2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Charlie T.L Bunga FJH** Makaborang M**
Penelitian ini mengkaji proses untuk mengurangi kadar air jagung dalam rak. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jarak antara rak pengering terhadap kualitas jagung dengan sumber panas hasil gasifikasi biomasa menggunakanbeddryersederhana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rancangan acak (RAL), yaitu 4 perlakuan dan 5 kali ulangan sehingga menghasilkan 20 unit percobaan dengan perlakuan yang uji adalah perbandingan setiap rak. Perlakuan yang dicoba adalah sebagai berikut: Perlakuan A : jarak rak 10 cm, perlakuan B : 20 cm, perlakuan C : 30 cm, perlakuan D : 40 cm. Hasil penelitian proses pengeringan jagung dari bed dryer sederhana dapat disimpulkan bahwa jarak rak berpengaruh terhadap kadar air jagung. Perlakuan terbaik adalah pengeringan dengan jarak rak terhadap kualitas jagung 10 cm yang menghasilkan kecepatan angin 5 m/s dan kadar air akhir jagung 12%.
Kata Kunci : bed dryer
Peneliti :*
Pembimbing :**
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KETERSEDIAAN AIR UNTUK TANAMAN TOMATPADA DAERAH IRIGASI MATA IYANG KECAMATAN LEWA PAKU KAB.SUMBA TIMUR MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0 Bili N. H. Paskalis*) Dethan J.J.S. *) Nainiti. N. P. P.E. *) FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN JURUSAN MEKANISASI PERTANIAN UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Lokasi Irigasi Mata Iyang Kelurahan Lewa Paku Kecamatan Lewa Kabupaten Sumba Timur pada bulan Oktober sampai dengan bulan Desember 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis ketersediaan didaerah Kec. Lewa Kab. Sumba Timur untuk pertumbuhan tanaman tomat. Bahan dan alat yang akan digunakan yaitu meter, alat tulis menulis, stpwatch, kalkulator,laptop, data iklim 5 tahun terakhir (data curah hujan bulanan, kelembaban udara bulanan, lama penyinaran, suhu maksimum, suhu minimum). Metode yang digunakan untuk menganalisis kecukupan air untuk tanaman tomat adalah dengan mengunakan Cropwat 8.0. Hasil penelitian dengan menggunakan modelCropwat 8.0 bahwa kondisi ketersediaan air untuk tanaman tomat cukup tersedia. Waktu tanam 1 September terjadi penurunan kelembaban tanah menjelang fase ketiga pertumbuhan tanaman mempunyai korelasi dengan peningkatan kebutuhan air.Tanaman tomat membutuhkan ketersediaan air pada fase transplanting dan pada fase awal pembuangan sampai akhir fase pembentukan buah. Ketersediaan air untuk tanaman Tomat juga cukup tersedia. Kata kunci : ketersediaan, air, model, CropWat 8.0 Keterangan : * peneliti ** pembimbing
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The writer formulated two research questions such as what types of directive speech act are found in Jokowi’s Speech and what is the dominant type of directive speech act found in Jokowi’s speech. The aims of this research were to found the types of directive speech act that is found in Jokowi’s speech and to identify the dominant type of directive speech act found in Jokowi’s speech. The data was taken from Jokowi’s video speech in youtube and the writer transcribed and analyzed the data by using descriptive qualitative analysis in conducting this research. Therefore, the writer found that the five types of directive speech act was found in Jokowi’s speech sucs as commanding, asking, requesting,ordering and the last was advising and the writer also found the dominant type of dirictive speech act in Jokowi’s speech is commanding.