2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ANATOMI RINDU 2 adalah juga kumpulan opini, puisi, dan sajak yang menyerupai kakak kandung sebelumnya, Anatomi Rindu 1. Butuh waktu satu tahun lebih untuk melahirkan buku ini kembali, sejak Anatomi Rindu yang. Pada buku yang pertama, penulis sengaja membiarkan rasa mengambang, rindu yang kemana mana, dan kesimpulan yang dibuat sendiri-sendiri oleh pembacanya. Di buku Anatomi Rindu 2 agak berbeda. Penulis membaginya ke dalam tiga fase perjalanan, yaitu ; fase kehilangan, fase kesendirian, dan fase ketuhanan. Anatomi Rindu 2 tidak akan membiarkan ada rasa yang mengambang setelah dibuat berbunga, dan pada akhirnya ada Tuhan yang selalu setia.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Puji syukur Alhamdhulillah dipanjatkan kepada Tuhan yang Maha Kuasa yang telah menganugerahkan kesehatan dan motivasi kepada penulis sehingga buku ini bisa terwujud. Salam dan sholawat semoga tetap tercurahkan kepada tauladan umat yaitu Rasulullah Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan pengikutnya. Buku Anatomi Fisiologi untuk Terapis berisi sistemsistem yang ada pada tubuh manusia ditinjau baik dari strukturnya (anatomis) maupun fungsinya (fisiologis) beserta pengaruhnya pijat terhadap masing masing sistem. Terwujudnya buku ini ber-awal dari rasa keprihatinan terhadap para penyehat tradisional bahwa mereka berhubungan dengan kesehatan manusia namun pemahamannya tentang struktur dan fungsi organ masih perlu ditingkatkan. Terapis yang memahami tentang struktur tubuh dan bagaimana fungsinya penting untuk merancang pemeliharaan kesehatan yang efektif dan menjelaskan kondisinya kepada klien.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Bahan ajar ini diperlukan untuk menunjang proses belajar mengajar Botani Farmasi 1 dan memenuhi kebutuhan pustaka bagi mahasiswa farmasi STIKes Bogor Husada. Dalam bahan ajar ini terdapat tinjauan tentang anatomi tumbuhan.Untuk saat ini bahan ajar ini hanya digunakan oleh Civitas Akademika STIKes Bogor Husada.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Anatomi dan fisiologi adalah ilmu yang mempelajari urai tubuh beserta fungsinya. Sebagai pun calon tenaga kesehatan sudah menjadi keharusan bahwa setiap pelayanan kesehatan yang dilakukan harus mengerti terhadap keilmuan dasar. Anatomi perlu dimengerti karena menjadi dasar pertimbangan dalam setiap tindakan asuhan kepada pasien. Demikian juga, anatomi fisiologi tubuh manusia , terutama terkait kulit, rambut dan kuku menjadi suatu ilmu pendukung bagi mahasiswa AKS-AKK prodi tatarias, karena penting untuk memhami anantomi fisiologi ini sebagai ilmu yang memperkuat keterampilan dalam pemberian perawatan pada manusia. Secara umum buku ini terbagi dalam 3 bagian yaitu bagian . Bagian pertama menjelaskan pengantar anatomi sistem dan organ tubuh. Dimulai dari istilah-istilah dalam anatomi, sistim muskuloskeletal, syaraf, jantung dan pembuluh darah, darah dan sistim imunitas, pernafasan, pencernaan, reproduksi, perkemihan, endokrin, integument serta persepsi sensori, vitamin, dan mineral. ke dua fungsi dari masing-masing sistim/organ tubuh dan yang ketiga, menjelaskan beberapa gangguan ringan pada beberapa organ tersebut terutama kulit, rambut dan kuku. Buku Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia ini berupaya memaparkan dengan lebih sederhana, sehingga mudah dimengerti oleh mahasiswa perawat maupun mahasiswa prodi tatarias AKS-AKK, namun demikian, mata kuliah ini sangat sulit karena kompleksitasnya. Buku ini juga dilengkapi dengan berbagai contoh ragangan gambar untuk memperjelas, dan memudahkan serta dapat membantu mahasiswa dalam memahami dan lebih mudah dipelajari dan diingat. Semoga sederhana ini sangat berguna bagi mahasiswa dan perawat praktisi di tatanan pelayanan, Juga, mahasiswa tata rias.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelitian dalam tugas akhir ini bertujuan Untuk menganalsis disiplin kerja terhadap kinerja anggota di Polres Kota Kupang, dan Untuk menganalsis beban kerja terhadap kinerja anggota di Polres Kota Kupang. Dengan latar belakang penelitian ini adalah Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting di dalam suatu organisasi. Dengan demikian setiap organisasi harus senantiasa meningkatkan kualitas kinerja sumber daya manusianya untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan, Salah satu sistem pembinaan karier anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dilaksanakan melalui mutasi pada setiap jenjang kepangkatan secara rutin dan insidentil berdasarkan kebutuhan organisasi atau pertimbangan kepentingan individu Anggota sesuai persyaratan yang telah ditetapkan. Mutasi Jabatan dalam hal ini adalah pemindahan anggota dari suatu jabatan ke jabatan yang lain, baik yang sifatnya promosi, setara maupun demosi. Mutasi bisa berupa mutasi antar daerah yakni pemindahan anggota antar Polda atau antar Satuan fungsi (Satfung) di lingkungan Mabes POLRI atau dari Polda ke Mabes POLRI atau sebaliknya tanpa menunjuk jabatan Fakta yang diperoleh melalui penelitian awal tanggal 15 Februari 2021 menunujukkan hasil yang berbeda, ternyata penempatan sumber daya dalam institusi Kepolisian seringkali tidak tepat. Berdasarkan hasil wawancara awal 15 Feberuari 2021 dengan
beberapa anggota POLRI Resort Kupang kota, menunjukkan bahwa masih banyak anggota POLRI yang merasa bahwa dirinya kurang
kompeten dalam mengimplementasikan tugasnya pada suatu bidang setelah mutasi diberlakukan. Anggota-anggota tersebut berpendapat bahwa bidang yang dimaksud kurang atau bahkan tidak sesuai denganxiii minat, bakat serta kompetensinya. Ketidakpuasan anggota dalam penempatan kerja menimbulkan dampak yang cukup besar baik terhadap anggota itu sendiri, bagi organisasi, dan juga bagi masyarakat. Ketidakjelasan mutasi tersebut menimbulkan interpretasi yang berbeda-beda pada bawahan, serta membuat mereka bekerja dalam ketidakpastian karena sewaktu-waktu dapat dilakukan mutasi.
