2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TINJAUAN TENTANG SARANA DAN PRASARAN OLAHRAGA DI SMA NEGERI 1 KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG Danny Christian Kapitan1* , Andreas J. F. Lumba2, Alventur Baun3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia. Email. [email protected] Latar belakang: Sarana dan prasarana merupakan hal yang sangat vital dan hal yang sangat penting dalam menunjang kelancaran atau kemudahan dalam proses pembelajaran, dalam kaitannya dengan pendidikan yang membutuhkan sarana dan prasaran dan juga pemanfaatannya baik dari segi intensitas kreatifitas dalam penggunaannya oleh guru maupun oleh siswa/i dalam kegiatan belajar mengajar. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui sarana dan prasarana olahraga sepak bola dan bola voli di SMA Negeri 1 Kupang Timur. Metode penelitian: Peneliti menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif naturalistik. Metode penelitian yang digunakan untuk menjawab, mendekati, mengamati, menjelaskan dan menganalisis suatu fenomena dari setiap persoalan yang di temukan yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil dan Pembahasan: 1) Sarana dan prasarana sepak bola 2) Sarana dan prasarana bola voli Kesimpulan: Domingos Soares Pinto, S.Pd, Guru penjas SMA Negeri 1 Kupang Timur mampu mengatasi masalah kekurangan sarana dan prasarana dalam kegiatan pembelajaran penjas khususnya permainan bola kaki dan bola voli.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Proses belajar mengajar merupakan interaksi berkelanjutan antara perilaku guru dan perilaku peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga di Sekolah akan berjalan efektif apabila semua unsur bersinergi. Akibat pandemi covid-19, banyak sekolah dan perguruan tinggi ditutup sehingga bukan pembelajaran tatap muka melainkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Tujuan penelitian: Untuk mengetahui proses pembelajaran penjasorkes pada masa pandemic covid-19 di SD GMIT Pariti. Metode penelitian: Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi penyajian data, pengolahan data, penarikan kesimpulan.Pengujian keabsahan data meliputi kredibilitas, transferbilitas, dependabilitas dan konfermabilitas. Hasil dan pembahasan: Proses pembelajaran penjasorkes saat ini, dilaksanakan secara jarak jauh. Pihak sekolah tidak mengharuskan siswa ke sekolah untuk melakukan pembelajaran, sehingga alternatif yang digunkaan oleh sekolah adalah memberikan materi dan tugas pembelajaran kepada siswa untuk belajar dari rumah.Pembelajaran penjasorkes saat ini, tetap memperhatikan aspek afektif, kognitif dan psikomotor siswa, pada saat pembagian materi pembelajaran kepada siswa untuk dipelajari. Dalam pembagian tugas dan materi, siswa dikelompokan 2 sampai 3 orang untuk dapat belajar bersama, dikerenakan setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda, akan tetapi ada beberapa siswa yang harus dibimbing secara khusus di sekolah. Simpulan:Pada masa pendemic covid-19 saat ini, SD GMIT Pariti melakukan kegiatan belajar mengajar secara jarak jauh. Guru penjasorkes harus memiliki kemampuan merancang, pelaksanaan dan evaluasi hasil belajar siswa dengan baik pada masa pandemic covid-19 saat ini.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hutan mangrove merupakan suatu ekosistem perpaduan antara ekosistem lautan dan daratan dan berkembang terutama di daerah tropika dan sub tropika yaitu pada pantai- pantai yang landai, muara sungai dan teluk yang terlindung dari hempasan gelombang air laut. Dengan demikian hutan mangrove merupakan penyangga ekosistem daratan dan lautan, dan merupakan mata rantai yang sangat penting dalam memelihara keseimbangan biologi di suatu perairan (Harahap, 2010). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis komunitas mangrove di Desa Holulai Kecamatan Loaholu Kabupaten Rote Ndao. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Line Transect. Analisis data menggunakan kerapatan jenis, kerapatan relatif jenis, frekuensi jenis dan indeks keanekaragaman. Terdapat 5 jenis mangrove yang ditemukan di Desa Holulai Kecamatan Loaholu Kabupaten Rote Ndao yaitu Sonneratia caseolaris, Avicennia alba, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa dan Sonneratia alba. Jenis yang memiliki kerapatan yang tinggi ditemukan pada tingkat pohon yaitu jenis Sonneratia caseolaris dengan kerapatan 0.11 ind/m2 dan kerapatan relatif 34.37%. Jenis yang memiliki kerapatan yang rendah terdapat pada Sonneratia alba pada tingkat pohon dengan nilai kerapatan sebesar 0.02 ind/m2 dengan kerapatan relatif sebesar 7.14%.Indeks keanekaragaman ekosistem mangrove di kawasan Desa Holulai tergolong rendah, yaitu (H’)=H’1.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber daya manusia memiliki posisi sangat strategis dalam organisasi, artinya unsure manusia memegang peranan penting dalam melakukan aktivitas untuk mencapai tujuan. Untuk itulah eksistensi sumber daya manusia dalam organisasi sangat kuat.
