Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

H

2.085 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 212025: 472024: 192023: 2632022: 3212021: 8122020: 1642019: 22018: 552016: 42015: 22009: 12002: 11989: 11018: 1

KREATIVITAS GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENJASORKES DI SMA KRISTEN 1 SOE

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masalah yang diidentifikasikan adalah: 1) Bagaimana Pelaksanaan Pendidikan Jasmani dalam Mencapai Tujuan Pendidikan. 2) Faktor Apa Saja Yang Mempengaruhi Keberhasilan Belajar Penjasorkes. 3) Bagaimana Kreativitas Guru dalam Proses Pembelajaran Penjasorkes. 4) Seberapa Besar Kreativitas yang Dilakukan Oleh Guru dalam Proses Pembelajaran Penjasorkes. Kemudian Rumusan Masalah, yaitu Bagaiman kreativitas guru dalam proses pembelajaran Penjasorkes di SMA Kristen 1 Soe? Tujan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kreativitas guru dalam proses pembelajaran penjasorkes. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru penjasorkes dan siswa. Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Kemampuan kreativitas guru penjasorkes terhadap proses pembelajaran Penjasorkes di SMA Kristen 1 Soe guru sudah melakukan kemampuan kreativitasnya berdasarkan lima aspek, yaitu1) Kelancaran berpikir (fluency of thinking), 2) Keluwesan berpikir (flexibility), 3) Elaborasi (elaboration), dan 4) Originalitas (originality) dan 5) mengembangkan (Redefinition). Saran bagi guru agar menambah pengetahuan yang berhubungan dengan proses pembelajaran baik teknik atau cara mengajar agar proses pembelajaran dapat berjalan lancer dan siswa, terus bersemangat dan bersungguh- sungguh dalam mengikuti pembelajaran Penjasorkes.

MAKNA MIMBAR “Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Makna Mimbar Cawan di Jemaat GMIT Bet’el Oesapa Tengah, Klasis Kota Kupang Timur.”

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jemaat GMIT Bet’elOesapa Tengah merupakan salah satugerejatertua di Kupang.Gerejainimemilikimimbarberbentukcawanperjamuan kudus denganmaknateologiskhusus.Secarade factojemaatinisudahadasejakTahun 1825 haliniditandaidenganberdirinyaSekolah Rakyat (SR) 3 tahun dan Pos PekabaranInjil (PI). Sejaktahun 1875 pelayananSakramenBaptisan Kudus yang pertamadijalankan di jemaatini. Penelitianiniberfokus pada presepsiJemaatBet’elOesapa Tengah, Klasis Kota Kupang Timur, terhadappemaknaanMimbardalamIbadah Kristen. MenelitipandanganJemaatmengenaimimbarmenjadipentingkarenapemahamantentangmimbarinisudahmulaiberkembangdalamJemaat Betel Oesapa Tengah dan adapemahaman yang berbeda-beda. Hal initurutmempengaruhipemahamanJemaat Betel Oesapa Tengah terhadapmimbarberbentukcawan. Ada yang memahamimimbarsebagaialatuntukpemberitaanfirmansaja, namunada juga yang mengkultuskanmimbar. Denganmengetahuipemahamanteologismerekagerejabisamerawat, memelihara dan melestarikanpemahamanteologis yang ada. BerdasarkantradisiCalvinistik,ibadah Kristen berpusat pada pemberitaanFirmanatauKhotbah dan perayaanPerjamuan Kudus.Kristus juga "hadirdalamfirman-Nya, karenaDiasendirilah yang berbicaraketika Kitab Suciitudibacakan di dalamgereja.Pemberitaanfirman Allah juga dipahamisebagaiteofanibarudalambentukkesaksianfisik.Lokasimimbar yang berada di tengah-tengahjemaatmemilikikepentinganpraktis dan simbolis.Lokasimimbar juga menunjukkankeyakinanteologis para reformistentangpersamaan spiritual esensialdari para pelayan dan orangawam.PewartaanAlkitabmenyimbolkan Sang Sabda yang hidup, terusberbicara dan berdiam di antaraumat-Nya.UntukmengetahuipemahamanteologisJemaat GMIT Bet'elOesapa Tengah tentangmaknamimbar dan maknamimbarcawan, denganmetodepenelitiankualitatif dan metodepenulisandeskriptif-analisis-reflektif. PenelitimenemukanbahwapemahamanteologisJemaatBet’elOesapa Tengah terhadapmimbarberbentukcawandipahamisebagaisimbolpengorbananKristus di ataskayusalib demi penebusandosaumatmanusia; TercurahnyaDarahAnakDomba (Yesus); PergumulanYesussaatberdoa di tamanGetsemani; Merefleksikankasih dan anugerahdari Allah lewatperistiwapaskah; TempatpemberitaanFirman Allah. Namunada juga yang mengkultuskanmimbar. Keberadaanmimbardalamibadah Kristen memilikisimbolkehadiran Allah.pusatdalamibadah Kristen ialahpemberitaanfirman. DalampemberitaanFirmanadasuaraTuhan, pengampunan, pemeliharaan, tuntunan, kehidupan dan kabarbaik yang diberitakanmelaluimimbar.Karena sejakdahulumimbardipergunakandalamibadah Kristen, makamimbartidakbisadilepaskandaripemberitaanFirman.MimbarJemaatBet’elOesapa juga menjadisimbolgambaranimanJemaatOesapa yang terdahulu. Memeliharatradisi juga berartimemeliharapersekutuan dan nilai-nilaiteologiskristiani.Dari uraiantersebut, kiranyadengankerendahhatigerejasalingmembukadiriuntukmemberikanpemahamanteologis yang benartentangmimbar.

