanya. Hal ini disebabkan karena tepung ubi jalar ungu tidak mengandung gluten, sehingga daya patah pada mie kering dari bubur ubi jalar ungu akan meningkat (Sri Winarti, 2017) dan memiliki tekstur yang lebih lengket satu sama lain (Monica, dkk, 2018). Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komposisi tepung tapioca dan bubur ubi jalar ungu terhadap karakteristik sensorik mie kering. Untuk memperoleh salah satu perlakuan yang paling baik dan tepat dari komposisi tepung tapioca dan bubur ubi jalar ungu terhadap sifat sensorik mie kering. Metode penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. dengan presentasi 0%,10%, 20%,30% bubur ubi jalar. Hasil penelitian menunjukkan Uji Analisis Organoleptik tertinggi pada perlakuan B dengan penambahan bubur ubi jalar 10% terhadap rasa dengan skor 3,844 (sangat suka), warna engan skor 3,667 (sangat suka), aroma dengan skor 3,686 (sangat suka), dan tekstur pada perlakuan 10 % dengan skor 3,756 (sangat suka). .
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Bipang merupakan salah satu produk makanan ringan yang sangat digemari oleh anak-anak karena memiliki tekstur yang agak keras dengan rasa manis, Selain bahan utama beras, bipang dapat dibuat dari beberapa jenis umbi-umbian yang kaya akan karbohidrat, salah satunya adalah umbi ubi jalar ungu.Proses pembuatan bipang dari umbi ubi jalar perlu ditambahkan bahan tambahan untuk menambah cita rasa dan menambah daya tarik dari produk bipang, salah satunya adalah wijen.Dalam tujuan penelitian, maka dilakukan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan masing masing di ulang sebanyak 3 kali dengan prensentase0%, 10%, 15%, dan 20% wijen. Hasil penelitian menunjukan uji analisis organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan D dengan penambahan 20% wijen terhadap Rasa Bipang ubi jalar ungu yang tertinggi dengan skor 3,806 a(sangat suka), Aroma Bipang ubi jalar ungu yang paling disukai yaitu terdapat pada perlakuan D dengan penembahan 20% wijen dengan skor 3,667a (sangat suka).
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kue kering merupakan makanan yang banyak digemari oleh masyarakat. Menurut SNI 01-2973-1992,kue kering merupakan salah satu jenis biskuit yang terbuat dari adonan lunak,berkadar lemak tinggi,relatif renyah bila dipatahkan dan bertekstur padat. Menurut O’Brien (2003) lemak dalam kue kering berfungsi sebagai shortening dan akan mempengaruhi tekstur,flavor,kelembutan,dan mouthfeel. Berdasarkan standar dari USDA (2009),kue kering memiliki kandungan lemak yang tinggi(sekitar 20% -40% kue kering). Bahan dasar pembuatan kue kering terdiri atas terigu dengan kadar protein sedang, margarin,dangula. Tepung yang umum digunakan dalam pembuatan kue kering adalah terigu.Tepung terigu merupakan produk olahan gandum yang termasuk komoditi impor yang konsumsi selalu meningkat dari tahun ke tahun. Kenaikan impor gandum tersebut untuk konsumsi terigu atas makanan yang berbasis tepung terigu. Hal ini terjadi karena gandum merupakan tanaman yang hanya bisa tumbuh didaerah sub tropis,sehingga tidak dapat dibudiyakan di Indonesia.Komoditas tanaman yang dapat tumbuh dengan baik pada iklim tropis dan menghasilkan tepung sebagai bahan substitusi yaitu tepung biji nangka. Tepung biji nangka ini berasal dari varietas tanaman yang banyak terdapat di Indonesia,yang penggunaannya belum dapat dimaanfaatkan secara maksimal. Tujuan dalam penelitian ini untuk memperoleh proporsi subtitusi maksimum dari tepung biji nangka dalam pembuatan kue kering putri salju. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 kelompok dengan presentasi 0%,10%,15%,20%,25% tepung biji nangka. Hasil penelitian menunjukkan Uji Analisis Organoleptik tertinggi pada perlakuan B dengan penambahan tepung biji nangka 10% terhadap rasa dengan skor 4,711 (sangat suka), dan tekstur pada perlakuan 10 % dengan skor 4,464 (sangat suka).
