2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT MODIFIKASI MEDIA BALON UNTUK AKTIVITAS GERAK SEPAK SILA PADA SISWA KELAS VI DI SD INPRES KUANINO 2 KOTA KUPANG Krisdayanti A. Djami Bangngu1*, M. Rambu P. Wasak2, Jusuf Blegur3 123Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Artha Wacana Christian University, Kupang, Indonesia email. [email protected] Background: The problems often faced by elementary school students in the sepak takraw are basic techniques and equipment problems. The lack of educational facilities and infrastructure by schools requires teachers of physical education to be more creative in empowering and optimizing existing facilities and infrastructure following the conditions of students and schools. The equipment needed in the sepak takraw game includes a takraw ball and a net. The school only has a net and a ball and no field. Research objectives: This study aimed to determine the modification of the balloon as the media in the sixth-grade student's movement of sepak sila activity at SD Inpres Kuanino 2 Kupang City. Research method: This study used a naturalistic qualitative approach. Results and discussion: The research results and discussions on how to modify balloon media for class VI soccer practice activities at SD Inpres Kuanino 2 Kupang City using balloon media modifications. Researcher students changed balloon media as seen from 1) Modification of the number, 2 ) Heavy and light modifications, 3) Shape modifications. Conclusion: Suggestions for physical education teachers can use balloons as a substitute for balls because elementary students like the modified media from balloons, and students continue to be more enthusiastic and serious in participating in Physical Education learning. Keywords: Modification of media, movement activities, Sepak Sila
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
MARSELINDA SERAN NAHAK (14390037). Studi Profil Kualitas Nugget Ikan Cakalang yang Diproses dengan Persentase Tepung Ubi Jalar Kuning dan Lama Pengukusan yang Berbeda. Dibawah bimbingan : Dr. Ir. AYUB U.I MEKO. M.Si sebagai pembimbing I dan YUNIALDI H. TEFFU, S.Pi, M.Si sebagaipembimbing II, Progranm Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen ArthaWacana, Kupang.
Ikan merupakan bahan pangan yang mudah rusak Karena mengandung kadar air protein yang cukup tinggi. Nugget merupakan produk olahan dari dari daging giling diberi penambahan bumbu dan dicetak kemudian dilumuri dengan tepung roti pada bagian permukaannya dan digoreng. Fish nugget salah satu bentuk olah dari daging ikan yang digiling halus dan diberi bumbu-bumbu serta dicampur dengan bahan pengikat dan bahan pengisi kemudian dicetak menjadi bentuk tertentu setelah dikukus, dipotong, dan dicelupkan kedalam batter breading, kemudian digoreng atau disimpan terlebih dahulu dalam ruangan pembeku atau freezer sebelum digoreng. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase tepung ubi jalar kuning dan lama pengukusan yang berbeda pada produk nugget ikan cakalang. Untuk mengetahui mutu dari nugget ikan dengan penambahan tepung ubi jalar kuning.
Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan mulai dari bulan April sampai dengan bulan Mei 2021 yang meliputi pembuatan produk nugget ikan cakalang, pengujian organoleptik (warna, aroma, tekstur, dan rasa), di Laboratorium Eksata UKAW kupang serta pengujian kadar air dan pH di Laboratorium Politeknik Pertanian Kupang. Menggunakan metode Uji Jarak Berganda Duncen (UJBD) untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang dicobakan, selanjutnya data kadar air, pH, menggunakan analisis sidik ragam dengan mengukur suhu.
Berdasarkan data dan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa produk nugget ikan cakalang yang diproses dengan persentase tepung ubi jalar kuning dan lama pengukusan yang berbeda memenuhi standar mutu dan keamanan nugget ikan SNI 7758-2013 yaitu : nilai tingkat kesukaan panelis rata-rata organoleptik parameter warna 7,4 sampai 8,8, parameter aroma 7,4 sampai 9,0, parameter tekstur 7,9 sampai 8,9, rata-rata parameter rasa 7,6 sampai 9,0 dan nilai rerata hasil pengujian kadar yaitu 51,58%—52,67%, sedangkan pada nilai rata-rata pH 5,5 sampai 5,7.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pengaruh Lama FermentasiTerhadap Kadar Alkoholdan Tingkat KesukaanWineSorgum (Sorghum bicolor L. Moench) (Mbeo, Y)* (Nge, T. S)** (Bota, W)** Wine merupakan minuman yangterbuatmelalui proses fermentasi gula yang ada di dalam buah anggur yang kemudian akan diubah menjadi alkohol. Selain buah anggur terdapat alternatif lain untuk pembuatan wine yaitu biji sorgum. Kandungan pati pada biji sorgum dapat dimanfaatkan dalam pembuatan wine. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap kadar alkohol dan tingkat kesukaan wine sorgum. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Biologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, menggunakan metode eksperimen RAL dengan 4 perlakuan dan 4 kali pengulangan. Wine dibuat dengan mencampurkan bahan ekstrak biji sorgum dengan ragi. Perlakuan lama fermentasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah P1 (7 hari), P2 (14 hari), P3 (21 hari) dan P0/kontrol (5 hari). Wine yang dihasilkan akan diuji kadar alkohol menggunakan alkohol meter dan uji organoleptik untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap wine sorgum. Analisis data menggunakan Anova dan uji lanjut Duncan/DMRT.Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar alkohol tertinggi terdapat pada perlakuan P3 dengan rata-rata 8,75%. Secara keseluruhan dari parameter rasa, aroma dan warna berpengaruh nyata. Data menunjukan rata-rata panelis lebih banyak menyukai pada perlakuan P3 rasa (3,41), aroma (3,55), dan warna (3,38). Dengan demikian biji sorgum dapat menjadi bahan alternatif dalam pembuatan wine sorgum.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nusa Tenggara Timur memiliki keanekaragaman tumbuhan yang cukup melimpah yang didalamnya terdapat jenis-jenis tumbuhan dengan ragam manfaatnya. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami tekstil adalah tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus). Kelompok tenun ikat kaine’e kelurahan Teunbaun Amarasi Barat Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) menggunakan ekstrak kulit batang nangka untuk menghasilkan warna coklat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas pigmen kulit batang nangka dengan metode deskriptif kuantitatif menggunakan spektrofotometer Uv-Vis dan Collorblind assistant. Hasil penelitian menunjukan uji fitokimia positif tanin ditandai dengan adanya perubahan warna coklat menjadi biru kehitaman pada penambahan pereaksi FeCl3. Selanjutnya uji kuantitatif senyawa tanin menggunakan standar asam tanat secara spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelobang maksimum 789,7 nm didapat nilai regresi y=0,0138x-0,0332 sehingga diperoleh kadar tanin dalam sampel sebesar 40,038 mg/L. Uji stabilitas hasil pewarnaan benang stabilitas sangat baik diperoleh dari ph 3 dengan nilai Red (5,4%), Green (4,3%), dan Blue (7,3%); suhu 40 0C nilai Red (6,3%), Green (5,1%), dan Blue (8%); dan penyinaran matahari 6 jam nilai Red (4,7%), Green (4,3%), dan Blue (7,3%). Hasil stablitas baik diperoleh dari benang pada perlakuan pH 4 dengan nilai Red (8,3%), Green (8,4%) dan Blue (14,6%); suhu 60 0C diperoleh nilai stabilitas Red (9%), Green (10,2%) dan Blue (12,1%); dan penyinaran matahari 12 jam diperoleh nilai stabilitas Red (7,2%), Green (8,4%) dan Blue (9,7%). Hasil stablitas cukup baik diperoleh dari benang pada perlakuan pH 5 dengan nilai Red (10,1%), Green (11%) dan Blue (17 %); pada suhu 80 0C diperoleh nilai Red (11,7%), Green (14,6%) dan Blue (15,3).
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK (FERDINANDUS LAMPUR*) (Ir. ZET MALELAK, MSi **)(Ir. M. NUHAMARA MP**) Tortilla merupakan salah satu produk olahan yang terbuat jagung yang berupa sejenis keripik atau chips yang terbuat dari jagung berbentuk bundar gepeng dengan ukuran ketebalan yang berbeda-beda. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Menggunakan rancanganacak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga didapat 12 unit pecobaan, dengan persentase 0%, 10%,20% dan 30%. variabel yang diamati adalah, karakteristik organoleptik yaitu rasa, warna, tekstur, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh substitusi tepung biji Nangka pada tepung Jagung terhadap karakteristik organoleptik tortilla sebagai bentuk penganekaragaman produk olahan dari tepung biii nangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik organoleptik terdapat pada perlakuan B dengan nilai rata-rata tingkat kesukaan Rasa 4,7, warna 4,4, dan Tekstur 4,1 dengan kategori sangat suka.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh model pembelajaran cooperative type talking chips terhadap minat belajar siswa di SMTK So’e”. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi seluruh siswa kelas XI berjumlah 32 siswa, sampel kelas eksperimen 16 siswa dan kelas kontrol berjumlah 16 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket dan data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Uji t, bantuan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada perhitungan Independent Samples Test nilai signifikan Equal variances assumed memiliki taraf Sign (2-tailed)= 0.000 yang artinya 0,05 maka hipotesis yang dipakai yaitu Ho ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pada minat belajar siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model cooperative type talking chips di SMTK So’e. Hal ini dikarenakan model pembelajaran yang diterapkan dapat melatih siswa untuk bekerjasama dalam kelompok tanpa ada yang mendominasi sehingga tercipta ketertarikan dan keaktifan siswa yang dapat berpengaruh terhadap minat belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakanpada tanggal 17 -21 mei 2021 di laboraturatorium ekstra fakultas teknologi pertanian Universitas Kristen Artha wacana Kupang tentang menganalisis study teknik pembuatan susu kacang nasi selama masa pengukusan yang berbeda terhadap karakteristik susu kacang nasi dan metode yang digunakan adalah menggunakan Rancang Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan . dan hasil analisis menunjukan bahwa Perlakuan study teknik pembuatan susu kacang nasi selama masa pengukusan yang berbeda terhadap karakteristik susu kacang nasi memberikan pengaruh yang sangat nyata (P>0,01) pada taraf signifikan 1% terhadap karakteristik organoleptik susu kacang nasi yaitu warna,dan rasa susu kacang nasi. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa perlakuan yang tepat dengan study teknik pembuatan susu kacang nasi selama masa pengukusan yang berbeda terhadap karakteristik susu kacang nasi terdapat pada perlakuan DKacang nasi dengan kupas kulit ari di kukus selama 10 menityang mendapat rata-rata nilai untuk setiap variabel yaitu tingkat kesukaan aroma susu kacangnasi (4,6)sangat suka rasa(4,3)sangat suka.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
“Pengaruh Pemberian Hormon NAA (Naphthalene Acetic Acid) Dan Air Kelapa Muda Terhadap Pertumbuhan Benih Cabai Rawit Padi (Capsicum frutescens L.) Secara In Vitro”
Punuf , E. M. E) * Solle, H. R. L.) ** Hendrik, A. Ch.)**
ABSTRAK
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) termasuk famili terong-terongan dan tergolong tanaman semusim atau tanaman berumur pendek. Setiap daerah mempunyai istilah untuk tanaman cabai rawit, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) cabai rawit dikenal dengan nama cabai rawit padi karena ukuranya kecil menyerupai padi, dan rasanya sangat pedas dari cabai rawit lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon benih cabai rawit padi terhadap pemberian hormon NAA dan air kelapa muda secara in vitro. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial, terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu hormon NAA dengan 4 taraf konsentrasi, dan Air kelapa muda dengan 4 taraf konsentrasi, sehimgga terdapat 16 kombinasi perlakuan, dan diulang sebanyak 3 kali. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam ANOVA, kemudian dilanjutkan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil ANOVA menunjukan bahwa hormon NAA dan air kelapa muda berpengaruh signifikan (ρ 0,05) terhadap parameter pengamatan daya kecambah, tinggi tanaman, dan jumlah daun, kemudian dilanjutkan uji DMRT menunjukan daya kecambah tertinggi pada perlakuan NAA 2 Mg/L dan Air kelapa muda 25% dengan daya kecambah 56,7%, tinggi tanaman 5,92 cm, dan jumlah daun 2,67 helai. Dengan demikian hormon NAA dan air kelapa muda berpengaruh nyata pada setiap para meter pengamatan.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 27 April sampai dengan 10 Mei di laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana Kupang tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh biskuit yang renyah dengan rasa, warna, dan tekstur yang paling disukai konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 15 unit percobaan dengan presentase substitusi tepung labu kuning 0%, 10%, 20%, 30%, 40%. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini adalah uji Rasa, Warna, dan Tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B 10% menghasilkan nilai tertinggi Rasa 4,822 (sangat suka), Warna 4,578 (sangat suka), Tekstur 4,711 (sangat suka).
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
KeanekaragamanTumbuhanPaku Di HutanMarmerOemauKelurahanMokdaleKecamatanLobalainKabupaten Rote Ndao
Resti A. Lomang* ApriliananBallo ** Novi I. Bullu **
Salah satukelompoktumbuhan yang kaya akanjenisnyaadalahtumbuhanpaku. Tumbuhanpaku yang masihadasaatinidiperkirakanmencapai 10.000 jenis, di mana 3.000 jenisdiantaranyatumbuh di Indonesia. TujuandaripenelitianiniadalahUntukmengetahuijenis-jenistumbuhanpakudankeanekaragamantumbuhanpaku di HutanMarmerOemauKelurahanMokdale. Teknikpengambilansampelmenggunakan purposive sampling., Analisis data dalampenelitianiniadalahdenganmenggunakankualitatifdankuantitatif. Jenis-JenisTumbuhanPaku (Pteridophyta) Yang Di Temukan Di HutanMarmerOemauyakniPakuSisik Naga, PakuKikir, Pakutertutup, Pakulubang, PakuHarupat, Pakutanjung/pakuSayur. Nilaikerapatan, kerapatanrelatif, frekuensirelatif, danindeksnilaipentingberdasarkanindividudarimasing-masingspesiestumbuhanpaku, Polypodiaceae INP 2,35. PolypodiaceaeINP 1,5. Polypodiaceae INP 71,46. Dypolipodiceae INP 2,35. DryopteridaceaINP 30,59. Thelypteridaceae INP 70,19. NilaikerapatankeduaadalahDiplaziumesculentumdenganjumlahsebanyak 179 individu, sehingga di perolehnilaikerapatannya 7,16 m2. Dari jumlahnilaikerapatanDiplaziumEsculentuminisehinggamendapatklannilaikerapatanrelatifsebesar 35,01%. Hasilperhitungandengannilai INP terendahyaituspesiesTectariacrenata cav. Jenistumbuhanpakuinimemilikinilai INP sebesar 1,56. NilaiindekskeanekaragamanjenisShanon-Wiennerspesiestumbuhanpaku di kawasanhutanMarmerOemauyaituPyrrosiapiloselloidesi l m. g. price, TectariacrenatacavDavallia denticulate (burem.f), Blechnumorientale, NephrolepisbiserattadanDiplaziumesculentumdenganJumlah rata-rata nilaiindekskeanekaragamanadalah 0,500 Dari hasilpenelitian yang dilaksanakandikawasanHutanMarmerOemauKelurahanMokdale,KecamatanLobalain, Kabupaten Rote Ndao.