Disiplin Gereja dalam GMIT “Suatu Tinjauan Pastoral Terhadap Dampak Penerapan Disiplin Gereja di Jemaat GMIT Imanuel Oenali Klasis Soe Timur”

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tindakan disiplin gereja atau siasat gereja dilakukan oleh GMIT untuk menata kehidupan anggotanya menjadi murid Kristus yang taat dan dengan rela hati melakukan apa yang diajarkan kepada mereka. Pemahaman jemaat dalam penerapan tindakan disiplin gereja di jemaat GMIT Imanuel Oenali sangatlah beragam. Pemahaman jemaat yang berbeda sampai pada anggapan disiplin gereja yang diberikan tersebut merupakan sebuah hukuman yang diberikan oleh gereja kepada anggota jemaatnya. Pemahaman tersebutlah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian bagaimana pemahaman jemaat mengenai tindakan disiplin gereja dan penerapannya di jemaat GMIT Imanuel Oenali. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif sehingga bisa mendalami permasalahan tersebut, mengambil sampel dan melakukan wawancara sehingga memperoleh informasi dengan lebih akurat. Hasil penelitian yang telah dilakukan tersebut dapat diketahui dampak penerapan tindakan disiplin gereja yang diberlakukan di jemaat GMIT Imanuel Oenali. Berdasarkan hasil penelitian tersebut penulis menemukan bahwa anggota jemaat yang menerima tindakan disipli gereja menarik diri dari pelayanan yang diberikan kepada mereka. Melihat faktor serta dampak yang terjadi dalam jemaat, penulis kemudian mendialogkannya dengan teologi pastoral, mengingat teologi pastoral dalam hal pendampingan dan percakapan pastoral tidak dapat terpisahkan dengan tindakan disiplin gereja yang diaplikasikan di jemaat GMIT Imanuel Oenali. Percakapan dan pendampingan pastoral yang dilakukan serta pemahaman jemaat dalam memahami tindakan disiplin gereja tersebut akan mempengaruhi proses tindakan disiplin gereja di jemaat ini. Oleh sebab itu maka pemahaman yang tepat dalam jemaat tentang tindakakan disiplin gereja ini akan akan membantu anggota sidi tersebut dalam melewati tindakan disiplin gereja dalam jemaat.

REALITA KEHIDUPAN KELUARGA PENDETA Suatu Tinjauan Teologis Pastoral terhadap Dukungan Anggota Keluarga Pendeta bagi Pekerjaan Pelayanan Pendeta dan Implikasinya bagi Kehidupan Keluarga Pendeta di Jemaat GMIT Kota Kupang-Klasis Kota Kupang

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendeta adalah hamba Tuhan yang ditugaskan dengan dua jabatan yaitu organisasi dan pelayanan di mana ia harus bertanggunjawab secara organisatoris serta menjalankan fungsi kenabian, kerasulan dan gembala untuk melayani di mana ia hidup dan ditugaskan dalam gereja. Dalam menjalankan panggilan sebagai pengikut Kristus tidak terlepas dari situasi di mana antara memilih menjalankan panggilan sebagai pengikut-Nya atau harus memusatkan perhatian pada kepentingan diri sendiri dan keluarga. Panggilan menjadi pengikut Kristus ialah panggilan untuk setia dan mengambil bagian dalam penderitaan bersama-Nya. Penderitaan yang dialami pengikut-pengikut Kristus bukan karena akibat yang ditimbulkan oleh pengikut-pengikut Kristus, tetapi sebagai konsekuensi yang harus diterima sebagai bagian dari melayani Kristus. Hal tersebut bukan hanya dialami dari luar, tetapi dari dalam keluarga dan diri pengikut itu sendiri. Melihat kedua tanggungjawab antara pelayanan dan keluarga, terkadang menimbulkan dinamika dalam keluarga pendeta di mana bisa saja ada yang merasa sebagaimana yang terjadi dalam keluarga pendeta yang melayani di jemaat GMIT Kota Kupang, di mana anggota keluarga merasa terabaikan, dilema, adanya keraguan terhadap pasangan, cemas, kurangnya waktu bersama oleh karena mereka diperhadapkan dengan kesibukkan pendeta. Penulis bertujuan agar memberi dasar teologis terhadap makna dari sebuah keluarga pendeta dalam jemaat, untuk itu metode yang digunakan penulis yaitu penelitian dengan menggunakan metode kualitatif. Dimana penulis melakukan wawancara mendalam dengan keluarga pendeta-pendeta yang sedang melayani di jemaat GMIT Kota KupangKlasis Kota Kupang. Karena itu sangat perlu untuk merefleksikan tentang kisah Allah memanggil Abraham dari antara kaum keluarganya dan berjanji kepadanya “Allah akan memberikan tanah dan keturunan kepadanya dan Allah akan memberkatinya”. Anaknya Ishak sebagai penerus keturunanya, kemudian Yakub dan ia juga menerima tugas yang sama yaitu demi keselamatan umat manusia dan supaya semua kaum di muka bumi menerima berkat (Kej. 12:3). Hal yang sama juga diberikan Allah kepada Yakub dan keturunannya. Allah memulai penyelamatan dengan satu orang dan satu keluarga untuk menjadi alat dari suatu realitas bersama yang baru. Dasar teologis ini menjawab dinamika antara pelayanan dan keluarga pendeta di mana keluarga pendeta adalah komunitas yang juga ditetapkan Allah sebagai wadah untuk menyatakan rencana-Nya bagi dunia. Allah sebagai pembentuk keluarga memiliki misi agar keluarga pendeta menjadi komunitas yang memancarkan dirinya sebagai terang di tengah-tengah kehidupan jemaat. Karena itu pendeta perlu memberi pemahaman dan mempersiapkan keluarga agar keluarga pendeta memberi nilai tertinggi kepada Allah dan menjalankan pelayanan dengan segala konsekuensi yang harus diterima.