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jemaat GMIT Mahanaim Melangwala adalah salah satu jemaat yang berada di Desa Pura Barat, Kecamatan Pulau Pura, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Jemaat masih terikat dengan adat istiadat dalam kampung tersebut. Sebagai manusia yang hidup dalam kebudayaan, tentu kita tidak bisa memisahkan diri dari budaya atau melepaskan diri dari budaya, karena kita ada dalam budaya dan budaya melekat dengan kita. Adat istiadat ini masih dipelihara dan dilakukan secara turun tumurun yang diwariskan dari nenek moyang kepada mereka sebagai makluk yang berbudaya. Salah satunya yang penulis ambil, dan menulisnya sebagai suatu kajian ilmiah adalah ritus Jang’u Atera. Ritus Jang’u Atera suatu proses penerimaan perempuan yang dilakukan oleh jemaat ketika calon istri dan istri hadir di Melangwala. Proses penerimaan dilakukan agar sang calon istri dan istri mendapatkan keturunan, mendapatkan kebahagiaan dalam kehidupan bersama suami, serta terhindar dari celaka yang akan mengancam hidup mereka. Dalam menyelesaikan tulisan ini, penulis menggunakan sebuah pendekatan teologi kontekstual, yakni pendekatan sintesis yang dijabarkan oleh Stephen B. Bevans. Model sistesis ini menunjukan adannya teologi jalan tengah yang menekankan bahwa tadisi kekristenan dan kebudayaan dalam sebuah konteks memiliki nilai kebenarannya masing-masing. Kebudayaan dan kekristenan saling berinteraksi dan saling memberi sumbangsih bagi kelanjutan bagi budaya dan Kekristenan. Dengan adannya sikap saling terbuka maka Allah dalam kemahakuasaaNya tetap berkarya dalam kehidupan berbudaya. Allah berbicara kepada umat melalui perantara. Allah memperkenalkan diri melalui perantara para nabi. Jadi Allah menyampaikan identitas dengan gambaran bahwa ketika Allah menyampaikan identitas sebagai Allah, Allah juga ingin menyatu dengan warga jemaat agar bisa menerima berita sebagai satu berita yang bisa menyatu dengan masyarakat dan bisa mempengaruhi mereka serta bisa menerima sebagai Tuhan atau berbalik kepada allah lain. Ritus Jang’u Atera dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis menemukan adanya kata-kata kunci yakni, hubungan manusia dengan Allah, dan manusia dengan alam. Dimana manusia dalam kehidupannya melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak berkenan kepada Tuhan, sehingga manusia seharusnya mentaati dan menjalankan tugas Allah sebagai Pencipta makluk hidup yang ada di dunia. Kedua adalah penghargaan terhadap perempuan.Ritus Jang’u Atera yang dilihat penulis merupakan suatu penghargaan terhadap perempuan di Pura-Melangwala. Ketiga identitas perempuan, Identitas Perempuan menjadi warisan budaya di Pura-melangwala. Dalam dunia Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, perempuan seringkali tidak mendapat sebuah kedudukan dalam keluarga. Oleh Karena itu melalui penulisan ritus Jang’u Atera ini sekaligus membicarakan penghargaan terhadap perempuan dan merupakan identitas diri dari sebuah budaya.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jemaat Anak Sulung Sikumana adalah persekutuan orang-orang percaya yang dipanggil oleh Allah untuk hidup dan melayani di Sikumana. Jemaat Anak Sulung merupakan jemaat muda yang terletak di wilayah arus perpindahan penduduk yang menyebabkan jemaat ini mengalami penambahan jumlah anggota jemaat yang sangat signifikan dari waktu ke waktu. Untuk membantu jemaat ini bertumbuh ke depan baik secara kuantitas maupun kualitas, jemaat perlu melihat kembali apa yang telah dilalui sebelumnya sebagai bahan refleksi dan evaluasi. Penulisan ini bertujuan untuk melihat dinamika kehidupan pelayanan selama kurang lebih tujuh tahun jemaat ini mandiri serta untuk merefleksikan kehidupan pelayanan jemaat dengan berdasarkan kepada kehidupan jemaat Kristen mula-mula. Tujuan ini dicapai dengan menggunakan metode penelitian kualitatif