Banyak kasus yang dijumpai dimana anggota POLRI ditempatkan pada bidang yang tidak sesuai minat dan kompetensinya. Sebagai contoh, anggotaanggota tersebut ditempatkan pada bidang yang tidak sesuai dengan dikjur (Pendidikan Kejuruan) yang telah dilaksanakan. Misalnya anggota tersebut mengikuti dikjur Binmas tetapi saat penempatan justru pada unit Reserse, sehingga penempatan tersebut tidak sesuai dengan kompetensi anggota. Selain itu, seringkali bidang baru setelah mutasi diberlakukan merupakan bidang yang kurang diminati oleh anggota yang bersangkutan secara psikologis, anggota POLRI yang ditempatkan pada bidang yang kurang sesuai dengan minat dan kompetensinya tentu akan mengalami konflik-konflik internal seperti ketidaknyamanan yang pada akhirnya akan membuat anggota tersebut merasa tertekan atau stress dan merasa terbebani hingga memicu frustrasi, ini akan mengakibatkan anggota akan malas
dan menghindar dari pekerjaan yang sudah di berikan. Hasil penelitian ini adalah Responden yang merupakan anggota polisi resort kota Kupang menunjukan pernyataan yang baik terhadap setiap item jawaban yang diberikan. Nilai Hasil Pengujian H1 menunjukan variabel Disispli Kerja (X1) terhadap variabel Kinerja Anggota (Y) sebesar 0,796, hasil ini menunjukan bahwa peranan variabel disispli kerja memiliki hubungan yang kuat sehingga dapat meningkatkan
kinerja anggota Polisi Resort Kota Kupang Dikarenakan atasan dan rekan kerja saling mendukung dalam bekerja dan pembagian tugas diberikan sesuai dengan peran masing-masing anggota sehingga anggota polisi merasa disiplin kerja menjadi lebih baik jika kesadaran dan kesediaan setiap anggota menaati semua peraturan danxiv norma-norma sosial yang berlakuJika kemampuan pekerja lebih tinggi dari padatun tutan pekerjaan, akan muncul perasaan bosan. Namun sebaliknya, jika kemampuan pekerja lebih rendah dari pada tuntutan pekerjaan, maka akan muncul kelelahan yang lebih. Beban kerja yang dibebankan kepada karyawan dapat dikategorikan kedalam tiga kondisi, yaitu bebankerja yang sesuai standar, beban kerja yang terlalu tinggi (over capacity) dan beban kerja yang terlalu rendah (under capacity). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Variabel Beban Kerja (X2) terhadap variabel Kinerja Anggota (Y) sebesar 0,906. Hasil ini menunjukan bahwa beban kerja memiliki korelasi terhadap kinerja anggota polisi resort kota Kupang. Artinya bahwa Disaat organisasi memberikan aturan disiplin kerja maka dengan sangat mudah akan mewujudkan efektivitas dan efisiensi kerja sehingga akan muada pula dalam mencapai tujuan organisasi secara
maksimal.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengguliran Dana Pem Tahap VI Tahun 2019 (Nov 2019 S/d Juli 2021) Jumlah Penerima 30 Orang Jumlah Dana Yang salurkan Rp.227.000.000 Cicilan s/d Bulan lalu Rp.42.282.000. Cicilan Bulan ini Rp.1.270.000. Cicilan s/d Bulan ini Rp.43.552.000 Sisa Cicilan Rp 183.448.000.pada umumnya responden penerima bantuan pemberdayaan ekonomi berada pada usia produktif dan berpendidikan cukup memadai. usaha yang paling menonjol dikalangan responden penerima bantuan modal adalah usaha kios sembako dan usaha ternak babi. dengan jumlah bantuan terbesar pada kategori Rp. 5.000.000 - Rp. 15.000.000. sebagian besar peserta mengerjakan usahanya sendiri (tanpa bantuan orang lain atau tanpa menggunakan tenaga kerja).sesudah adanya program dana pemberdayaan ekonomi masyarakat 96,67% usaha yang dijalankan oleh responden masih dikelolah sendiri dan 3,33% usaha yang dijalankan oleh responden menggunakan tenaga kerja. 3,33% usaha dengan menggunakan tenaga kerja menggunakan sistem upah harian dan bulanan.dari realisasi penyaluran dana pemberdayaan ekonomi sebesar 53,3 % , dengan 83,33% respondennya mengelola usahanya sendiri tanpa bantuan orang lain. Kondisi demikian menunjukkan bahwa skala usaha atau aktivitas usaha responden masih terbatas atau relatif kecil, dan mengalami perkembangan modal usaha sebesar 34%. Adapun Responden yang melakukan pengembalian modal secara lancar sebesar 19,9%.peningkatan volume usaha responden terlihat mengalami peningkatan volume usaha sebesar 74,55% atau naik sebesar Rp.32.818.000 dari tahun 2018 ke tahun 2019, sedangkan dari tahun 2019 ke tahun 2020 peningkatan volume usaha sebesar 57,28% atau naik sebesar Rp.44.020.000. sebelum adanya dana pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah Rp.44.020.000, dengan pendapatan rata ratanya adalah Rp.1.467.333, masing – masing responden mendapat bantuan modal dari dana pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan jumlah dana secara keseluruhan sebesar Rp.227.000.000. Bantuan modal dana dari pemerintah digunakan oleh responden untuk pengembangan usaha, adapun hasil secara keseluruhan dari semua responden adalah Rp.120.858.000, dengan pendapatan sesudah menerima bantuan modal rata-ratanya adalah Rp.4.028.600.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi retribusi pasar kabupaten timor tengah selatan tahun 2017-2019 di lihat dari : (1) Strategi Yang Di Pakai
Dalam Meningkatkan Retribusi Pasar. (2) Analisis Trend Perkembangan Retribusi Pasar (3) Analisis Trend Perkembangan Retribusi Jasa Umum (4) Analisis Trend Perkembangan Retribusi Daerah (5) Kontribusi Retribusi Pasar Terhadap Retribusi Jasa Umum (6) Kontribusi Retribusi Jasa Umum Terhadap Retribusi Daerah . Pengumpulan data mengunakan metode Dokumentasi dan data yang di gunakan dalam penelitian ini berupa laporan realisasi retribusi pasar, retribusi Jasa Umum dan Retribusi Daerah tahun angaran 2017-2020. Hasil Optimalisasi retribusi Pasar Kabupaten Timor Tengah Selatan di lihat dari (1) strategi optimalisasi retribusi pasar meliputi 5 indikator memperluas basis penerimaan, memperkuat proses pemungutan, meningkatkan pengawasan, meningkatakan efisiensi administrasi dan menekan biaya pemungutan serta meningkatkan kapasitas melalui perencanaan yang baik yang berarrti pemerintah kabupaten timor tengah selatan cukup serius untuk melaksanakan strategi yang ada. (2) trend perkembangan retribusi pasar dimasa yang akan datang terus mengalami peningkatan yang berarti Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan cukup serius untuk mengoptimalkan retribusi Pasar. (3) Trend Perkembangan Retribusi Jasa Umum terus Mengalami peningkatan di masa yang akan datang yang berarti Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan cukup serius untuk mengoptimalkan Retribusi Jasa Umum (4) Trend Perkembangan retribusi daerah menunjukan bahwa penerimaan retribusi Daerah untuk tahun-tahun yang akan datang terus mengalami peningkatan, Sehinga Retribusi Daerah juga perlu mendapatkan perhatian yang cukup serius dari Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan untuk mengoptimalkan penerimaannya. (5) Kontribusi Retribusi Jasa Umum Terhadap Retribusi Daerah mengalami pertumbuhan dengan rata-rata setiap tahunnya dari tahun 2017-2020 sebesar 59,92 parsen sehingga dari hasil kontribusi retribusi Jasa Umum terhadap retribusi daerah tersebut dapat dikatakan termasuk dalam kategori Sedang karena perolehan nilai berada pada kriteria 50% . (5) Konttribusi Retribusi Pasar Terhadap Retribusi Jasa Umum mengalami pertumbuhan dengan rata-rata setiap tahunnya dari tahun2017-2020 sebesar 22,79%, sehingga dari hasil hasil kontibusi retribusi Pasar tersebut dapat dikatakan termasuk dalam kategori kurang.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan organisasi dapat tercapai apabila para pegawai mengerjakan pekerjaan sebagai tanggung jawabnya dengan dengan baik sesuai dengan peraturan yang berlaku didalam organisasi atau dalam suatu perusahaan. Pada dasarnya sumber daya manusia mempunyai peranan yang penting dalam setiap aspek kehidupan suatu organisasi termasuk didalamnya adalah organisasi perusahaan lebih khususnya perusahaan media cetak Victory News oleh karena itu perlu memahami karakteristik para pegawai yang akan berperan dalam pencapaian tujuan organisasi.