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BUKU SAKU TERHADAP RETENSI SISWA DI SMP NEGERI SATAP LETENAEK KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA TAHUN AJARAN 2020/2021

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran buku saku terhadap retensi siswa di SMP Negeri SATAP Letenaek, kabupaten Timur Tengah Utara pada materi sistem pencernaan pada manusia. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan Group posttest-Only Control Design yang melibatkan 44 siswa kelas VIII sebagai sampel penelitian. Instrumen yang digunakan adalah metode mengenal kembali atau recognition dalam bentuk soal tes pilihan ganda sebanyak 10 butir dan metode mengingat kembali (recall) dalam bentuk esay sebanyak 5 butir soal kognitif C1, C2 dan C3). Posttest 1 dilakukan setelah selesai pembelajaran sedangkan posttest 2 diadakan setelah 7 hari dengan nilai rata-rata pada kelas eksperimen berturut turut 85% dan 75% dan persentase retensinya sebesar 84% dengan kriteria sangat baik. Sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol berturut turut 76% dan 55% serta persentase retensinya 68% dengan kriteria cukup. Pada kelas eksperimen retensi siswa lebih tinggi karena menggunakan media pembelajaran buku saku. Hal ini dapat dibuktikan pada perhatian siswa ketika mengikuti pembelajaran, suasana kelas dan nilai posttest siswa. Berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukan nilai signifikan (2-tailed) 0,000 < 0,05 maka H0 di tolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pengaruh media pembelajaran buku saku terhadap retensi Siswa di SMP Negeri SATAP Letenaek Kabupaten Timor Tengah Utara tahun ajaran 2020/2021

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS X MIA SMA NEGERI 2 AMARASI SELATAN TAHUN AJARAN 2020/2021

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa di SMA Negeri 2 Amarasi Selatan Tahun Ajaran 2020/2021. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang melibatkan 40 sisawa kelas X MIA( X MIA I kelas eksperimen dan X MIA II kelas kontrol) sebagai sampel penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi Keterampilan Proses Sains. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pada kelas eksperimen sudah memenuhi semua indikator keterampilan proses sains dengan mendapat nilai rata-rata sebesar 78,44 dengan kriteria tinggi sedangkan kelas kontrol belum memenuhi semua indikator keterampilan proses sains dengan mendapat nilai rata-rata sebesar 45,86 dengan kriteria kurang. Pada kelas eksperimen Keterampilan Proses Sains siswa lebih tinggi karena menggunakan model pembelajaran Berbasis Proyek. Hal ini dapat dibuktikan pada peran aktif siswa ketika mengikuti pembelajaran dan kegiatan proyek. Berdasarkan data uji-t berbantuan SPSS menunjukan bahwa nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel (12,947 >2,024), maka dapat dikatakan H1 diterima dan H0 ditolak. Fakta tersebut menunjukan bahwa Media Pembelajaran Pembelajaran Berbasis Proyek memiliki pengaruh yang sangat baik terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa.

PROGRAM BUDI DAYA BABI Suatu Tinjauan Pembangunan Jemaat Terhadap Program Budi Daya BabiOleh Kaum Bapak GMIT Lanud El Tari Penfui dan Implikasinyabagi Jemaat GMIT Lanud El Tari Penfui

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesenjangan ekonomi merupakan suatu realita kehidupan bermasyarakat maupun berjemaat yang sering terlihat dalam kehidupan setiap hari. Kesenjangan ekonomi sendiri timbul karena adanya kesenjangan pendapatan, kesenjangan kekayaan, dan jurang antara kaya dan miskin. Kesenjangan-kesenjangan ini mengacu pada persebaran ukuran ekonomi di antara individu dalam kelompok, kelompok dalam populasi, atau antar negara. Gereja dalam hal ini Jemaat GMIT Lanud El Tari Penfui berupaya untuk menghadapi masalah kesenjangan ekonomi di jemaat. Upaya gereja dalam mengatasi kesenjangan adalah dengan membuat sebuah program yang dikoordinir oleh UP Kaum Bapak, program ini bernama “budi daya babi bibit”. Penulis melakukan penelitian terhadap program ini untuk mengetahui sejauh mana program ini berdampak pada pembangunan ekonomi dalam jemaat. Melalui penelitian ini penulis melihat gambaran umum Jemaat GMIT Lanud El Tari Penfui, kemudian bagaimana kehadiran program budi daya babi, apakah program ini sesuai dengan aspek-aspek pembangunan jemaat, lalu penulis merefleksikan upaya pembangunan jemaat melalui program ini. Dari poin-poin ini penulis kemudian melakukan penelitian dengan metode penelitian kualitatif. Metode ini penulis pilih dengan tujuan untuk menjelaskan suatu fenomena dengan sedalam-dalamnya, dengan cara pengumpulan data yang sedalam-dalamnya pula, agar dapat menunjukan pentingnya kedalaman dan detail suatu data yang diteliti. Penulis menyajikan hasil penelitian dengan memakai metode penulisan deskripsi, analisis dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan bahwa di Jemaat GMIT Lanud El Tari Penfui juga tercipta kesenjangan ekonomi seperti; ada jemaat yang memiliki pendapatan yang tetap dan ada yang tidak, ada jemaat yang memiliki pendapatan sesuai upah minimum rupiah bahkan lebih, namun ada juga jemaat yang hidup dengan pendapatan yang tak pasti. Hal-hal ini membuat terciptanya kesenjangan ekonomi di dalam jemaat ini. Program budi daya babi yang diupayakan dalam gereja ini sesuai dengan aspek-aspek pembangunan jemaat. Penulis juga menggunakan analisis sosial yaitu analisis,Strength, Weaknesses, Oportunities, Threats(SWOT) untuk melihat seberapa besar dampak yang dimiliki program seperti kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang ada pada program. Melalui program ini penulis menemukan bahwa jemaat berhasil diberdayakan secara ekonomi. Secara perlahan kehidupan jemaat menjadi lebih baik dan kesejahteraan dalam jemaat perlahan mulai terpupuk. Kesenjangan secara perlahan mulai terkikis dan pembangunan jemaat terwujud dalam jemaat. Dengan demikian gereja berhasil mengupayakan tanda-tanda Kerajaan Allah, dengan memunculkan adanya Shalom Allah di tengah-tengah jemaat.