Ilyas (2005:55) mengatakan bahwa kinerja adalah penampilan, hasil karya personil baik kualitas, maupun kuantitas penampilan individu maupun kelompok kerja personil, penampilan hasil karya tidak terbatas kepada personil yang memangku jabatan fungsional maupun struktural tetapi juga kepada keseluruhan jajaran personil di dalam organisasi. Henry Simamora (2004:610) Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur.
Disiplin merupakan pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam sebuah organisasi. (2001:12) menyatakan bahwa lingkungan kerja bisa disebut baik atau sesuai jika manusia bisa menjalankan aktivitas dengan optimal, sehat, amakan dan nyaman.
Kesesuaian lingkungan kerja bisa dilihat dari dalam jangka waktu yang lama lebih jauh dari lingkungan-lingkungan kerja yang kurang baik bisa menuntut tenaga kerja dan waktu yang lebih banyak dan tidak mendukung didapatkannya rancangan sistem kerja yang efisien. Masalah dalam penelitian ini adalah Analisis Pengaruh Disiplin Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Kecamatan Amarasi Selatan. Yang menjadi persoalan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Amarasi Selatan? Bagaimana lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Amarasi Selatan?.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Amarasi Selatan dan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Amarasi Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah 16 orang pegawai dan semuanya dijadikan sampel.
Metode analisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian menujukan bahwa Disiplin Kerja tidak memiliki pengaruh terhadap Kinerja Pegawai hal ini dibuktikan dengan diperoleh thitung -1,743 < ttabel 1,771 dengan taraf signifikan 0,105 > 0,05. Nilai -1,743 lebih kecil dari 1,771 menunjukan thitung lebih kecil dari ttabel. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Ho diterima, Ha ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai. Berdasarkan hasil penelitian menujukan bahwa Lingkungan Kerja memiliki pengaruh terhadap Kinerja Pegawai hal ini dibuktikan dengan diperoleh thitung 5, 290 > ttabel 1,771, dengan taraf signifikan 0,000 < 0,05. Nilai 5, 290 lebih besar dari 1,771 menunjukkan thitung lebih besar dari ttabel. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Ha diterima, Ho ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai . Dari hasil perhitungan dapat diketahui bahwa koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 0,687. Hal ini berarti 68,7% variasi variabel Kinerja Pegawai (Y) ditentukan oleh kedua variabel independen yaitu Disiplin Kerja (X1) dan Lingkungan Kerja (X2). Sedangkan sisanya 31,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti Dari hasil perhitungan uji F dapat diketahui bahwa nilai Fhitung adalah 14,279 dengan tingkat signifikan 0,001, sedangkan Ftabel 3,80 dengan signifikan 0,05. Dengan demikian Fhitung > Ftabel yakni 14,279 > 3,80 Nilai 14,279 lebih besar dari 3,80 menunjukkan Fhitung lebih besar dari Ftabel, artinya Ha diterima, Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan antara Disiplin Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai.
Implikasi terapan dalam penelitian ini adalah disiplin kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, selain itu,tanggapan responden terendah pada variabel disiplin kerja yaitu indikator menggunakan peralatan kantor dengan baik, Lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, selain itu,tanggapan responden terendah pada variabel lingkungan kerja yaitu indikator penerangan/cahaya di tempat kerja.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan handout berbasis hewan vertebratapada dunia animalia sebagai bahan ajar yang layak digunakan didalam proses pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE (analysis, design, development, implementation, evaluation). Persentase Hasil penelitian yang diperoleh dari uji ahli materi 75%, uji ahli desain 93,18%, uji ahli media 95,96%, uji kelompok kecil 97,18% dan uji kelompok besar 93,56%. Presentase penilaian menunjukkan adanya respon yang sangat baik terhadap handout berbasis hewan vertebrata yang dikembangkan sehingga menunjukkan bahwa handout berbasis hewan vertebrata yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar karena handout berbasis hewan vertebrata tersebut sesuai dengan tujuan pembelajaran, Hal ini dikarenakan handout berbasis hewan vertebrata pada dunia animalia yang dikembangkan memiliki kualifikasi sangat baik. Selain itu, handout berbasis hewan vertebrata memiliki kelebihan tersendiri, dimana karakter gambar yang terdapat pada handout dapat menarik perhatian siswa sehingga materi pembelajaran akan lebih mudah dipahami siswa serta dapat membantu guru untuk mengajar materi dunia animalia.