Kata kunci :Pteridophyta, keanekaragaman, danIndeksnilaipenting
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABTRAK
EMELIA DOIKI RADI (14390017). Keleyakan Usaha Garam Masak Tradisional Yang Diproduksi Pada Tiberias Kelurahan Oesapa Barat Kota Kupang: UMBU P. L. DAWA, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan ALFRED G.O.KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai Pembimbing II. Program studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Unuversitas Kristen Artha Wacana, Kupang.
Garam adalah hasil dari proses penguapan air laut dan bantuan matahari, dimana air laut merupakan tempat bermuaranya sungai, baik sungai besar maupun kecil. Kebutuhan garam nasional semakin meningkat dari tahun ketahun dimana pada tahun 2015 dibutuhkan garam mencapai 3,75 juta ton yang terdiri dari garam konsumsi sebesar 1,31 juta ton dan garam industri 2,44 juta ton.
Analisis kelayakan usaha atau disebut juga feasibility study adalah kegiatan menilai seberapa besar manfaat yang diperoleh dalam melaksanakan suatu kegiatan usaha. Metode Pengumpulan Data, data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dari sumber yang diamati dan pihak yang bersangkutan secara langsung dengan obyek pengamatan yaitu Metode wawancara adalah proses tanya jawab dengan dengan responden secara lisan dimana dua orang atau lebih dan bertatap muka dan mendengarkan secara langsung informasi atau keterangan yang diperlukan,Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Untuk mengetahui kelayakan usaha (aspek ekonomi) pada Kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupamg maka dilakukan analisa B/C (benefit cost rasio), ROI (return of investment), dan BEP (breek event point).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis biaya dan pendapatan pada usaha garam masak di Kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat Kota Kupang, Menganalisis kelayakan usaha garam masak di Kelompok Tiberies Kelurahan Oesapa Barat Kota Kupang, menganalisis kendala pada usaha garam masak di Kelompok Tiberies Kelurahan Oesapa Barat Kota Kupang.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Biaya Usaha garam masak tradisional kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat sebesar Rp. 1.435.000 dan pendapatan adalah Rp. 2.000.000, usaha produksi garam skala rumah tangga layak dikembangkan karena memiliki nilai B/C Rasio 1,39 , nilai ROI 0,39 serta BEP produksi 278 kg dan BEP harga Rp .1.435, kendala pada usaha garam masak tradisional kelompok Tiberias adalah pada saat alat yang digunakan untuk produksi terjadi kerusakan
Kata Kunci : Kelayakan usaha, Analisis B/C Rasio, Analisis ROI, Analisis BEP.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
MAYA EKA RADIENA(14390029). Studi Karakteristik Nugget Ikan Cakalang Dengan Teknik Pengemasan Vakum dan Non Vakum Pada Penyimpanan Suhu Ruang. Dibawah bimbingan : Dr. Ir. Ayub U. I. Meko.M.Si sebagai pembimbing I dan Mada M. Lakapu, S.Si. M.Si sebagai pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang.
Ikan merupakan bahan pangan yang sangat mudah rusak karena mengandung kadar air protein yang cukup tinggi. Nuggetmerupakan produk olahan dari daging giling diberi penambahan bumbu dicetak kemudian dilumuri dengan tepung roti pada bagian permukaannya dan digoreng.Fish nuggetsalah satu bentuk olahan dari daging ikan yang digiling halus dan diberi buumbu-bumbu serta dicampur dengan bahan pengikan dan bahan pengisi kemudian dicetak menjadi bentuk tertentu setelah itu dikukus, dipotong, dicelupkan kedalam better breading, kemudian digoreng atau disimpan terlebih dahulu dalam rauang pembeku atau freezer sebelum digoreng.Pengemasan adalah aktivitas merancang dan memproduksi wadah atau pembungkus suatu produk dengan material kemasan. Tujuan Penelitian adalahuntuk mengetahui lama pengukusan yang berbeda dan persentase tepung ubi jalar yang berbeda pada produk nugget ikan cakalang. Untuk mengetahui mutu dari nugget ikan dengan tambahan tepung ubi jalar kuning
Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan yaitu dari April sampai Mei 2021 yang meliputi pembuatan produk nugget ikan cakalang, pengujian organoleptik (tekstur,warna,aroma,dan rasa),di Laboratorium Eksakta UKAW Kupang serta pengujian kadar air dan di Laboratorium Politeknik Pertanian Kupang.Menggunakan metode uji Duncan untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang dicobakan, selanjutnya data kadar air, menggunakan analisis sidik ragam dengan mengukur suhu.