SANGGAR ANAK NEKAMESE

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembangunan jemaat, pada dasarnya adalah membangun orang menuju proses perubahan ke arah yang baik, misalnya melalui upaya pemberdayaan jemaat. Selanjutnya, upaya ini dilakukan agar jemaat mampu menjadi sarana dan tanda keselamatan dari Allah kepada dunia. Artinya, Gereja membangun kemampuan masyarakat, dengan mendorong, memotivasi, membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki dan berupaya untuk mengembangkan potensi itu menjadi tindakan nyata. Inilah yang dilakukan oleh Jemaat GMIT Nekamese dalam program Sanggar Anak Nekamese. Sanggar ini lahir dari pergumulan panjang jemaat dengan kemiskinan. Sebenarnya, sumber daya alam di jemaat cukup melimpah hanya saja tidak didukung dengan sumber daya manusianya. Cukup lama, karena kebutuhan ekonomi tidak tercukupi mendorong sejumlah anggota jemaat untuk meninggalkan desa dan pergi mencari perkerjaan di luar daerah tanpa pendidikan formal ataupun ketrampilan yang memadai. Apakah program ini memenuhi kriteria/syarat/standar pembangunan jemaat? Pertanyaan ini mendorong Penulis untuk meneliti secara lebih mendalam. Metode Penelitian Kualitatif yang dipilih dengan tujuan untuk mendapatkan pengertian yang mendalam tentang suatu gejala, fakta atau realita, masalah, serta peristiwa yang dapat dipahami. Penulis melakukan observasi langsung dan wawancara mendalam dengan sejumlah informan kunci. Untuk menyelesaikan tulisan ini, penulis menggunakan metode penulisan, deskriptif, analisis dan reflektif. Berdasarkan hasil penelitian, Program Sanggar Anak Nekamese menjadi upaya pemberdayaan jemaat yang berjalan sesuai dengan tahapan dalam proses pembangunan jemaat. Pemberdayaan jemaat ini menggunakan pendekatan Appreciative Inquiry, untuk melihat potensi baik yang ada pada jemaat Nekamese dan mengembangkannya untuk pengembangan komunitas jemaat Nekamese. Kehadiran Program Sanggar Anak Nekamese telah menjawab persoalan yang dialami oleh jemaat GMIT Nekamese, dan membawa jemaat keluar dari persoalan kemiskinan. Program ini menjadi bagian dari pembangunan jemaat, sebab jemaat yang terlibat di dalamnya diberdayakan dan turut serta dalam membangun gereja sebagai komunitas orang percaya, yang menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah. Sebagaimana Yesus Kristus kepala gereja memberdayakan orang-orang miskin, Jemaat Nekamese juga meneladaninya sebagai gereja yang peduli terhadap persoalan kemiskinan.

Keteladanan Abraham dalam Pendidikan Keluarga

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Peran orang tua dalam pendidikan keluarga merupakan hal yang sangat penting. Orang tua menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas pertumbuhan anak-anak baik secara jasmani maupun rohani. Peran orang tua dalam hal ini kedua pihak yakni bapak maupun ibu. Namun dalam kenyataannya secara umum dalam keluarga-keluarga Kristen peran orang tua dalam pendidikan iman keluarga sangat rendah. Oleh karena itu dalam skripsi ini penulis mengkaji tentang peran Abraham sebagai orang tua, dalam mendidik keluarganya sebagai refleksi bagi peran orang tua di dalam pendidikan keluarga pada masa kini. Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan. Metode kepustakaan adalah metode yang mengumpulkan data pustaka, membaca, mencatat dan mengolah bahan penelitian. Kajian kepustakaan harus menghimpun teori-teori atau konsep-konsep yang terkait dengan aspek penelitian baik aspek utama maupun penjabarannya. Penulis juga menggunakan metode penelitian tokoh atau biografi. Penelitian tokoh atau biografi bertujuan untuk mengetahui dan memahami secara menyeluruh tentang segala sesuatu dari seorang tokoh, baik berupa ide, gagasan, teori, pemahaman, pandangan dan hal unik yang dimiliki tokoh tersebut. Metode penulisan yang dipakai penulis adalah deskriptif, analisis dan reflektif. Penulis mendeskripsikan latar belakang tokoh Abraham, lalu menganalisis model pendidikan yang diterapkannya dalam keluarga, dan kemudian merefleksikan model pendidikan Abraham tersebut terhadap peran orang tua dalam mendidik keluarga. Berdasarkan kajian di atas penulis mendapatkan bahwa peran orang tua dalam pendidikan keluarga sangat penting. Keteladanan Abraham dalam hidupnya sehari-hari menjadi model pendidikan yang baik bagi orang tua untuk mendidik anak-anak. Model pendidikan ini penulis sebut sebagai model pendidikan langsung dan kontekstual. Model pendidikan ini menekankan pada peran orang tua sebagai pendidik yang dituntut untuk harus menjadi panutan atau teladan bagi anak-anak yang dididik. Selain itu, kontekstualisasi terhadap bahan yang diajarkan dalam proses pembelajaran juga sangat penting karena sasaran model ini adalah pada tindakan nyata sehari-hari dari pendidik dan naradidik. Model pendidikan Abraham juga terdapat beberapa kekurangan karena tidak memiliki bahan ajar tertulis, metode yang monoton serta beban terhadap pendidik yang besar dalam proses pendidikan.