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian bertujuan mencari hubungan antara minat belajar dengan hasil belajar mahasiswa. Penelitian ex post facto dengan desain korelasi, variabel (X) minat belajar dan hasil belajar (Y). Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan biologi semester 3 yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data menggunakan angket, data dianalisis dengan statistik inferensial berbantuan SPSS. Hasil pengujian uji Lineritas pada Deviation from Linearity Sig adalah 0,324 lebih besar dari 0,05. Sedangkan hasil pengujian hipotesis korelasi Product Moment menunjukkan nilai sig = 0,000 lebih kecil dari = 0,05 terdapat hubungan pembelajaran yang positif dan signifikan antara minat belajar dengan hasil belajar mahasiswa, dengan koefisien hubungan kuat dan tinggi. Artinya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar mahasiswa dengan hasil belajar mahasiswa, dengan koefesien hubungan kuat dan tinggi. Artinya semakin baik minat belajar mahasiswa maka akan semakin meningkat hasil belajar mahasiswa.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH MEDIA DAN PEMBERIAN BIO-URINE TERHADAP PERTUMBUHAN KABESAK (Acacioleucophloea) Yahbrob, B.)* Hendrik, A. Ch.) ** Daud, Y.)** Di Pulau Timor Kabesakmerupakanjenistanaman yang tumbuh liar danmemilikibanyakmanfaat. DaunKabesakpadasaatmusimkeringmasihditemukanhijausehinggadigunakansebagaipakanmenggantikanrumput yang sudahkering. SelainitubatangkayuKabesak juga digunakanmasyarakatsebagaikayukonstruksidanmebel.PemanfaatanKabesak yang cukuptinggiolehmasyarakatPulau Timor dapatmenyebabkanpenurunanpopulasiKabesak. Tidaktersediadipersemaiansehinggatidakdapatmengadakanbibitdenganjumlahbanyakdalamwaktu yang cepat. Keterbatasan-keterbatasantersebutmenjadisuatualasankuatuntukmencobaalternatif lain diantaranyamemanfaatkanpengadaanbibitdengansemaiatauanakanalam. Dimanaanakanalamakantumbuhdenganbaikapabiladiletakanpada media tanam yang suburdandiberinutrisitambahanseperti POC bio-urine. Tujuanpenelitianiniyaituuntukmengetahuikomposisi media tanamdanpengaruhkonsentrasi bio-urine yang baikterhadapcabutansemaikabesak. Penelitianinimerupakanpenelitianeksperimendenganmenggunakan RAL faktorialdengan 2 faktor. Faktorpertama Bio-urine dengan 4 tarafperlakuan, factor keduadengan 5 tarafperlakuanmakadiperoleh 20 unit percobaan yang diulangsebanyak 4 kali. Paremeterpengamatandalampenelitianinimeliputitinggitanaman,diameterbatangdanjumlahdaun. Hasilpenelitianmenunjukkanadanyapengaruh yang nyataperlakuan media tanamdankombinasiperlakuan bio-urine terhadaptinggitanaman yang terdapatpadaperlakuan P2U2 (Media tanah 50% : media sekambakar 50% + bio-urine 200 ml), jumlahdaunterdapatpadaperlakuan P2U2 (Media tanah 50% : media sekambakar 50% + bio-urine 200 ml) dan diameter batangterdapatpadaperlakuan P4U3 (Media sekambakar 100% + Bio-urine 300 ml) Kata kunci :Kabesak, Bio urine dan media tanam.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran berupa buku saku terhadap hasil belajar IPA terpadu di kelas VIII SMP N I Kupang Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksperimen yaitu bertujuan untuk mengetahui hubungan variabel bebas terhadap variable terikat. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi seluruh siswa kelas VIII berjumlah 150 siswa dan sampel kelas VIIA dan kelas VIIIB berjumlah 26 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan Posttest. Data hasil belajar siswa diperoleh menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS versi 22. Berdasarkan hasil uji homogenitas diperoleh nilai F sebesar 0,740 serta hasil uji hipotesis diperoleh nilai t 7,875 dengan signifikan 0.000 atau kurang dari 0,5 hal tersebut menunjukan bahwa terdapat pengaruh hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan eksperimen. Hal ini dapat dilihat dari bertambahnya pemahaman siswa mengenai pentingnya belajar, ini membuat siswa menyadari bahwa untuk mendapatkan keberhasilan perlu adanya ketertarikan dalam memahami suatu konse dalam pembelajaran, selain itu juga dilihat dari sikap siswa yang berantusias dalam belajar, memiliki rasa ingin tahu, dan berani menyampaikan pendapat saat proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan penggunaan media buku saku memiliki potensi yang cukup besar yaitu dapat mengembangkan ide siswa tentang suatu masalah dalam pembelajaran. Hasil ini dapat dilihat persentase hasil belajar siswa pada kelas eksperimen yang lebih tinggi yaitu C1 96,15%, C2 94,32%, C3 86,15% dan C4 55,38%. Dengan hasil belajar siswa pada kelas kontrol belum mencapai kriteria ketuntasan minimum (KKM) Hal ini dikarenakan pada kelas eksperimen siswa lebih aktif mencari tahu sendiri tentang konsep-konsep penting dalam proses pembelajaran sehingga siswa lebih mudah mengingat, memahami, menerapkan dan menganalisis apa yang ditemukan dalam pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan media buku saku terhadap hasil belajar siswa
