Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

M.

2.943 karya publik ditemukan.

22022: 12121: 12026: 452025: 532024: 292023: 3512022: 4122021: 11212020: 2022019: 22018: 732017: 32016: 52015: 12014: 12011: 12010: 12009: 21989: 11018: 20208: 1

Bayar Denda Sebagai Tindakan Pastoral? "Suatu Studi Kasus Pastoral Tentang Membayar Denda Kepada Gereja Sebagai Tindakan Pastoral terhadap Perempuan yang Hamil Sebelum Menikah di Jemaat Soleman Neonmat Klasis Soe Timur"

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kehamilan sebelum menikah seringkali digambarkan sebagai suatu situasi kehidupan yang penuh dengan tekanan baik dari keluarga, masyarakat bahkan gereja. Perempuan yang hamil sebelum menikah harus siap untuk menerima segala bentuk konsekuensi dari perbuatan yang dilakukannya. Kasus kehamilan sebelum menikah juga sering terjadi di lingkup pelayanan Jemaat GMIT Soleman Neonmat Klasis Soe Timur. Rata-rata perempuan yang hamil sebelum menikah di tempat ini adalah pelajar sekolah menengah atas atau dengan kata lain merupakan anak-anak remaja. Dengan alasan mengurangi kehamilan sebelum menikah, gereja GMIT Soleman Neonmat membuat suatu kesepakatan. Kesepakatan ini mengharuskan perempuan yang ingin membawa anaknya ke gereja untuk dilayani, terlebih dahulu harus membayar uang sesuai jumlah yang telah disepakati. Jumlah uang yang harus dibayar sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui dampak dan faktor-faktor yang ditimbulkan dari pembayaran denda oleh perempuan yang hamil sebelum menikah kepada gereja serta merefleksikannya kasus ini menurut sudut pandang pastoral.Tujuan ini dapat dicapai dengan melakukan penelitian lapangan dan metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yang digunakan untuk memperoleh data yang akurat dengan metode penulisannya adalah metode studi kasus. Metode studi kasus membantu untuk mengerti masalah dengan menderksripsikan, menganalisa, merefleksikan dan memberikan tawaran aksi pastoral yang dapat dipakai oleh gereja dan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian, faktor pemberlakuan denda yaitu gereja belum secara penuh memahami tentang konsep penebusan salah. Pemberlakuan denda sebagai bentuk pembersihan diri seolah-olah menandakan bahwa manusia dapat berusaha seorang diri dengan menggunakan harta untuk membersihkan diri dari dosa yang telah dilakukan. Semua manusia adalah makhluk yang berdosa. Oleh karena dosa itu Allah melalui Yesus Kristus berinisiatif untuk memperbaiki relasi yang telah rusak antara manusia dengan Allah serta manusia dengan sesamanya. Dosa yang dilakukan oleh manusia hanya dapat dibersihkan dengan darah yang kudus dan itu semua nyata dalam karya Yesus Kristus di kayu Salib. Kata Kunci: Pastoral, Hamil Sebelum Menikah, Denda, Penebusan Salah.

ANAK PANTI ASUHAN DAN PEMELIHARAAN ALLAH “Suatu Tinjauan Teologis Sosial Tentang Peran Sosial GMIT Ebenhaezer Oeba dalam Kehidupan Anak-Anak Panti Asuhan Kristen GMIT 221 Oeba dan Implikasinya bagi GMIT Masa Kini”

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemiskinan merupakan suatu standar hidup yang rendah yaitu adanya suatu tingkat kekurangan materi pada sejumlah orang. Kemiskinan biasanya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok seperti pangan, pakaian, dan papan sebagai tempat berteduh. Nusa Tenggara Timur secara khusus Kota Kupang yang adalah ibu kota provinsi pun tidak luput dari persoalan kemiksinan tersebut. Oleh karena itu pemerintah memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak kemiskinan secara khusus kepada anak-anak yang berpotensi terlantar dengan membangun panti asuhan. Menanggapi persoalan kemiskinan tersebut, maka Gereja juga turut terpanggil untuk menyatakan keprihatinannya melalui peran sosial Gereja. Dalam penulisan ini, penulis akan menggambarkan tentang peran sosial GMIT Ebenhaezer Oeba bagi pemeliharaan anak-anak Panti Asuhan Kristen ( PAK) GMIT 221 Oeba dipandang dari teori Teologi sosial. Tujuannya agar Gereja-gereja masa kini bisa dapat belajar dari peran sosial tersebut untuk lebih memfokuskan arah keterlibatannya dalam menanggapi persoalan sosial. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian lapangan dan penelitian pustaka. Penelitian pustaka yang digunakan adalah dengan menggunakan sejumlah literatur yang dapat menunjang penelitian ini. Penulis juga melakukan penelitian lapangan dengan lokus penelitian ialah Panti Asuhan Kristen(PAK) GMIT 221 Oeba. Untuk mengetahui mengenai peran sosial GMIT Ebenhaezer Oeba, maka penulis memilih beberapa orang seperti pendeta, penatua, diaken, pengurus panti dan juga anak-anak panti untuk memberikan informasi yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil penelitian sesuai teori teologi sosial yang penulis gunukan untuk mengkaji peran sosial Gereja, maka hal yang penulis temukan ialah peran sosial yang dilakukan oleh GMIT Ebenhaezer Oeba didasari pada motifasi yang benar yaitu dengan melihat pada apa yang Yesus lakukan sehingga tindakan itu diteruskan kepada anak-anak Panti Asuhan Kristen GMIT 221 yang datang dari latar belakang kemiskinan. Peran sosial Gereja yang dilakukan oleh gereja juga memiliki ciri pembeda dengan peran sosial yang dilakukan oleh pemerintah. Peran sosial yang dilakukan oleh gereja juga turut menolong anak-anak tersebut untuk memperoleh kehidupan yang lebih layak. Hal selanjutnya yang penulis temukan ialah melalui peran sosial ini, GMIT Ebenhaezer Oeba melakukan tindakan pemeliharaan yang ditunjukan melalui pengelolaan dan pendanaan bagi keberlangsungan hidup anak-anak di Panti Asuhan Kristen GMIT 221. Peran sosial yang dilakukan oleh GMIT Ebenhaezer Oeba merupakan bentuk pemeliharaan Allah bagi anak-anak Panti Asuhan Kristen GMIT 221.

