2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul skripsi : “Disparitas Putusan Pemidanaan Terhadap Anggota Tentara Nasional Indonesia Yang Melakukan Tindak Pidana Penelantaran Rumah Tangga”. Rumusan masalahnya adalah mengapa terjadi disparitas putusan pemidanaan oleh hakim terhadap anggota Tentara Nasional Indonesia yang melakukan tindak pidana penelantaran ? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penyebab terjadinya disparitas putusan pemidanaan oleh hakim terhadap anggota Tentara Nasional Indonesia yang melakukan tindak pidana penelantaran rumah tangga. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tindak pidana penelantaran rumah tangga. sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah disparitas putusan pemidanaan tindak pidana penelantaran rumah tangga. Sesuai hasil penelitian dan pembahasan, maka yang menjadi yang menjadi disparitas putusan pemidanaan oleh hakim terhadap anggota Tentara Nasional Indonesia yang melakukan tindak pidana penelantaran rumah tangga adalah : 1. Tuntutan pidana (Requisitoir) Oditur Militer yang berbeda 2. Independensi Hakim 3. Kualitas perbuatan terdakwa 4. Hal-hal yang memringankan dan memberatkan bagi terdakwa Diharapkan majelis Hakim harus lebih obyektif dalam memutus dan menjatukan putusan terhadap suatu kasus-kasus tindak pidana, agar tidak menimbulkan kecemburuan hukum di dalam masyarakat. Diharapkan kepada Majelis Hakim hendaknya mempertimbangkan penderitaan, hak, ganti rugi korban untuk memperoleh keadilan dan akses untuk mengetahui bagaimana keadilan bagi korban penelantaran rumah tangga yang perlu diselaraskan dengan rasa keadilan di masyarakat. Kata Kunci : Disparitas, Putusan Hakim, Tentara Nasional Indonesia, Penelantaran Rumah Tangga.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI “DisparitasPutusanPemidanaandalamkasustindakpidanapembunuhan di Pengadilan Negeri Soe” Permasalahannyaadalah:Mengapaterjadidisparitasputusanpemidanaanterhadappelakupembunuhan di Pengadilan Negeri Soe?Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahuiterjadidisparitasputusanpemidanaanterhadappelakupembunuhan di Pengadilan Negeri Soeyang bermanfaat secara teoritis dan praktis dengan Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dengan dengan studi putusan pengadilan, variabel yang digunakan adalah variabel bebas dan terikat, sumber bahan hukum terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang dianalisis secaradeskriptif untukmemaparkan, mengelola, menggambarkan dan menafsirkan hasil penelitian dengan susunan kata-kata dan kalimat sebagai menjawab atas permasalahan yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian penulis bahwaterjadinya disparitasputusan pelaku tindak pidana disebabkan karena: 1. Tuntutan Penuntut Umum yang berbeda. 2. Independensi hakim yang berbeda 3. Kualitasperbuatanterdakwa 4. Faktorsubyektifyaitu: faktoryang memberatkan danyang meringankan terdakwa. Untukmenghindariterjadinyadisparitasdalamputusanpemidanaan oleh hakim, makadisarankanagar hakim dalammemeriksaperkarapidanadisidangpengadilanmemperhatikanyurisprudensi yang adadalammenyelesaikankasus-kasus yang sejenis.perlumemeriksayurisprudensi yang adadalammenyelesaikankasus-kasus yang sejenis. . Kata Kunci: Disparitas, Tindak Pidana, dan putusan hakim
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul skripsi adalah, “Deskripsi Tentang Bentuk Tindak Pidana Korupsi Dana Desa”. Masalah dari penelitian ini adalah Bagaimana Bentuk Tindak Pidana Korupsi Dana Desa Yang Dilakukan Oleh Para Terpidana ? Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Bentuk Tindak Pidana Korupsi Dana Desa Yang Dilakukan Oleh Para Terpidana. Jenis penelitian dari penelitian ini adalah penelitian hukum normatif yang menggunakan 2 (dua) variabel yaitu, variabel bebas tentak bentuk tindak pidana korupsi dana desa dan variabel terikat yaitu tentang pertimbangan hakim pengadilan negeri kupang dalam menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap terpidana tindak pidana korupsi dana desa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 6 (enam) bentuk tindak pidana korupsi dana desa yang dilakukan oleh terpidana yaitu: 1. Terpidana tidak mencatat seluru pengeluaran belanja dana desa, me mark up harga dan menggunakan bukti fiktif. 2. Terpidana mengambil alih kewenangan bendahara desa dan melakukan pembayaran lebih kepada kontraktor yang tidak sesuai dengan volume bahan material dalam kontrak kerja. 3. Terpidana mengambil alih kewenangan Tim Pelaksanaan Kegiatan (TPK) dan memanipulasi dokumen pelelangan. 4. Terpidana memalsukan nota belanja bahan bangunan. 