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman anggrek merupakan jenis tanaman hias yang sangat prospektif dan mempunyai nilai ekonomis tinggi karena bentuk dan warna bunga yang menarik serta mempunyai daya tahan yang lama. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui jenis-jenisdan karakteristik habitat Anggrek yang terdapat di kawasan Hutan Fatuleu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling melalui tahapan identifikasi. Metode yang digunakan metode jelajah (cruise method). Analisis data dengan menghitung indeks keanekaragaman. Jenis tumbuhan anggrek yang ditemukan di Kawasan Hutan Fatuleu kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang terdapat 7 jenis anggrek yaitu Calanthe triplicata, Dendrobium crumenatum, Nervilia punctata, Vanda tricolor, Platanthera angustata, Platanthera elegans dan Pomatocalpa spicata. Nilai indeks keanekaragaman (H’) tumbuhan anggrek masuk dalam kategori sedang yaitu 1,831201. Demikian dapat disimpulkan bahwa anggrek yang ditemukan di Kawasan Hutan Camplong yaitu 7 jenis 3 jenis anggrek epifit dan 4 jenis anggrek terestrial. Parameter lingkungan habitat anggrek di kawasan hutan Camplong berdasarkan suhu, kelembaban dan intensitas cahaya. Berdasarkan kelembaban udara tergolong tinggi, berdasarkan suhu tergolong sedang hingga dingin dan berdasarkan intensitas cahaya tergolong sedang.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan aktivitas belajar IPA terpadu di SMP Negeri 1 Taebenu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatf. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Taebenu yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes angket, dan dokumentasi. Tes angket yang digunakan untuk mengetahui aktivitas siswa dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru, sedangkan dokumentasi dilakukan untuk mengambil gambar disetiap tes berlangsung terhadap upaya peningkatan aktivitas belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri 1 Taebenu. Teknik analisis data yang digunakan adalah kualitatif. Adapun indikator keberhasilan tindakan ditandai dengan minimal 80% dari jumlah siswa pada kategori baik dan sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar IPA Terpadu siswa mengalami peningkatan setelah dilakukan tes angket. mengalami peningkatan 74%, pada nilai sikap dan nilai tanggung jawab sangat menurun. Aktivitas belajar IPA Terpadu pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Taebenu pada grafik 4.1 meningkat 80%, siswa pada kategori baik, sedangkan pada grafik 4.2 presentase yang paling baik yaitu nilai sikap 74% dan nilai tanggung jawab 68%.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Kotoran Ayam Terhadap Pertumbuhan Umbi Bawang Merah (Allium cepa L.) Talo, W. D. C.)* Solle, H. R. L.)** Daud, Y.)** Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomis dan banyak manfaatnya bagi manusia, tingginya kebutuhan komsumsi mengakibatkan budidaya bawang merah yang tidak memperhatikan faktor lingkungan seperti penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan sehingga mengakibatkan tanah menjadi padat. Pemberian pupuk organik cair (POC) mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman bawang merah karena kandungan hara mikro maupun makro serta mampu memperbaiki kualitas tanah. Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair kotoran ayam terhadap pertumbuhan umbi bawang merah (Allium cepa L.). Metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 6 perlakuan dan 5 ulangan yang terdiri dari A0 (240ml air), A1 (100ml POC), A2 (200ml POC), A3 (300ml POC), A4 (400ml POC) dan A5 (500ml POC), Parameter tinggi tanaman dan jumlah daun. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan nilai F hitung tinggi tanaman (2.70) > F tabel 0.05 (2.62) dan F hitung jumlah daun (2.67) > F tabel 0.05 (2.62). Pemberian POC kotoran ayam memberikan pengaruh pada tinggi tanaman dan jumlah daun menunjukkan ketersedian unsur hara melalui pemberian POC kotoran ayam mampu menunjang pertumbuhan vegetatif tanaman secara optimal, dan dapat di simpulkan pemberian POC kotoran ayam berpengaruh pada pertumbuhan umbi bawang merah (Allium cepa L.). Pemberian POC kotoran ayam pada perlakuan A3 (300ml) lebih baik dibandingkan dengan A0 (240ml air), A1 (100ml POC) A2 (200ml POC), A4 (400ml POC), dan A5 (500ml POC). Kata kunci: bawang merah, pupuk organik cair, kotoran ayam.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Etnobotani Tumbuhan Kosmetik Alami di Desa Haitimuk Kabupaten Malaka