PRAKTEK ADAT SUUS OEF

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pelaksanaan adat suus oef (air susu ibu) yang merupakan bagian dari perkawinan adat di Desa Nekmese, yang masih dilakukan sampai sekarang. Adat suus oef merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari seluruh prosesi perkawinan adat, hal ini dikarenakan adat suus oef merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan sebelum melakukan pernikahan kudus. Namun pada pelaksanaannya penentuan besaran suus oef sangat besar sehingga keluarga dari mempelai laki-laki menjadi kesulitan untuk memenuhinya, sehingga yang terjadi adalah beberapa anggota jemaat GMIT Ebenhaezer Naimuti yang sudah tinggal bersama bahkan sudah memiliki anak, namun mereka belum menikah secara sah di gereja. Hal ini dikarenakan belum memenuhi adat suus oef atau belum menyelesaikan adat, sehingga pasangan yang sudah tinggal bersama namun belum menikah secara sah di gereja. Oleh karena itu, melalui tulisan ini penulis ingin mengkaji lebih dalam tentang praktek adat suus oef, dengan model teologi kontekstual yang diperkenalkan oleh Bevans yaitu model antropologis. Bevans melihat dan memberi perhatian utama pada proses pelestarian jati diri budaya oleh seorang pribadi yang beriman Kristen. Perhatian utamanya pada pemahaman ajaran agama Kristen sebagai seorang pribadi yang berpusat pada nilai dan kebaikan pribadi manusia. Selain itu juga terbuka dengan budaya, namun tetap mempertahankan iman Kristen. Untuk itu penulis menggunakan metode penelitian lapangan (Field research) dan penelitian kepustakaan (Library research), dan kemudian menganalisa dengan menggunakan teknik deskripsi-analisis-refleksi. Adat suus oef (air susu ibu) yang masih dilakukan oleh masyarakat Desa Nekmese, terkhususnya Jemaat GMIT Ebenhaezer Naimuti, Klasis Amarasi Timur. Sejumlah jemaaat, majelis jemaat maupun Pendeta, mengakui bahwa pelaksanaan praktek adat suus oef tidak hanya berdampak bagi generasi penerus, tetapi juga berdampak sampai jalannya pelayanan di jemaat seperti pernikahan mereka yang belum diberkati di gereja. Hal ini juga membuat jemaat menjadi resah karena jemaat yang belum melakukan pernikahan karena belum menyelesaikan adat. Pemberian adat suus oef diberikan sebagai bentuk penghormatan dan terima kasih kepada ibu dan se’ nono untuk ayah. Pelaksanaan adat suus oef jika dilakukan dengan baik maka akan mendapatkan kesejahteraan dan berkat yang melimpah, namun jika tidak melakukannya dengan baik maka akan mendapat masalah dan tidak akan mendapat keberuntungan dalam berumah tangga. Penulis menemukan nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan adat suus oef. Salah satu cara agar pelaksanaan praktek adat suus oef tetap dijalankan adalah dengan tetap memberikan keringanan tuntutan adat, agar pelaksanaan praktek adat suus oef ini dilakukan dengan baik. Penulis kemudian merefleksikan dari salah satu nilai yang terkandung dalam pelaksanaan adat suus oef, yaitu nilai hukum hormat/penghormatan yang merupakan dasar dari pelaksanaan adat suus oef (air susu ibu). Nilai hukum hormat/penghormatan kepada orangtua ini tidak terletak pada seberapa besar besaran nilai yang diberikan, tetapi lebih kepada hasil akhir dari pelaksanaan adat tersebut, yang dapat memberikan kesejahteraan dan berkat untuk orangtua dan juga bagi perjalanan rumah tangga.

PROSES PEMBELAJARAN PENJASORKES PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SMP TUNAS JAYA KADALAK KECAMATAN WELIMAN KABUPATEN MALAKA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PROSES PEMBELAJARAN PENJASORKES PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SMP TUNAS JAYA KADALAK KECIMATAN WELIMAN KABUPATEN MALAKA Meliana Hoar*, M. Rambu P. Wasak2, Yohanis Boling3 1,2Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia 3SD Negeri Balfai, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh manusia dengan tujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi–potensi yang dimilikinya dengan suatu pembawaan jasmani dan rohani yang baik dan sesuai dengan nilai–nilai yang ada dalam lingkungannya. Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran penjasorkes pada masa pandemi COVID-19 di SMP Tunas Jaya Kadalak. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif untuk mengetahui proses pembelajaran penjasorkes pada masa pandemi COVID-19 di SMP Tunas Jaya Kadalak. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian yang didapat adalah: 1) Pembelajaran Penjasorkes sebelum dan saat masa pandemi COVID-19, 2) Pembelajaran Penjasorkes kurang efektif, 3) Keterbatasan siswa, 4) Pembelajaran Penjasorkes secara offline, 5) Kelebihan dan kekurangan pembelajaran online dan ofline 6) Dukungan orang tua, 7) Kesadaran siswa. Simpulan: Siswa tetap senang dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran penjasorkes di sekolah, hal ini dikarenakan adanya kesadaran siswa untuk belajar, serta dukungan yang berasal dari orangtua, dengan setiap tetap mematuhi protokol kesehatan. Kata kunci:Pembelajaran Penjasorkes, Pandemi COVID-19.

Inventarisasi Jeni-Jenis Tumbuhan Paku Di Kawasan Air Terjun Oesusu Kecamatan Takari Kabupaten Kupang

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Inventarisasi Jenis-Jenis Tumbuhan Paku Di Kawasan Air Terjun Oesusu Kecamatan Takari Kabupaten Kupang Pinat,I) * Bullu,N) ** Meha,A) ** Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang memiliki keanekaragaman hayati tumbuhan yang sangat beragam. Salah satu kelompok tumbuhan yang kaya akan jenisnya adalah tumbuhan paku. Tumbuhan paku yang masih ada saat ini diperkirakan mencapai 10.000 jenis, di mana 3.000 jenis diantaranya tumbuh di Indonesia. waktu penelitian ini telah di lakukan pada tanggal 21 Desember 2020 sampai tanggal 21 Januari 2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan paku yang ada di Kawasan Air Terjun Desa Oesusu Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang dan untuk mengetahui parameter lingkungan di Kawasan Air Terjun Desa Oesusu Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode jelajah. Analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Terdapat 5 Tumbuhan Paku (Pteridophyta) yang Ditemukan diKawasan Air Terjun Oesusu yakni paku uban ( Nephrolepis falcata (Cav.) C. Chr), paku pakis (Christella dentata), paku suplir (Adiantum lunulatum Burm. f.), paku pedang (Nephrolepis chordifolia) dan paku rem cina (Pteris vittata L.). Hasil pengukuran parameter lingkungan di Kawasan Air Terjun Oesusu bagian timur yaitu suhu 28,20C, kelembaban 67,3 %, pH tanah 6,4 dan intensitas cahaya 1293,3 cd. dari bagian barat yaitu suhu 28 0C, kelembaban 77,4 %, pH tanah 6,3, dan intensitas cahaya 999,3 cd. Kata kunci : Inventarisasi Tumbuhan paku di Kawasan Air Terjun Oesusu Keterangan : *) Peneliti **) Pembimbing

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN OPEN ENDED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DI SMA NEGERI 1 NEKAMESE KABUPATEN KUPANG TAHUN AJARAN 2020/2021