5. Terpidana memalsukan administrasi pertanggungjawaban dana desa. 6. Terpidana tidak menyetor uang pajak perolehan hasilan (PPH) dan pajak pertambahan nilai (PPN) ke kas Negara. Merujuk pada hasil penelitian di atas maka yang menjadi saran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Pemerintah membentuk tim khusus disetiap Desa yang ditugaskan untuk menasehat Kepala Desa beserta aparat Desa agar dalam menjalankan tugas dan tanggungjawa mereka bisa memahami peraturan perundang-undangan dengan benar seperti langkah-langkah apa yang seharusnya dalam menjalankan roda pemerintahan terutama dalam mengelola Keuangan Desa. 2. Aparat penegak hukum harus bertindak tegas dan tidak tebang pilih seperti Majelis Hakim dalam menjatuhkan hukuman agar bisa menghukum terdakwa dengan seberat-beratnya atau setimpal dengan perbuatanya, dengan demikian setiap orang yang hendak melakukan niat jahat dengan cara korupsi yang akan datang dikemudian hari dengan sendirinya sudah merasa takut. Kata Kunci: Bentuk Tindak Pidana, Korupsi, Dana Desa.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTI SARI Remigius Besin, 2021 Dengan judul .Analisis Yuridis Penjatuhan Putusan Oleh Majelis Hakim Terhadap Pembatalan Pendaftaran Merek Di Pengadilan Negeri Niaga Jakarta Pusat. Merujuk pada rumusan masalah dalam penelitian ini yakni apakah yang menjadi dasar pertimbangan hukum oleh hakim dalam menjatuhkan putusan pembatalan pendaftaran merek di pengadialan negeri niaga Jakarta pusat. Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui dasar pertimbangan hokum oleh hakim dalam menjatuhi putusan pembatalan pendaftaran merek di pengadilan negeri niaga Jakarta pusat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif, sedangkan variable penelitian adalah variable bebas, yakni; penjatuhan putusan bagi tergugat yang melakukan peniruan merek-merek penggugat, dan variable terikat yakni; dasar pertibangan hakim dalam menjatuhi putusan terhadak pihak atau para tergugat yang bersalah. Hasil penelitian telah membuktikan bahwa dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhi putusan berdasarkan putusan nomor 31/Pdt.Sus Merek/2019/PN.Jkt.Pst putusan nomor 43/Pdt.Sus-Merek/2019/PN.Jkt.Pst ; putusan nomor: 58/Pdt.Sus-Merek/2014/PN.Jkt.Pts; putusan nomor : 60/Pdt.Sus-Merek/2019/PN.Jkt.Pts adalah sebagai berikut : Kualitas perbuatan antara lain; Merek-merek yang didaftarkan tergugat mempunyai persamaan yang signifikan dengan merek-merek penggugat. Penggugat terlebih dahulu mendaftarkan merek. Adanya itikad tidak baik oleh tergugat. Kata Kunci : Analisis Yuridis, Putusan Hakim, Pembatalan Pendaftaran Merek
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul: Deskripsi Tentang Pertimbangan Hakim Peninjauan Kembali Dalam Menjatuhkan Pidana Lebih Rendah Terhadap Sekretaris Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan Non Aktif. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana pertimbangan majelis hakim peninjauan kembali dalam menjatuhkan pidana lebih rendah terhadap Sekretaris Daerah kabupaten Timor Tengah Selatan Non Aktif ? Tujuan dari penelitian ini adalah: pertimbangan majelis hakim peninjauan kembali dalam menjatuhkan pidana lebih rendah terhadap Sekretaris Daerah kabupaten Timor Tengah Selatan Non Aktif yang bermanfaat secara teoritis dan praktis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian normatif yang dianalisis secara deskriptif kualitatif sesuai dengan bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Berdasarkan pada hasil analisis dan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan pertimbangan Hakim peninjauan kembali dalam menjatuhkan pidana lebih rendah terhadap Sekretaris Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan non aktif berdasarkan pada: 1). Hakim mempertimbangkan unsur-unsur pasal dalam dakwaan yang terdiri dari dakwaan primer dan subsidair dalam tuntutan penuntut umum; 2). Hakim mempertimbangkan kerugian keuangan Negara yang timbul dari perbuatan terdakwa; 3). Hakim mempertimbangkan hal yang meringankan dan memberatkan terdakwa. Sarankan bagi hakim perlu konsistensi dalam pertimbangan yang seadil-adilnya berdasarkan etika dan profesi hakim dalam menegakkan keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum bagi bagi masyarakat sesuai dengan undang undang tindak pidana korupsi dan bagi terdakwa agar tidak perlu melakukan korupsi. Kata Kunci: Pertimbangan Hakim dan tindak pidana korupsi
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI JudulSkripsi:AnalisisYuridisPutusan Hakim DalamSengketaPelanggaranHakCipta Di PengadilanNegeriNiaga Jakarta Pusat, denganRumusanmasalahputusan hakim dalamsengketapelanggaranhakcipta di PengadilanNegeriNiaga Jakarta pusatada yang tidakdapatditerimadanadayang dikabulkanPenelitianinibertujuanuntukmengetahuiputusan hakim dalamsengketapelanggaranhakcipta di PengadilanNegeriNiaga Jakarta Pusatada yang tidakdapatditerimadanada yang dikabulkan. Pertimbanganhasilpenelitianmenunjukanbahwapertimbangan hakim dalamsengketapelanggaranhakcipta di pengadilannegeriniaga Jakarta pusatada yang tidakdapatditerimadanada yang dikabulkan, Hasilpenelitianyangdigunakandalampenelitianinipenelitiannormatif,Varibelyangdingunakanada 2(dua)yaituVariabelbebasdanVariabelterikatdalampenelitianini variable bebasadalahpelanggaranhakciptadan variable terikatadalahputusan hakim terhadappelanggaranhakcipta Hasilpenelitianmenunjukanbahwapertimbanganhakimdalamsengketapelanggaranhakcipta di pengadilannegariniaga Jakarta pusatdanmengapaputusan hakim dalamsengketapelanggaranhakcipta di pengadilannegeriniaga Jakarta pusatada yang tidakdapatditerimadanada yang dikabulkanyaitu: 1. Gugatanpenggugattidakdapatditerimakarenagugatanpenggugattidakmemenuhisyaratformilyaitu : a. Gugatankaburdantidakjelas ( obscuur libel) b. Penggugattidakmemilikikewenanganuntukmengajukangugatan (legal persona standi in judicio ) 2. Gugatanpenggugatdikabulkankarenapenggugatberhasilmembuktikandalilgugatnya KataKunci:Putusan ,Hakim ,pelanggaran, hakdancipta