RITUS KEMATIAN DI JEMAAT KAMBAJAWA SuatuTinjauanTeologisTerhadapPemahamanAnggotaJemaatKambajawaTentangRitusKematian, Dan Implikasinyabagikehidupanberjemaat di GKS Kambajawa

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ritus kematian merupakan warisan budaya yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan orang Sumba Timur di Jemaat Kambajawa, karena di dalamnya termuat nilai, norma atau aturan-aturan yang mengatur sistim kehidupan bersama, yang diwarisi dari generasi-ke-generasi. Tidak dapat dipungkiri praktik ritus kematian telah menimbulkan persoalan di kalangan Jemaat Kambajawa, karena dipandang telah menyalahi aturan dan ajaran gereja. Praktik ritus ini, sangat berkaitan erat dengan aliran kepercayaan Marapu, yang memiliki perbedaan konsep berpikir dengan ajaran iman Kristen. Akan tetapi, praktik ritus kematian masih tetap dilakukan oleh jemaat, dengan berbagai unsur pemahaman di dalamnya. Melihat fenomena ini, penulis merasa penting untuk mengkaji secara mendalam terkait dengan pelaksanaan ritus kematian dengan berbagai unsur pemahaman di dalamnya, dan pandangan GKS Jemaat Kambajawa terkait hal ini. Oleh karena itu, penulis menggunakan metode penilitian kualitatif untuk membantu penulis ketika melakukan penilitian lapangan dan penilitian pustaka untuk merefleksikan secara teologis terkait persoalan tersebut. Hasil analisis menunjukan bahwa pelaksaan ritus kematian dilakukan dengan pemahaman-pemahaman yang keliru dan bertentangan dengan ajaran gereja. Beberapa jemaat masih menganggap bahwa keselamatan dapat dicapai melalui usaha mereka ketika menjalankan ritus kematian dengan sebaik mungkin. Penyebab masih dilakukannya praktik ritus kematian di kalangan jemaat, karena dipengaruhi oleh faktor budaya, kekerabatan dan lingkungan sosial yang menuntut mereka untuk melakukan hal tersebut. Jemaat berada dalam keadaan dualisme. Pada satu sisi, jemaat masih menjalankan tradisi budaya mereka, dalam hal ini pelaksanaan ritus kematian, sedangkan di sisi yang lain mereka adalah orang Kriten yang telah mengaku percaya bahwa Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka. Gereja terus menggumuli persoalan ini untuk menolong jemaat agar dapat memahami, bahwa beberapa unsur dalam pelaksanaan ritus kematian, telah menyalahi aturan dan ajaran gereja. Kematian merupakan siklus hidup manusia, yang dapat terjadi kapan saja. Orang Kristen meyakini bahwa setelah kematian bukan akhir dari segala sesuatu, tetapi jalan menuju kepada kemuliaan Tuhan Allah. Yesus Kristus telah mati untuk keselamatan manusia dan inilah kabar baik bagi ciptaan-Nya. Oleh karena itu, kehidupan orang Kristen bukan lagi untuk mencari keselamatan melainkan untuk menghargai keselamatan yang sudah diterima. Dengan menyadari akan persoalan ini, maka penting sekali untuk memberikan pemahaman-pemahaman yang jelas kepada jemaat, dan bagaimana cara yang seharusnya dilakukan mereka ketika berhadapan dengan peristiwa kematian.

ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA MATA KULIAH MICROTEACHING

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA MATA KULIAH MICROTEACHING. Kami.A.A)* Nomleni.Th.F)** Manu.N.S.T)** Salah satu keterampilan yang diajarkan dalam mata kuliah Microteaching adalah keterampilan menggunakan media pembelajaran, namun berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada mata kuliah Microteaching, bahwa masih didapati mahasiswa yang dalam kesiapan mengajarnya tidak menggunakan media pembelajaran sebagai alat yang dipakai untuk menyampaikan makna pesan kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menggunakan media pembelajaran Biologi pada mata kuliah Microteaching.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan objek penelitian ataupun hasil penelitian.Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah kemampuan mahasiswa dalam menggunakan media pembelajaran Biologi pada mata kuliah Microteaching.Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester 6 kelas B Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang yang berjumlah 18 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi, rubric penilaian, dan video pembelajaran dari mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat ditemukan bahwa media yang paling banyak digunakan adalah media charta, karena media charta adalah mediah yang paling mudah diperoleh.Kemampuan mahasiswa dalam menggunakan media pembelajaran masih kurang, hal ini dikarenakan mahasiswa kurang mampu menggunakan media pembelajaran yang bervariasi. Kurangnya kemampuan mahasiswa dalam menggunakan media pembelajaran ini sangat berdampak pada tingkat motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, serta bisa membuat siswa merasa bosan dalam kelas. Kata kunci : Kemampuan mahasiswa, media pembelajaran Biologi, mata kuliah Microteaching.