Berdasarkan hasil penelitian nugget ikan cakalang dapat disimpulkan bahwa segi organoleptik dengan kemasan vakum dan non vakum penyimpanan 0 hari sampai 4 hari masih diterima oleh panelis, penyimpanan hari ke 4 kemasan non vakum sudah tidak diterima lagi oleh panelis karena produk sudah di tumbuhi jamur.
Kata Kunci :ikan cakalang, fishnugget, pengemasan, kadar air
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
HENDRO UMBU SANGAJI (14390020). Karakteristik Bakteri Asam Laktat pada Bakasang Ikan Tembang Menggunakan Lumatan Nanas dengan Pemanasan Suhu Tinggi dan Lama Penyimpanan yang Berbeda.di bawah bimbingan : YUNIALDI H. TEFFU. S.Pi.M.Sisebagai pembimbing I dan DEWI S. GADI.S.Pi.M.Si sebagai Pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Bakasang adalah produk yang dikonsumsi sebagai bahan tambahan dalam penyajian makanan. Lama proses fermentasi bakasang umumnya 30-45 hari. Fermentasi adalah proses yang dilakukan oleh mikroorganisme yang bertujuan mengawetkan dan mengubah tekstur. Fermentasi asam laktat dapat terjadi sebagai akibat aktivitas bakteri asam laktat (BAL). Tujuan penelitian ini untuk mengisolasi dan identifikasi bakteri asam laktat pada bakasang ikan tembang menggunakan lumatan nanas dengan pemanasan suhu tinggi dan lama penyimpanan yang berbeda.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2019, bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pengujian pH sedangkan di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech Bogor untuk identifikasi Bakteri Asam Laktat.Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial.Data dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan Uji Jarak Berganda Duncan dan hasil sekuensing DNA dianalisis menggunakan programBLAST.
Hasil penelitian bakasang ikantembang yaitu total bakteri asam laktat padasuhu 75oC berkisar 0-35.000 koloni dan suhu 121oC berkisar 0-25.500 koloni, pH padasuhu 75oC berkisar 4,10-5,75 dan suhu 121oC berkisar 4,05-5,70, uji kemurnian sampel ekstrak pada sampel a1b3 dan a2b3 yaitu bentuk circular, elevasi konveks, tepian entire, warna putih, ukuran kecil dan kondisi aerob dan anaerob, uji molekuler untuk genomic DNA yaitu sampel a1b3 dengan konsentrasi DNA 64,26 ng/µl, kemurnian DNA A260/280 2,210 dan A260/230 1,897, dan volume 30 µl dan sampel a2b3 dengan konsentrasi DNA 57,20 ng/µl, kemurnian DNA A260/280 2,344 dan A260/230 2,334, dan volume 30 µl, gel electrophoresis image-pcr product untuk hasil pita DNA yaitu homosigot dominan (AA), squence assembly 4288: CAAGAC-GTTTTTN-TTGCAGAACC-TGCGGTTCC dan squence assembly 1517: CAAA-CCGTTTTC-TTGCGGAACC-TGCGGTTC.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, yaitu nilai pH tertinggi pada perlakuan suhu 75°C dengan penyimpanan 0 hari, yaitu 5,75, pada penyimpanan 20 hari yaitu 5,55 dan penyimpanan 40 hari yaitu 4,10. Sedangkan nilai pH tertinggi pada suhu 121°C dengan penyimpanan 0 hari yaitu 5,70, pada penyimpanan 20 hari yaitu 5,10 dan penyimpanan 40 hari yaitu 4,05.Hasil uji kemurnian pada bakteri tersebut, bentuk koloni bulat (circular), elevasi cembung (enterid), tepian koloni koveks, warna koloni putih dan kondisi aerob dan anaerob. Bakteri Asam Laktat yang teridentifikasi pada bakasang ikan tembang pada kode sampel a1b3 adalah Staphylococcus condimenti dan kode sampel a2b3 adalah Staphylococcus carnosus.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK RAYNOLD LEONARD EMANUEL SUI (14390041). Studi Kualitas Garam Rakyat Yang Diproduksi Secara Tradisional Di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai. Di bawah bimbingan : UMBU P. L. DAWA. S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan YUNIALDI H. TEFFU. S.Pi. M.Si sebagai pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Garam adalah proses penguapan air laut dan bantuan matahari, dimana air laut merupakan tempat bermuaranya sungai, baik sungai besar maupun kecil. Kelurahan Reo merupakan Kelurahan yang terletak di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Petani garam di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai melakukan produksi garam menggunakan teknik tradisional yaitu dengan cara menguapkan air laut pada sebidang tanah dengan bantuan sinar matahari dan angin sebagai sumber energi penguapan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui teknik pembuatan garam secara tradisional di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai, mengetahui organoleptik (bau dan warna), kandungan mineral (Mg, K, Ca), logam berat (Pb dan Cd), kadar air, NaCl dan iodium pada garam rakyat yang diproduksi oleh masyarakat Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan (September-Oktober) 2019 di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai untuk pengambilan sampel, Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pengujian organoleptik dan Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Pertanian Negeri Kupang untuk pengujian sampel kadar air sedangkan Laboratorium PT. Saraswati Indo Genetech, Bogor untuk pengujian mineral, logam berat, kadar NaCl dan iodium. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan analisis data deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam kualitas garam rakyat yang diproduksi secara tradisional di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai yaitu kadar air berkisar 2,03-2,94%, organoleptik parameter warna putih normal, organoleptik parameter bau normal tidak berbau, kadar NaCl 75,44%, kadar iodium 1,54 mg/kg, magnesium 496,98 mg/100 g, kalium 170,32 mg/100 g dan kalsium 122 mg/100 g. Dari hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan Teknik produksi garam tambak tradisional di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai meliputi pengisian air laut ke petak penampungan dibiarkan selama 1 hari, pengaliran air ke 10 petak tambak dibiarkan selama 5 hari, air dari setiap petak dialirkan ke petak penampungan dibiarkan selama 1 minggu, pengaliran air tua ke 13 meja tambak dan dijemur selama 1 minggu, penggarukan dan pengumpulan, pengangkutan, pencucian, pengeringan, packing dan distribusi. Garam tambak tradisional yang diproduksi di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai untuk pengujian organoleptik warna dan bau tergolong pada garam kualitas baik, kadar air 2,03-2,94%, NaCl 75,44%, iodium 1,54 mg/kg, magnesium 496,98 mg/100 g, kalium 170,32 mg/100 g, kalsium 122 mg/100 g dan logam berat timbal dan kadmium tidak terdeteksi.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan tibu merupakan salah satu makanan khas Kabupaten Manggarai Timur, yang memiliki kesamaan dengan ikan pepes namun, cara pengolahan ikan tibu masih tradisional yaitu dimana ikan tibu dilumuri dengan bumbu-bumbu dan garam serta menggunakan batang bambu muda sebagai wadah dan bagian atas batang bambu ditutup menggunakan daun serei. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020-Januari 2021, bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pembuatan produk, pengujian total koloni kapang, kadar air, pH, dan pengujian organoleptik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor yang dicobakan adalah kemasan dan lama penyimpanan. Variabel yang diuji yaitu total koloni kapang, kadar air, pH dan pengujian organoleptik seperti warna, aroma, tekstur dan rasa. Berdasarkan hasil penelitian terhadap produk ikan tibu tongkol dapat disimpulkan bahwa: Nilai rata-rata total koloni kapang selama penyimpanan suhu kamar berkisar antara 0-2,3 x103 koloni/gram. Produk ikan tibu tongkol selama penyimpanan pada suhu kamar memiliki nilai pH berkisar antara 6,45-6,95 (kemasan bambu) dan 7,05-7,55 (kemasan plastik polietilen). Kadar air berkisar antara 57,82-65,56 % (kemasan bambu) dan 61,15-67,66% (kemasan plastik polietilen). Penerimaan panelis masih diterima sampai penyimpanan 3 hari untuk produk yang dikemas menggunakan bambu dan 2 hari untuk kemasan plastik polietilen.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kappaphycus alvarezzi merupakan salah satu jenis rumput laut yang sering dimanfaatkan dalam industri non-pangan seperti industri farmasi dan kosmetika karena kandungan antioksidannya mampu berfungsi sebagai pelindung dari sinar ultraviolet yang dapat merusak kulit. Salah satu produk non-pangan yang sering dibuat dari rumput laut ialah produk sabun padat. Studi karakteristik sabun padat yang diproses dengan persentase bubur rumput laut Kappaphycus alvarezii dan sari daun kelor (Moringa oliefera, Lamk) yang berbeda dirancang menurut pola percobaan faktorial dengan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang dikenakan terdiri dari 2 Faktor yaitu: Faktor A (Persentase bubur rumput laut Kappaphycus alvarezzi) dan Faktor B (Persentase sari daun kelor). Faktor (A) persentase bubur rumput laut terdiri dari 2 taraf yaitu: A1 (10%) dan A2 (15%). Faktor (B) persentase sari daun kelor terdiri dari 3 taraf yaitu: B1 (10%), B2 (20%) dan B3 (30%) dengan dua kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH sabun berkisar antara 8,95-9,85. Stabilitas busa sabun padat berkisar antara 55,78%- 77,86%. Kadar air pada sabun berkisar antara 13,40%- 15,83% dan tingkat penerimaan panelis pada warna sabun berkisar antara 6,44- 8.00 sedangkan nilai pada parameter aroma berkisar dari 6,70- 8,94 dengan kategori suka sampai kategori sangat suka. Sabun padat yang memenuhi SNI 3532-2016 dan Dragon (1969) ialah sabun padat dari kombinasi perlakuan bubur rumput laut 15% dan sari daun kelor 10%.