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul: “Analisis Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Ngada’’. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 pasal 1 ayat 18 dijelaskan bahwa, “Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah penerimaan yang diperoleh dari sumber-sumber dalam wilayahnya sendiri yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.” Pendapatan Asli Daerah merupakan semua penerimaan daerah yang berasal dari sumber ekonomi asli daerah. Pendapatan Asli Daerah bersumber dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan pendapatan lain asli daerah yang sah, yang bertujuan untuk memberikan keleluasaan kepada daerah dalam menggali pendanaan dalam pelaksanaan otonomi daerah sebagai mewujudan asas desentralisasi. Adapun masalah yang di ambil pada penelitian ini adalah “Analisis Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Ngada”. Sementara Persoalan pada penelitian ini adalah “Bagaimana Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Ngada, dan Bagaimana tingkat efektivitas Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Ngada? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Bagaimana Pertumbuhan pendapatan Asli Daerah Kabupaten Ngada dilihat dari Rasio Pertumbuhan PAD, dan Bagaimana tingkat efektivitas Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Ngada dilihat dari Rasio Efektivitas PAD. Konsep penelitian dalam penelitian ini, yaitu Pendapatan Asli Daerah. Adapun Populasi dalam penelitian ini adalah laporan tentang pendapatan asli daerah Kabupaten Ngada yang dimuat pada buku Kabupaten Ngada dalam angka tahun 1958-2019. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan tentang pendapatan asli daerah yang dimuat pada buku Kabupaten Ngada dalam angka tahun 2010-2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan rumus: Rasio Pertumbuhan PAD, dan Rasio Efektivitas PAD. Hasil Penelitian menunjukkan dari tahun 2010-2019 Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Ngada mengalami kenaikan, Namun Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Ngada dilihat dari Rasio Pertumbuhan PAD mengalami fluktuasi, meskipun terjadi peningkatan Pendapatan Asli daerah setiap tahunnya diakibatkan karena manajemen perpajakan daerah kurang efektif karena tidak lancarnya pelaksanaan roda pemerintahan daerah, tingkat pendapatan masyarakat, tingkat kesadaran wajib pajak. Sedangkan Tingkat efektivitas PAD menunjukan angka yang positif setiap tahunnya, bahkan beberapa tahun menunjukan angka efektivitas diatas 100%. Hal ini jelas menjadi gambaran bahwa pemerintah Kabupaten Ngada terus mengoptimalkan pendapatan asli daerahnya. Bukan hanya bisa mencapai target anggaran pendapatan bahkan melampaui target yang sudah ditetapkan sebelumnya oleh pemerintah daerah.
Kata kunci : Pendapatan asli daerah
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi adalah, “ANALISIS YURIDIS MODUS OPERANDI TINDAK PIDANA PEMALSUAN SURAT DALAM PUTUSAN PENGADILAN “. Masalah pokok yaitu Bagaimanakah modus operandi terjadinya tindak pidana pembuatan surat palsu dalam putusan pengadilan?. Tujuan penelitian ini yaitu Untuk mengetahui modus operandi terjadinya tindak pidana pembuatan surat palsu. Penelitian ini bersifat deskriptif.jenis penelitian yaitu penelitian normatif dan mengunakan 2 (dua) variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat.Varibael bebas adalah putusan pengadilan dengan menghukum para terdakwa dengan tindak pidana pemalsuan surat. Variabel terikat adalah tindak pidana pemalsuan surat. kejahatan pemalsuan surat pada umumnya adalah berupa pemalsuan surat dalam bentuk pokok yang dimuat dalam pasal 263 KUHP,yang rumusnya adalah sebagaiberikut: 1. Terdakwa menyuruh membuat SIM B 1 umum palsu 2. Terdakwa menyuruh membuat STNK dan SIM A palsu 3. Terdakwa menyuruh membuat STNK palsu 4. Terdakwa menyuruh memalsukan kartu keluarga 5. Terdakwa membua polis asuransi: Berdasarkan hasil penelitian, maka modus operandi tindak pidana pemalsuan surat dalam putusan pengadilan yaitu : 1. Terdakwa membuat nomor seri SIM B golongan 1 Umum yang berbeda dengan nomor kode satpas yang berada di wilayah Polres Bandung. 2. Terdakwa menyuruh membuat KTP dan SIM A yang palsu dengan cara meminta bantuan kepaada teman terdakwa untuk medaftarkan grab. 3. Terdakwa membuat STNK sepeda motor yang sudah terkena denda pajak dan digantikan dengan yang baru sehingga terhindar dari biaya pajak yang dikenakan. 