HATAMA KAKALUK SUATU TINJAUAN TEOLOGIS GENDER TERHADAP PEMAHAMAN NILAI-NILAI TRADISI HATAMA KAKALUK DAN IMPLIKASINYA BAGI JEMAAT GMIT IMANUEL MAKTIHAN, KLASIS MALAKA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ritus Hatama Kakaluk merupakan ritus penyembuh sakit. Hatama Kakaluk secara harafiah yakni memasukkan kesaku atau ruangan, artinya bahwa orang yang sakit dipisahkan dari keluarga dan akan tinggal di dalam rumah adat atau rumahnya sendiri. Selama proses penyembuhan perempuan dilarang untuk ikut terlibat dalam merawat. Hal ini karena perempuan dianggap sebagai yang lemah, kotor dan dapat memperparah kondisi dari orang yang sakit. Selain itu, pemahaman lain bahwa perempuan itu sama dengan Hawa sehingga jika mereka masuk maka dapat menyebabkan kesalahan seperti Hawa. Ritus ini masih dilakukan oleh Jemaat GMIT Imanuel Maktihan-Klasis Malaka. Hal ini telah merendahkan perempuan sebagai penolong yang sepadan dan Segambar dan SerupadenganAllah. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi pemahaman Jemaat yang masih melakukan ritus yang mendiskriminasikan satu pihak dan merefleksikan persoalan ini menurut teologi gender serta bagaimana memberikan pemahaman yang tepat mengenai Ritus Hatama Kakaluk di Jemaat GMIT Imanuel Maktihan-Klasis Malaka. Tujuan ini dapat dicapai dengan satu penelitian dan metode yang digunakan adalah metode penelitian fenomenologi. Metode penelitian ini digunakan untuk menggambarkan pengalaman hidup dan persepsi yang muncul dari suatumasyarakat mengenai fenomena tertentu, bertujuan untuk memperoleh makna yang mandalam terhadap masalah Ritus Hatama Kakaluk di Maktihan. Hasil penelitian menunjukan bahwa permasalahan gender yang terjadi dalam ritus Hatama Kakaluk disebabkan beberapa faktor yaitu budaya Matriakat, di mana posisi perempuan lebih tinggi dari laki-laki, sehingga timbul kecemburuan, faktor penafisiran terhadap teks-teks Alkitab, di mana menggunakan teks Kejatuhan Manusia sebagai alasan pelarangan bagi perempuan dan faktor Ekonomi. Adapun dampak yang ditimbulkan dari faktor-faktor ini yaitu adanya ketidakadilan gender. Ritus Hatama Kakaluk menjadi tempat untuk Jemaat mendapatkan kesembuhan namun karena praktiknya yang mendiskriminasi satupihak yaitu perempuan maka Gereja haruslah hadir untuk memberikan pemahaman kepada Jemaat mengenai kesetaraan gender baik itu laki-laki dan perempuan. Agar jemaat dapat memahami bahwa praktik yang selama ini mereka jalani adalah salah (pelarangan terhadap perempuan sebagai yang kotor dan lemah serta sebagai pembawa kekacauan seperti Hawa).

GEREJA DAN STUNTING STUDI TEOLOGI SOSIAL TERHADAP PERAN GERAJA DALAM MENYIKAPI PERSOLAN STUNTING PADA ANAK DI JEMAAT GMIT IMANUEL KUATNANA, KLASIS SOE TIMUR

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stunting merupakan kondisi di mana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Salah satu masalah sosial yang terjadi di lingkungan gereja adalah masalah kesehatan jemaat. Masalah yang diangkat penulis ialah persoalan Stunting di Jemaat GMIT Imanuel Kuatnana. GMIT Imanuel Kuatnana terletak di Desa Tetaf, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Jemaat ini memiliki 52 rayon dengan jumlah jemaat 3620 jiwa. Termasuk di dalamnya adalah anak-anak yang mengalami stunting dengan jumlah 164 anak. Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk melihat bagaimana gereja menyikapi dan menangani masalah stunting di Jemaat GMIT Imanuel Kuatnana. Metode yang dipakai dalam penulisan karya ilmiah ini terbagi atas dua yaitu metode penelitian pustaka maupun penelitian lapangan yang berlokasi di Jemaat GMIT Imanuel Kuatnana. Populasi dalam penelitian ini ialah orangtua anak yang menderita stunting dengan jumlah sampel yakni 20 orang dari 164 orang tua anak. Sedangkan untuk metode penulisan memakai metode deskriptif analitis. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data penulis menemukan bahwa gereja belum sepenuhnya terlibat secara sosial dalam mengatasi persoalan Stunting. Hal ini dipengaruhi oleh faktor ketidakpahaman gereja dan jemaat mengenai masalah stunting. Faktor lainnya yang juga mempengaruhi ialah faktor ekonomi, kesehatan dan budaya masyarakat GMIT Imanuel Kuatnana. Dari hasil analisis yang ada, penulis menemukan bahwa gereja harus terlibat secara sosial dalam menanggapi masalah stunting dengan meningkatkan pemahaman jemaat mengenai Stunting dengan melihat faktor-faktor yang mempengaruhi karena anak-anak yang menderita stunting adalah bagian dari gereja yang merupakan kesatuan Tubuh Kristus.

’PENGARUH METODE PEMBERIAN TUGAS (RESITASI) PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN TEHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMAN 2 AMARASI SELATAN TAHUN AJARAN 2020/2021

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Metode Pemberian Tugas Resitasi pada materi pencemaran lingkungan terhadap hasil belajar siswa kelas X SMAN 2 Amarasi selatan tahun ajaran 2020/2021. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menerapkan metode pembelajaran Resitasi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian Post-test Only Control Desing. Sampel penelitian ini 36 orang siswa kelas X A dan X B dengan jumlah masing –masing kelas 18 orang. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalahdengan soal isian sebanyak 10 butir soal (jenjang kognitif C4,C5 dan C6). Data yang dianalisis menggunakan uji-t berbantuan SPSS menunjukan bahwa nilai thitunglebih besar dari nilai ttabel8.206>2,032), maka H1 diterima H0 ditolak . Artinya terdapat perbedaan dengan menggunakan metode pembelajaran resitasi pada materi pencemaran lingkungan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa “ Terdapat pengaruh signifikan penggunaan metode pembelajaran resitasi pada materi pencemaran lingkungan terhadap hasil belajar siswa kelas X SMAN 2 Amarasi Selatan Tahun Ajaran 2020/2021”..