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MAGDALENA ROSIANA TUPA (17392122). Karakterisasi dan Identifikasi Bakteri Ice-ice Penyebab Penurunan Mutu Bahan Baku Rumput Laut Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum. Di bawah bimbingan : Yunialdi H. Teffu, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan Wilson L. Tisera, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing II. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang Penyakit ice-ice menyebabkan penurunan produksi dan mutu bahan baku pangan, tidak hanya menurunkan hasil panen (60-70%) tetapi dapat menyebabkan gagal panen. Jenis bakteri patogen yang berpotensial menyebabkan penyakit ice-ice pada rumput laut adalah bakteri Vibrio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka lempeng total paling tinggi pada K.alvarezii Sulamu 4,5 X 106 dan paling rendah air laut 1 X 102 dan karakterisasi dari bakteri Vibrio ialah memiliki motil, memfermentasi glukosa dan mampu hidup pada NaCl 2-8%, bakteri yang teridentifikasi berdasarkan Bergey’s Manual Of Determinative Bacteriology yang terserang rumput laut pada penyakit ice-ice dengan kemiripan bakteri Vibrio alginolyticus 94-100%, Vibrio harveyi 91-100%, Vibrio vulnificus 94-97%, Vibrio fulvialis 97%, Vibrio metchnikovii 91-97%, Vibrio. Furnissii 91-94% dan Vibrio damsela 91% yang merupakan bakteri patogen, dapat menurunkan kualitas dari hasil panen bahan baku rumput laut. Pengukuran parameter lingkungan, suhu 27°C, 28°C dan 25°C, kecepatan arus 0.12 m/s, 0,21 m/s dan 0.13 m/s dan nilai pH 8
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pulau Semau adalah sebuah pulau yang terletak di antara teluk Kupang dan pulau Rote. Yang dikenal dengan sebutan Nusa Bungtilu yaitu pulau bunga tiga warna. Orang-orang Helong Bungtilu khususnya Jemaat GMIT Sonaf Neka Huilelot begitu memelihara budaya mereka, sehingga mereka tidak membiarkan kebudayaan mereka memudar apalagi sampai punah. Semua tradisi sejak kelahiran hingga kematian bahkan aspek kehidupan mereka masih dipertahankan dan terus dilakukan hingga saat ini. Pergumulan yang dihadapi oleh Jemaat Sonaf Neka Huilelot tidak hanya menyangkut pertumbuhan rohani melainkan juga menyangkut hal-hal yang menyangkut jasmani. Gereja hadir dengan melihat potensi-potensi yang ada dan memperdayakannya menjadi kekuatan untuk terlepas dari lingkaran hambatan yang ada. Nehe tuan adalah sebuah tradisi yang dilakukan oleh suku Helong dalam urusan adat perkawinan yang di dalamnya dapat melibatkan keluarga laki-laki dan perempuan. Untuk seluruh urusan adat yang berlangsung di atas nehe tuan akan dipimpin oleh Kaka Ama. Jemaat juga mendukung adanya nehe tuan dalam suku Helong karena ada sejumlah nilai-nilai positif yang dapat mendukung pelayanan dalam jemaat. Oleh karena itu nehe tuan masih terus digunakan sampai saat ini karena memilki nilai persaudaraan, solidaritas dan rasa saling memiliki. Ada pula tema-tema dominan yang terdapat dalam tradisi nehe tuan yakni adanya identitas tentang asal-usul Suku Helong ,terjalinnya sebuah hubungan persaudaraan/peresekutuan dan adanya nilai kesetaraan yang terjalin dengan baik. Nehe tuan merupakan warisan budaya leluhur yang terus dipraktekkan dan dilaksanakan oleh masyrakat Helong Bungtilu di desa Huilelot sampai saat ini. Tradisi nehe tuan yang dimaksudkan untuk memperhatikan sesama dengan menjalin dan memperat hubungan persaudaraan/persekutuan serta kesetaraan diantara mereka. Tradisi ini juga memiliki nilai dan makna yang baik yaitu memberikan dukungan dan perhatian kepada sesama keluarga, sikap saling menghargai, menghormati serta mengasihi. Inilah yang membuat mereka mempertahankan tradisi ini. Untuk itu dalam upaya kontekstualisasi, penulis menggunakan pendekatan yang diajukan oleh Stephan Bevans, yaitu Model Antropologis. Karena dengan model ini menolong penulis dalam menanggapi makna dan isi dari budaya tersebut. Pembahasan mengenai persaudaraan/persekutuan, dan kesetaraan yang ada dalam tradisi nehe tuan, diharapkan memberikan sumbangsi yang baik bagi wilayah pelayanan Semau Tengah Utara, khususnya Jemaat GMIT Sonaf Neka Huilelot.