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The title of this research is "A Study on English Teacher Lesson Plan based on Components of 2013 Curriculum in Teaching English for Fourth Grade Students at SD Inpres Naikoten 1 Kupang in the Academic Year 2019/2020". The problem of this research is "What are the components of the 2013 curriculum that are applied by English teachers in designing lesson plans at SD Inpres Naikoten 1 Kupang?". The objectives of this research is to find out the components of 2013 Curriculum applied by English teacher lesson plans at SD Inpres Naikoten 1 Kupang. This research uses descriptive qualitative method. The data resource of this study were 4 documents of lesson plans taken by the writer from one English teacher at SD Inpres Naikoten 1 Kupang. After obtaining the data, the perform an analysis of the components of the 2013 Curriculum which were applied by English teacher in designing lesson plans. The results showed that from 4 documents of lesson plans that designed by the English teacher at SD Inpres Naikoten 1 Kupang did not applied 5 components from 13 components that refer to the Regulation of the Ministry of Education and Culture Number 22 in 2016, but she applied 8 components that refer to the circular of Regulation of the Minister of Education and Culture Number 14 in 2019. Because, from 13 components of lesson plan regulated in Regulation of the Ministry of Education and Culture Number 22 in 2016 simplified into the core components which are objectives of learning, learning steps, and assessment, while the others components are complementary. English teacher also joint two components into one component, which are learning media and learning resources.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Pemanfaatan Arang Aktif Tempurung Saboak (Borassus flabellifer Linn) untuk Adsorpsi Metilen Biru
Marthinus, M.S) * Nitsae, M.) ** Solle, H.R.L) **
Metode adsorpsi merupakan salah satu teknik yang efektif dalam pengolahan limbah, serta dapat digunakan untuk menurunkan konsentrasi zat warna atau senyawa organik yang berlebihan. Adsorben yang sering digunakan dalam proses adsorpsi adalah arang aktif. Salah satu limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai arang aktif adalah tempurung saboak atau lontar (Borassus flabellifer Linn). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa lama waktu kontak optimum yang dibutuhkan oleh adsorben arang aktif tempurung saboak untuk mengadsorpsi Metilen Biru. Pembuatan arang aktif dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap karbonisasi dan aktivasi. Karbonisasi menggunakan alat kilin drum modifikasi sedangkan aktivasi dengan cara direndam menggunakan H2SO4 1 M selama 68 jam. Untuk uji adsorpsi arang aktif pada zat warna metilen biru dengan metode batch selama 2 jam. Hasil penelitian menunjukkan kondisi waktu kontak optimum dari kemampuan adsorben arang aktif tempurung saboak terhadap zat warna metilen biru mencapai kesetimbangan pada menit ke- 10 dengan kapasitas adsorpsinya adalah 21,828 mg g-1, pada konsentrasi metilen biru 10 ppm; massa adsorben 0,025 gram dan kecepatan shaker 150 rpm. Daya adsorsi arang aktif tempurung saboak terhadap zat warna metilen biru yang terjadi secara cepat dan tidak membutuhkan waktu yang lama serta dengan jumlah yang sedikit tetapi dapat memberikan pengaruh yang besar menunjukkan bahwa arang aktif tempurung saboak dapat dimanfaatkan sebagai adsorben.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu komoditi perairan NTT yang sangat potensial adalah rumput laut. Berbagai macan species rumput laut berpeluang untuk diproduksi menjadi nori. Nori adalah lembaran rumput laut yang memiliki kandungan nutrisi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui karakteristik fisik kimia produk nori yang berbahan dasar rumput laut Kappaphycus alvarezii dan daun kelor (Moringa oleifera L.) Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Analisis data menggunakan one way Anova. Formulasi perlakuan yang digunakan P1 (100% Kappaphycus alvarezii), P2 (80% Kappaphycus alvarezii 20% daun kelor) dan P3 (60% Kappaphycus alvarezii 40% daun kelor). Hasil penelitian menunjukkan bahwa P3 terbukti dapat dijadikan sebagai bahan baku alternatif pembuatan nori. Berdasarkan karakteristik fisik dan kimianya, yakni tekstur pada P3 memiliki tingkat perbedaan yang lebih nyata dengan nilai 54,00%, sedangankan kandungan protein P3 sebesar 0,043 %. Nilai kadar abu terbaik 70 % pada P1, hasil uji organoleptik terkait parameter warna nori berdasarkan analisis one way anova menunjukkan warna tidak terdapat pengaruh yang signifikan sehingga tidak dilanjutkan pada uji DMRT namun berdasarkan hasil pengamatan panelis morfologi nori dengan warna kecoklatan yaitu P3 adalah warna yang lebih menarik. Sedangkan uji organoleptik untuk aspek rasa berdasarkan analisis one way anova dan uji lanjut DMRT menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pada perlakuan ke satu yaitu sebesar 51,00%.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS KEBUTUHAN AIR TANAMAN PADI MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0 (STUDI KASUS PADA DAERAH IRIGASI PERSAWAHAN SUMBA BARAT) Bani JaijaW*) Haba Bunga F.J **) Dethan Sula J.J **) FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN PROGRAM STUDI MEKANISASI PERTANIAN UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG Penelitian ini dilakukan di Lokasi Irigasikabukarudi Kecamatan Lamboya Kabupaten Sumba barat pada bulan juni sampai dengan bulan September 2020. Tujuanpenelitian ini adalah untuk menganalisis ketersediaan air di wilayah lamboya untuk pertumbuhan tanaman padi. Penelitian ini dilakukan di Kupang BMKG Lasiana. Bahan dan alat yang akan digunakan yaitu meter, alat tulis menulis, stpwatch, kalkulator,laptop, data iklim 5 tahun terakhir (data curah hujan bulanan, kelembaban udara bulanan, lama penyinaran, suhu maksimum, suhu minimum). Metode yang digunakan untuk menganalisis kecukupan air untuk tanaman padiadalah dengan mengunakan Cropwat 8.0. Hasil penelitiandengan menggunakan model Cropwat 8.0 bahwa kondisi ketersediaan air untuk tanamanpadi cukup tersedia. Waktu tanam 1 September terjadi penurunan kelembaban tanah menjelang fase ketiga pertumbuhan tanaman mempunyai korelasi dengan peningkatan kebutuhan air.Tanamanpadi membutuhkan ketersediaanair pada fase transplanting dan pada fase awal pembuangan sampai khir fase pembentukan biji Ketersediaan air untuk tanaman padi juga cukup tersedia. Waktu tanam 1september dan 1 oktober terjadi penurunan kelembaban tanahterjadi padafase pertumbuhan ketigadan mencapai posisi di bawah kondisi siap tersedia pada fase pertumbuhan keempat.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK “ EVALUASI KINERJA P3A LORO MONUM DI DESA UMANEN LAWALU DAERAH IRIGASI MANUMUTI, KECAMATAN MALAKA TENGAH, KABUPATEN MALAKA ’’ Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Taek N. Manuel*) Nainiti. N. P. P. E**) Lano L. Marten***) Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui kinerja P3A Loro Monum di Desa Umanen Lawalu Daerah Irigasi Manumuti, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode dekriptif untuk memberikan gambaran tentang pengelolaan dan kondisi fisik jaringan irigasi pada Daerah Irigasi Manumuti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja P3A sudah berjalan dengan baik. Sedangkan kegiatan operasi dan pemeliharaan saluran irigasi pada daerah irigasi Manumuti yang telah dilakukan oleh P3A belum berjalan dengan baik yang dipengaruhi karena kurangnya kerja sama antar petani, Sehingga masih ditemukan sampah pada pintu saluran utama dan masih ditemukan juga rumput yang tumbuh pada saluran. Kerusakan fisik berupa kebocoran, salauran yang retak dan pecah pada bagian dinding saluran Pemeliharaan secara rutin jarang dilaksanakan baik oleh petani maupun petugas P3A.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian tentang pengaruh jenis kemasan terhadap masa simpan produk manggulu. Metode yang digunakan adalah mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulangi sebanyak 3 kali ulangan dengan jenis kemasan yang berbeda antara lain daun pisang, PP vakum, PP tanpa vakum dan retort pouch. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji organoleptik pada aroma tertinggi terdapat pada perlakuan PP Vakum dengan nilai 4,255 gr. Warna produk manggulu yang paling tertinggi disukai konsumen yaitu terdapat pada perlakuan PP vakum dengan nilai 4,132 gr. Rasa produk manggulu yang paling tertinggi disukai terdapat pada perlakuan PP Vakum dengan nilai 4,167 gr. Tekstur produk manggulu yang paling tertinggi disukai terdapat pada perlakuan PP vakum dengan nilai 4,21 gr. Dan kadar air produk manggulu yang paling terendah terdapat pada perlakuan PP Vakum dengan nilai 12,6495 %
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
OPERASI DAN PEMELIHARAAN PADA DAERAH IRIGASI WAIHAROBU DI DESA ANAPALU KECAMATAN UMBU RATUNGGAI BARAT KABUPATEN SUMBA TENGAH ABSTRAK Prengu.Y.J**) Makaborang.M**) Lano.M.L**) Penelitian tentang Operasi dan Pemeliharaan Pada Daerah Irigasi Waiharobu Di Desa Anapalu Kecamatan Umbu ratuggai barat Kabupaten Sumba Tengah,penelitian ini telah di laksanakan pada bulan September 2020, adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Di Desa Anapalu. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawanncara di mana penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Di Desa Anapalu secara baik.Kemudian di observasi untuk pengamatan secara lansung proses Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Di Desa Anapalu Dari observasi dan wawancara di ketahui bahwa pengelolaan jaringan irigasi tersier di Daerah irigasi Waiharobu,dalam hal ini meliputi pengelolaan,operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi tersier, perbaikan saluran,IPAIR (Iuran pelayanan irigasi) dengan rehabilatasi jaringan irigasi tersier,kelembagaan P3A Waiharobu sudah mulai berjalan dengan baik. Kondisi fisik jaringan irigasi tersier pada saluran dan bangunan pada Jaringan irigasi waiharobu masih mengalami kerusakan pada saluran dan bangunan tersier yang retak-retak akibat akar pohon yang menembus dipinggiran jaringan irigasi,sehingga menyebabkan timbulnya suatu masalah dalam operasi dan pengelolaan jaringan irigasi. Kata Kunci : Pengoperasian, Pemeliharaan, Jaringan,Irigasi Keterangan: * )Peneliti **) Pembimbing
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPA Biologi di SMPN Satap Bo’a dengan pemilihan model pembelajaran yang aktif seperti model bamboo dancing berbantuan kartu bergambar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh model bamboo dancing berbantuan kartu bergambar pada mata pelajaran IPA Biologi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Populasi dalam
penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang terdiri dari 2 kelas dengan jumlah 35 orang dan Sampel dalam penelitian yaitu VIII A dan VIII B dengan jumlah masing-masing kelas 17-18 siswa. Desain penelitian yang digunakan Posttest Only Control Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa lembar observasi. Hasil penelitian diperoleh nilai t-hitung sebesar 0,329 dengan signifikan 0,000<0.05, maka H1 diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan terhadap aktivitas belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Bamboo Dancing berbantuan kartu bergambar dan metode ceramah pada mata pelajaran IPA Biologi adanya pengaruh karena pada kelas kontrol tidak menggunakan bamboo dancing di SMPN Satap Bo’a Tahun Ajaran 2020/2021. Kelebihan model bamboo dancing berbantuan kartu bergambar adalah membangkitkan keberanian siswa dalam mengemukakan pertanyaan, lebih memahami materi yang dipelajari, dapat membuat siswa lebih aktif terutama dalam memberikan ide atau gagasan. Selain itu juga yang terpenting adalah dengan model ini dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa.