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS X MIA SMA NEGERI 2 AMARASI SELATAN TAHUN AJARAN 2020/2021

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa di SMA Negeri 2 Amarasi Selatan Tahun Ajaran 2020/2021. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang melibatkan 40 sisawa kelas X MIA( X MIA I kelas eksperimen dan X MIA II kelas kontrol) sebagai sampel penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi Keterampilan Proses Sains. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pada kelas eksperimen sudah memenuhi semua indikator keterampilan proses sains dengan mendapat nilai rata-rata sebesar 78,44 dengan kriteria tinggi sedangkan kelas kontrol belum memenuhi semua indikator keterampilan proses sains dengan mendapat nilai rata-rata sebesar 45,86 dengan kriteria kurang. Pada kelas eksperimen Keterampilan Proses Sains siswa lebih tinggi karena menggunakan model pembelajaran Berbasis Proyek. Hal ini dapat dibuktikan pada peran aktif siswa ketika mengikuti pembelajaran dan kegiatan proyek. Berdasarkan data uji-t berbantuan SPSS menunjukan bahwa nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel (12,947 >2,024), maka dapat dikatakan H1 diterima dan H0 ditolak. Fakta tersebut menunjukan bahwa Media Pembelajaran Pembelajaran Berbasis Proyek memiliki pengaruh yang sangat baik terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa.

PROGRAM BUDI DAYA BABI Suatu Tinjauan Pembangunan Jemaat Terhadap Program Budi Daya BabiOleh Kaum Bapak GMIT Lanud El Tari Penfui dan Implikasinyabagi Jemaat GMIT Lanud El Tari Penfui

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesenjangan ekonomi merupakan suatu realita kehidupan bermasyarakat maupun berjemaat yang sering terlihat dalam kehidupan setiap hari. Kesenjangan ekonomi sendiri timbul karena adanya kesenjangan pendapatan, kesenjangan kekayaan, dan jurang antara kaya dan miskin. Kesenjangan-kesenjangan ini mengacu pada persebaran ukuran ekonomi di antara individu dalam kelompok, kelompok dalam populasi, atau antar negara. Gereja dalam hal ini Jemaat GMIT Lanud El Tari Penfui berupaya untuk menghadapi masalah kesenjangan ekonomi di jemaat. Upaya gereja dalam mengatasi kesenjangan adalah dengan membuat sebuah program yang dikoordinir oleh UP Kaum Bapak, program ini bernama “budi daya babi bibit”. Penulis melakukan penelitian terhadap program ini untuk mengetahui sejauh mana program ini berdampak pada pembangunan ekonomi dalam jemaat. Melalui penelitian ini penulis melihat gambaran umum Jemaat GMIT Lanud El Tari Penfui, kemudian bagaimana kehadiran program budi daya babi, apakah program ini sesuai dengan aspek-aspek pembangunan jemaat, lalu penulis merefleksikan upaya pembangunan jemaat melalui program ini. Dari poin-poin ini penulis kemudian melakukan penelitian dengan metode penelitian kualitatif. Metode ini penulis pilih dengan tujuan untuk menjelaskan suatu fenomena dengan sedalam-dalamnya, dengan cara pengumpulan data yang sedalam-dalamnya pula, agar dapat menunjukan pentingnya kedalaman dan detail suatu data yang diteliti. Penulis menyajikan hasil penelitian dengan memakai metode penulisan deskripsi, analisis dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan bahwa di Jemaat GMIT Lanud El Tari Penfui juga tercipta kesenjangan ekonomi seperti; ada jemaat yang memiliki pendapatan yang tetap dan ada yang tidak, ada jemaat yang memiliki pendapatan sesuai upah minimum rupiah bahkan lebih, namun ada juga jemaat yang hidup dengan pendapatan yang tak pasti. Hal-hal ini membuat terciptanya kesenjangan ekonomi di dalam jemaat ini. Program budi daya babi yang diupayakan dalam gereja ini sesuai dengan aspek-aspek pembangunan jemaat. Penulis juga menggunakan analisis sosial yaitu analisis,Strength, Weaknesses, Oportunities, Threats(SWOT) untuk melihat seberapa besar dampak yang dimiliki program seperti kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang ada pada program. Melalui program ini penulis menemukan bahwa jemaat berhasil diberdayakan secara ekonomi. Secara perlahan kehidupan jemaat menjadi lebih baik dan kesejahteraan dalam jemaat perlahan mulai terpupuk. Kesenjangan secara perlahan mulai terkikis dan pembangunan jemaat terwujud dalam jemaat. Dengan demikian gereja berhasil mengupayakan tanda-tanda Kerajaan Allah, dengan memunculkan adanya Shalom Allah di tengah-tengah jemaat.