Menurut Rivai (2009:405) kinerja perusahaan merupakan tingkat pencapaian hasil dalam rangka mewujudkan tujuan perusahaan dan dengan demikian kinerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan. Untuk mendorongPada saat yang sama karyawan pun memerlukan umpan balik atas kinerja mereka sendiri yang disebut penilaian kinerja.
Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang ataupun barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan karyawan terhadap perusahaan (Hasibuan, 2002:118).Salah satu cara manajemen untuk meningkatkan prestasi kerja, memotivasi dan meningkatkan kepuasan kerja para karyawan adalah melalui kompensasi (Mathis dan Jackson, 2000:113). Secara sederhana kompensasi merupakan sesuatu yang diterima karyawan untuk balas jasa kerja mereka.
Pelatihan adalah suatu proses pendidikan jangka pendek yang mempergunakan prosedur sistimatika dan terorganisir dimana karyawan non manajerial mempelajari pengetahun dan ketrampilan teknis dalam tujuan teerbatas (Mangkunegara, 2000:44).
Lingkungan kerja dalm suatu perusahaan juga akan mendukung tingkat kinerja karyawan. Jika dalam lingkungan sekitar tempat kerja memberikan kesan yang tidak nyaman, karyawan akan merasa malas dalam bekerja. Hal ini sama seperti apa yang dikatakan oleh Nitisemito dalam Nuraini (2013:97) lingkungan kerja adalah segala sesuatu yangada disekitar karyawan dan dapat mempengaruhi dalam menjalankan tugas yang diemban kepadanya.
Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah: Pengaruh Kompensasi, Pelatiahan dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Victory News Kupang. Ada pun yang menjadi persoalan dalam penelitian ini adalah : Apakah kompensasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Victory News Kupang? Apakah pelatihan berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Victory News Kupang? Apakah lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Victory News Kupang?
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kompensasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian ini tidak mendukung hipotesis pertama yaitu kompensasi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal tersebut berdasarkan uji t sebesar 0.353 menunjukkan nilai signifikan sebesar 0.725 > 0.05 yang artinya lebih besar dari 0.05. Sehingga dapat membuktikan bahwa kompensasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan.
Hasil penelitian pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa pelatihan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Victory News Kupang. Hal ini berdasarkan nilai uji t sebesar 2.321 menunjukkan nilai signifikan 0.024 < 0.05 yang berarti lebih kecil dari 0.05. sehingga membuktikan bahwa pelatihan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini memperkuat dan sejalan dengan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Berhard dan Sendow (2018) yang menyimpulkan bahwa baik secara parsial atau simultan pelatihan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan.
Hasil penelitian pengaruh limgkungan kerja terhadap kinerja karyawan mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa lingkungan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Victory News Kupang. Hal ini berdasarkan nilai uji t sebesar 4.729 menunjukkan nilai signifikan 0.00 < 0.05 yang berarti lebih kecil dari 0.05. sehingga membuktikan bahwa lingkungan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan
Implikasi terapan dalam penelitian ini adalah : 1. Hasil penelitian membuktikan bahwa kompensasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, oleh sebab itu disarankan kepada pihak manajemen PT. Victory News agar dapat memperhatikan Upah dan gaji perlu tingkatkan, insentif perlu diperbaiki, tunjangan karyawan perlu disesuaikan dengan kondisi pekerjaan demikian juga dengan fasilitas yang digunakan oleh karyawan dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. 2. Pihak manajemen juga perlu memperhatikan tentang pemberian pelatihan kepada karyawan agar dapat meningkatkan dan menambah ketrampilan dan wawasan karyawan dalam bekerja, 3.Pihak manajemen dapat memperhatikan dan memperbaiki lingkungan kerja, menigkatkan pencahayaan, mengurangi bau tidak sedap serta kebisingan yang dapat mengganggu dalam bekerja.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Paradigma layanan publik berevolusi dari layanan yang terpusat untuk memberikan fokus yang lebih berorientasi pada layanan dalam mengelola pemerintah yang didorong oleh pelayanan kepada masyarakat. Untuk terwujudnya implementasi pelayanan publik diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki kemampuan untuk melayani, memenuhi kebutuhan, merespons pengaduan masyarakat secara memuaskan, sesuai dengan harapannya melalui kebijaksanaan, instrumen hukum yang dijadikan referensi dalam control ( Hadian,2017). Kinerja adalah ukuran keberhasilan suatu organisasi, baik secara organisasi produksi atau organisasi penyedia layanan.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil adalah salah satu organisasi yang bergerak dibidang layanan yang juga membutuhkan kinerja sebagai tolak ukur keberhasilannya ( Pawirosumanto & Sarjana, 2017) Indikator untuk mengukur kinerja pegawai meliputi kualitas kerja yang artinya mutu pekerjaan yang dihasilkan, kuantitas kerja yang artinya upaya untuk meningkatkan angka unit yang diproduksi dan hasil dari aktifitas kerja, lalu ketepatan waktu artinya ketepatan memaksimalkan waktu yang tersedia, menyelesaikan tugas dengan cepat dan tepat dan mampu menyelesaikan tugas sesuai dengan kebutuhan dan efektivitas artinya menggunakan fasilitas yang tersedia dan memaksimalkan pekerjaan yang diselesaikan. Dewasa ini muncul beberapa fenomena dalam organisasi salah satunya belum optimalnya kinerja pegawai. Indikasinya tercermin dari rendahnya tingkat ketercapaian sasaran kerja pegawai dengan target yang telah ditetapkan ( Sari & Hadijah,2016).