Nahak, A.D)* Rupidara, A.D.N)** Bullu, N.I)**
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan jenis-jenis tumbuhan dan pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan kosmetik alami. Penelitian ini termasuk penelitian survey eksploratif dengan metode teknik wawancara yang meliputi wawancara semi terstruktur (semi terstruktured interview), wawancara terbuka (tidak terstruktur). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Masyarakat Haitimuk Umaau terdiri dari 10 spesies dan masyarakat Haitimuk Wematan terdapat 8 spesies sebagai bahan kosmetik alami. Organ yang digunakan masyarakat Haitimuk Umaau terdiri dari 5 organ yaitu Daun, Buah,Batang, Rimpang, Biji. Sedangkan masyarakat Haitimuk Wematan terdapat 4 organ yaitu Daun, Buah, Rimpang, Biji. Cara pengolahan oleh masyarakat Haitimuk Wematan terdapat 4 cara pengolahan yaitu diparut, ditumbuk, diiris, dikunyah sedangkan masyarakat Haitimuk Umaau terdapat 5 cara pengolahan yaitu ditumbuk, diris, dikunyah, diparut, diremas. Kosmetik alami digunakan untuk menyuburkan rambut, memperkuat gigi, mencerahkan kulit wajah, menghilangkan bekas jerawat, menghilangkan ketombe, memperkuat rambut, pewangi rambut. Sumber perolehan mayarakat Haitimuk Wematan dan Haitimuk Umaau sama-sama memperoleh dari hutan dan lading atau Budidaya.
Perlu adanya dokumentasi tertulis tentang jenis-jenis tumbuhan bahan kosmetik alami dan cara pemanfaatannya, agar pengetahuan lokal tentang pemanfaatan jenis tumbuhan tetap terpelihara dan tidak punah.
Kata Kunci : Etnobotani, Kosmetik, Tumbuhan Alami, Haitimuk Malaka
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Wilayah pesisir dan laut Indonesia mempunyai kekayaan dan keanekaragaman hayati (biodiversity) terbesar di dunia, yang tercermin pada keberadaan ekosistem pesisir seperti hutan mangrove, terumbu karang dan padang lamun.Salah satu jenis kekayaan sumber daya alam yang dapat ditemukan pada wilayah pesisir dan lautan yaitu kerang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kelimpahan Jenis Kerang (Anadara) pada Kawasan Pantai Namodale Desa Kuli Kecamatan LobalainKabupaten Rote Ndao dan untuk mengetahui kelimpahan kerang (anadara) yang ada pada kawasan Pantai Namodale Desa Kuli Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Transek Kombinasi Metode Garis dan Transek Kuadrat. Hasil penelitian menunjukan Kerang yang ditemukan di perairan Pantai Namodale dikategorikan dalam 1 famili yaitu Arcidae dengan 3 spesies yaitu A. granosa, A. antiquata danA. poliiyang tersebar di 4 stasiun pengamatan. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan komposisi jenis Kerang yang dinyatakan berdasarkan observasi serta melakukan pengukuran dan perhitungan kelimpahan frekuensi dan indeks keanekaragaman.Berdasarkan hasil perhitunganKelimpahan jenis kerang yang ditemukan pada lokasi penelitian stasiun lamun memiliki kelimpahan tertinggi yaitu 9.25 ind/m2 dengan diikuti stasiun batu memiliki kelimpahan 4.30 ind/m2. Kerang jenis A. antiquata memiliki kelimpahan tertinggi yaitu 4.10 ind/m2dengan kepadatan relatif 46.42%, Kerang jenis A. polii memiliki kelimpahan terendah yaitu 0.35 ind/m2 dengan kelimpahan relatif 5.81%.Kerang jenis A. antiquata memiliki frekuensi tertinggi yaitu 1.00% dengan kepadatan relatif 38.2% dan Kerang jenis A. polii memiliki frekuensi terendah yaitu 0.25% dengan frekuensi relatif 10.42%indeks keanekaragaman spesies Kerang yang terdapat pada stasiun mangrove 0.87, stasiun batu 0.83, stasiun pasir 1.08 dan stasiun lamun 0.97, nilai indeks keanekaragaman tersebut berada pada kateogori rendah-sedang.