Persembahan Yang Benar

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Persembahan adalah bentuk ucapan syukur atau respon umat kepada Allah atas anugerah yang telah diberikan-Nya. Selain itu persembahan juga sebagai tanda persekutuan dengan Allah dan pengakuan bahwa semua yang umat nikmati saat ini adalah atas anugerah dari Allah. Dalam realitas kehidupan berjemaat di GMIT Batu Karang Kupang, jemaat terjebak dalam ketergantungan pada uang, di mana uang menjadi satu-satunya penggerak dalam persekutuan jemaat. Hal ini berpengaruh pada jemaat, yang dengan alasan tidak memiliki uang persembahan, menolak untuk hadir dalam ibadah atau tidak hadir dalam ibadah namun menitipkan persembahannya. Selain itu ada jemaat memberi persembahan dengan motivasi untuk menunjukkan bahwa persembahan yang ia berikan lebih dari jemaat lain. Penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang hal ini. Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman Jemaat GMIT Batu Karang Kupang berkaitan dengan persembahan? Apakah dampak pemahaman persembahan tersebut pada pertumbuhan iman jemaat? Metode Penelitian Kualitatif dipilih karena dapat menolong dalam mencari pengertian yang mendalam tentang suatu gejala, fakta atau realita masalah, serta peristiwa yang dapat dipahami. Hal ini dilakukan melalui penelitian lapangan dengan cara melakukan observasi langsung dan wawancara mendalam dengan informasi kunci. Untuk menyelesaikan tulisan ini, penulis menggunakan metode penulisan, deduktif, analisis, dan reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jemaat GMIT Batu Karang Kupang memaknai persembahan dengan cara yang sangat beragam. Persembahan dinilai sebagai suatu tanggung jawab jemaat demi membantu proses pelayanan dalam gereja, selain itu jemaat juga memaknai persembahan sebagai media atau representasi diri mereka, sehingga timbul pemahaman bahwa persembahan mewakili diri mereka dalam ibadah. Selain itu juga, ada pemahaman jemaat bahwa terdapat pembedaan antara ibadah dan persembahan namun, pada prinsipnya persembahan dan ibadah adalah suatu keutuhan. Alkitab sebagai dasar pemahaman tentang persembahan mengajarkan bahwa ikatan atau hubungan antara umat dengan Allah merupakan prioritas dalam memberi persembahan. Yesus yang telah memberi diri-Nya untuk menebus manusia dari dosa, membuat manusia memahami bahwa semua yang dimilikinya adalah milik Allah.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KURIKULUM SUPERBOOK DI SEKOLAH MINGGU JEMAAT OEMATHONIS NAIT, KLASIS KUPANG BARAT

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sebelum adanya superbook, pengajar Oemathonis Nait menggunakan bahan ajar Pelayan Anak Remaja (PAR) yang diterbitkan oleh Majelis Sinode GMIT. Bahan ajar tersebut cukup membantu pengajar Sekolah Minggu dalam melakukan pendidikan bagi anak. Tetapi dalam perjalanannya ditemukan bahwa bahan ajar tersebut kurang efektif dalam pendidikan iman anak. Bahan ajar tersebut cenderung membuat metode pembelajaran menjadi monoton. Kurangnya dialog antara pengajar dengan anak-anak bimbingannya. Anak-anak hanya menjadi pendengar dan pengajar yang memiliki peran aktif. Hal ini mengakibatkan pengajar tidak mengetahui sejauh mana pemahaman anak-anak Sekolah Minggu terhadap setiap materi yang diberikan. Melihat hal ini maka Jemaat Oemathonis Nait memutuskan untuk menggunakan kurikulum superbook sebagai media bantu bagi pengajar untuk mendidik anak-anak Sekolah Minggu. Dalam pemakaiannya, superbook masih memiliki beberapa kendala yang membuat pemakaiannya masih belum maksimal sehingga penulis ingin melihat bagaimana efektivitas dari penggunaan kurikulum superbook yang ada di Jemaat GMIT Oemathonis Nait, Klasis Kupang Barat. Dalam melakukan penelitian kualitatif, penulis melakukan pengamatan secara langsung dengan terlibat dengan aktivitas bersama terhadap hal-hal yang berhubungan dengan penelitian untuk melihat atau mengamati perubahan sosial yang tumbuh dan berkembang kemudian dapat dilakukan penilaian atas perubahan tersebut, selain itu dalam menyajikan hasil penelitian secara sistematis, metode penulisan yang dipakai adalah metode deskriptif, analitis dan interpretatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, penulis menemukan bahwa superbook cukup membantu dalam mempersiapkan bahan ajar, karena bahan ajar yang diberikan dapat dipakai selama 1 bulan. Namun ada beberapa kendala seperti materi superbook yang tidak dibagi menurut golongan usia anak, sehingga para guru harus mengolah kembali materi yang ada dan menyampaikannya kepada anak Sekolah Minggu. Kendala lain yang dihadapi lebih kepada kesiapan dari para guru dalam mengolah materi superbook yang ada. Penulis menemukan bahwa perlu adanya persiapan diri dari pengajar dan juga Pendalaman Alkitab untuk membantu pengajar dalam mempersiapkan materi yang ada sehingga materi yang ada dapat dipahami oleh anak-anak Sekolah Minggu.

PEMATAHAN DORMANSI BIJI KENARI (Canarium indicum L.) MENGGUNAKAN VARIASI KONSENTRASI LARUTAN H2SO4

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman kenari merupakan salah satu komoditi penting bagi masyarakat alor. Masyarakat alor sulit membudidayakan tanaman ini karena memiliki kulit biji yang keras sehingga perkecambahan yang membutuhkan waktu yang relatif lama. Kenari memiliki banyak manfaat seperti obat-obatan, bahan makan, bahan bagunan. Nilai ekonomi dari daging biji kenari dipasaran pada saat ini mencapai ± 70.000 rupiah per kilogram dan kayunya ± 3,5 juta per kubik (m3). Daging biji mengandung protein yang tinggi (14-18%) dan minyak lemak 65% pada biji yang sudah kering (Thomson dan evans, 2006). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama perendaman biji kenari dengan menggunkan larutan H2SO4 dan konsentrasi yang optimum pada pematahan dormansi biji kenari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap berupa larutan kosentrasi H2SO4 dengan 4 taraf perlakuan 10%, 20%, 30%, 40%, dan 1 kontrol. Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Parameter pengamatan dalam penelitian ini meliputi daya kecambah, tinggi tanaman, dan jumlah daun. Data empiris yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Uji F), dilanjutkan dengan uji DRMT pada taraf 5%. Berdasarkan hasil ANOVA pemberian H2SO4 berpengaruh nyata terhadap parameter daya kecambah, parameter tinggi tanaman dan parameter jumlah daun. Uji DRMT menunjukan perlakuan dengan nilai tertinggi pada parameter daya kecambah, tinggi tanamanm, jumlah daun pada perlakuan P4, nilai masing-masing parameter uji adalah daya kecambah 59,9%, rata-rata tinggi tanaman 19,1 cm, rata-rata jumlah daun 19,12 helai. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa larutan H2SO4 berpengaruh nyata terhadap pematahan dormansi pada tanaman kenari (Canarium indicum L.)