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan salah satu instansi pemerintah yang melayani administrasi publik. Pelayanan publik ini meliputi pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Pendaftaran penduduk meliputi pembuatan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), dan Surat Pindah, sedangkan pencatatan sipil meliputi pembuatan kutipan akta kelahiran, kutipan akta kematian, kutipan akta perceraian, pencatatan pengakuan anak dan pengesahan anak, pencatatan perubahan nama, dan pencatatan perubahan kewarganegaraan. Budaya organisasi merupakan sistem makna bersama yang dianut oleh seluruh anggota yang membedakan organisasi itu dari organisasi-organisasi lain. Penerapan budaya organisasi yang kondusif dan menyenangkan dapat menjadi kekuatan yang mampu mengarahkan perilaku karyawan pada pencapaian tujuan organisasi melalui kinerja yang diberikan (Donny & Tri,2017). Budaya organisasi yang kuat berguna untuk mengarahkan perilaku, karena membantu karyawan untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik sehingga setiap karyawan di awal karirnya perlu memahami budaya organisasi dan bagaimana budaya itu diterapkan didalam perusahaan(Paramita, Lumbanraja & Absah, 2018). Tanpa adanya budaya organisasi jalannya roda perusahaan tidak memiliki pedoman atau acuan dalam bertindak dan mememcahkan masalah. Selain berpegang pada budaya organisasi, pihak manajemen perlu memberikan kepuasan kerja pada setiap karyawannya seperti memberikan gaji yang dikenal signifikan, tetapi kompleks secara kognitif dan merupakan faktor multidimensi, kemudian promosi jabatan yang membuat karyawan berlomba-lomba dalaam melakukan yang terbaik atas rekam jejak kinerjanya supaya mendapatkan reward naik jabatan atau promosi jabatan, dan kondisi kerja yang baik.
Faktor kepuasan kerja pegawai sangat penting artinya bagi perusahaan karena dengan adanya kepuasan bagi pegawai, diharapkan nantinya akan semakin meningkatkan kinerja dan berimbas pada peningkatan produktivitas perusahaan secara menyeluruh atau dalam ilmu manajemen jasa dikenal dengan istilah “ happy employee, happy customer”, yang berarti sebelum memuaskan pelanggan, harus terlebih dahulu member kepuasan bagi pekerja, sehingga pekerja pun akan dengan senang hati dan tulus ikhlas member pelayanan yang optimal bagi customernya ( Ima & Gawi, 2016). Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas Pengaruh Budaya Organisasi dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metote kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik pengambilan data kusioner. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 49 orang dan jumlah populasi sebanyak 49 orang karyawan yang bekerja di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka.
Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka. peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Uji koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhada kinerja pegawai Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka. Sedangkan secara simultan budaya organisasi dan kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka
Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda dengan nilai konstan a sebesar 10.490 sedangkan koefesien regresi bˡ = 0.508, b² adalah 0.211.Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan budaya organisasi (X1) dan kepuasan kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 10,490+ 0,211 X1 + 0,452 X2 + e. Selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh budaya organisasi (X1) terhadap kinerja pegawai(Y). Diketahui bahwa untuk variabel budaya organisasi (X1) ditemukan t hitung = 3.341 lebih besar t table = 2.4048 dan tingkat Sig. = 0,002.berikutnya hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh rekan kerja (X2) terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kepuasan kerja (X2) ditemukan t hitung = 6.525 lebih besar t table = 2.4048 dan tingkat Sig. = 0,000. Untuk hasil pengujian Uji F diadapati F hitung = 22.164 lebih besar F tabel = 5.93 dan tingkat Sig. = 0,000). berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2 ) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.833 atau 82,6%. Hal ini berarti besarnya pengaruh budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai adalah 82,6%.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Organisasi yang ideal adalah organisasi yang mampu mencapai tujuan secara optimal. Sebagai tujuan yang ingin di capai oleh PT. Timor Sejahtera Aguafit Kabupaten Kupang. Suatu organisasi sangat memahami bahwa karyawan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilannya.
Hal tersebut hanya dapat menjadi berkat kepemimpinan dalam suatu organisasi dalam memahami kebutuhan karyawan, dean dengan kemampuan mereka untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif yang pada akhirnya dapat menumbuhkan daya saing yang sehat dan dapat membuat para karyawan merasa termotivasi secara internal. Sadar akan pentingnya kualitas dari tenaga kerja untuk mencapai stadar yang diperlukan baik oleh pelanggan-pelanggan lokal maupun internasional PT. Timor Sejahtera Aquafit Kabupaten Kupang . Disiplin kerja adalah sebuah penentuan kerja yang ampuh. Meskipun demikian karena disiplin kerja biasanya berhubungan erat dengan kompensasi. Para atasan umumnya berupaya untuk mengurus kelompok mereka, bukan menggunakan penilaian kinerja untuk mengenali siapa yang tidak bekerja dengan baik dan kemudian menentukan mengapa kinerja karyawan tersebut dibawah standar.
Kinerja menjadi alat penting dalam melihat pencapaian tujuan organisasi, apabila kinerja karyawan rendah maka harus dilihat dari faktor disiplin dan motivasi kerjanya. Jika kedisiplinan dan motivasi kerja suatu karyawan tinggi maka kinerja kerja juga akan tinggi, tetapi sebaliknya jika kedisiplinan dan motivasi kerja suatu karyawan rendah makan kinerja juga akan rendah. Sehingga pernyataan tersebut maka munculah permasalahan yaitu “Apakah disiplin kerja motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Timor Sejahtera Aguafif Kupang”?. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Timor Sejahtera Aguafit Kabupaten Kupang.
Pengumpulan data yang dilakukan dengan penyebaran kuisioner dengan jumlah sampel sebanyak 37 responden dengan menggunakan pendekatan deskripsif kuantitatif. Oleh karena itu dalam penelitian ini, hasil analisis data yang digunakan adalah analisis statistic dalam bentuk uji regresi linear berganda.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh yang positif antara disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Timor Sejahtera Aguafit Kabupaten Kupang. Hasil uji correlation mengemukakan bahwa N=37 dan indicator Disiplin kerja (X1) memperoleh nilai pearson correlation 0,606 dengan taraf signifikansi 0.000, sedangkan motivasi kerja (X2) memperoleh nilai 0,699 dengan taraf signifikansi 0,000<0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Disiplin kerja dan motivasi kerja sangat berpengaruh terhadap kinerja Karyawan (Y).
