Profil penulis
M.
2.943 karya publik ditemukan.
SmartBook Access Card for Numerical Methods for Engineers
SmartBookTM is the first and only adaptive reading experience designed to change the way students read and learn. It creates a personalized reading experience by highlighting the most impactful concepts a student needs to learn at that moment in time. As a student engages with SmartBook, the reading experience continuously adapts by highlighting content based on what the student knows and doesn’t know. This ensures that the focus is on the content he or she needs to learn, while simultaneously promoting long-term retention of material. Use SmartBook’s real-time reports to quickly identify the concepts that require more attention from individual students–or the entire class.
Package: Numerical Methods for Engineers with 1 Semester Connect Access Card
Numerical Methods for Engineers
The fourth edition of this book continues the tradition of excellence it established as the winner of the ASEE Meriam/Wiley award for best textbook. Instructors love it because it is a comprehensive text that is easy to teach from. Students love it because of its clear explanations and examples. This edition features an even broader array of applications, including all engineering disciplines. The authors' unique approach opens each part of the text with sections called Motivation, Mathematical Background and Orientation, preparing the student for what is to come in a motivating and engaging manner. Each part closes with an Epilogue containing sections called Trade-Offs, Important Relationships and Formulas, and Advanced Methods and Additional References. Much more than a summary, the Epilogue deepens understanding of what has been learned and provides a preview of more advanced methods. What's new in this edition? A shift in orientation toward more use of software packages, specifically MATLAB and Excel with VBA, includeing material on developing MATLAB m-files and VBA macros. Also, the text has been updated to reflect improvements in MATLAB and Excel since the last edition.
Numerical Methods for Engineers
Numerical Methods for Engineers retains the instructional techniques that have made the text so successful. Chapra and Canale's unique approach opens each part of the text with sections called “Motivation,“ “Mathematical Background,” and “Orientation". Each part closes with an “Epilogue” containing “Trade-Offs,” “Important Relationships and Formulas,” and “Advanced Methods and Additional References”. Much more than a summary, the Epilogue deepens understanding of what has been learned and provides a peek into more advanced methods. Numerous new or revised problems are drawn from actual engineering practice. The expanded breadth of engineering disciplines covered is especially evident in these exercises, which now cover such areas as biotechnology and biomedical engineering. Excellent new examples and case studies span all areas of engineering giving students a broad exposure to various fields in engineering. McGraw-Hill's Connect, is also available as an optional, add on item. Connect is the only integrated learning system that empowers students by continuously adapting to deliver precisely what they need, when they need it, how they need it, so that class time is more effective. Connect allows the professor to assign homework, quizzes, and tests easily and automatically grades and records the scores of the student's work. Problems are randomized to prevent sharing of answers an may also have a "multi-step solution" which helps move the students' learning along if they experience difficulty.
Introduction to Engineering Mechanics
Integrated Mechanics Knowledge Essential for Any EngineerIntroduction to Engineering Mechanics: A Continuum Approach, Second Edition uses continuum mechanics to showcase the connections between engineering structure and design and between solids and fluids and helps readers learn how to predict the effects of forces, stresses, and strains. T
Introduction to Engineering Mechanics
Integrated Mechanics Knowledge Essential for Any EngineerIntroduction to Engineering Mechanics: A Continuum Approach, Second Edition uses continuum mechanics to showcase the connections between engineering structure and design and between solids and fluids and helps readers learn how to predict the effects of forces, stresses, and strains. T
Engineering Mathematics 5ed
Some New Telemeters Or Range-finders for Military and Engineering Use
PERBANDINGAN TEPUNG KELOR(Moringa oliafera Lam) DAN TEPUNG LABU KUNING(Cucurbita moschata. D) PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP SIFAT FISIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK CAKE
ABSTRAK PERBANDINGAN TEPUNG KELOR ( Moringa Oliafera Lam)DAN TEPUNG LABUKUNING (Cucurbita moschata. D) PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP SIFAT FISIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK CAKE (AMA FERDI TAGI HUMA*) (Ir. M. NUHAMARA MP **)( Ir. I.D.A.A.R.R.AdI, MP **) Penelitian bertujuan untuk mengtahui perbandingan rasio tepung kelor dan tepung labu kuning pada tepung terigu dalam menghasilkan kualitas cake. Penelitian ini di laksanakan pada bulan juli tahun 2021 bertempat di laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 kali ulangan sehingga didapat 12 unit pecobaan, dengan persentase tepung kelor 1% tepung labu kuning 10%, tepung kelor 2,5% tepung labu kuning 20% dan tepung kelor 5% tepung labu kuning 25%. variabel yang di amati adalah aroma, rasa, warna dan tekstur. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan terbaik organoleptik terdapat pada perlakuan C dengan nilai rata-rata tingkat kesukaan warna 4,58 tekstur 4,75 aroma 4,58 dan rasa 4,75 dengan kategori sangat suka Kata Kunci : Tepung Kelor, Tepung Labu Kuning, Tepung Terigu, Cake.