Jangan Menghina Saudaramu

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bangsa Israel sebagai umat pilihan Allah memiliki sejarah pembentukan yang sangat panjang yang dimulai dari pemanggilan Abraham. Dalam catatan Kitab Kejadian, Allah mengikat perjanjian-Nya dengan Abraham dan keturunannya dan pewaris yang sah dari perjanjian itu adalah Ishak, anak Abraham dan Sarai. Selanjutnya, janji itu berlanjut kepada Yakub, anak bungsu Ishak dan Ribka, bukan Esau. Melukai perasaan Esau dan ia ingin membunuh adiknya itu. Meskipun Esau dan Yakub telah berdamai, namun konflik berlanjut pada keturunan mereka, yakni Edom dan Israel. Baik bangsa Israel maupun Edom menjalani relasi yang buruk dengan ingin menguasai satu dengan yang lain. Puncak konflik terjadi saat Edom terlibat dalam kehancuran kota kota Yerusalem. Dalam situasi krisis yang dialami penduduk Yehuda akibat kehancuran itu, Allah mengutus Obaja sebagai nabi Yehuda untuk menghibur mereka dan menyatakan keadilan-Nya. Kitab Obaja 1:12-15 berisi penyesalan Obaja yang mendalam atas perilaku kejam Edom yang menghina dan menindas Yehuda pada saat mereka diserang oleh Babel. Allah adalah Yang Mahakuasa, yang berkuasa dan memberikan ganjaran setimpal kepada umatNya juga dunia bangsa-bangsa. Konflik antara saudara tidak unik hanya pada Edom dan Yehuda, sebab hal yang serupa terjadi antara Jemaat GMIT Efrata Oelmasi dengan komunitas masyarakat dari Timor-Timur di Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Pada tahun 2014 pecah satu konflik besar dan proses perdamaian sudah dilakukan, namun sampai sekarang bentrok sering berulang. Situasi yang terlihat damai, ternyata menyimpan “bom waktu” yang sedang menunggu waktu untuk meledak. Stigma pengungsi kepada masyarakat Timor-Timur, gap sosial-ekonomi, dan pembatasan akses terus menjadi bibit permusuhan. Konflik ini tentu dapat terus terjadi tidak segera dikelola dengan baik. Karena itu, Penulis ingin menafsir teks Obaja 1:12-15 dan menemukan kerygma bagi penyelesaian konflik tersebut. Penulis berharap dengan terkelolanya konflik dengan baik maka masyarakat Timor-Timur dapat diterima sebagai sesama saudara dan hidup dalam damai.

TUNAIKAN TUGASMU SUATU TINJAUAN NARATIF TERHADAP LUKAS 22:39-46 DAN IMPLIKASINYA BAGI PELAKSANAAN DOA BERSAMA (MALAM MEDITASI) SEBELUM PENAHBISAN PENATUA, DIAKEN, DAN PENGAJAR DI JEMAAT GMIT IMANUEL BEUMOPU

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Gereja sebagai tempat di mana orang-orang yang percaya kepada Kristus bersekutu, memerlukan orang-orang yang nantinya berjabat gerejawi (Penatua, Diaken, dan Pengajar) untuk membantu dalam pelayanan. Majelis Jemaat itu terdiri dari Pendeta, Penatua, Diaken, dan Pengajar. Kesemuanya ini bekerja sama dalam Kristus untuk melayani jemaat-Nya. Menyadari akan tugas dan tanggung jawab yang akan dilakukan, ada doa bersama yang dilakukan dalam bentuk malam meditasi. Penulis menemukan fakta saat melakukan wawancara bersama calon-calon Penatua, Diaken, dan Pengajar bahwa adanya pemahaman yang kurang dari calon Penatua, Diaken, dan Pengajar GMIT Imanuel Beumopu mengenai malam meditasi yang dilakukan, sehingga bagi sebagian Penatua, Diaken, dan Pengajar malam meditasi itu tidak membawa dampak. Dalam teks Injil Lukas 22:39-46, di Bukit Zaitun, Yesus menunjukkan cara berdoa dan makna doa yang dalam. Yesus berdoa dalam keheningan dan dalam doa tersebut Yesus meminta kekuatan kepada Bapa-Nya untuk penderitaan salib yang akan dialami-Nya. Tugas terakhir Yesus untuk mati di kayu salib, Ia percayakan pada kehendak Bapa dan dalam doa penyerahan-Nya itu membawa kekuatan kepada-Nya. Yesus mau untuk para murid juga terus berdoa agar tidak jatuh ke dalam pencobaan, tetapi mereka malah tertidur dan tidak melakukan seperti yang Yesus perintahkan. Teks Injil Lukas 22:39-46 memberi makna yang baik bagi malam meditasi. Malam meditasi secara Kristiani dilakukan dengan fokus hanya kepada Kristus. Dalam malam meditasi seseorang diminta untuk melihat dalam keheningan batin apa yang Kristus kehendaki. Sebagai Penatua, Diaken, dan Pengajar doa dalam bentuk malam meditasi menolong agar identitas sebagai kawan sekerja Allah tetap nampak, dan doa dalam bentuk malam meditasi bisa membuat Penatua, Diaken, dan Pengajar melihat secara dalam apa yang menjadi kehendak Kristus dalam diri mereka sebagai pelaku-pelaku pelayanan. Metode penafsiran naratif menolong untuk menghubungkan antara teks dan konteks. Metode penafsiran naratif dengan unsur-unsur naratif yang digunakan untuk menafsir teks, memperlihatkan makna lebih dalam dari setiap kejadian, sikap, dan suasana dalam teks yang menolong dalam memberi makna untuk pelayanan doa bersama dalam bentuk malam meditasi. Dengan teks Lukas 22:39-46 dan metode penafsiran naratif, penulis berusaha untuk menghasilkan makna yang baik bagi pelayanan doa bersama dalam tulisan yang berjudul TUNAIKAN TUGASMU Suatu Tinjauan Naratif Terhadap Lukas 22:39-46 dan Implikasinya bagi Pelaksanaan Doa Bersama (Malam Meditasi) Sebelum Penahbisan Penatua, Diaken, dan Pengajar di Jemaat GMIT Imanuel Beumopu”.