Sedangkan dalam hasil uji Parsial (uji t) menunjukan bahwa nilai thitung koefisien disiplin kerja (X1) adalah 3,259 dengan tarag signifikan 0.003, sedangkan ttabel adalah ἁ=0,05, sedangkan pada motivasi kerja memiliki nilai 4.614 dengan nilai sig. 0.000= 5%. Sedangkan pada uji F, dari perhitungan didapatkan nilai Fhitung sebesar 26.649 dengan taraf signifikansi 0.000, dan nilai df1 = 2, df2 = 34. Dapat didapatkan nilai Ftabel = 2.032. dalam hasil uji koefisien determinasi (R2 ) diketahui nilai R squere sebesar 0.611 (61,1%). Sehingga dapat dijelaskan bahwa variabel disiaplin kerja menjelaskan kinerja karyawan sebesar 61,1% dan sisa di jelaskan oleh variabel lain. Dalam pengujian hipotesis juga di ketahui bahwa variabel disiplin kerja dan motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan pada PT. Timor Sejahtera Aguafit Kabupaten Kupang karena masing-masing variabel memiliki nilai signifikansi 0.000 atau 5%.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 tentang pengelolaan dana desa,di mana dana desa merupakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukan bagi desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah Kabupaten/kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyaraakatan dan pemberdayaan masyarakat . Sistem pengelolaan dana desa yang dikelola oleh pemerintah desa termasuk didalamnya mekanisme penghimpunan dan pertanggungjawaban merujuk pada UU No 33 Tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dalam pengelolaaan dana desa terdapat 5(lima) tahapan yaitu Perencanaan, Pelakaksanaan, Penatausahaan, Pelaporan dan Pertangungjawaban. Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti tertarik megambil judul”Analisis Kinerja Pengelolaan Dana Desa”. Untuk mengetahui proses perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan dana desa di desa Baumata Barat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana proses perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan dana desa di desa Baumata Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan dana desa di desa Baumata Barat. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dukumentasi, dan wawancara. sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis bahwa perencanaan dalam pengelolaan dana desa telah dilakukan proses penetepan perencanaan sudah sesuai dengan permendagri No. 113 tahun 2014. Proses pelaksanaan dalam pengelolaan dana desa sudah sesuai dengan permendagri No.113 tahun 2014. Untuk proses penatausahaan dalam pengelolaan dan desa belum sesuai dengan permendagri No.113 tahun 2014 dimana bendahara desa Baumata Barat terlambat melakukan pencatatan penerimaan maupun pengeluaran. Dan proses pelaporan dalam pengelolaan dana desa juga belum sesuai dengan permendagri No.113 tahun 2014 dikerenakan keterlambatan dalam penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan sehingga tidak dapat dilaporkan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Proses pertanggungjawaban dalam pengelolaan dana desa sudah sesuai dengan permendagri No.113 tahun 2014 dimana pemerintah desa Baumata Barat memberikan informasi pertanggunjawaban kepada masyarakat dilakukan melalui baliho sehingga mempermudah masyakat untuk mengatahui laoparan pertanggunjawaban yang ada. Kata Kunci : Pengelolaan Dana Desa, Perencanaan, Pelaksanaan, Penatausahaan, Pelaporan, Pertanggungjawaban
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAPA KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR BADAN PENGELOLAH PERBATASAN PROVINSI NTT Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap pegawai adalah kinerja pegawai. Suatu organisasi dapat bertahan jika setiap kegiatan pegawai didukung oleh kinerja pegawai. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja pegawai adalah dengan memperhatikan kualitas lingkungan kerja dan disiplin kerja pada karyawan. Lingkungan kerja merupakan salah satu komponen penting dalam menumbuhkan kenyamanan pegawai di tempat kerja. Selain itu disiplin kerja juga merupakan komponen penting untuk meningkatkan ketaatan pegawai terhadap peraturan organisasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuai pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada kantor Dinas Pengelolah Perbatasan provinsi NTT, karena penulis menemukan bahwa terdapat kenaikan tingkat absensi pegawai serta meningkatkan kinerja pegawai. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah lingkungan kerja displin kerja, dan kinerja pegawai. Menurut Saydam (2010:226) mendefenisikan lingkunga kerja sebagai keseluruhan sarana prasarana kerja yang ada disekitar pegawai yang sedang melaksanakan pekerjaan yang dapat mempengaruhi pekerja itu sendiri. Suwanto (2001:228) mengemukakan pengertian disiplin kerja yaitu suatu sikap menghormati, menghargai, patuh dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis serta sanggup menjalankannya dan tidak mengelak untuk menerima sanksi- sanksinya apabila ia melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya. Mangkunegara (2005:9) Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja dapat dipandang sebagai proses maupun hasil pekerjaan. Kinerja merupakan suatu proses tentang bagaimana pekerjaan berlangsung untuk mencapai hasil kerja. Namun hasil pekerjaan itu sendiri juga menunjukkan kinerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 52 orang pegawai. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 52 orang pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS.Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahuai bahwa. Lingkungan kerja pegawai dalam kategori sedang, disiplin kerja berada dalam kategori sedang dan kinerja karyawan juga berada dalam kategori sedang. Dalam analisi lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa lingkungang kerja tidak berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,040 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,342 yang berarti semakin baik lingkungan kerja, semakin tinggi pula kinerja pegawai, dan sebaliknya. Sedangkan disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang di tunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,458 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,133 yang berarti semakin baik disiplin kerja maka semakin tinggi pula kinerja pegawai . Kata Kunci : Lingkungan Kerja, Disiplin Kerja Dan Kinerja Pegawai