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembelajaran di SMA Negeri 1 Nekamese berlangsung dengan metode ceramah, diskusi dan presentasi. Hal ini membuat peserta didik menjadi pasif karena pembelajaran berpusat pada guru. Hal ini berdampak pada kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Kemampuan peserta didik dalam hal menganalisis, mengevaluasi dan mencipta masih rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model Open Ended Learning Terhadap Berpikir Tingkat Tinggi di SMA Negeri 1 Nekamese Kabupaten Kupang Tahun Ajaran 2020/2021. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain post-test only control grup desain. Populasi dalam penelitian berjumlah 30 orang dengan sampel penelitiannya adalah seluruh peserta didik kelas XA dengan jumlah siswa 15 dan XB dengan jumlah siswa 15 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah test. Data dianalisis menggunakan uji-t berbantuan SPSS. Berdasarkan hasil uji homogenitas diperoleh niai F sebesar 0,802 serta hasil uji t sebesar 10,473 dengan taraf signifikan 0,000 atau kurang dari 0,05 hal tersebut menunjukan adanya pengaruh model Open Ended Learningterhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) peserta didik.Model pembelajaran Open Ended Learning memiliki kelebihan yaitu peserta didik berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran dan sering mengekspresikan ide, peserta didik dari kelompok lemah tetap memilki kesempatan untuk menyelesaikan masalah yang diberikan dengan cara mereka sendiri. Hal ini dikarenakan model Open Ended Learning membuat peserta didik menggembangkan pola pikir sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dan tidak bergantung pada jawaban orang lain.Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan model pembelajaran Open Ended Learmig terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik.

STUDI PROFIL KUALITAS NUGGET IKAN CAKALANG YANG DIPROSES DENGAN PERSENTASE TEPUNG UBI JALAR KUNING DAN LAMA PENGUKUSAN YANG BERBEDA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK MARSELINDA SERAN NAHAK (14390037). Studi Profil Kualitas Nugget Ikan Cakalang yang Diproses dengan Persentase Tepung Ubi Jalar Kuning dan Lama Pengukusan yang Berbeda. Dibawah bimbingan : Dr. Ir. AYUB U.I MEKO. M.Si sebagai pembimbing I dan YUNIALDI H. TEFFU, S.Pi, M.Si sebagaipembimbing II, Progranm Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen ArthaWacana, Kupang. Ikan merupakan bahan pangan yang mudah rusak Karena mengandung kadar air protein yang cukup tinggi. Nugget merupakan produk olahan dari dari daging giling diberi penambahan bumbu dan dicetak kemudian dilumuri dengan tepung roti pada bagian permukaannya dan digoreng. Fish nugget salah satu bentuk olah dari daging ikan yang digiling halus dan diberi bumbu-bumbu serta dicampur dengan bahan pengikat dan bahan pengisi kemudian dicetak menjadi bentuk tertentu setelah dikukus, dipotong, dan dicelupkan kedalam batter breading, kemudian digoreng atau disimpan terlebih dahulu dalam ruangan pembeku atau freezer sebelum digoreng. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase tepung ubi jalar kuning dan lama pengukusan yang berbeda pada produk nugget ikan cakalang. Untuk mengetahui mutu dari nugget ikan dengan penambahan tepung ubi jalar kuning. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan mulai dari bulan April sampai dengan bulan Mei 2021 yang meliputi pembuatan produk nugget ikan cakalang, pengujian organoleptik (warna, aroma, tekstur, dan rasa), di Laboratorium Eksata UKAW kupang serta pengujian kadar air dan pH di Laboratorium Politeknik Pertanian Kupang. Menggunakan metode Uji Jarak Berganda Duncen (UJBD) untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang dicobakan, selanjutnya data kadar air, pH, menggunakan analisis sidik ragam dengan mengukur suhu. Berdasarkan data dan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa produk nugget ikan cakalang yang diproses dengan persentase tepung ubi jalar kuning dan lama pengukusan yang berbeda memenuhi standar mutu dan keamanan nugget ikan SNI 7758-2013 yaitu : nilai tingkat kesukaan panelis rata-rata organoleptik parameter warna 7,4 sampai 8,8, parameter aroma 7,4 sampai 9,0, parameter tekstur 7,9 sampai 8,9, rata-rata parameter rasa 7,6 sampai 9,0 dan nilai rerata hasil pengujian kadar yaitu 51,58%—52,67%, sedangkan pada nilai rata-rata pH 5,5 sampai 5,7.

IDENTIFIKASI TINGKAT KERUSAKAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI PANTAI OESAPA TENGAH KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK IDENTIFIKASI TINGKAT KERUSAKAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI PANTAI OESAPA TENGAH KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG Sutopo Busu H, L.)* Daud Y.)** Hendrik A, Ch.)** Ekosistem hutan mangrove adalah ekosistem yang berada di daerah tepi pantai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut sehingga substratnya selalu tergenang air (Supriharyono, 2009). Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang juga terdapat hutan mangrove dengan luas 17.571,32 ha. Berdasarkan hasil observasi awal pada tanggal 12 Juli 2019 di pesisir hutan mangrove Oesapa Tengah Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang menunjukkan bahwa ekosistem mangrove yang ada kondisinya telah mengalami kerusakan. Hal ini dilihat dari banyaknya mangrove yang telah mati, ada yang telah ditebang dan sudah kering, mangrove juga telah mengalami pencemaran oleh limbah rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan ekosistem mangrove, mengetahui faktor penyebab kerusakan ekosistem hutan mangrove di Pantai Oesapa Tengah Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 9 jenis mangrove yakni Rhizophora stylosa, Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Bruguiera cylindrica, Ceriops tagal, Avicennia alba, Soneratia alba, Exoecaria agallocha, Xylocarpus moluccensis. Berdasarkan kriteria baku kerusakan mangrove Kepmen. LH. No. 201, Tahun 2004, kondisi hutan mangrove di Pantai Oesapa Tengah dari tingkat semai dan pancang termasuk dalam kriteria baik sedangkan pada tingkat pohon termasuk dalam kriteria rusak. Faktor kerusakan ekosistem hutan mangrove disebabkan faktor alam seperti abrasi, kekeringan dan faktor manusia seperti penebangan mangrove dan pembuangan sampah disekitar hutan mangrove. Kata kunci : Tingkat Kerusakan, Kerapatan, Hutan Mangrove

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschata) PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK BISKUIT

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 27 April sampai dengan 10 Mei di laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana Kupang tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh biskuit yang renyah dengan rasa, warna, dan tekstur yang paling disukai konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 15 unit percobaan dengan presentase substitusi tepung labu kuning 0%, 10%, 20%, 30%, 40%. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini adalah uji Rasa, Warna, dan Tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B 10% menghasilkan nilai tertinggi Rasa 4,822 (sangat suka), Warna 4,578 (sangat suka), Tekstur 4,711 (sangat suka).