4. Terdakwa memalsukan identitas diri dari kartu keluarga terdakwa dengan cara merubah status perkawinan terdakwa dari sudah kawin menjadi belum kawin untuk mau menikah siri. 5. Terdakwa memalsukan polis asuransi harta kekayaan dari suami terdakwa untuk merubah penerima manfaat polis asuransi dengan memalsukan tanda tangan dengan alasan membayar SPP anak . Kata kunci : Modus Operandi Pemalsuan Surat, Putusan Pengadilan. Judul skripsi adalah, “ANALISIS YURIDIS MODUS OPERANDI TINDAK PIDANA PEMALSUAN SURAT DALAM PUTUSAN PENGADILAN “. Masalah pokok yaitu Bagaimanakah modus operandi terjadinya tindak pidana pembuatan surat palsu dalam putusan pengadilan?. Tujuan penelitian ini yaitu Untuk mengetahui modus operandi terjadinya tindak pidana pembuatan surat palsu. Penelitian ini bersifat deskriptif.jenis penelitian yaitu penelitian normatif dan mengunakan 2 (dua) variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat.Varibael bebas adalah putusan pengadilan dengan menghukum para terdakwa dengan tindak pidana pemalsuan surat. Variabel terikat adalah tindak pidana pemalsuan surat. kejahatan pemalsuan surat pada umumnya adalah berupa pemalsuan surat dalam bentuk pokok yang dimuat dalam pasal 263 KUHP,yang rumusnya adalah sebagaiberikut: 1. Terdakwa menyuruh membuat SIM B 1 umum palsu 2. Terdakwa menyuruh membuat STNK dan SIM A palsu 3. Terdakwa menyuruh membuat STNK palsu 4. Terdakwa menyuruh memalsukan kartu keluarga 5. Terdakwa membua polis asuransi: Berdasarkan hasil penelitian, maka modus operandi tindak pidana pemalsuan surat dalam putusan pengadilan yaitu : 1. Terdakwa membuat nomor seri SIM B golongan 1 Umum yang berbeda dengan nomor kode satpas yang berada di wilayah Polres Bandung. 2. Terdakwa menyuruh membuat KTP dan SIM A yang palsu dengan cara meminta bantuan kepaada teman terdakwa untuk medaftarkan grab. 3. Terdakwa membuat STNK sepeda motor yang sudah terkena denda pajak dan digantikan dengan yang baru sehingga terhindar dari biaya pajak yang dikenakan. 4. Terdakwa memalsukan identitas diri dari kartu keluarga terdakwa dengan cara merubah status perkawinan terdakwa dari sudah kawin menjadi belum kawin untuk mau menikah siri. 5. Terdakwa memalsukan polis asuransi harta kekayaan dari suami terdakwa untuk merubah penerima manfaat polis asuransi dengan memalsukan tanda tangan dengan alasan membayar SPP anak .
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kue baruasa adalah kue manis yang berukuran kecil-kecil yang dibuat dengan bahan dasar tepung terigu dan bahan tambahan lainnya yang membentuk suatu formula adonan dengan cara dipanggang sehingga memiliki sifat dan struktur tertentu yang digemari masyarakat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 17 Mei sampai dengan 2 Juni 2021 di Laboratorium processing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Tahun, Penelitian ini bertujun untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung uwi dan tepung terigu dalam pembuatan kue baruasa dan untuk memperoleh substitusi tepung uwi dan tepung terigu yang tepat dalam pembuatan kue baruasa dengan karakteristik sensorik yang dapat diterima oleh konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali dengan persentase 0%, 10%, 20%, dan 30%. Parameter yang diukur pada kualitas kue baruasa yang dihasilkan adalah uji warna, rasa, aroma, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukan Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan B dengan penambahan tepung uwi 10% terhadap warna dengan skor 4.694 (sangat suka), rasa pada perlakuan 10% dengan skor 4.833 (sangat suka) aroma pada perlakuan 10% dengan skor 4.667 (sangat suka) dan tekstur pada perlakuan 10% dengan skor 4.722 (sangat suka).
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Abraham Bernadus.D* Nuhamara,M ** I.D.A.A.R.R.Adi, ** Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Eksakta Fakulatas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang pada tanggal 21 Mei 2021 sampai tanggal 5 Juni 2021. Tujuannya adalah untuk mengetahuiefek subtitusi tepung talas(colosasia. Esculenta(L) Schott) terhadap karakteristik organoleptik kue putudan bagaimana efek subtitusi tepung talas terhadap karakteristik organoleptik kue putu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai rancangan dasar dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Perlakuan terbaik subtitusi tepung talas yang berbeda dalam karakteristik organoleptik kue putu terdapat pada perlakuan B dengan subtitusi 5% tepung talassehingga menghasilkan nilai rata-rata tekstur kue putu sebesar 4,6 (sangat suka), rasa kue putu sebesar 4,5 (sangat suka), dan warna kue putu sebesar 4,3 (sangat suka)
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Markus Ndode Malo*M.Nuhamara**I.D.A.A.R.R.Adi Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium EKsakta teknologi pertanian,Universitas Kristen Artha Wacana kupang pada tanggal 26 mei-5 juni 2021.Tujuan adalah untuk mengetahui pengaruh dalam penggunaan kayu manis terhadap nilai organoleptik susua kacang gude dan manakah jumlah yang terbaik penggunaan kayu manis dalam proses pembuatan susu kacang gude.penelitian ini menggunakan rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai rancangan dasar dengan menggunakan 4 perlakuan,3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan.perlakuan terbaik menggunakan susu kacang gude dengan penambahan bubuk kayu manis pada perlakuan p3 penggunaan kayu manis 24gram sehingga menghasilkan nilai rata-rata rasa 3.822(sangat suka,)aroma 3.733 (Sangat suka) dan warna 3.689(sangat suka)