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Hubungan variabel Penghargaan Atas Prestasi Karyawan terhadap Prestasi Kerja KaryawanPT. Telkom Kupang. (2) Hubungan variabel Kebutuhan Fisiologisterhadap Prestasi Kerja Karyawan PT. Telkom Kupang. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian survey, di mana instrumen penelitian ini berupa kuesioner.Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Kupang sebanyak 99 karyawan.Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 20 responden.Uji Deskriptif menggunakan IBM SPSS Statistics versi 21 dan uji Korelasi menggunakan rumus korelasi. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) Berdasarkan pengujian yang dilakukan, hasil pengujian menyimpulkan bahwa penghargaan atas prestasi karyawan berhubungan dengan gaji, promosi, bonus dan apresiasi terhadap prestasi kerja yang dilaksanakan oleh karyawan untuk mengetahu tingkat prestasi kerja pada perusahaan sehingga dapat melihat tingkat kualitas kerja yang bagus. Dalam hal ini yang kuat positif terhadap prestasi kerja karyawan PT Telkom Kupang. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil uji korelasi tersebut, diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara penghargaan atas prestasi kerja karyawan terhadap prestasi kerja karyawan dalam sebesar 0,003 dan nilai correlation coefficient sebesar 0,490 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, hasil pengujian menyimpulkan bahwa berhubungan dengan sandang, pangan dan papan terhadap prestasi kerja yang dilaksanakan oleh karyawan untuk mengetahu tingkat prestasi kerja pada perusahaan sehingga dapat melihat tingkat kualitas kerja yang bagus. Dalam hal ini yang kuat positif terhadap prestasi kerja karyawan PT Telkom Kupang. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil uji korelasi tersebut, diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara kebutuhan fisiologis terhadap prestasi kerja karyawan dalam sebesar 0,001 dan nilai correlation coefficient sebesar 0,490 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, hasil pengujian menyimpulkanbahwa berhubungan dengan kualitas kerja, kuantitas kerja, keandalan dan sikap denganpenghargaan dan kebutuhan fisiologis yang dilaksanakan oleh karyawan untuk mengetahu tingkat prestasi kerja pada perusahaan sehingga dapat melihat tingkat kualitas kerja yang bagus. Dalam hal ini yang kuat positif terhadap prestasi kerja karyawan PT Telkom Kupang. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil uji korelasi tersebut, diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara prestasi kerja karyawan terhadap penghargaan atas prestasi karyawan dengan kebutuhan fisiologis dalam sebesar 0,006 dan nilai correlation coefficient sebesar 0,490 yang berarti Ho diterima dan Ha ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa penghargaan atas prestasi karyawan berhubungan positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan begitupun dengan kebutuhan fisiologis berhubungan positif dan signifikansi terhadap prestasi kerja karyawan.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini berjudul analisis pengaruh kualitas pelayanan dan nilai pelanggan terhadap kepuasan anggota pengguna jasa KSP Kopdit Sehati Ba’a. Skripsi ini ditulis Oleh Arni Sarlince Ndun, Nim: 17412491, Fakultas Ekonomi Program Studi manajemen, Jalur Minat pemasaran, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Latar belakang penulis melakukan penelitian mengenai kualitas pelayanan dan nilai pelanggan yang mampu membuat anggota puas dalam menggunakan jasa KSP Kopdit Sehati Ba’a. Lembaga keuangan merupakan salah satu lembaga yang harus selalu meningkatkan kualitas pelayanannya kepada anggota. Didalam perekonomian, pasti ada transaksi simpan pinjam terhadap lembaga maupun perorangan Menurut Malayu Hasibuan, (2000:9). Operasional koperasi akan berkaitan dengan pelayanan jasa Semakin disadari bahwa pelayanan merupakan salah satu cara atau jurus yang ampuh, agar dapat menarik nasabah sehingga tujuan dari koperasi dapat tercapai. Kualitas pelayanan merupakan hal yang sangat penting bagi anggota sehingga tetap harus menerapkan kualitas pelayanan yang baik dan nilai pelanggan dalam Mencapai Tujuan. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Dapat Menganalisis Pengaruh Pengaruh Dari Kualitas Pelayanan (X1) dan Nilai Pelanggan (X2) Terhadap Kepuasan Anggota (Y) Pengguna Jasa Ksp Kopdit Sehati Ba’a. Penelitian ini dilakukan karena peneliti menganggap perlu mengetahui variabel yang diteliti pada KSP Kopdit Sehati Ba’a sehingga pemimpin dapat menyiapkan kualitas pelayanan dalam menjalankan tugas sehingga dapat tercapainya visi, misi serta tujuan organisasi. Objek penelitian ini adalah Ksp Kopdit Sehati Ba’a . Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada sampel penelitian sebanyak 222 anggota dalam penelitian ini dianalisis menggunakan persamaan analisis regresi linear berganda dilakukan untuk mengetahui seberapa pengaruh variabel (x) terhadap (y) persamaan regresi berganda secara umum adalah : Y= α +β1 x1+ β 2 x2+ e. Berdasarkan hasil analisis pada tabel diatas, dengan menggunakan aplikasi SPSS dapat diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut : Y = 21.724 + 0,573 (X1) + 0,142 (X2)+ e. Uji hipotesis koefisien Determinasi nilai Adjusted R Square sebesar 0,624. Hal ini berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat adalah sebesar 62,4 % sisanya 37,6 % dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Uji hipotesis Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah Kualitas Pelayanan, Nilai Pelanggan dan Kepuasan Anggota. Diketahui bahwa t tabel sebesar 2.033, t hitug sebesar 9,030 menunjukkan bahwa nilai signifikan adalah 0,000 0,05 dan nilai t hitung 9,030 > nilai t tabel 2.033 maka ho ditolak artinya terdapat pengaruh kualitas pelayanan ( X1) terhadap kepuasan pelanggan ( Y ) secara signifikan dan ha diterima. Diketahui bahwa t tabel sebesar 2.033, t hitug sebesar 1,139 menunjukkan bahwa nilai signifikan adalah 0,256 > 0,05 dan nilai t hitung 1,139 nilai t tabel 2.033 maka ha ditolak dan ho diterima artinya tidak terdapat pengaruh nilai pelanggan terhadap kepuasan pelanggan secara signifikan. Diketahui bahwa F tabel sebesar 3,28 F hitug sebesar 184,417 dan nilai signifikan adalah 0,000 . maka : F hitung 184,417 > F tabel 3,28 menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh kualitas pelayanan dan nilai pelanggan terhadap kepuassan anggota secara signifikan. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa variabel kualitas pelayanan pengaruh secara signifikan terhadap kepuasan anggota pengguna jasa ksp kopdit sehati ba,a. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa variabel nilai pelanggan pengaruh secara signifikan terhadap kepuasan anggota pengguna jasa ksp kopdit sehati ba,a. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Nilai Pelanggan dan Kepuasan Anggota
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perusahaan perbankan merupakan lembaga yang memegang peranan penting
dalam kegiatan perekonomian suatu negara. Peningkatan kinerja perusahaan bank
di suatu negara dapat dijadikan tolak ukur bagi perkembangan pembangunan
negara tersebut. Semakin maju suatu negara maka semakin besar pula perannya.
Oleh sebab itu dalam penelitian ini peneliliti akan menganalisis laporan
keuangan perusahaan perbankan untuk menggambarkan kondisi baik atau
buruknya kinerja keuangan suatu perusahaan perbankan.Kinerja keuangan adalah
gambaran dari pencapaian keberhasilan perusahaan dapat diartikan sebagai hasil
yang telah dicapai atas berbagai aktivitas yang telah dilakukan. Selain dari pada
itu kinerja keuangan merupakan pekerjaan formal yang dilakukan oleh
perusahaan, untuk mengukur keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan laba,
sehingga dapat diketahui prospek, pertumbuhan dan potensi perusahaan untuk
perkembangan yang baik.Perusahaan mengandalkan sumber daya yang ada. Cara
Pengukuran kinerja keuangan perusahaan adalah dengan menggunakan rasio
keuangan. Sehingga rasio keuangan menunjukkan perubahan dalam kondisi
keuangan perusahaan serta potensi perusahaan dalam mengelola kekayaan
perusahaan dalam meningkatkan nilai perusahaan.