Kata kunci: Model Bamboo Dancing berbantuan kartu bergambar, aktivitas belajar siswa
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fermentasi merupakan salah satu cara pengawetan dan pengolahan ikan segar secara tradisional menjadi produk dengan rasa yang khas dan disukai oleh masyarakat, untuk dijadikan bahan tambahan dalam penyajian makanan. Pengawetan ikan dengan cara fermentasi bertujuan mengawetkan dan mengubah tekstur. Peda merupakan salah satu produk hasil fermentasi oleh mikroorganisme melalui penambahan garam dengan kadar tertentu. Pembuatan peda merupakan teknik pengawetan ikan secara tradisional, mudah dilakukan dan tidak memerlukan peralatan khusus yang canggih. Tujuan Peenelitian adalah untuk untuk mengetahui ALT bakteri dan mengidentifikasi bakteri halofilik pada produk peda ikan tembang yang diproses dengan lama penyimpanan yang berbeda pada suhu ruang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September - Oktober 2019 bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana untuk pembuatan produk dan Laboratorium Stasiun Balai Karantina Ikan, Kupang untuk pengujian bakteri halofilik pada peda ikan tembang. Metode penelitian yang digunakan bersifat eksperimen atau percobaan langsung di laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 2 kali ulangan dengan analisis data menggunakan Anova, dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan. Sedangkan untuk identifikasi menggunakan deskripsi kualitatif Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology. Hasil penelitian produk peda ikan tembang selama penyimpanan suhu ruang untuk pengujian Angka Lempeng Total berkisar antara 1700-91000 koloni/gram dan bakteri halofilik untuk pengamatan morfologi koloni yaitu menghasilkan warna koloni yang berbeda, uji gram menghasilkan reaksi negatif, uji oksidase pada perlakuan A I dan A II yaitu reaksi positif sedangkan perlakuan B I, B II, C I dan C II yaitu reaksi negatif, uji katalase menghasilkan reaksi positif, uji motility menghasilkan reaksi positif, uji citrate menghasilkan reaksi negatif, uji methyl red pada hari ke 7 reaksi negatif sedangkan hari ke 14 dan 21 reaksi positif, uji Voges Paskuer pada hari ke 7 reaksi negatif sedangkan hari ke 14 dan 21 reaksi positif, uji Produksi H2S menghasilkan reaksi negatif, uji karbohidrat menghasilkan reaksi perubahan warna kuning menjadi merah, uji indol media tidak mampu mendegradasi asam amino dan bakteri halofilik yang teridentifikasi tergolong dalam genus Chromobacterium sp. Berdasarkan hasil penelitian produk peda ikan tembang selama penyimpanan suhu ruang dapat disimpulkan produk peda ikan tembang selama penyimpanan selama 7, 14, dan 21 hari memiliki nilai ALT 1,7 x 103 koloni/gram, 8,7 x 103 koloni/gram, dan 8,3 x 104 koloni/gram. Sedangkan bakteri halofilik yang teridentifikasi tergolong dalam genus Chromobacterium sp.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nugget adalah jenis makanan cepat saji yang biasanya berasal dari olahan daging dan tepung terigu yang dipadatkan kemudian disajikan dengan cara digoreng. Menurut Ginting (2006). Nugget adalah hasil olahan daging hewan berupa campuran daging dan bahan-bahan lain seperti rempah-rempah sebagai bumbu kemudian dibuat adonan dan diletakan pada loyang setelah diratakan dengan ketebalan 1 cm. Fish nugget adalah salah satu bentuk produk olahan dari daging ikan yang digiling halus dan diberi bumbu-bumbu serta dicampur dengan bahan pengikat dan bahan pengisi, kemudian dicetak menjadi bentuk tertentu setelah itu dikukus, dipotong, dicelupkan kedalam batterbreading,disimpan terlebih dahulu dalam ruang pendingin atau lemari pendingin kemudian digoreng (Rumaniah, 2002). Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2020, di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pembuatan produk nugget ikan kembung, pengujian perubahan fisik, susut berat, kadar air dan organoleptik (kenampakan, bau, rasa, tekstur). Pada hasil penelitian produk nugget ikan kembung pada penyimpanan hari ke 28 sudah tidak diterima lagi oleh panelis karena produk sudah ditumbuhi jamur dengan kemasan non vakum. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Segi organoleptik dengan kemasan vakum dan non vakum penyimpanan 0 sampai 28 hari masih di sukai oleh panelis, penyimpanna hari ke 28 kemasan non vakum sudah tidak diterima lagi oleh panelis karena produk sudah di tumbuhi jamur. Terjadinya penurunan susut berat penyimpanan nol hari sampai 28 hari dengan kemasan vakum maupun non vakum. Perubahan fisik dengan kemasan vakum dan non vakum yang disimpan pada suhu dingin masih disukai panelis hingga hari ke 21 sedangkan pada hari ke 28 tidak disukai panelis karena produk sudah ditumbuhi jamur dengan kemasan non vakum.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