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI KOMPOSISI PANGAN LOKAL KAPARAK BERBASIS POTENSI DAERAH DI SUMBA TIMUR Yakobus Damu Wulang*), A. I. Medah**), Regina I. M. Banoet**) ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makanan lokal sesuai dengan potensi daerah untuk mengebangkan makanan lokal di Sumba Timur.Satuan sampel penelitian ini adalah desa yang dipilih secara acak bertingkat.pemilihan sampel pertama adalah memilih 20% Kecamatan secara acak nama kecamatan terpilih,di lanjutkan dengan pemilihan 20% Desa. Pada kecamatan kepada Responden pada desa sampel dipilih berdasarkan komunikasi dengan kepala wilayah atau Desa, yakni sebanyak satu orang Responden yang sering membuat kaparak di Desa tersebut.hasil pertanian seperti Padi, Jagung, Ubi jalar, Ubi Kayu, Kedelai, Kacang Tanah dan Kacang Hijau dapat diolah menjadi makanan lokal.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Hello,Yumiati.2020.“PeranGuruPendidikanAgamaKristen(PAK)Dalam Pembelajaran SaatDiskusiPadaMataPelajaranPendidikanAgamaKristenDanBudiPekertiKelasX SMAKristen1KotaKupang”.Program StudiIlmuPendidikanTeologi,UniversitasKristen ArthaWacana.Pembimbimg:(1)Drs.LukasManu,M.Pd.Dan(2)JollyanesP.Ledo,M.Th, M.Ed. Pendidikanyangkompleksmenuntutpenangananuntukmeningkatkankualitasnya, baikyangbersifatmenyeluruhmaupunpadabeberapakomponensaja.PendidikanAgama Kristen(PAK)adalahsalahsatubidangstudiyangmemilikitujuanmembekalisiswauntuk mampumenjalanihidupmasakinidanmampumenghadapisetiappermasalahdimasa yangakandatang.GuruPAK memilikiperanyangsangatpentingdalam pelaksanaan pembelajarandisekolah.Berdasarkanrumusanmasalahyangdibahasadalahperanguru PendidikanAgamaKristen(PAK)dalam pembelajaransaatdiskusipadamatapelajaran AgamaKristendanBudiPekertikelasXSMAKristen1KotaKupang.Kedudukanguru dalam pembelajaranuntukmembentuk,sehinggakeberadaannyasebagaiujungtombak pembelajaranharustetapada.TujuanpenelitiandariPeranGuruPAKDalamPembelajaran SaatBerdiskusipadamatapelajaranAgamaKristenDanBudiPekertikelasXSMAKristen 1KotaKupangharusditeliti.SifatmateripelajaranPendidikanAgamaKristentersebut membawa konsekuensiterhadap proses belajar mengajar yang didominasioleh pendekatan,terutamagurumenggunakanmetodekualitatif.Penelitianinimenggunakan metodedeskriptifkualitatifdengantujuanuntukmenggambarkanfenomenayangterjadi dilokasipenelitian.PopulasidalampenelitianiniadalahkhususkelasXSMAKristen1kota kupang dan sampelnya 5 orang siswa kelas X,dan 1 Guru PAK.Adapun teknik pengumpulandatayaitu,observasi,wawancaradandokumentasi.Selanjutnyadatadi analisismenggunakananalisakualitatifDalam penelitianiniditemukanfaktabahwaguru PAKberperansecaraoptimaldalam kegiatanpembelajarannyayaituperannyasebagai pendidik,model,pembimbing,pengajar,komunikatordan aktor.Olehkarenaitu,guruPAK bertanggungjawabterhadappendidikanmurid-muridnya.Tanpagurumakapendidikan tidakdapatdijalankandenganbaik,karenagurutidakdapatdigantikandenganunsur apapun.Dengandemikian,sebagaipelakupendidikanyangbermartabat,laksanakanlah tugas-tugasyangtelahdipercayadenganpenuhtanggungjawabagarbergunabaginusa danbangsa. KataKunci:PemahamanGuruPAKDalamPembelajaranDiskusi Keterangan:**)Pembimbing *)Penelitian
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
BSTRAK
Ningsi A. Malelak 2021. Bentik-bentuk PAK dalam keluarga bagi pembentukan
karakter remaja, Program Studi Ilmu PendidikanTeologi.Universitas Kristen Artha
Wacana Kupang.
Malelak N)* Tnunay P)* *Pabala
P)***
8
Adapun masalah-masalah yang ditemukan tidak aktif PAR 15, melawan
orangtua 20, minum miras 15, berkelahi 15, hamil diluar nikah 8 dan putus sekolah
15 orang. Namun terbatas untuk diketahui sejauhmana bentuk-bentuk PAK dalam
keluarga bagi pembentukan karakter remaja dijemaat Ora Et Labora Hausunaf. Oleh
sebab itu peneliti ingin mengkaji lebih luas hal tersebut melalui penelitian masalah
yang dibahas oleh sebuah judul penelitian bentuk-bentuk PAK dalam keluarga bagi
pembentukan karakter remaja di Jemaat Ora Et Labora Hausunaf Klasis Amanuban
Selatan Tahun 2020.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk-bentuk PAK
dalam keluarga bagi pembentukkan karakter remaja dijemaat Ora Et Labora
Hausunaf? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk PAK dalam
keluarga bagi pembentukkan karakter remaja dijemaat Ora Et Labora Hausunaf. Jenis
penelitian deskriptif kualitatif dengan sampel remaja 30 orang dan orangtua 136 KK
dan juga populasi30 orangtua dan 30 remaja. Teknik pengumpulan data berupa
wawancara. Hasil penelitian di ketahui bahwa bentuk-bentuk PAK dalam keluarga
bagi pembentukkan karakter remaja dijemaat Ora Et Labora Hausunaf sebagian besar
orangtua telah memberikan pengajaran rohani kepadaanak-anak. Bentuk-bentuk PAK
dalam keluarga Ibadah Keluarga 38,33%, mengajar 43,33%, mendidik 33,33%.