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gamal (Gliricidia sepium) adalah tanaman dalam golongan Leguminosae, dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga 30 m di atas permukaan laut (DPL) dan di tanah yang kurang subur yang dimanfaatkan sebagai pagar hidup, dan pupuk hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antibakteri ekstrak kulit batang gamal terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, dan untuk mengetahui daya hambat ekstrak kuli batang gamal terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Biologi UKAW Kupang, dengan menggunakan metode eksperimen dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter yang di amati zona hambat pada bakteri Staphylococcus aureus dan bakteri Escherichia coli. Hasil penelitian dianalisis menggunakanan analisis ANOVA satu jalur dengan uji lanjut Duncan (DMRT). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh uji antibakteri ekstrak kulit batang gamal (Gliricidia Sepium) berpengaruh terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan tidak memberi pengaruh terhadap bakteri Escherichia coli. Konsentrasi ekstrak kulit batang gamal yang memberi pengaruh sangat tinggi terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dengan zona hambat sebesar 10,67 mm kategori kuat dan pada bakteri Escherichia coli dengan zona hambat 7,67 mm kategori sedang
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT
This research entitled A Grammatical Analysis of Pronouns in Waijewa Language. The research problems of this study are: 1). what are the forms and types of pronouns in Waijewa language? 2) How are those pronouns used in clause? The aims are 1) to identify and describe the forms and types of pronouns in Waijwa language, 2) to describe the used of those pronouns in clauses. This research concerned on grammatical analysis of pronouns in Waijewa language, the used of pronouns in clauses. The data was collected from video recording that take place in Waimangura sub-district. The method used is descriptive qualitative. There were four informants that the writer record as the subject of this study. The techniques of data analysis used in this study are transcribing the recording, identifying and classifying the types of pronouns forms and describing the use of the pronouns in clause. The result of this study shows that there are 7 types of pronouns found in Waijewa language. First, there are 7 personal pronouns such as yauwa, yo’u, nya, yamme, hitto, hidda, yemmi. Second, there are 6 possessive pronouns such as nggu, mu, nya, ma, ndi. Third, there are 6 reflexive pronouns such as dounggu, doumu, nyadou, dounda, doundi. Fourth, there are 4 demonstrative pronouns such as newe, neke, nawa, naka. Fifth, 2 reciprocal pronouns such as ia waddeka. Sixth, there are 5 interrogative pronouns such as nggara, nggei, appa. Seventh, there are 3 relative pronouns such as nakka, nggarra nggei. The pronouns have been described by using the 8 types of pronouns. The entire pronouns are used as a subject or as an object either as independent clause or dependent clause.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fungi atau jamur merupakan organisme yang bersifat heterotrof, memperoleh makanan dengan menyerap nutrisi dari bahan organik seperti tumbuhan dan sisa-sisa hewan yang telah mati. Fungi parasit memperoleh nutrisi dengan menyerap dari tumbuhan ataupun hewan yang masih hidup. Kebiasaan masyarakat menggunakan berbagai jenis jamur sebagai lauk untuk dimakan didasarkan pada pengetahuan tradisional dalam pengolahan jenis-jenis jamur sebagai bahan makanan. Masyarakat menggunakan berbagai jenis jamur sebagai bahan makanan karena mudah didapat dan tidak memakai biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis jamur makroskopis dan manfaatnya di Taman Hutan Raya Prof Ir Herman Johannes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif. Pengambilan sampel dan pengumpulan data jenis jamur dilakukan dengan metode jelajah di sekitar lokasi Taman Hutan Raya Prof Ir. Herman Johannes. Hasil penelitian menunjukan bahwa di sekitar lokasi Taman Hutan Raya Prof Ir. Herman Johannes, terdapat 14 jenis jamur. Dari 14 jenis jamur tersebut ada yang diolah menjadi bahan makanan dan obat tradisional. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Taman Hutan Raya Prof. Ir. Herman Johannes Kecamatan Amarasi maka dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis jamur makroskopis yang ditemukan terdapat beberapa jenis jamur seperti jamur kipas, jamur shitake, jamur lapuk putih, jamur kuping, jamur merah dan jamur lingsih. Disarankan setiap mahasiswa atau calon sarjana agar melakukan penelitian lanjutan dari segi pemanfaatan jamur sebagai bahan obat-obatan karena dari beberapa jamur tersebut terdapat beberpapa jenis yang digunakan oleh masyarakat setempat baik untuk dikosumsi maupun digunakan sebagai bahan obat-obatan tradisonal.