BENI HIWA WUNU (15390020). Anlysis and Identification on the Physical Changed and Organoleptic Tuna Se’i which is Proccesed with Hot Fumigation and Vacuum Packed During Room Temperature Storage: UMBU P. L. DAWA, S.Pi, M.Sc, as the DEWI S. GADI, S.Pi, M.Si supervisor I and II. Marine science and Fisheries Technology Study Program, Artha Wacana Christian University, Kupang. Smoking fish using kesambi fire wood is one of the way to extend the shelf life of fish from the process of decaying microorganisms, so it can be saved for along time to be used as consumtion materials. Tuna se’i product is a product that rapidly undergoes phisical changed during the storange in the size from, surface area, color and texture as well as other attribute like the aroma and taste that is caused by temperature and microorganisms wich can effect since the room temperature storage. Tuna se’i which is processed with hot fumigation has the low durable capacity because of the water degree that effect on the physical changed of product, therefore it is needed to look on how the physical is changed, is the fumigation on tuna se’i wich vacum orderly and room temperature storage term effect towards physical changed pH and organoleptic. This research is aimed to know the physical changed, pH and organoleptic from tuna se’i product that’s processed with hot fumigation and vackum packed. This study had been implemented on May-June 2020 in Exact Laboratory Artha Wacana Christian University Kupang for making product, weight decrease, pH, and organoleptic. Tuna se’i product has average of weight decrease % with the storage of loin value is 3 days 3,11% (1,9 gram), in storage of 9 days 7,51% (4,05 gram). In loin storage of 3 days 3,01% (1,64 gram), in storage of 9 days 7,22% (39,94 gram). pH 5,3-5,9 value testing of organeleptic acquire level of panelist for parameters of color, aroma, taste, and exture with neutral value on to very fond. Keywords : Fumigation, Tuna Se’i, Vacum Packing and Storage Time.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tuna se’i adalah salah satu produk hasil perikanan yang diolah mengunakan metode pengasapan tradisional mengunakan tempurung kelapa sebagai bahan utama penghasil asap dan daun kesambi sebagai penutup saat proses pengasapan. Ciri khas produk tuna se’i yang membedakan dengan produk pengasapan yang lain yaitu bentuk potongan daging yang memanjang dan ciri khas organoleptik yang dipengaruhi oleh daun kesambi. Produk tuna se’i yang di olah dengan metode pengasapan tradisional sering menghasilkan kualitas produk yang berfariasi disebabkan karena belum adanya standar pengolahan untuk menghasilkan produk yang kualitas. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini yaitu memodifikasi suhu pengasapan yang ideal untuk menghasilkan prodak yang dapat diterima oleh konsumen baik secara kimiawi maupun organoleptik. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan (Maret–April 2020) bertempat di Unit Pengolahan Ikan Batu Kapala (UPI) di Kelurahan Nunhila, Kecamatan Alak Kota Kupang sebagai tempat pengasapan tuna se’i dan uji organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur) dilakukan di Laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana Kupang sedangkan uji total fenol di Laboratorium Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor dan pengujian kadar air pH di PT. Saraswanti Indo Genetech Bogor. Hasil penelitian tuna se’i asap yang diproses dengan suhu yang berbeda menghasilkan rata-rata kadar air produk tuna se’i berkisar antara 25,23% sampai 61,79%, rata-rata nilai pH berkisar antara 6,1-7,3, total fenol berkisar antara52,20-951,43 mg/g dan nilai organoleptik berkisar pada taraf aga suka sampe suka. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan untuk menghasilkan produk tuna se’i dengan niai rerata kadar air produk tuna se’i berkisar antara 25,23% sampai 61,79%, rata-rata nilai pH berkisar antara 6,1-7,3, total fenol berkisar antara522,20-951,43 mg/g. Nilai organoleptik dengan daun kesambi pada parameter warna 7,5 (suka) dan parameter rasa 7,4 (suka). Sementara pengasapan tanpa daun kesambi nilai organoleptik tekstur mengalami penurunan dengan taraf 6,3 (aga suka). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disarankan untuk menghasilkan produk tuna se’i dengan nilai organoleptik yang paling tinggi yaitu tuna se’i di proses pada suhu pengasapan 70-750C mengunakan penutup daun kesambi yang diasa selama 6 jam.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SUMMARY Yulius Umbu Hiwa Wunu (15390054). Study of Fropyl Tuna Se'i Processed With Different Temperatures. Under the guidance of: Dr. Ir. Ayub U.I. Meko, M.Si as supervisor I and Mada M. Lakapu, S.Si, M.Si as supervisor II. Fishery Product Technology Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Artha Wacana Christian University, Kupang. Study of the amino acid profile that was processed using different temperatures of smoking which could be observed based on parameters of moisture content, pH, and amino acids. In the suction process with different temperatures, it is done well in order to produce quality tuna se'i products. This study aims to determine the effect of different temperature treatments on the amino acid profile. The research was conducted in November - December 2020 at the Fish Processing Unit on a micro-small / household scale, which is a fumigation house for the se'i tuna production process in Nunhila Village, Alak District, Kupang City. Analysis of chemical composition (moisture content and amino acids) tested at the laboratory of PT. Saraswati Indo Genetech Bogor. The results of this research on tuna se'i smoking with different temperature treatments resulted in a significant effect on water content, pH, and amino acid content. Based on the results of the study, it can be suggested: In this study the best results were obtained at 70-750C treatment resulting in the highest total amino acids. It is necessary to research the shelf life of se'i tuna products related to the microbiology contained in se'i tuna products.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT This research about an analysis of imperative sentences in Kupang malay daily communication. To support this study the writer used theory of Swan (1982:77). The other theory that the writer used come from Quirk and Greenbaum (1973:200-202). The reserach problems of this study are what are the types of imperative sentences in Kupang malay and how are the form of impertive sentences in Kupang malay.The aims of this study to find out the types and the form of imperative sentences in Kupang malay. Descriptive qualitative method is apllied in this research. The object of this study is Kupang Malay. There are four types of imperative sentences, namely : imperative sentences as a command, imperative sentences as a request, imperative sentences a direction and imperative sentences as prohibition. There are five form of imperative sentences such as :imperative sentences without subject, imperative sentences with subject, imperative sentences with Let, negative imperative sentences and persuasive imperative sentence. The data was collected by watching the videos from Youtube and transcribe, then translate it into English, specify into the types and the form of imperative sentences. After analyzing the data the writer found forty one data of imperative sentences used in kupang malay, that consist of : eleven of imperative sentences as a command, twenty three of imperative sentences as a request, and seven of imperative sentences as a prohibition. The the writer also found twenty three data as formof imperative sentences in kupang malay, which is consist of : six imperative sentences without subject, four imperative sentences with subject, two imperative sentences with Let, six negative imperative sentences and four persuasive imperative sentence. Keywords : imperative sentences,kupang malay, descriptve qualitative.