serta analisa data primer dan sekunder yakni data-data observasi, wawancara, arsip gereja dan buku-buku yang memuat catatan pembentukan Jemaat Anak Sulung. Karya ilmiah ini ditulis menggunakan pendekatan klasik yakni penulisan didasarkan pada hal-hal yang telah diperbuat gereja sebagai suatu organisasi, tokoh-tokoh pemimpin gereja serta diperlengkapi dengan arsip gereja. Berdasarkan hasil penelitian ini, ditemukan bahwa pelayanan Anak Sulung mengalami pencapaian dan juga tantangan-tantangan yang mewarnai perjalanannya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yakni lingkungan, sosial budaya serta pendidikan dan sumber daya manusia. Pertambahan jumlah anggota jemaat ini mempengaruhi pelayanan di dalam gereja seperti pengembangan pembangunan fisik dan perubahan program-program pelayanan setiap tahunnya. Namun, penambahan secara kuantitas ini tidak sepenuhnya menunjukkan bahwa jemaat ini telah bertumbuh secara kualitas sebab sebagai jemaat yang muda, gereja ini masih harus melakukan berbagai pembenahan untuk pelayanan yang lebih baik ke depan. Perjalanan kehidupan dan pelayanan jemaat Anak Sulung Sikumana juga tidak terlepas dari peranan Roh Kudus yang terus bekerja di dalam jemaat-Nya. Jemaat ini juga mencirikan suatu bentuk persekutuan yang kokoh serta dipimpin oleh abdi-abdi Allah yang menjalankan tugasnya sesuai dengan teladan kepemimpinan Kristus.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT This thesis is entitled “The Speech Act and Communication Strategy: A Case Study on Toddlers (3-5 years) in So’e”. The study aimed to find the toddlers (3-5 years old) in their acts of speech and communicating during their attendance in the nursery home of scholling. Elaborating observation in the nursery for one week, on six toddlers, the writer collected qualitative data on the analyzed using descriptive qualitative. In delivering speech, the toddlers unconsciously produced certain strategies so that their wishes conveyed through speech are realized.Within the study, the writer also attempted to see the forms of illocutionary acts made by the toddlers . In addition, the writer sought to determine the speech strategies in the toddlers’ speech. The writer further used interviews (exploratory interview) and recording during her interaction with the toddlers. The findings show that the forms of illocutionary act used by the 3-5 years olds are directive, commissive, assertive, and expresive. Directive are the ones most often produced by the toddlers meanwhile, the communication strategy that was dominantly often performed within their speech was direct speech, meaning that the results showed that 3 years old were able to use direct speech in communicating, while 4 years old tried to use indirect speech in communicating, and 5 years old used indirect speech in communicating. The study suggests that speech and communication strategies of toddlers 3-5 years old that most children use are direct speech. Although sometimes they can produce speech in an indirect form, they till try.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI “DISPARITAS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN TERNAK” Permasalahannya adalah: Mengapa terjadi disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana pencurian ternak? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui terjadi disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana pencurian ternak yang bermanfaat secara teoritis dan praktis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dengan dengan studi putusan pengadilan, variabel yang digunakan adalah variabel bebas yaitu pertimbangan hakim menjatuhkan disparitas putusan pemidanaan terhadap tindak pidana pencurian ternak dan variabel terikat yaitu putusan pemidanaan terhadap tindak pidana pencurian ternak. sumber bahan hukum terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang dianalisis secara deskriptif kualitatif atas permasalahan yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian penulis bahwa disparitas penjatuhan pidana terhadap pelaku tindak pidana pencurian ternak terdiri dari: (1). Tuntutan Penuntut Umum yang berbeda; 2). Independensi hakim yang memeriksa perkara tindak pidana pencurian ternak; (3). Kualitas perbuatan pidana yang menimbulkan kerugian bagi korban. (4). Pertimbangan terhadap hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Dari hasil penelitian tersebut, maka disarankan bagi pelaku perlu dan memahami bahwa tindak tersebut merugikan orang lain yang dapat di pidana dengan pembaratan dan menjadi pelajaran bagi terdakwa agar tindak menjadi residivis dan bagi hakim. Perlu ada pedoman perbedaan penerapan saksi pidana bagi terdakwa dalam pencurian dan pemberatan agar tidak terjadi perbedaan hukum bagi terdakwa.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUHLATIHAN LOMPATDENGANMENGGUNAKAN RINTANGANTERHADAP KEMAMPUAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK SISWA
Yogi R. Saubaki1*, Ramona Mathias Mae2, Yahya Jecson Palinata3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: peneliti membahas tentang pembelajaran lompat jauh dengan menggunakan rintangan, Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar yang menumbuh kembangkan potensi sumber daya manusia peserta didik dengan cara mendorong dan memfasilitasi kegiatan belajar mereka.
Tujuan penelitian:tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Latihan Lompat Rintangan terhadap Kemampuan Lompat Jauh Gaya Jongkok Siswa di SMA Negeri 2 Kupang Tengah.
Metode penelitian:penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, dimana peneliti bermaksud untuk membuat gambaran secara faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta fenomena yang diselidiki.
Hasil dan pembahasan: dari hasil uji T pada tabel Coefficients diketahui bahwa variabel latihan lompat rintangan (X) memiliki thitung sebesar 9,316> ttabel 2,447 dengan nilai signifikan 0,000. Taraf signifikan 0,000 tersebut lebih kecil dari 0,05.
Simpulan:“Latihan Lompat Rintangan secara positif berpengaruh langsung terhadap Kemampuan Lompat Jauh Gaya Jongkok Siswa di SMA Negeri 2 Kupang Tengah”
Kata kunci: Lompat rintangan, kemampuan lompat jauh gaya jongkok.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
JudulskripsiiniadalahAnalisis Juridis Terhadap Pertimbangan Hakim Dalam Memutus Tindak Pidana Turut Serta Dalam Penyalahgunaan NarkobadenganRumusanmasalahApakah yang menjadi dasar pertimbangan hukum dari hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku yang turut serta dalam melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika
Penelitianinibertujuanuntukmengetahuidasar pertimbangan hukum dari hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku yang turut serta dalam melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika, instansiterkaityaituMahkamahAgungRepublik Indonesia mengenai dasar pertimbangan hukum dari hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku yang turut serta dalam melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika
Varibelyangdingunakan 2 (dua)variabelyaituVariabelbebas : PenyalahgunaanNarkoba Variabel terikat dalam penelitian ini adalahPutusanPengadilanNo. 48/Pid.Sus/2016/PN.Slw ,No. 178/Pid.Sus/2018/PN.Pti .No. 30/Pid/2019/PT Kpg .No. 31/Pid/2018/PT KpgdanNo.72/Pid-Sus/2017/PN.Pti