Karakter remaja menghormati orangtua 60%, disiplin berpakaian 23,33%, disiplin
waktu 33,33%, rajin mengerjakan pekerjaan rumah tangga 65%, menyanyi
dikebaktian minggu 50%, tarian pada kebaktian minggu 50%, kerjabakti 50%.
Penulis menarik kesimpulan yang dapat diketahui bahwa hasil dari wawancara dan
analisis data dalam pembahasan maka dapat diketahui bahwa bentuk-bentuk PAK
dalam keluarga sudah melakukan dan melaksanakan PAK dalam keluarga dengan
Ibadah keluarga terdapat 38,33%, mengajar terdapat 43,33%, dan mendidik terdapat
33,33%. Karakter remaja dalam menghormati orangtua terdapat 60%, disiplin dalam
keluarga terdapat 23,33%, rajin mengerjakan pekerjaan rumah tangga terdapat 65%,
aktif dalam kegiatan remaja dijemaat Ora Et Labora Hausunaf terdapat 50%. Oleh
karena itu, penulis memberikan saran agar orangtua terus menasihati dan
mengingatkan remaja dalam menumbuhkan karakter yang baik.
Kata Kunci: 1. Bentuk-bentuk PAK
2. Dalam Keluarga
3. Bagi Pembentukkan Karakter
4. Remaja
5. Di Jemaat Ora Et Labora Hausunaf Klasis Amanuban Selatan Tahun
2020
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PANDANGAN TOKOH MASYARAKAT SUMBA TERHADAP KAWIN
TANGKAP ( Palenidu Awinu ) DI DESA UMBU PABAL SELATAN
KECAMATAN UMBU RATUNGGAY BARAT KABUPATEN SUMBA
TENGAH TAHUN 2020
Boba. E (*) Pellu. L (**) Pabala. P
Desa Umbu Pabal Selatan Kecamatan Umbu Ratunggay Barat Kabupaten Sumba
Tengah memiliki lima pasang kawin tangkap. Menurut tokoh masyarakat Sumba
kawin tangkap merupakan tradisi turun temurun. Penelitian ini dilakukan untuk
melihat bagaimana pandangan tokoh masyarakat terhadap kawin tangkap di Desa
Umbu Pabal Selatan Kecamatan Umbu Ratunggay Barat Kabupaten Sumba
Tengah. Metode penelitian deskriptif kualitatif memiliki sampel sebanyak 15
orang. Peneliti mengumpulkan data dari 5 orang tokoh masyarakat, 5 orang orang
pelaku, 5 orang korban kawin tangkap. Hasilnya, pandangan tokoh masyarakat
Sumba terhadap kawin tangkap: a) Budaya: Pemaksaan terhadap perempuan dan
Merendahkan martabat perempuan, b) Agama: tidak dilandaskan cinta kasih dan
Melanggar Firman Tuhan, c) Hukum: Penculikan, Pemerkosaan, dan Tindakan
kekerasan dibawah umur, d) Dampak Pendidikan: Menyebabkan perempuan
putus sekolah dan Rentan korban kekerasan, e) Dampak Psikologi: trauma, stress,
putus asa, fisik, f) Dampak Ekonomi: Tidak mandiri secara ekonomi, g) Internal,
Eksternal : alasan ekonomi dan alasan budaya. Kawin tangkap sekarang ini sudah
melenceng jauh dari kebiasaan dan lebih mengarah pada penculikan dan tindakan
kekerasan bagi kaum perempuan. Oleh karena itu pemerintah, tokoh masyarakat,
gereja/ GKS, lebih tegas dalam menanggapi masalah kasus kawin tangkap karena
sangat meresahkan bagi kaum perempuan Sumba.
Kata Kunci : Kawin Tangkap-Pandangan Tokoh Masyarakat- Kabupaten
Sumba Tengah-Kecamatan URGB-Desa UPS.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi : Kajian Kriminilogi Terjadinya Tindak Pidana Kekerasan Secara Bersama-Sama Terhadap Orang. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah faktor-faktor kriminologi apa yang menyebabkan terjadinya tindak pidana kekerasan secara bersama-sama terhadap orang ?. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Faktor-faktor kriminolgi apa yang menyebabkan terjadinya tindak pidana kekerasan secara bersama-sama terhadap orang. Sifat peneltian adalah bersifat deskriptif artinya penelitian ini diberikan suatu gambaran serta menguraikan suatu permasalahan yang diteliti, dan menyimpulkan serta dapat menganalisisnya. Jenis penelitian adalah penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tindak pidana kekerasan secara bersama-sama terhadap orang dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah faktor-faktor kriminologi yang menyebabkan terjadinya tindak pidana kekerasan secara bersama-sama terhadap orang. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari 3 bahan hukum yaitu bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier.