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jemaat GMIT Talenalain Manulai I merupakan salah satu persekutuan Jemaat Tuhan yang berada di wilayah Klasis Kupang Barat, dan berdomisili di Desa Manulai I. Kehadiran pertambangan membawa dampak bagi perubahan lingkungan hidup di wilayah pelayanan Jemaat Talenalain. Demi kelancaran pertambangan hutan sebagai tempat hidup flora dan fauna, serta sebagai penghasil oksigen menjadi rusak. Aktivitas pertambangan menghasilkan abu yang bertebaran di udara dan mengakibatkan jemaat setempat mengalami gangguan kesehatan. Aktivitas pertambangan juga menghadirkan ancaman longsor bagi anggota jemaat. Kerusakan lingkungan hidup yang terjadi di wilayah pelayanan Jemaat GMIT Talenalain Manulai I disebabkan oleh budaya antroposentris. Budaya antroposentris membuat masyarakat setempat melihat alam dan kehidupan lainnya sebagai barang kepemilikan pada kenyataanya mengutamakan subyektivitas untuk kepentingan hidup manusia. Dari paham tersebut menjadikan lingkungan hidup digarap yang kemudian menjadi rusak, dan sekaligus membawa dampak buruk bagi kehidupan. Konteks kemiskinan juga merupan wajah dari budaya antroposentris yang menjadi penyebab kerusakan lingkungan hidup. Anggota jemaat yang rata-rata adalah petani yang penghasilan sehari-hari tidak menentu. Tidak terpenuhinya tuntukan akan kebutuhan hidup, pada akhirnya mengijinkan pertambangan menjadi solusi agar kebutuhan ekonomi tertolong. Pandang Alkitab serta pendekatan yang diberikan terhadap lingkungan hidup ternyata teosentris dan bukan antroposentris. Lingkungan hidup adalah ciptaan Allah yang sejak permulaan dipelihara dan ditata-Nya, Dia memelihara dan menata alam maka Gereja turut mendapat peran istimewa itu dalam penataan lingkungan hidup ciptaan Allah. Gereja harus lebih menyadari keterpanggilannya. Gereja harus menjadi tempat yang paling aman untuk seluruh ciptaan. Praktik gereja dapat disertakan penanaman paham dari antroposentris ke teosentris, dengan begitu jemaat dan masyarakat dapat bertumbuh dengan pemaham teseontris yang lebih menata alam. Pelayanan gereja bagi kemiskinan bisa dimulai dengan ekonomi hijau. Keadaan anggota jemaat yang rata-rata adalah petani menjadi peluang gereja untuk meningkatkan pendapatkan ekonomi. Lahan-lahan yang ada tidak perlu lagi diperuntukan untuk pertambangan, tetapi lahan itu bisa dijadikan area pertanian yang hasilnya dapat membantu meningkatkan ekonomi jemaat dan sekaligus selaras alam.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Emile Durkheim merupakan Sosiolog besar yang berpengaruh pada perkembangan ilmu sosial. Sama seperti Karl Max dan Weber, Durkheim hidup dalam masa peralihan sosial dan krisis di Eropa akibat revolusi industri. Revolusi industri inilah yang menjadi penggerak pemikirannya tentang fungsi sosial agama. Kerangka teori berpikir Durkheim terletak pada makna penting struktur masyarakat, interaksi dan kelembagaan sosial untuk melihat dan mempelajari masyarakat. Bagi Durkheim, agama adalah produk sosial masyarakat yang dijadikan standar moralitas bersama atau membangkitkan prinsip solidaritas bersama. Teori Durkheim terkait agama sebagai perekat sosial, penulis angkat dan dialogkan dengan konteks Klasis TTU yang menghadapi kesenjangan sosial. Untuk mendialogkan serta mendekati masalah tersebut, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif khususnya studi pustaka serta melakukan wawancara beberapa pihak terkait. Metode penulisan yang digunakan ialah metode deskriptif dengan pendekatan deduktif juga menganalisis berdasarkan pemikiran beberapa ahli. Berdasarkan pola serta metode yang digunakan, penulis mendapati bahwa peran agama sebagai fungsi sosial di wilayah Klasis TTU belum optimal. Terlihat dari data-data serta isu-isu sosial yang masih kuat di Kabupaten Kefamenanu, serta kaum Katolik sebagai mayoritas yang mendominasi. Sehingga agama sebagai perekat sosial menjadi pergumulan Klasis TTU sebagai bagian di dalam Kabupaten Kefamenanu. Penulis kemudian melakukan refleksi Sosio Teologis dalam Injil Mat. 22: 34-40. Penulis mendapati bahwa di tengah kesenjangan sosial, Yesus merekatkan dengan kehadiranNya bagi semua orang di mana Ia dibutuhkan. Yesus menunjukkan bahwa kasih melampui segala kesenjangan yang terjadi. Kasih melampui batas-batas sosial, karena kasih tidak pernah terbatas. Sehingga dengan mengasihi sesama, manusia telah mengasihi Allah (Mat. 22:36-40).