Keteladanan Abraham dalam Pendidikan Keluarga

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Peran orang tua dalam pendidikan keluarga merupakan hal yang sangat penting. Orang tua menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas pertumbuhan anak-anak baik secara jasmani maupun rohani. Peran orang tua dalam hal ini kedua pihak yakni bapak maupun ibu. Namun dalam kenyataannya secara umum dalam keluarga-keluarga Kristen peran orang tua dalam pendidikan iman keluarga sangat rendah. Oleh karena itu dalam skripsi ini penulis mengkaji tentang peran Abraham sebagai orang tua, dalam mendidik keluarganya sebagai refleksi bagi peran orang tua di dalam pendidikan keluarga pada masa kini. Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan. Metode kepustakaan adalah metode yang mengumpulkan data pustaka, membaca, mencatat dan mengolah bahan penelitian. Kajian kepustakaan harus menghimpun teori-teori atau konsep-konsep yang terkait dengan aspek penelitian baik aspek utama maupun penjabarannya. Penulis juga menggunakan metode penelitian tokoh atau biografi. Penelitian tokoh atau biografi bertujuan untuk mengetahui dan memahami secara menyeluruh tentang segala sesuatu dari seorang tokoh, baik berupa ide, gagasan, teori, pemahaman, pandangan dan hal unik yang dimiliki tokoh tersebut. Metode penulisan yang dipakai penulis adalah deskriptif, analisis dan reflektif. Penulis mendeskripsikan latar belakang tokoh Abraham, lalu menganalisis model pendidikan yang diterapkannya dalam keluarga, dan kemudian merefleksikan model pendidikan Abraham tersebut terhadap peran orang tua dalam mendidik keluarga. Berdasarkan kajian di atas penulis mendapatkan bahwa peran orang tua dalam pendidikan keluarga sangat penting. Keteladanan Abraham dalam hidupnya sehari-hari menjadi model pendidikan yang baik bagi orang tua untuk mendidik anak-anak. Model pendidikan ini penulis sebut sebagai model pendidikan langsung dan kontekstual. Model pendidikan ini menekankan pada peran orang tua sebagai pendidik yang dituntut untuk harus menjadi panutan atau teladan bagi anak-anak yang dididik. Selain itu, kontekstualisasi terhadap bahan yang diajarkan dalam proses pembelajaran juga sangat penting karena sasaran model ini adalah pada tindakan nyata sehari-hari dari pendidik dan naradidik. Model pendidikan Abraham juga terdapat beberapa kekurangan karena tidak memiliki bahan ajar tertulis, metode yang monoton serta beban terhadap pendidik yang besar dalam proses pendidikan.

PROSES PEMBELAJARAN PENJASORKES PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SMP TUNAS JAYA KADALAK KECAMATAN WELIMAN KABUPATEN MALAKA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PROSES PEMBELAJARAN PENJASORKES PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SMP TUNAS JAYA KADALAK KECIMATAN WELIMAN KABUPATEN MALAKA Meliana Hoar*, M. Rambu P. Wasak2, Yohanis Boling3 1,2Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia 3SD Negeri Balfai, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh manusia dengan tujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi–potensi yang dimilikinya dengan suatu pembawaan jasmani dan rohani yang baik dan sesuai dengan nilai–nilai yang ada dalam lingkungannya. Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran penjasorkes pada masa pandemi COVID-19 di SMP Tunas Jaya Kadalak. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif untuk mengetahui proses pembelajaran penjasorkes pada masa pandemi COVID-19 di SMP Tunas Jaya Kadalak. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian yang didapat adalah: 1) Pembelajaran Penjasorkes sebelum dan saat masa pandemi COVID-19, 2) Pembelajaran Penjasorkes kurang efektif, 3) Keterbatasan siswa, 4) Pembelajaran Penjasorkes secara offline, 5) Kelebihan dan kekurangan pembelajaran online dan ofline 6) Dukungan orang tua, 7) Kesadaran siswa. Simpulan: Siswa tetap senang dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran penjasorkes di sekolah, hal ini dikarenakan adanya kesadaran siswa untuk belajar, serta dukungan yang berasal dari orangtua, dengan setiap tetap mematuhi protokol kesehatan. Kata kunci:Pembelajaran Penjasorkes, Pandemi COVID-19.

THE USE OF PICTURE TO AUDIO-VISUAL AIDS ON VOCABULARY FOR YOUNG LEARNERS

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT This research was under the title “The use of picture to audio-visual aids on vocabulary for young learners” .The aim of this research was to explain the teacher teach vocabulary using pictures and audio visual and explain the procedures apply by the teacher in teaching vocabulary using pictures and audio visual. The method used was descriptive qualitative method. There were one video that was taken from you tube as the sample of this research. The result showed that Media audio visual was useful because 1)it serve as an important motivator in the language teaching. 2) it provides students with content, meaning, and. guidance are presented and practiced.3) reinforces for students the direct relation between the language classroom and the outside world..4) provides with a way of addressing the needs of both visual and auditory learners. 5) The teachers can expose their students to multiple input sources with media audio visual. 6) motivates students by presenting language in it is more complete communication complex 7) effective to stimulate the happiness of students in learning language.8) The students do not just hear language, they see it too.9)It allows students a look at situations more than in the classroom.10) It give the potential to create something memorable and enjoyable.11)Young learners can enjoy studying English like listen to the teacher then look at the media and play the game. 12) Young learners will be more motivated to pay more attention in the class and they can relate their learning with their real life. The procedures teaching using pictures audio visual are the teacher : 1) starts class with greetings, 2) asks introduction questions to students,3) asks the students to practice singing together,4) does a very quick conversation then ask back to the students, 5) improve the question based on the conversation,6) shows the picture and the student guess the pictures,7) matchs the pictures based on topic on the blackboard,8) uses power point to show the pictures,9) uses the picture that stick on the board then the students match the word to the season that state in with power point.,10) uses the picture that stick on the board and collaborate with power point,11) uses the picture in the book,12) uses the picture as the media for the students to play Therefore, the teachers were needed to use aid audio visual for the young learners if the school are able to provide it because it could help the young learners to study English vocabulary.