Berdasarkan hasil penelitian maka ditemukan tiga faktor penyebab terjadinya tindak pidana kekerasan secara bersama-sama terhadap orang yaitu :
1. Terdakwa merasa emosi sehingga terjadi pemukulan terhadap korban.
2. Terdakwa di tuduh berselingkuh sehingga terjadi pertengkaran yang sehingga terjadi pemukulan terhadap korban.
3. Para terdakwa meminum minuman keras sehingga mabuk dan membuat kekacauan.
Saran bagi masyarakat secara umum untuk selalu taat dan patuh pada hukum yang berlaku sehingga tidak terjadinya kejahatan. semua pihak baik itu aparat yang berwenang dalam hal ini aparat kepolisian, rumah tahanan, dan pemerintahan daerah dapat lebih aktf lagi dalam memberikan sosialisasi atau penyuluhan kepada masyarakat terkait dengan masalah kejahatan baik itu kejahatan secara umum maupun kejahatan kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama terhadap orang.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
JudulSkripsi :Deskripsi Tentang Perbedaan Pertimbangan HakimAntara Hakim Mahkamah Agung Dan Hakim Peninjauan Kembali DalamPerkara Perbuatan Melawan HukumAntara PT. Lion Air Dan Rolas Budiman Sitinjak (StudiPutusan No. 3287/K/Pdt/2015 dan No. 471/PK/Pdt/2017).Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah mengapa terjadi perbedaan pertimbangan hakim Mahkamh Agungdan Hakim Peninjauan Kembalidalamperkaraperbuatan melawan hukumantara PT. Lion Air danRolsBudimanSitinjak ?Tujuannyapenelitianadalahuntukmengetahuiperbedaanpetimbangan hakim Mahkamah Agungdan Hakim Peninjauan Kembali dalam perkara perbuatan melawan hukumantara PT. Lion Air danRolsBudimanSitinjak ? Jenispenelitian yang digunakan adalah jenispenelitian normatif.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah putusan Hakim dalam perkara perbuatan melawanhukum Layanan Penerbangan.sedangkanvariabelterikatdalampenelitianiniadalahperbedaanpertimbangan hakim MahkamahAgungdan Hakim PeninjauanKembalidalamperkaraperbuatanmelawanhukumantara PT. Lion Air danRolasBudimanSitinjak. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka adapun perbedaan petimbangan hakim Mahkamh Agung dan Hakim Peninjauan Kembali dalam perkara perbuatan melawan hukum antara PT. Lion Air dan Rols Budiman Sitinjak yaitu : 1) Pada tingkat kasasi, hakim Mahkamah Agung menyatakan bahwa :a)Judex Facti telah keliru dalam menerapkan hukum yaitu Perbuatan Pemohon Kasasi/Tergugat I merupakan perbuatan wanprestasi bukan perbuatan melawan hukum karena dasar adanya hubungan hukum antara Pemohon Kasasi/Tergugat I dengan Termohon Kasasi/ Penggugat adalah karena adanya perjanjian pembelian tiket elektronik yakni atas nama Termohon Kasasi / Penggugat sendiri. b)Pemohon Kasasi tidak melanggar Pasal 140 dan 147 Undang-Undang No. 1 tahun 2009 Tentang Penerbangan yaitu pihak pemohon kasasi/Tergugat I yaitu PT. Lion Air telah menawarkan kompensasi kepada Termohon Kasasi/Penggugat yaitu berupa Biaya Penginapan (Hotel), Makan, Transportasi, serta akan diberangkatkan dengan pesawat Lion Air besok harinya, semua biaya ditanggung oleh pemohon Kasasi/Tergugat I, akan tetapi termohon kasasi/penggugat tidak mau menerima/menggunakannya. 2)Pada tingkat Peninjauan Kembali, Penggugat telah berhasil membuktikan kebenaran dalilnya yaitu bahwa perbuatan termohon peninjauan kembali/tergugat I merupakan perbuaan melawan hukum yang mana hal ini dibuktikan dengan tidak dilakukannya kewajiban dari termohon peninjauan kembali/tergugat I yakni PT. Lion Air dengan memberikan konpensasi sebagaimana di tegaskan dalam Pasal 11 Undang-Undang No. 1 tahun 2009 tentang Penerbangan.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
“DESKRIPSI TENTANG PERTIMBANGAN HAKIM MAHKAMAH AGUNG YANG MEMPERBAIKI PUTUSAN HAKIM PENGADILAN TINGGI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENYEBARAN INFORMASI YANG MENIMBULKAN RASA KEBENCIAN”(Studi Putusan Nomor :28/Pid.Sus/2018/PN.Pdl, 26/PID/2018/PT.BTN dan 3086 K/Pid.Sus/2018). Masalah pokok dalam tulisan ini adalah Bagaimana dasar pertimbangan Hakim Mahkamah Agung yang memperbaiki putusan Hakim Pengadilan Tinggi tentang lamanya masa pidana terhadap pelaku tindak pidana penyebaran Informasi yang menimbulkan rasa kebencian.?Tujuan dari penulisan ini adalah Untuk mengetahui dasar pertimbangan Hakim Mahkamah Agung yang memperbaiki putusan Hakim Pengadilan Tinggi tentang lamanya masa pidana terhadap pelaku tindak pidana penyebaran Informasi yang menimbulkan rasa kebencian.Penelitian ini bersifat Deskriptif dan dilihat dari jenisnya, maka penelitian yang dilakukan ini adalah penelitian Hukum Normatif.Dilihat dari topik yang diangkat dalam penelitian ini, maka dalam penelitian ini menempatkan dua variabel penelitian, yaitu :Variabel Bebas (independent variable)yaitu Dasar Pertimbangan Hakim Mahkamah Agung. Dan Variabel terikat (dependent variable)yaitu :Tindak Pidana Penyebaran Informasi yang Menimbulkan Rasa Kebencian. Hasil penelitian menunjukan bahwa Hakim Mahkamah Agung membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi atas dasar pertimbangan sebagai berikut: 1. Putusan Judex facti/Pengadilan Tinggi yang memperbaiki pidana penjara judex facti/Pengadilan Negeri adalah tidak tepat dan tidak mempunyai pertimbangan yang cukup (onvoldoendegemotiveerd).. 