Karakteristik Bakteri Asam Laktat pada Bakasang Ikan Tembang Menggunakan Lumatan Nanas dengan Pemanasan Suhu Tinggi dan Lama Penyimpanan yang Berbeda

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK HENDRO UMBU SANGAJI (14390020). Karakteristik Bakteri Asam Laktat pada Bakasang Ikan Tembang Menggunakan Lumatan Nanas dengan Pemanasan Suhu Tinggi dan Lama Penyimpanan yang Berbeda.di bawah bimbingan : YUNIALDI H. TEFFU. S.Pi.M.Sisebagai pembimbing I dan DEWI S. GADI.S.Pi.M.Si sebagai Pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Bakasang adalah produk yang dikonsumsi sebagai bahan tambahan dalam penyajian makanan. Lama proses fermentasi bakasang umumnya 30-45 hari. Fermentasi adalah proses yang dilakukan oleh mikroorganisme yang bertujuan mengawetkan dan mengubah tekstur. Fermentasi asam laktat dapat terjadi sebagai akibat aktivitas bakteri asam laktat (BAL). Tujuan penelitian ini untuk mengisolasi dan identifikasi bakteri asam laktat pada bakasang ikan tembang menggunakan lumatan nanas dengan pemanasan suhu tinggi dan lama penyimpanan yang berbeda. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2019, bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pengujian pH sedangkan di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech Bogor untuk identifikasi Bakteri Asam Laktat.Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial.Data dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan Uji Jarak Berganda Duncan dan hasil sekuensing DNA dianalisis menggunakan programBLAST. Hasil penelitian bakasang ikantembang yaitu total bakteri asam laktat padasuhu 75oC berkisar 0-35.000 koloni dan suhu 121oC berkisar 0-25.500 koloni, pH padasuhu 75oC berkisar 4,10-5,75 dan suhu 121oC berkisar 4,05-5,70, uji kemurnian sampel ekstrak pada sampel a1b3 dan a2b3 yaitu bentuk circular, elevasi konveks, tepian entire, warna putih, ukuran kecil dan kondisi aerob dan anaerob, uji molekuler untuk genomic DNA yaitu sampel a1b3 dengan konsentrasi DNA 64,26 ng/µl, kemurnian DNA A260/280 2,210 dan A260/230 1,897, dan volume 30 µl dan sampel a2b3 dengan konsentrasi DNA 57,20 ng/µl, kemurnian DNA A260/280 2,344 dan A260/230 2,334, dan volume 30 µl, gel electrophoresis image-pcr product untuk hasil pita DNA yaitu homosigot dominan (AA), squence assembly 4288: CAAGAC-GTTTTTN-TTGCAGAACC-TGCGGTTCC dan squence assembly 1517: CAAA-CCGTTTTC-TTGCGGAACC-TGCGGTTC. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, yaitu nilai pH tertinggi pada perlakuan suhu 75°C dengan penyimpanan 0 hari, yaitu 5,75, pada penyimpanan 20 hari yaitu 5,55 dan penyimpanan 40 hari yaitu 4,10. Sedangkan nilai pH tertinggi pada suhu 121°C dengan penyimpanan 0 hari yaitu 5,70, pada penyimpanan 20 hari yaitu 5,10 dan penyimpanan 40 hari yaitu 4,05.Hasil uji kemurnian pada bakteri tersebut, bentuk koloni bulat (circular), elevasi cembung (enterid), tepian koloni koveks, warna koloni putih dan kondisi aerob dan anaerob. Bakteri Asam Laktat yang teridentifikasi pada bakasang ikan tembang pada kode sampel a1b3 adalah Staphylococcus condimenti dan kode sampel a2b3 adalah Staphylococcus carnosus.

ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN TRADISIONAL DI DESA SOLIU KECAMATAN AMFOANG BARAT LAUT KABUPATEN KUPANG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak YOHANES PETERSON KADHA (14380090). Analisis Pendapatan Nelayan Tradisional di Desa Soliu Kecamatan Amfoang Barat Laut Kabupaten Kupang. ALFRED G.O KASE, S.Pi, M.Si dan ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Masyarakat nelayan secara umum masih menggunakan alat tangkap tradisional yang diwariskan oleh nenek moyang mereka. Kemiskinan nelayan terjadi karena keterbatasan akses nelayan terhadap hak penguasaan sumberdaya perikanan. Teknologi penangkapan menjadi kunci bagi keberhasilan nelayan dalam berusaha, bagi masyarakat nelayan yang terpenting adalah mendapatkan hasil tangkapan sebanyak mungkin, tetapi kondisi yang didapat selama ini bahwa tingkat produktivitas bagi masyarakat nelayan khususnya di bidang perikanan masih sangat rendah, rendahnya tingkat produktivitas tersebut dipengaruhi oleh rendahnya penguasaan akan teknologi. Masyarakat pesisir Desa Soliu merupakan masyarakat yang mayoritas penghasilannya sehari-hari dari hasil laut. Penghasilan nelayan sudah bergantung kepada hasil tangkapan namun dari itu sedikit akan menurun secara drastis karena pekerjaan sampingan pun tidak dapat memberikan jaminan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Nelayan Desa Soliu pada saat ini masih banyak yang menggunakan alat tangkap tradisional dalam menangkap ikan, sehingga hasil tangkapan kurang maksimal. Pada umumnya nelayan Desa Soliu masih mengalami keterbatasan teknologi penangkapan dan modal usaha, dengan alat tangkap yang sederhana dan wilayah operasi yang terbatas serta tidak semua nelayan memiliki alat tangkap sendiri sehingga mereka harus bergantung kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan nelayan tangkap tradisional di Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September 2020 di Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan mengkaji hal-hal yang berhubungan dengan pendapatan nelayan tangkap tradisional di Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang. Usaha penangkapan ikan yang dilakukan oleh nelayan Desa Soliu tergolong menguntungkan dengan total keuntungan sebesar Rp. 1.283.851 per bulan. Berdasarkan hasil perhitungan BEP Produksi sebesar 14,30 kg, BEP Harga sebesar Rp. 0,46, nilai ROI sebesar 0,64%, nilai R/C Rasio sebesar 1,06 sehingga usaha tersebut layak untuk dikembangkan.