Berdasarkan penjelasan tersebut, untuk melihat nilai suatu perusahaan dapat
dilihat berdasarkan return saham yang diperoleh perusahaan dari investasi.Perlu
untuk diketahui bahwa Return saham merupakan salah satu dayatarik bagi investor dalam menanamkan modalnya dalam bentuk saham, dimana return dapat
memberikan keuntungan yang cukup besar, namun kadang juga mampu
memberikan kepuasan tersendiri. Selain dari pada itu return saham selalu
dijelaskan dengan variabel funda mental. Informasi funda mental secara umum
dapat digambarkan sebagai informasi yang berkaitan dengan data keuangan
historis suatu perusahaan. Rasio keuangan yang dapat digunakan untuk
memprediksi return saham adalah Loan to Deposit Ratio ( LDR), Net Profit
Margin (NPM), dan Capital Adequacy Ratio (CAR).
Oleh sebab itu dalam penelitian ini, penelitian bertujuan untuk menganalisis
apakah terdapat pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham pada
Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia.Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia yaitu sebanyak 45 Perusahaan Perbankan. Dan sampel yang akan
diteliti dalam penelitian ini adalah sebanyak 10 Perusahaan Perbankan yang
memenuhi kriteria yang diajukan oleh peneliti dengan menggunakan teknik
pengambilan sampel secara Purpose Sampling.
Dari hasilanalisis yang dilakukan peneliti menyatakan bahwa untuk Uji atau
secara parsial terdapat pengaruh Loan to Deposit Ratio (X1), Net Profit Margin
(X2), Capital Adequacy Ratio (X3) terhadap Return Saham (Y) pada Perusahaan
Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2019. Hal ini
dibuktikan dengan perolehan Loan to Deposit Ratio (X1) nilai signifikan adalah
sebesar 0,001 < 0,05 dan nilaithitung 3,598 >1,679 , untuk variable Net Profit
Margin (X2) diperoleh nilai signifikan adalah sebesar 0,007 > 0,05 dan nilaithitung
2,864 >1,679 dan untuk variabel Capital Adequacy Ratio (X3) diperoleh nilai signifikan adalah sebesar 0,027 < 0,05 dan nilait hitung2,318 > 1,688.Untuk Uji F
atau secara bersama-sama atau simultan terdapat pengaruh Loan to Deposit Ratio
(X1), Net Profit Margin (X2), Capital Adequacy Ratio (X3)terhadap Return
Saham (Y). hal ini dibuktikan dengan perolehan tingkat signifikansi sebesar
0.000<0.05. Sedangkan untuk Uji Determinasi di dapati nilai R2 sebesar 0,628
yang artinya bahwa perolehan R2 sebesar 62,8% variable return saham (Y) dapat
dijelaskan oleh variable Loan to Deposit Ratio (X1) dan Net Profit Margin (X2)
dan Capital Adequacy Ratio (X3). Sedangkan selisihnya 37,2% dijelaskan oleh
variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
Sehingga berdasarkan hasil analisis yang dilakaukan oleh peneliti maka
dalam penelitian ini peneliti dapat memberikan beberapa saran bagi perusahaan
dan penelitian selanjutnya. Saran bagi perusahaan diharapkan dari hasil analisis
yang dilakukan oleh peneliti bisa menjadi bahan pertimbangan untuk
pengambilan keputusan berkaitan dengan pengaruh kinerja keuangan yang
diantarnya terdiri dari Loan to Deposit Ratio, Net Profit Margin, Capital
Adequacy Ratio sebagai acuan dalam meningkatkan return saham. Saran yang
dapat diberikan untuk penelitian selanjutnya adalah diharapkan dapat menambah
variable independen lainnya yang dapat mengukur return saham.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber Daya manusia (SDM) tentunya mempunyai peran yang sangat penting seperti yang diketahui bahwa kinerja perusahaan atau organisasi dipengaruhi dengan kualitas sumber daya manusianya. Kinerja yang baik merupakan hal yang tentunya diinginkan pencapaiannya oleh setiap perusahaan atau organisasi. Oleh sebab itu perlu untuk diketahui bahwa Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang dalam bekerja menurut Dessler (1992:46) kinerja merupakan prestasi kerja, yakni perbandingan antara hasil kerja yang secara nyata dan standar kerja yang ditetapkan. Dengan demikian kinerja memfokuskan pada hasil kerja yang ditetapkan. Untuk dapat tercapainya tujuan organisasi yang baik dimasa yang akan datang maka sumber daya manusia memiliki peran yang sangat penting untuk diperhatikan. Oleh sebab itu dibutuhkan pemimpin yang mempunyai potensi untuk dapat mengarahkan karyawannya. Perusahaan atau organisasi merasa diuntungkan jika karyawannya dapat mencapai hasil yang optimal dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh pimpinan. Keberhasilan suatu organisasi dapat dilihat dari Pemimpin yang mampu mempengaruhi bawahannya agar mampu melaksanakan pekerjaan dengan baik. Sukses atau tidaknya seorang pemimpin tergantung dari keahliannya menggerakkan orang lain untuk tujuan organisasi kedepannya. Menurut Moeheriono (2012:382) gaya kepemimpinan merupakan sesuatu bentuk persuasi, suatu seni menggerakkan dan pembinaan kelompok orang-orang tertentu, biasanya melalui human realtions dan motivasi yang tepat, sehingga tanpa adanya rasa takut mereka mau bekerja sama dan memahami untuk mencapai segala sesuatu yang menjadi tujuan organisasi. Oleh sebab itu Hal pertama yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan adalah kepemimpinan. Menurut (Fahmi, 2013) bahwa kepemimpinan memiliki pengaruh besar dalam mendorong peningkatan kinerja karyawannya. Sebagai pemimpin tentunya dapat mempengaruhi karyawannya dengan proses organisasi yang sesuai dengan kebutuhan, baik itu kebutuhan individu, kelompok maupun kebutuhan organisasi. Gaya kepemimpinan merupakan suatu cara yang dilakukan oleh seorang pemimpin untuk dapat mempengaruhi perilaku orang lain.Dari pola tingkah laku yang dibuat oleh pemimpin diharapkan dapat menjabarkan tujuan organisasi agar tercapainya tujuan bersama. Sedangkan (Hapid & Sunarwan, 2014) berpendapat bahwa gaya kepemimpinan ialah usaha-usaha pemimpin untuk mengelola, memotivasi, dan mengkategorikan keseluruhan elemen perusahaan untuk mencapai tujuannya. Selain gaya kepemimpinan yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan, tentunya ada juga faktor lain yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan yaitu disiplin kerja. Dimana menurut Menurut Melayu S.P Hasibuan (2014) disiplin kerja adalah kesadaran atau kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Kedisplinan juga merupakan fungsi operatif manajemen sumber daya manusia yang terpenting karena semakin baik disiplin karyawan, maka semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapai. Tanpa disiplin karyawan yang baik, sulit bagi organisasi perusahaan mencapai hasil yang optimal dan kedisiplinan juga merupakan kesadaran,kesediaan karyawan menaati semua peraturan. Salah satu permasalahan pokok dalam organisasi ialah bagaimana menerapkan kedisiplinan untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Bagaimana orang-orang dapat bekerja sama, engikuti perintah perintah yang baik setuju maupun tidak setuju, patuh terhadap atasan dan sebagainya dalam mencapai tujuan