Inventarisasi Jeni-Jenis Tumbuhan Paku Di Kawasan Air Terjun Oesusu Kecamatan Takari Kabupaten Kupang

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Inventarisasi Jenis-Jenis Tumbuhan Paku Di Kawasan Air Terjun Oesusu Kecamatan Takari Kabupaten Kupang Pinat,I) * Bullu,N) ** Meha,A) ** Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang memiliki keanekaragaman hayati tumbuhan yang sangat beragam. Salah satu kelompok tumbuhan yang kaya akan jenisnya adalah tumbuhan paku. Tumbuhan paku yang masih ada saat ini diperkirakan mencapai 10.000 jenis, di mana 3.000 jenis diantaranya tumbuh di Indonesia. waktu penelitian ini telah di lakukan pada tanggal 21 Desember 2020 sampai tanggal 21 Januari 2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan paku yang ada di Kawasan Air Terjun Desa Oesusu Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang dan untuk mengetahui parameter lingkungan di Kawasan Air Terjun Desa Oesusu Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode jelajah. Analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Terdapat 5 Tumbuhan Paku (Pteridophyta) yang Ditemukan diKawasan Air Terjun Oesusu yakni paku uban ( Nephrolepis falcata (Cav.) C. Chr), paku pakis (Christella dentata), paku suplir (Adiantum lunulatum Burm. f.), paku pedang (Nephrolepis chordifolia) dan paku rem cina (Pteris vittata L.). Hasil pengukuran parameter lingkungan di Kawasan Air Terjun Oesusu bagian timur yaitu suhu 28,20C, kelembaban 67,3 %, pH tanah 6,4 dan intensitas cahaya 1293,3 cd. dari bagian barat yaitu suhu 28 0C, kelembaban 77,4 %, pH tanah 6,3, dan intensitas cahaya 999,3 cd. Kata kunci : Inventarisasi Tumbuhan paku di Kawasan Air Terjun Oesusu Keterangan : *) Peneliti **) Pembimbing

EVALUASI PROGRAM INDUKSI BAGI GURU PEMULA DI SMP NEGERI 1 KOTA KUPANG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas program induksi bagi guru pemula yang di laksanakan di SMP Negeri 1 Kota Kupang dengan model evaluasi CIPPmenggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan motode observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan analisis data menggunakan teknik triagulasi. Hasil penelitian evaluasi program induksi guru pemula di SMP Negeri 1 Kupang pada tahun 2019/2020 menggunakan model CIPP secara keseluruhan telah terlaksanan dengan baik hal ini dikerenakan pada (1) evaluasi context sudah baik dikarenakan ada dasar hukum yang kemudia didukung oleh surat keputusan kepala sekolah dan adanya kesesuain tujuan sesuai program(2) evalusi input sudah baik karena penyelenggara sudah berperan dengan baik, instruktur berkompeten dan sesuai kriteria, kompetensi perserta program induksi guru pemula mengalami peningkatan, induksi guru pemula disesuaikan dengan kurikulum 2013 dan ada sarana prasaranamendukung kegitan program induksi guru pemula (3) evalusi process sudah baik, dikarenakan kesesuaian jadwal kegitan, rencanaan pelaksanaan PIGP sudah optimal karena sudah masuk dalam pengawasan dan program sekolah, ada pelatihanyang diikuti guru pembimbing dan tersedia format penduan pelaksaan, pelaksanaan program dilaksanakan secara menyeluruh mulai dari pengenalan lingkungan sekolah, pembimbingan, penilaian dan pelaporan(4) evaluasi Product sudah baik dikarenakan semua perserta mampu menguasai empat kompetensi dan memilki nilai kinerja baik dan telah mencapai tujuan program.

SURVEI SARANA DAN PRASARANA PENJASORKES DI SDK PEBOKO KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Pembelajaran Penjasorkes pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktifitas fisik untuk menghasilkan perubahan dalam kualitas individu. Sarana prasarana memadai merupakan faktor yang menentukan tinggi rendahnya prestasi belajar olahraga. Faktor yang juga berperan besar dalam mengaktualisasikan bakat dan kemampuan menjadi penampilan dan prestasi yang optimal adalah adanya fasilitas yang memadai. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manejemen sarana dan prasarana penjasorkses di SDK Peboko Kabupaten Timor Tengah Utara. Metode penelitian: Studi analisis deskriptif kualitatif menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dan pembahasan: Hasil analisis yang dilakukan, sekolah sangat mendukung dalam pengadaan sarana dan prasarana penjasorkes sehingga guru mampu meningkatkan pengajaran yang diberikan oleh guru penjasorkes, serta membuat siswa merasa senang dan nyaman saat berada dalam proses pembelajaran, sehingga meningkatkan prestasi belajar siswa. Simpulan: Saranaprasarana olahraga di SDK Peboko Kabupaten Timor Timor Tengah Utara dilakukan dengan menerapkan fungsi-fungsinya sehingga pembelajaran penjasorkes menjadi efektif dan efisien, dan dapat meningkatkan kualitas guru penjasorkes serta meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran Penjasorkes