2. Hakim Mahkamah Agung menggunakan hukuman maksimal sesuai ketentuan Undang- undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 3. Pidana penjara yang diputuskan judex facti/Pengadilan Tinggi menimbulkan ketidak adilan terhadap masyarakat Islam.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul Skiripsi Penulis adalah “Analisis Putusan Hakim Peninijauan Kembali Membatalkan Putusan Mahkamah Agung Tentang Perbuatan Melawan Hukum Dalam Warisan Adat Minangkabau”Rumusan masalah; Apa dasar pertimbangan hakim peninjauan kembali membatalkan putusan mahkamah agung tentang perbuatan melaewan hukum dalam warisan adat Minangkabau. Tujuan yang ingin penulis kaji adalah :Untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim peninjauan kembali membatalkan putasan mahkamah agung tentang perbuatan melawan hukum dalam warisan adat Minangkabau. Variabel yang saya gunakan dalam penilitian ini adalah : Variabel bebas merupakan variabel yang menjadi penyebab adanya perubahan pada variabel bebas dalam penilitian ini adalah :Putusan hakim terhadap perbuatan melawan hukum dalam warisan adat Minangkabau. Variabel terikat adalah :“pertimbangan hakim peninjauan kembali membatalkan putusan mahkamah agung terhadap perbuatan melawan hukum dalam warisan adat Minangkabau. Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah penelitian normatif dan bersifat deskriptif untuk mendeskripsikan atau menguraikan masalah aktual terkait putusanHakim Peninjauan Kembali Membatalkan Putusan Mahkamah Agung Tentang Perbuatan Melawan Hukum Dalam Warisan Adat Minangkabauyang mengabulkan gugatan yang sudah memiliki putusan yang berkekuatan hukum tetap. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukanmaka yang memjadi kesimpulan dimana penulis menemukan beberapa alasan sesuai dengan permasalahan penulis yakni : 1. Adanya bukti baru (Novum) yang bersifat menentukan antara lain ranji kaum suku chaniago kayu anggang bungga pasang salido tanggal 12 juli 1997, salinan putusan penggadilan Negeri Painan Nomor 05/Pdt.G/2009/PN.PIN. 2. Adanya kehilafan hakim judex juris dalam mempertimbangkan alat bukti yakni bukti P.1 berupa ranji karena ranji P.1 adalah ranji suku Chaniago Bungo Pasang Salido Kabupaten Pesisir Selatan .sedangkan objek perkara terletak diNagari Perambahan Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok. Kata kunci: warisan, Putusan Hakim, perbuatan Melawan Hukum
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Layanan Kepariwisatan Terhadap Kepuasan Wisatawan Pada Pantai Lasiana Kupang”. Skripsi ini ditulis oleh YULIANA S. MENORA, NIM 16411613, Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen, Jalur Minat Manajemen Pariwisata, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW).
Latar belakang penulis melakukan penelitian ini yaitu melihat dari sisi kepariwisataan yang sekarang menjadi salah satu penopang perekonomian di indonesia dan khususnya di provinsi NTT kota Kupang, dimana pemerintah berperan dalam meningkatkan ekonomi di provinsi NTT melalui destinasidestinasi pariwisata yang dikembangkan, dan salah satu destinasi wisata yaitu pantai Lasiana. Sehingga yang menjadi rumusan permasalahan di sini yaitu penulis akan menganalisis peran layanan kepariwisatanan berpengaruh dalam kepuasan wisatawan.
Kemudian penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh layanan kepariwisataan berpengaruh dalam meningkatkan kepuasan wisatawan pada pantai Lasiana Kupang. Penelitian yang penulis lakukan disini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di pantai Lasiana Kupang. Dengan teknik pengumpulan data melalui pembagian kuesioner kepada 40 responden di pantai Lasiana. dan sampel dari penelitian ini adalah pengunjung pantai Lasiana sebanyak 40 responden. Dalam. Sedangkan didalam pembahasannya digunakan metode deskriptif yaitu metode yang menggambarkan keadaan yang terjadi dilapangan secara sistematis. Adapun metode yang digunakan dalam menentukan sampel yang diambil menggunakan tehnik non probability sampling yaitu incidental sampling dimana siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti pada pantai Lasiana dapat dijadikan sebagai Sampel penelitian.
Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti tentang Layanan Kepariwisataan pada pantai Lasiana Kupang berdasarkan pada Uji korelasi Rank Spearman dimana nilai P value antara layanan kepariwisataan dan kepuasan wisatawan adalah 0,001>0,05 artinya H1 diterima dan disimpulkan bahwa terdapat hubungan korelasi yang signifikan antara layanan kepariwisataan (X) terhadap Kepuasan Wisatawan (Y). Dan Jenis hubungan korelasi yaitu korelasi Positif dimana kenaikan satu variabel menyebabkan penambahan nilai pada variabel lainnya. Atau sebaliknya semakin kecil nilai suatu variabel, maka nilai variabel lainnya juga akan ikut menurun. Bisa dikatakan juga korelasi ini merupakan hubungan yang searah dengan angka koefisien bernilai positif yaitu 0,532 dengan demikian dapat diartikan bahwa Layanan Kepariwisataan semakin ditingkatkan maka kepuasan wisatawan juga akan meningkat.