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bahan ajar merupakan segala bahan baik informasi, alat, maupun teks yang disusun secara sistematis untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Penggunaan bahan ajar dapat menciptakan pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Handout berbasis tumbuhan ciri khas NTT pada materi dunia tumbuhan paku sebagai bahan ajar yang layak digunakan di dalam proses pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE (analysis,design, development,implementation,evaluation). Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data deskriptif kualikatif dan kuantitatif dan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan dua teknik yaitu: analisis deskriptif dan analisis statistik deskriptif. Persentase Hasil penelitian yang diperoleh dari uji ahli materi 96,73%,, uji ahli desain 97,72%, uji ahli media 92,74%, uji kelompok kecil 94,70% dan uji kelompok besar 86,12%. dengan total keseluruhan memperoleh nilai 93,60% dengan kualifikasi sangat baik. Dengan demikian handout berbasis tumbuhan ciri khas NTT pada materi dunia tumbuhan paku yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar karena persentase uji validasi ahli materi, uji validasi ahli desain, uji validasi ahli media, uji kelompok kecil dan uji kelompok besar ≥ 61%. Persentase penilaian menunjukkan adanya respon positif terhadap handout berbasis tumbuhan ciri khas NTT yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar karena handout berbasis tumbuhan ciri khas NTT tersebut sesuai dengan tujuan pembelajaran, Hal ini dikarenakan handout berbasis tumbuhan ciri khas NTT pada materi dunia tumbuhan paku yang dikembangkan memiliki kelebihan tersendiri, dimana gambar yang ada di dalam handout dapat menarik perhatian siswa sehingga materi pembelajaran akan lebih mudah dipahami siswa serta dapat membantu guru untuk mengajar materi klasifikasi pada tumbuhan paku
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Kinerja atau layanan merupakan suatu jasa penampilan, tidak berwujud dan cepat hilang, lebih dapat dirasakan dari pada dimiliki, serta pelanggan lebih dapat berpartisipasi aktif dalam proses mengkonsumsi jasa. Kurangnya pemahaman akan penyelenggara pertandingan, akan mengakibatkan kualitas yang buruk. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui tingkat kepuasan atlet terhadap kinerja panitia pelaksana pada Turamen Walikota Kupang CUP 2018 Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan Jenis penelitian adalah kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah observasi atau pengamatan, wawancara dan dokumentasi untuk dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil dan pembahasan: (a). Bukti langsung (tangibles), meliputi fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai, dan sarana komunikasi, diperoleh hasil 90,5%. (b). Keandalan (reability), yakni kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera, akurat, dan memuaskan, maka diperoleh hasil 83%. (c). Daya tanggap (responsiveness), yaitu keinginan para staf untuk membantu para pelanggan dan memberikan pelayanan dengan tanggap, maka diperoleh hasil 87,5%. (d). Keyakinan (confidence) atau jaminan (assurance), mencakup pengetahuan, kemampuan, kesopanan, dan sifat dapat dipercaya yang dimilki para staf, bebas dari bahaya, resiko atau keragu-raguan, maka diperoleh hasil 89%. (e). Emphaty, meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi yang baik, perhatian pribadi, dan memahami kebutuhan para pelanggan, maka diperoleh hasil 90,5%. Simpulan: Proses pelaksanaan kegiatan turnemen sepak bola Walikota Kupang Cup tahun 2018 dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan oleh sebab adanya kekompakan dan kerja sama tim kepanitiaan dan para atlet
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lansia sering dipandang sebagai kaum rentan yang segala sesuatunya harus diperhatikan, mulai dari makan, minum, bersosialisasi dan lain-lain. Dari pandangan itulah yang akhirnya membuat lansia seakan semakin tak berdaya sehingga membutuhkan orang lain dalam mengurus segala kebutuhan mereka. Terlebih lagi di masa pandemi, lansia dianggap sebagai kaum rentan yang harus terus diperhatikan. Perhatian terhadap kaum lansia dimasa pandemi menjadi pertanyaan, apakah lansia mendapatkan kebebasan dan kepuasan yang seharusnya mereka terima? Ataukah justru lansia seakan mengalami tekanan mental akibat aturan-aturan yang harus mereka patuhi, seperti pola makan, bersosialisasi dan lain sebagainya. Keterbatasan dalam segala hal yang dialami oleh lansia membuat mereka kehilangan kebebasan