ANALISIS KANDUNGAN PIGMEN PADA ALGA COKLAT PADINA SP DI PERAIRAN PANTAI BOLOK NUSA TENGGARA TIMUR

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

REYNALD ADHITHYA KIA (14380076). Analisis Kandungan Pigmen Alga Coklat Padina Australis Di Perairan Pantai Bolok Nusa Tenggara Timur: Alfred G. O. Kase, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan Imanuel J. Emola, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing II. Program studi manajemen sumberdaya perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Padina australis merupakan spesies alga dari divisi Phaeyophyta (ganggang coklat) yang pada umumnya tersebar di perairan laut, mulai perairan laut dangkal hingga perairan dalam. Ganggang ini memiliki bentuk lembaran yang lebar berwarna coklat transparan. Ganggang ini berwarna coklat karena di dalam thalusnya terkandunga pigmen fikosantin dan xantofil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi pigmen yang diekstrak pada alga coklat P. australis yang diambil di perairan pantai Bolok. Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium Biologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei, metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan metode Spektrofotometer. Berdasarkan hasil penelitian, jenis pigmen yang teridentifikasi pada alga coklat P. australis yaitu klorofil a, klorofil b, karotenoid (karoten dan xantofil) dan feofitin a. Melalui uji KLT di temukan delapan fraksi warna, yang dihitung nilai Rf-nya, (Retention faktor): fraksi pertama warna kuning dengan nilai Rf 0,98, fraksi kedua warna kelabu dengan nilai Rf 0,48, fraksi ketiga warna hijau kecoklatan dengan nilai Rf 0,4, fraksi keempat warna hijau kecoklatan dengan nilai Rf 0,32, fraksi kelima warna hijau dengan nilai Rf 0,26, fraksi keenam warna hijau dengan nilai Rf 0,24, fraksi ketujuh warna hijau dengan nilai Rf 0,2 dan fraksi kedelapan warna kuning-orange dengan nilai Rf 0,16. Hasil spektofotometer kedelapan fraksi bekisar pada 200-350 nm dan hasil spektrofotometer ekstrak total ada pada kisaran 270-500 nm. Kata kunci: Padina australis, Kromatografi Lapis Tipis, Spektrofotometer, Pigmen, Pantai Bolok.

SOLIDARITAS GEREJA Suatu Studi Teologi Sosial Mengenai Solidaritas Menurut Jon Sobrino Dan Implikasinya Bagi Gereja Masehi Injili Di Timor

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Korupsi adalah salah satu masalah sosial yang terjadi di hampir seluruh lapisan masyarakat.Hal ini membuat korupsi dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa (Extraordinary Crime).Penyebarannya sistematis mulai dari pusat sampai ke daerah-daerah dan desa-desa bahkan melibatkan pilar utama kekuasaan bangsa yakni Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif. Di NTT sendiri tak perlu diulang-ulang karena hampir setiap hari kita membaca di surat kabar maupun secara online. Gereja khususnya GMIT terpanggil secara aktif untuk melibatkan diri dan memiliki kepekaan dalam usaha memberantas masalah-masalah ini terutama dalam realitas sosial. Penulis dalam mengkaji masalah ini menggunakan metode penelitian kualitatif khususnya studi pustaka. Jon Sobrino melihat bahwa gereja harus turut ambil bagian dalam mengatasi masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat.Namun ketelibatan gereja bukan hanya keterlibatan humanis semata tetapi juga keterlibatan teologis.Ia berangkat dari konteks Amerika Latin khususnya El Salvador dan mengantarkannya untuk berbicara mengenai Yesus yang Solider.Penulis mengaitkan konsep ini dengan pemikiran J.B. Banawiratma mengenai proses Teologi Sosial untuk dianalisis melalui empat aspek teologi Sosial yaitu aspek sosial, kultural, historis dan personal. Analisis ini menghasilkan tiga pokok penting tentang solidaritas menurut Sobrino yaitu sumber dari solidaritas adalah realitas, solidaritas terbentuk dari iman komunitas dan bukan individu dan Yesus dari Nazaret menjadi titik tolak melakukan solidaritas. Penulis kemudian melakukan refleksi teologis dan mengaitkan dengan teks Lukas 4:16-21 yang merupakan bagian cerita tentang Yesus yang ditolak di Nazaret. Teks ini membuktikan bahwa Allah selalu melihat realitas. Ia mengutus anak-Nya untuk memberitakan kabar baik ke dalam realitas hidup manusia yang penuh ketidakadilan dan keputusasaan.Kabar baik adalah juga kehadiran untuk orang miskin, orang-orang tawanan, orang-orang buta dan yang tertindas. Artinya bukan hanya mengenai kabar baik lewat pemberitaan firman atau lewat perkataan tetapi aksi nyata yang kita lihat lewat pengajaran, penyembuhan dan mujizat yang dibuat Yesus.Namun gereja mesti juga menjaga sikap kritis atas realitas yang dihadapi. Gereja yang bercermin dari Yesus juga harus menyadari bahwa ia sama seperti Yesus berbeda dari dunia. Namun terlepas dari perbedaan itu, gereja lahir di dalam realitas dunia, maka gereja tidak dapat mengabaikan tugas panggilannya di dunia. Ini berarti khotbah atau pelayanan nyata yang diberikan gereja boleh sama tetapi punya nilai dorong yang berbeda.