PENGARUH PEMAHAMAN AKUNTASI, KOMITMEN KARYAWAN, DAN PERAN INTERNAL AUDIT TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH PADA SATUAN KERJA PERANGKAT DEARAH KABUPATEN ROTE NDAO
Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemahaman akuntansi berpengaruh signifikan terhadap kualitas aporan keuangan daerah dengan nilai T hitung > T tabel (thitung 2.767 > ttabel 2,048), Komitmen karyawan berpengaruh signifikan terhadap kualitas aporan keuangan daerah dengan nilai T hitung > T tabel (thitung 2.180 > ttabel 2,048), dan variabel Peran internal audit juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap kualitas aporan keuangan daerah dengan nilai T hitung > T tabel (thitung 2.150 > ttabel 2,048). Untuk meningkatkan kualitas dari laporan keuangan daerah maka sebaiknya instansi mencari calon karyawan yang berkompeten dalam bidang akuntansi, juga harus mencari karyawan yang memiliki komitmen yang tinggi dengan instansi, serta harus terus melibatkan peran internal audit agar dapat memberi pemahaman kepada karyawan bagaimana cara membuat laporan keuangan daerah yang berkualitas.
PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN, ASIMETRI INFORMASI DAN TEKANAN ANGGARAN TERHADAP SENJANGAN ANGGARAN (STUDI PADA SATUAN KERJA PEMERINTAH DAERAH KOTA KUPANG)
ABSTRAKSI Sistem pemerintah daerah terdapat dua subsistem, yaitu Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD) dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Laporan Keuangan SKPD merupakan sumber untuk menyusun laporan keuangan SKPKD, oleh karena itu setiap SKPD harus menyusun Laporan Keuangan sebaik mungkin. Laporan Keuangan pemerintah yang dihasil harus memenuhi prinsip-prinsip tepat waktu dan disusun dengan mengikuti Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010. Agar pengelolaan keuangan daerah dapat memenuhi asas tertib, ekonomi, efektif, efisien, akuntabel, transparan dan komperhensif maka dikeluarkanlah Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual pada pemerintah daerah sebagai pengganti Permendagri Nomor 59 Tahun 2007, dan salah satu upaya konkrit untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan adalah penyampaian pertanggunjawaban laporan keuangan yang memenuhi prinsip tepat waktu dan disusun dengan standar akuntansi pemerintahan yang telah diterima secara umum, sehingga dapat diperbandingkan, dan tidak menyesatkan. Sejalan dengan hal tersebut, salah satu alat untuk memfasilitasi terciptanya transpansi dan akuntabilitas publik adalah melalui penyajian Laporan Keuangan Pemerintah Derah yang komprehensif. Budgetary slack menurut Young (1985) dalam Prakoso (2016) merupakan tindakan bawahan yang mengecilkan kapabilitas produktifnya ketika dia diberi kesempatan untuk menentukan standar kerjanya. Menurut Anthony & Govindarajan (2005) mendefinisikan senjangan anggaran sebagai perbedaan antara anggaran yang dilaporkan dengan anggaran yang sesuai dengan estimasi yang sesungguhnya. Tujuannya agar target dapat lebih mudah dicapai oleh bawahan. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa bawahan dengan sengaja menurunkan tingkat penjualan dari biaya yang harus dicapai agar target yang direncanakan dapat dicapai dengan mudah. Faktor lain yang dianggap menjadi pemicu timbulnya slack pada anggaran yaitu adanya budget emphasis atau penekanan anggaran. Dalam penelitian Adi dan Mardiasmo (2002) menyatakan bahwa anggaran memiliki fungsi sebagai alat penilaian kinerja. Kinerja seseorang dinilai atau ditentukan berdasarkan tercapai atau tidaknya target anggaran, di mana bawahan ditantang dengan diberikannya penghargaan atau reward apabila perencanaan anggaran tercapai sesuai tujuan, dan diberikan sanksi apabila perencanaan anggaran tidak tercapai. Dengan adanya penekanan anggaran tersebut, akan sangat jelas dapat mendorong para manajer atau pembuat anggaran untuk menciptakan slack atau senjangan dalam pembuatan anggaran dengan tujuan meningkatkan kemungkinan mendapatkan kompensasi dan menghindari sanksi. Partisipasi anggaran merupakan salah satu faktor yang dianggap memiliki pengaruh signifikan pada budgetary slack. Anthony dan Govindarajan (2007) menyatakan bahwa partisipasi anggaran yaitu proses dimana pembuat anggaran terlibat dan mempunyai pengaruh dalam penentuan besar anggaran. Adanya partisipasi anggaran memberikan peluang bagi manajer tingkat bawah dan menengah untuk melonggarkan anggaran atau sengaja menciptakan slack, agar anggaran yang mereka susun mudah dicapai. Penelitian terdahulu yaitu penelitian oleh Alfebriano (2013), Maiga (2008), Anggraeni (2008), dan Triana (2012) menyatakan bahwa partisipasi manajer tingkat bawah dalam pembuatan anggaran akan menghasilkan budgetary slack. Asimetri informasi adalah suatu keadaan di mana atasan tidak memiliki cukup informasi dibanding dengan bawahan atau sebaliknya. Jika manejer atasan memiliki lebih banyak informasi dibanding menejer bawahan, maka akan timbul tuntutan yang lebih besar dari manejer atasan kepada manejer bawahan tentang pencapaian target anggaran yang kemungkinan sangat sulit dicapai oleh manejer bawahan dan apabila manejer bawahan memiliki lebih banyak informasi. Perbedaan informasi inilah yang disebut sebagai asimetri informasi Ardila (2013). Secara teoritis, asimetri informasi dapat dikurangi dengan memperkuat menitoring dan meningkatkan kualitas pengungkapan. Asimetri informasi adalah suatu kondisi apabila pimpinan/atasan tidak mempunyai informasi yang cukup mengenai kinerja bawahan baik itu dalam kinerja aktual, motivasi dan tujuan, sehingga atasan tidak dapat menentukan kontribusi bawahan terhadap hasil aktual perusahaan atau organisasinya Govindarajan, Robert, Athiny (2005) Merchant dan Manzoni (1989) dalam Collin (2007) tekanan anggaran merupakan desakan dari atasan pada bawahan untuk melaksanakan anggaran yang telah dibuat dengan baik, yang berupa sangsi jika kurang dari target anggaran dan kompensasi jika mampu melebihi target anggaran. Suartana (2010) dalam jurnal menurut Kusniawati & Lahaya (2017) mengemukakan bahwa faktor penekanan anggaran yang dapat menimbulkan budgetary slack yaitu seringkali perusahaan menggunakan anggaran sebagai satu satunya pengukur kinerja manajemen. Penekanan anggaran seperti ini dapat memungkinkan timbulnya slack. Penelitian ini dilaksanakan di SKPD Kota Kupang Variabel independen dalam penelitian ini yaitu partisipasi anggran (X1),asimetri informasi (X2), dan tekanan anggran (X3), Variabel dependen yaitu senjangan anggran (Y). Data yang digunakan merupakan data primer. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dengan 38 responden. Metode pengumpulan data yaitu dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden. Skala pengukuran data dengan skala ordinal. Data dianalisis dengan mengggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan program SPSS. Berdasarkan hasil penelitian terdapat partisipan anggran dan asimetri informasi tidak berpengaruh terhadap kesenjangan anggran sedangkan tekanan anggran berpengaruh terhadap senjangan anggrann .Berdasarkan hasil analisis Koefisien Determinasi maka dapat diketahui bahwa partisipasi anggran (X1),asimetri informasi (X2), dan tekanan anggran (X3) terhadap senjangan anggran (Y) memiliki persentase sumbangan pada pengaruh variabel adalah 18,3% sedangkan sisanya 81,7% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah disajikan maka kiranya dapat memberikan manfaat pada pihak-pihak lain yang terkait atas penelitian ini. Kata Kunci: Kesenjangan anggran, partisipasi anggaran, asimetri informasi, dan tekanan anggran.
ANALISIS PENGARUH INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA, INFLASI DAN PENGANGGURAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR
ABSTRAK NOVITA MARYANE USFAL; NIM: 17191738 “Analisis Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, Inflasi Dan Pengangguran Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Propinsi Nusa Tenggara Timur” dibawah bimbingan Dr. Nitaniel Hendrik, M.Si selaku pembimbing I dan Ibu Mesri W.N. Manafe Selaku pembimbing II. Masalah yang telah diangkat dalam penelitian ini, maka persoalan penelitian dapat dijelaskan bahwa Secara empiris variabel Indeks Pembangunan Manusia (X1), variabel Inflasi (X2) dan Pengangguran (X3) berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Nusa Tenggara Timur (Y). Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah, untuk menguji pengaruh antar variabel penelitian dimana, variabel Indeks Pembangunan Manusia (X1), variabel Inflasi (X2) dan Pengangguran (X3) berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Nusa Tenggara Timur (Y). Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh data yang berkaitan dengan data Indeks Pembangunan Manusia, Inflasi dan Pengangguran diperoleh dari Badan Pusat Statistik Propinsi Nusa Tenggara Timur dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2019 yang dinyatakan dalam persen (%). Teknik Analisis Data terdiri dari Analisis Pendahuluan dan Analisis Lanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode deskriptif kuantitatif. Pengujian hipotesis dengan menggunakan Alat analisis regresi, baik itu regresi sederhana maupun berganda. Dengan hasil penelitian sebagai berikut secara parsial variabel Indeks Pembangunan Manusia (X1) dan variabel Inflasi (X2) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Nusa Tenggara Timur (Y). Sedangkan variabel Pengangguran (X3) berpengaruh Positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Nusa Tenggara Timur (Y). Namun demikian, jika di estimasi secara serempak bahwa secara bersama – sama variabel Indeks Pembangunan Manusia (X1), variabel Inflasi (X2) dan 6 variabel Pengangguran (X3) berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Nusa Tenggara Timur (Y). Artinya jika variabel Indeks Pembangunan manusia dan variabel Inflasi naik atau dikatakan meningkat tentu akan mengakibatkan penurunan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Nusa Tenggara Timur karena antara variabel Indeks Pembangunan manusia dan variabel Inflasi berpengaruh negatif terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Akan tetapi jika variabel Pengangguran naik atau meningkat tentu akan meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Nusa Tenggara Timur, Atau sebaliknya jika variabel Pengangguran rendah maka akan terjadinya penurunan terhadap tingkat Pertumbuhan Ekonomi. Kata Kunci : Indeks Pembangunan Manusia, Inflasi, Pengangguran,Pertumbuhan Ekonomi.
PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, OBJEKTIVITAS dan SENSITIVITAS ETIKA PROFESI TERHADAP KUALITAS HASIL AUDIT ( STUDI KASUS PADA KANTOR INSPEKTORAT KOTA KUPANG )
ABSTRAK Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui: Pengaruh kompetensi auditor di Inspektorat Kota Kupang terhadap kualitas hasil audit, Pengaruh independensi auditor Inspektorat Kota Kupang terhadap kualitas hasil audit, Pengaruh objektivitas auditor Inspektorat Kota Kupang terhadap kualitas hasil audit, dan Pengaruh sensitivitas etika profesi auditor Inspektorat Kota Kupang terhadap kualitas hasil audit,.Penelitian ini termasuk dalam penelitian survei pada suatu populasi. Penelitian ini termasuk penelitian penjelasan (explanatory/confirmatory research). Sampel diambil sebanyak 27 auditor pada Inspektorat Kota Kupang. Pengumpulan data menggunakan metode kuisioner. Alat uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan uji prasyarat analisis yang meliputi uji normaitas, uji multikolonieritas, uji autokorelasi dan uji heteroskedastisitas. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Kompetensi berpengaruh positif terhadap Kualitas Hasil Audit. Hal ini ditunjukkan dengan nilai t hitung sebesar 0,433 yang lebih besar dari t tabel 2,079. Independensi berpengaruh tidak positif terhadap Kualitas Hasil Audit. Hal ini ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar -0,826, yang lebih besar dari t tabel 2,079. Objektivitas berpengaruh positif terhadap Kualitas Hasil Audit. Hal ini ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar 1,761, yang lebih besar dari t tabel 2,079, dan Sensitivitas Etika Profesi berpengaruh positif terhadap Kualitas Hasil Audit. Hal ini ditunjukkan oleh nilai nilai t hitung sebesar 0,468 yang lebih besar dari t tabel 2,0790. Kata Kunci : Kompetensi, Independensi, Objektivitas, Sensitivitas Etika Profesi, Kualitas Hasil Audit.
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAAN OBAT METODE FIRST IN FIRST OUT (FIFO) (Studi Kasus Pada Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat Kabupaten Kupang)
ABSATARAK Penelitian ini berjudul: SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAN OBAT METODE FIRST IN FIRSTOUT(FIFO) PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH NAIBONAT KABUPATEN KUPANG. Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah Sistem Informasi Akuntansi Persedian Obat Metode First in first out (FIFO) Pada Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat Kabupaten Kupang, Serta yang menjadi Persoalan dalam penelitian ini adalah Bagaimana Mengetahui dan Menganalisis Penerapan Prosedur Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Persedian Obat Sampai Obat Keluar? Penelitianini bertujuan: Untuk Mengetahui dan Menganalisis Penerapan Prosedur Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Persedian Obat Sampai Obat Keluar. Adapun Konsep dalam Penelitian ini yaitu: Sistem Informasi Akuntansi adalah Sistem yang dapat menghasilkan informasi dengan melakukan kegiatan mengumpulkan, mencatat, menyimpan, memeroses sampai dengan menghasilkan laporan data akuntansi yang dapat digunakan untuk pengguna mengambil keputusan baik pengguna internal maupun eksternal. Persediaan pada umumnya merupakan salah satujenis aktivalancar yang jumlahnya cukup besar dalam suatu perusahaan.Populasi dalam penelitian adalah seluruh data mengenai Prosedur Sistem Informasi Akuntansi Pembelian persedian obat sampai keluar yang termuat dalam laporan intalasi farmasi RSUD Naibonat kabupaten kupang. Sampel dalam penelitian ini adalah Laporan Prosedur Sistem Informasi Akuntansi pembelian persedian obat sampai obat keluar pada RSUD Daerah Naibonat Kabupaten Kupang. Teknik Pengumpuan data penelitian ini adalah: Dokumentasi teknik analisis data yang digunakana dengan menggunakan analisis desktriptif kualitatif berdasarkan prosedur dan pencatatan persedian. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Prosedur Sistem perencanaan obat sudah berjalan dengan baik dikarenkan didukung sistem pencatatan yang dilakukan satu bulan sekali dan perencanaan obat sendiri didukung dengan kartu persedian. Sistem pencatatan pengadaan dilakukan sesuai dengan obat yang dibeli dan direncanakan, sistem penyimpanan obat sendiri menggunkan Metode First in First out obat yang masuk pertama keluar pertama, dan pengeluaran obat dari farmasi menggunakan surat order persedian untuk permintaan pengeluaran obat. Kata kunci: Sistem Informasi Akuntansi Persedian, Metode FIFO
PENGARUH LDR (loan to deposit ratio) DAN CAR (capital adequacy ratio) TERHADAP ROA (return on asset) PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2015-2019
Hasil uji Durbin-Watson menunjukkan besaran nilai d sebesar 1.941 Nilai ini dibandingkan dengan nilai Durbin-Watson (k,n) dengan k menunjukkan jumlah variabel independen, yaitu 2, dan n adalah jumlah sampel yangberjumlah 50 buah. Apabila nilai d yang didapat tergolong pada jarak nilai du4-du, dikatakan tidak terjadi autokorelasi. Nilai du tabel menunjukkan 1.6283 sehingga 1,6283 1.941 (4 - 1,6283). Hasil tersebut menunjukkan bahwa model yang digunakan terbebas dari autokorelasi.
STUDI KARAKTERISTIK KADAR AIR DAN KADAR KEASAMAN TERUNG BELANDA (Chyphomandra betacea Sednth) YANG BERASAL DARI BAJAWA
STUDI KARAKTERISTIKKADAR AIR DAN KADAR KEASAMAN TERUNG BELANDA (Chyphomandra betacea Sednth) YANG BERASAL DARI BAJAWA ABSTRAK Terung belanda tumbuh di daerah pegunungan/dataran tinggi pada ketinggian 1000 mdpl.Tanaman terung belanda di Propinsi Nusa Tenggara Timur, tumbuh baik di Kabupaten Ngada dan Kabupaten Manggarai. Buah terung belanda belum banyak mendapatkan perhatian untuk dikelola dan di kembangkan lebih luas secara ekonomi.Hingga kini populasi dan produksi terung belanda di Bajawa belum terpublikasi padadata statistik tahunan (Badan Pusat Stastistik). Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kadar air dan kadar keasaman yang terdapat dalam terung belanda yang berada di Bajawa. Metode yang digunakan untuk mengukur kadar air adalah dengan cara Grafimetri, sedangkan untuk mengukur tingkat keasaman terung belanda menggunkan metode titrasi. Untuk ujikadar air diambail 3 sampel sedangkan untuk uji keasaman diambil 3 sampel juga. Hasil pengukuran kadar air yang terkandung dalam terung belanda yang tumbuh di daerah Bajawa sebesar (86,46%), sedangkan untuk kadar keasaman sebesar (4,13%) Kata kunci : Karakteristik, kadar air, keasaman, terung belanda.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BERAS KETAN HITAM PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP PENERIMAAN SENSORIK BROWNIES KUKUS
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BERAS KETAN HITAM PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP PENERIMAAN SENSORIK BROWNIES KUKUS (Yovita Namok) (Ir. Andreas I. Medah, MP.1) (Ir. I. D. A. A. R. R. Adi, MP.2) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Pembuatan brownies kukus dengan penggunaan tepung beras ketan hitam sebagai bahan substitusi merupakan sebuah upaya untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap tepung terigu. Selain itu dari segi nutrisi beras ketan hitam mengandung nilai gizi cukup tinggi namun kemanfaatan beras ketan hitam saat ini masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui substitusi tepung beras ketan hitam pada tepung terigu terhadap penerimaan sensorik brownies kukus. penelitian ini dilakukan di Laboratorium Procesing Pertanian Universitas Artha Wacana Kupang. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 4 kali perlakuan dan 3 kali ulangan. Tepung terigu yang digunakan sebanyak 500 gram dengan masing-masing perlakuan adalah (A) 0% (Kontrol), (B),substitusi tepung beras ketan hitam 20% + tepung terigu 400 gram, (C), substitusi tepung beras ketan hitam 25% + tepung terigu 375 gram dan (D), substitusi tepung beras ketan hitam 30% + tepung terigu 350 gram.Variabel yang diamati adalah pengujian sensorik terhadap warna, rasa, tekstur, dan aroma. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengujian sensorik pada warna yang sangat disukaui (3,622), rasa yang sangat disukai (3,767), tekstur yang sangat disukai (3.733) dan aroma sangat disukai (3,644) yang di peroleh dari perlakuan B dengan substitusi tepung beras ketan hitam sebesar 20%. Dan kadar air produk brownies kukus yang paling rendah terdapat pada perlakuan D dengan nilai 22,550%. Kata kunci: Kue Brownies Kukus, Organoleptik, Kimia *(Peneliti) **(Pembimbing)
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PADA USAHA KECIL DAN MENENGAH DI KECAMATAN ATAMBUA SELATAN KABUPATEN BELU
ABSTRAK Leonardo Domario Gomes( 16192730 ) Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan Pada Usaha Kecil Dan Menengah Di Kecamatan Atambua Selatan Kabupaten Belu. Dibawah bimbingan Drs. Robert Alex Serang, M.Si sebagai pembimbing I dan Yuningsih N. Chrstiani, S.St, M.Ak sebagai pembimbing II. Tujuan penelitian adalah (1) untuk mengetahui faktor skala usaha mempengaruhi kualitas laporan keuangan pada UKM, (2) untuk mengetahui faktor lama usaha mempengaruhi kualitas laporan keuangan pada UKM, (3) untuk mengetahui faktor jenjang pendidikan mempengaruhi kualitas laporan keuangan pada UKM. Populasi dalam penelitian ini adalah pelaku Usaha Kecil Menengah yang berada di Kecamatan Atambua Selatan, dengan sampel sebanyak 27 responden. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan menggunakan metode kuantitatif sedangkan Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data hasil penelitian ini di analisis dengan menggunakan program SPSS for windos versi 21. Hasil penelitian menunjukan secara simultan pengaruh ketiga variabel terhadap kualitas laporan keuangan ditunjukan dengan F hitung sebesar 8,721 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Sedangkan secara parsial skala usaha tidak berpengaruh signifikan dengan nilai sebesar 0,606 terhadap kualitas laporan keuangan, secara parsial lama usaha tidak mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai sebesar 0,189 terhadap kualitas laporan keuangan, secara parsial jenjang pendidikan mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai 0,000 terhadap kualitas laporan keuangan. Jenjang pendidikan menjadi variabel yang mempunyai pengaruh secara nyata, jadi semakin tinggi jenjang pendidikan pelaku UKM maka semakin baik kualitas laporan keuangannya. Dari Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi pemerintah khususnya pemerintah Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu dengan mendorong pelaku UKM untuk melaksanakan pembukuan karena semakin dini dilaksanakan maka semakin meningkatkan prospek perkembangan usaha. Jenjang pendidikan yang tinggi pelaku/pengelola usaha mendorong kesaran akan pentingnya pembukuan dan laporan keuangan Kata Kunci: skala usaha, lama usaha, jenjang pendidikan, kualitas laporan keuangan
ANALISIS HUBUNGAN KEBUTUHAN SDM, KUALITAS KERJA DAN KINERJA KARYAWAN PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA WITEL NTT
ANALISIS HUBUNGAN KEBUTUHAN SDM, KUALITAS KERJA DAN KINERJA KARYAWAN PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA WITEL NTT