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan antibakteri simbion jamur daun mangrove Avicennia marina terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli yang diambil dari Pantai Noelbaki. Metode penelitian ini adalah eksperimen menggunakan 2 perlakuan yaitu daun muda dan daun tua (serasah) A.marina dan 3 ulangan. Isolasi jamur simbion daun mangrove dilakukan dengan ditanam pada media PDA (Potato Dextrose Agar). Data dianalisis secara kualitatif yaitu identifikasi jamur meliputi karakteristik mikroskopis berdasarkan morfologi bentuk dan jenis jamur, serta karakteristik makroskopis berupa warna, permukaan dan tepian koloni disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Sedangkan data kuantitatif berupa uji kemampuan daya hambat (mm) jamur endofit menggunakan metode difusi agar (Plug Agar) terhadap S.aureus dan E.coli. Data selanjutnya. dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian jamur endofit terdapat 6 isolat daun tua dan 6 isolat daun muda. Uji antibakteri terhadap bakteri S. aureus dan E. coli isolat jamur daun tua dan daun muda A. marina menunjukkan uji positif yang ditandai dengan terbentuknya zona bening. Kemampuan antibakteri pada bakteri S. aureus terbesar terdapat pada isolat jamur daun tua DT-AM-05-KM 2,40 mm, dan pada daun muda isolat DM-AM-06-KM 2,60 mm. Pada E. coli terbesar terdapat pada isolat DT-AM-05-KM 2,40 mm dan pada daun muda DM-AM-02-KM 2,27 mm.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT This thesis entitled Analysis On Metaphor in Agricultural Field of Uab Meto from Oinlasi Village. The questions to be answered in conducting this research were 1) What are the metaphor found in agricultural Field of Uab Meto from Oinlasi village? and 2) What are the meaning of metaphor in agricultural Field of Uab Meto from Oinlasi village?, therefore this research aims at finding out Metaphor in agricultural field of Uab Meto from Oinlasi village and to find out the meaning of metaphor in agricultural field of Uab Meto from Oinlasi village. The method used in this study was descriptive qualitative. In collecting the data the writer, transcribed and interviewed some informants who are the native speakers of Uab Meto in Oinlasi village. The result of the analysis showed that there are Metaphors related to Agricultural Plants, Field of Agricultural Equipment, Agricultural Activities, and Natural in an Ecolinguistic View. Then, the kind of metaphor related with agricultural field has different meaning in literal. Key words: Metaphor, Agricultural Field, and Uab Meto.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini telah dilaksanakan selama dua bulan yaitu Maret- April 2020
bertempat di Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende untuk
lokasi survei dan pengambilan sampel produk ikan Sui dan untuk pengujian kadar
air, pH dan ALT produk ikan Sui di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen
Artha Wacana, Kupang sedangkan pengujian mikrobiologis Total Koloni Kapang
(TKK) di Laboratorium Politani Negeri Kupang. Metode penelitian yaitu metode
deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif
komparatif.
Hasil penelitian produk tradisional ikan sui dari ketiga Suku untuk
pengujian kadar air yaitu Suku Ende : 20,79%, Suku Lio : 21,83% dan Suku Bajo
: 22,28%; pH yaitu Suku Ende : 5,7, Suku Lio : 5,8 dan Suku Bajo : 5,9; ALT
yaitu Suku Ende : 963,33 koloni/gram, Suku Lio : 2010,00 koloni/gram dan Suku
Bajo : 3296,67 koloni/gram; Total Koloni Kapang yaitu Suku Ende : 110,00
koloni/gram, Suku Lio : 130,00 koloni/gram dan Suku Bajo : 146,67 koloni/gram.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu teknik pembuatan produk
ikan sui yang diolah secara tradisional di Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro,
Kabupaten Ende meliputi bahan baku ikan segar, penyiangan, pemberian garam,
penyusunan, pengasapan, pengemasan dan penyimpanan sedangkan untuk kadar
air, pH, angka lempeng total (ALT) masih memenuhi standar mutu ikan asap dan
untuk total koloni kapang mendapatkan nilai lebih tinggi dari standar mutu ikan
asap.