Metodeyangdigunakandalampenelitianininormatif.Jenis data yang digunakanmelaluiSumber data primer adalahbahan-bahanhukum yang mengikatyaituPutusanPutusanPengadilanNo. 48/Pid.Sus/2016/PN.Slw ,No. 178/Pid.Sus/2018/PN.Pti .No. 30/Pid/2019/PT Kpg .No. 31/Pid/2018/PT KpgdanNo.72/Pid-Sus/2017/PN.PtiSumber data sekunderadalahyaitubahan yang memberikanpenjelasanmengenaisumber data primer sepertirancanganundang-undang,hasil-hasil penelitian,ataupendapatparapakarhukum,jurnaldanbuku-bukureferensilainnya.Sumber data tersieradalahbahanhukum yang memberipetunjukmaupunpenjelasanterhadapbahanhukum primer danbahanhukumsekunder,sepertikamus (hukum),ensiklopedia.kemudiandianalisisdanditarikkesimpulanya,HasilpenelitianmenunjukanbahwaApakah yang menjadi dasar pertimbangan hukum dari hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku yang turut serta dalam melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotikayaitu:
1. Pertimbangan Hakim TerhadapbarangBukti
2. Pertimbangan hakim terhadap unsure tindakpidana
3. Pertimbangan Hakim TerhadapKualitasPerbuatan
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul: Analisis Yuridis Terhadap Pembatalan Sertipikat Hak Milik atas Tanah Oleh Pengadilan Tata Usaha Negara. Permasalahn dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pertimbangan Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara dalam membatalkan Sertipikat Hak Milik atas Tanah yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan Hakim Tata Usaha Negara dalam membatalakan Sertipikat Hak Milik atas Tanah yang dikeluarkan oleh Badan Pertahanan Nasional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Penelitian Normatif yang dianalisis secara deskriptif kualitatif sesuai dengan bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Berdasarkan pada hasil analisis dan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pertimbangan Hakim dalam membatalkan Sertipikat Hak Milik atas tanah berdasarkan pada: 1. Sertipikat Hak Milik atas Tanah yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional cacat dari segi prosedural. 2. Sertipikat Hak Milik atas Tanah yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional cacat dari segi substansi.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul skripsi ini”Deskripsi Tentang Modus Operandi Tindak Pidana Korupsi Anggaran Dana Desa” Permasalahan dalam penelitian ini adalah : bagaimana modus operandi yang dilakukan oleh kepala desa dalam melakukan korupsi anggaran dana desa? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui modus operandi yang dilakukan oleh kepala desa dalam melakukan tindak pidana korupsi anggaran dana desa. Metode penelitian yang diguanakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian normatif yang dianalisis secara deskriptif kualitatif sesuai dengan bahan hukum primer, sekunder dan tertier. Berdasrkan hasil analisis dan pembahasan diatas maka terdapat beberapa modus operandi yang dilakukan oleh kepala desa dalam melakukan korupsi anggaran dana desa. 1. Realisasi tidak sesuai RAB 2. Mark UP 3. Laporan kegiatan fiktif 4. Rekayasa surat pertanggungjawaban 5. Penggelapan pajak
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI “DISPARITAS PUTUSAN HAKIM TERHADAPPELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN” Permasalahannyaadalah: Apa dasar pertimbangan hakim menjatuhkan putusan pemidanaan yang disparitas tindak pidana pencurian dengan pemberatan?Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim menjatuhkan putusan pemidanaan yang disparitas tindak pidana pencurian dengan pemberatanyang bermanfaat secara teoritis dan praktis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dengan dengan studi putusan pengadilan, variabel yang digunakan adalah variabel bebasyaitu pertimbangan hakim menjatuhkan disparitas putusan pemidanaan terhadap tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan variabel terikat yaitu putusan pemidanaan terhadap tindak pidana pencurian dengan pemberatan. sumber bahan hukum terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang dianalisis secaradeskriptif kualitatif atas permasalahan yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian penulis bahwa disparitas penjatuhan pidana dalam putusan hakim yang terdiri dari: (1). Faktor hukum yang terdiri dari ancaman minimal dan maksimal dalam KUHP. (2). Tuntutan