dalam menikmati masa tua, masa yang seharusnya dipenuhi dengan kebersamaan dan refleksi hidup, kini menjadi ketakutan tersendiri bagi mereka. Orang-orang yang seharusnya berperan dalam membantu mereka membangun hidup di masa tua justru menghilang. Kebutuhan rohani mereka tidak tercukupi dengan baik sehingga perkara iman menjadi sesuatu yang tidak lagi diperhatikan bagi lansia. Dalam masa pandemi, lansia dihadapkan dengan masa krisis yang menerpa kehidupan mereka. Krisis yang menjadi pergumulan lansia berkaitan dengan kondisi fisik, mental, dan spiritual. Secara fisik, lansia bergumul dengan kesehatan di masa pandemi untuk tetap bisa menjaga kesehatan mereka dengan baik, meskipun lansia termasuk ke dalam kategori yang rentan terkena dampak pandemi COVID-19. Dari segi mental, lansia dihadapkan dengan kenyataan bahwa COVID-19 adalah jenis virus yang dapat menyebabkan kematian. Lansia yang termasuk ke dalam kategori kaum rentan dan dengan kondisi fisik yang mulai melemah mulai merasakan takut kehilangan dan takut dengan sebuah kematian. Lalu, dari segi spiritual, dengan adanya pandemi COVID-19 yang membuat gereja memberhentikan sementara kegiatan ibadah. Lansia yang selalu ada dalam setiap ibadah baik ibadah Minggu, ibadah rumah tangga dan ibadah kategorial merasa bahwa ada sesuatu yang kurang. Menurut para lansia, ibadah bukan hanya sekedar rutinitas, tapi menjadi sebuah bentuk kerinduan untuk bertemu Tuhan dalam setiap doa yang mereka panjatkan dan jika tidak beribadah rasanya ada yang kurang. Peran gereja diperlukan oleh lansia di Jemaat GMIT Bait El Kampung Baru Penfui untuk bisa menyentuh pergumulan yang dirasakan oleh lansia di masa pandemi COVID-19. Kondisi fisik, mental dan spiritual lansia menjadi hal yang harus diperhatikan oleh presbiter Jemaat GMIT Bait El Kampung Baru agar dapat menguatkan lansia sehingga dapat menguatkan keadaan fisik, mental, serta iman dan spiritualitas kepada Tuhan
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jemaat Imanuel Kefamenanu Klasis Timor Tengah Utara merupakan salah satu anggota GMIT yang sangat merasakan dampak Pandemi Covid-19 khususnya yang dialami dalam sebuah kedukaan. Kedukaan ditengah Pandemi dirasakan sangat berbeda dari kedukaan-kedukaan yang dialami sebelum adanya pandemi. Berbagai dampak positif dan negatif muncul pada saat adanya kedukaan. Kedukaan di masa Pandemi sangat berbeda karena waktu yang dipersingkat, kontak fisik, jaga jarak serta dampak lainnya harus dirasakan dan mengakibatkan kesedihan yang mendalam kepada setiap keluarga yang berduka. Pembatasan sosial menjadi sebuah dampak yang pada akhirnya sangat berpengaruh terhadap kematian ditengah Pandemi. kedukaan yang dialami ditengah Pandemi ini mengharuskan setiap keluarga dan jemaat untuk memiliki kekuatan yang lebih dalam menghadapi kedukaan. Melihat permasalahan di atas, penulis kemudian tertarik untuk meninjau lanjut dalam sebuah penulisan skripsi. Metode yang penulis gunakan adalah sebuah tinjauan pastoral terhadap dampak pembatasan sosial kepada keluarga duka selama adanya Pandemi Covid-19. Tinjauan pastoral ini sangat menolong keluarga duka dan jemaat dalam menghadapi kedukaan ditengah Pandemi. Dalam menghadapi kedukaan ditengah Pandemi Covid-19 fungsi pelayanan pastoral sangatlah membantu. Fungsi-fungsi itu terdiri dari: membimbing, menopang, mendamaikan dan mengasuh. Dengan kehadiran pelayanan pastoral ditengah kedukaan seharusnya dapat memberikan kontribusi dan menolong setiap keluarga yang mengalami kesedihan dikarenakan kedukaan. Fungsi pastoral juga merupakan salah satu jalan mendewasakan setiap keluarga yang berduka. Peranan gereja sebagai gembala juga sangatlah dibutuhkan untuk membimbing setiap keluarga yang berduka ditengan Pandemi Covid-19. Ditengah Pandemi Covid-19 mengharuskan gereja bekerja secara lebih efektif dan kreatif, karena dalam masa ini segala bentuk pelayanan harus dibatasi oleh waktu. Pertolongan yang diberikan oleh gereja sebagai gembala mesti dilakukan secara terus menerus meskipun hanya melalui sebuah kontak dengan jarak yang jauh. Otoritas Tuhan tidak bisa dibatasi oleh pemikiran manusia. Dan ketika manusia mengalami penderitaan khususnya menghadapi covid-19 ini, seharusnya tanggung jawab diletakan kepada manusia sebagai “pewaris” dari alam ciptaan Tuhan. Ia menginginkan agar manusia tidak menjadi manusia yang cengeng dengan sedikit-sedikit meletakan seluruh tanggung jawab kepada Tuhan ketika menghadapi malapetaka dan penderitaan. KATA KUNCI: Kedukaan, Pandemi Covid-19, Pembatasan Sosial, Pastoral, Gembala.