organisasi. Untuk dapat meningkatkan disiplin kerja yang baik tentu merupakan suatu hal yang tidak mudah. Namun untuk mengatasi hal tersebut sebagai pemimpin dapat memberikan contoh dan arahan kepada karyawannya dengan menjelaskan peraturan-peraturan yang terdapat pada perusahaan. Objek yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belu. Dimana Badan Pusat Statistik (BPS) adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen yang dibentuk berdasarkan keputusan presiden Nomor 86 Tahun 1998 tentang struktur dan tata kerja Badan Pusat Statistik. Lembaga ini berkedudukan dan bertanggung jawab langsung kepada presiden yang mempunyai tugas dan fungsi membantu presiden dalam rangka penyelenggaraan statistik dasar, melaksanakan koordinasi dan kerja sama serta mengembangkan dan membina statistik dasar dengan peraturan yang berlaku. Di BPS kegiatan kondisional periodenya pendek (kurang dari 1 tahun) dan membutuhkan tenaga yang lebih banyka (sensus dan survei berskala besar) pengolahan data yang harus cepat, tepat dan akurat, karena waktu yang diberikan hanya satu atau dua bulan. Pegawai harus bisa membagi waktu antara pekerjaan rutin, kodisional, pengolahan data, verifikasi lapangan dan pembuatan publikasi. Oleh karena itu diperlukan gaya kepemimpinan yang baik, kondisi organisasi dan sikap kerja yang mendukung sehingga target waktu dan cakupan pekerjaan dapat dilaksanakan. Dalam menyikapi tuntutan dan tugas dan tanggung jawab yang dipikul oleh BPS maka dibutuhkan sumber daya manusia atau karyawan yang handal dan didukung oleh pimpinan yang akan memunculkan kemampuan karyawan secara maksimal, yaitu pimpinan yang dapat memacu tumbuhnya inovasi dan berpandang jauh kedepan, mampu mensinergikan berbagai unit kerja dan sumber daya yang ada serta menggerakkan orang-orang dalam organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam operasional BPS diatur oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1997 tentang statistik dan peraturan pemerintah Republik Indonesia tentang penyelenggaraan statistik. Kedua peraturan tersebut memberikan tugas dan fungsi serta peran Badan Pusat Statistik sebagai institusi yang menyelenggarakan penyediaan data, penyusunan rencana, penyusunan bijaksana, penetapan sistem informasi dan penyelenggaraan statistik dasar merupakan kebutuhan sebagai dasar perencanaan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh gaya kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada badan pusat statistik Kabupaten Belu. Alat dan pengumpulan metode pengumpulan data berupa kusioner dengan menggunakan 36 responden di Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hipotesis pertama terdukung, yaitu gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja, begitu juga dengan hipotesis kedua terdukung, yaituu disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatar belakangi oleh tingginya tingkat pembelian konsumen dalam memutuskan pembelian tenun ikat sumba timur di prailiu yang dapat dikatakan suatu produk eksulusif, sehinga dapat peluang bagi pembisnis bidang industri terlebih bagi industritenun ikat sumba timur.Penelitian yang penulis lakukan disini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan menggunakan Statistik Deskriptif dengan bantuan tabel dalam jumlah presentase. Penelitian ini dilakukan di kabupaten sumba timur, kelurahan prailiudan sampel dari penelitian ini sebanyak 100 orang sebagai responden. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan kuesioner. Sedangkan didalam pembahasannya menggunakan alat analisis regresi linear sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi penjualan terhadap keputusan pembeli kain tenun ikat sumba timur di prailiu.Uji t pada dasarnya untuk menunjukan seberapa besar hubungan satu variabel independen secara individual dalam menerapkan variabel dependen. Uji t merupakan prosedur yang digunakan untuk menguji kebenaran atau kesalahan hipotesis nol dan hasil sampel. Hasil penelitian ini menunjukan setiap penambahan 1% nilai promosi penjualan maka keputusan pembeli akan bertambah sebesar 0,250. Koefesian regresi tersebut bernilai positif, sehinga dapat di katakana bahwa promosi penjualan (variabel X) terhadap keputusan pembelian (variabel Y) adalah positif. Dan berdasarkan nilai signifikasi yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa variabel promosi penjualan (X) berpengaruh terhadap keputusan pembelian variabel (Y). Dilakukan untuk menunjukan seberapa juah pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat. Apabila nilai signifikasi (sig) lebih kecil dari 0,05 maka satu variabel dikatakan berpengaruh secara signifikasi terhadap variabel yang lain. Pada tabel 2.20 di ketahui bahwa nilai thitung, sebesar -2,339 lebih besar dari nilai tabel 1.686 dengan nilai sigifikasi 0,00 0,05.Dapat diambil kesimplan bahwa promosi penjualan berpengaru positif dan signifikasikan lebih kecil dari 0.05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima sehingga hal ini menunjukan bahwa promosi penjualan kain tenun ikat sumba timur di prailiu memiliki berpengaruh positif dan signifikasi terhadap keputusan pembelian.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Introduction to systemic functional linguistics explores the social semiotic approach to language most closely associated with the work of Michael Halliday and his colleagues>
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
LINGUISTICS FOR EVERYONE: AN INTRODUCTION, Second Edition, will capture the interest of all students, regardless of major, and offer them a thorough, engaging introduction to the science of language. To achieve this goal, the authors devised a unique arrangement of chapters that distinguishes this book from conventional introductory linguistics textbooks. Without sacrificing rigor, the authors focus on larger themes rather than on technical details or formal analysis. The book opens with a strong introductory chapter addressing basics such as how to define language, prescriptive versus descriptive grammar, differences between the human language system and other animal communication systems, and so on. The second chapter, devoted to language, mind, and brain, addresses both psycholinguistic and neurolinguistic evidence for humans' innate capacity for language. To address core linguistics areas in depth, there are two chapters each on phonetics and phonology, morphology, syntax, and semantics. Throughout the text, special features relate the study of linguistics to the language we use in the real world and every chapter includes innovative and varied activities that review and practice the content and offer your students many opportunities to apply the knowledge in their own lives. Important Notice: Media content referenced within the product description or the product text may not be available in the ebook version.