Penuntut Umum dalam dakwaan berbeda-beda yang dapat menimbulkan disparitas putusan hakim tindak pidana pencurian dengan pemberatan. (3). Kualitas perbuatan terdakwa dan alat bukti dilihat dari perbuatan dan akibat terhadap korban dengan adanya nilai kerugian yang dialami korban. (4). Faktor Subyek dari Pelaku dalam persidangan yang menentukan berat dan ringan dalam persidangan. (5). Hakim yang memeriksa berbeda karena adanya indepensi dari masing-masing hakim yang memeriksa setiap perkara di pengadilanmaka sarankan beberapa hal yaitu: (1). Bagi hakim perlu meningkatkan dan mengoptimalkan profesionalisme hakim dalam mempertimbangankan dan memberikan putusan yang seadil-adilnya bagi terdakwa. (2). Perlu upaya pemidanaan yang tepat dan serasi serta penghayatan hakim terhadap asas proporsionalitas antara kepentingan korban dan terdakwa dalam masyarakat dan kepentingan negara karena untuk menghilangkan disparitas penjatuhan pidana terhadap pelaku pencurian sama sekali tidak mungkin karena faktor perundang-undangan telah mengatur secara limitatif dengan ancaman minimal dan maksimal yang memberikan kebebasan kepada hakim. Kata Kunci: Putusan Hakim, Tindak pidana, Pemberatan.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Metusalak Modu, 2021. Analisis Yuridis Pembatalan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen oleh Hakim Merujuk pada rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu , Bagaimanakah Pertimbangan Hakim Dalam menjatuhkan putusan Membatalkan Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen? Dengan tujun penelitian yakni untuk mengetahui bagaimnana pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan membatalkan putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif, sedangkan variabel penelitian adalah variabel bebas, yakni; pembatalan putusan Arbitrase Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen oleh hakim di Pengadilan, dan variabel terikat yakni; dasar pertimbangan hakim pengadilan dalam membatalkan putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. Hasil penelitian telah membuktikan bahwa dasar pertimbangan hakim Pengadilan Negeri dan Mahkamah Agung dalam menjatuhkan putusan membatalkan putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen No. 291/Arbitrase/BPSK-BB/III/2017 adalah sebagai berikut. 1. Hakim Pengadilan Negeri membatalkan Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Karna berdasarkan fakta-fakta yang terungkapkan dipersidangan serta berkas dari Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen(BPSK) Kabupaten Batu Bara, tidak terdapat fakta yang menunjukan pemohon keberatan dan termohon keberatan telah bersepakat untuk menyelesaikan sengketa mereka melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen(BPSK) Batu Bara. Dan berdasarkan surat perjanjian pembiayaan terkait dengan pilihan hukum tersebut dikatakan bahwa jika suatu saat terjadi perselisihan dalam pembiayaan ini maka Pengadilan Negerilah yang punya Wewenanag menyelesaikan masalah ini bukan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. 2. Hakim Mahkamah Agung Membatalkan Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen(BPSK) karena berdasarkan fakta-fakta dalam perkara a quo Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen tidak berwenang untuk memeriksa dan mengadili perkara a quo, dimana hubungan hukum antara Pemohon Keberatan dengan Termohon Keberatan berdasarkan perjanjian pembiayaan konsumen dengan jaminan fidusia dan berdasarkan fakta Termohon Keberatan telah wanprestasi yaitu berhenti membayar angsuran atau cicilannya kepada Pemohon Keberatan, sehingga secara absolut sengketa antara Pemohon Keberatan dengan Termohon Keberatan merupakan kewenangan Peradilan Umum (PN) dan bukan merupakan kewenangan Badan Penyelesaian Sengketa Konsum Kata Kunci : Pembatalan Putusan Badan Penyelesaiana Sengketa Konsumen(BPSK)