2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ANATOMI RINDU 2 adalah juga kumpulan opini, puisi, dan sajak yang menyerupai kakak kandung sebelumnya, Anatomi Rindu 1. Butuh waktu satu tahun lebih untuk melahirkan buku ini kembali, sejak Anatomi Rindu yang. Pada buku yang pertama, penulis sengaja membiarkan rasa mengambang, rindu yang kemana mana, dan kesimpulan yang dibuat sendiri-sendiri oleh pembacanya. Di buku Anatomi Rindu 2 agak berbeda. Penulis membaginya ke dalam tiga fase perjalanan, yaitu ; fase kehilangan, fase kesendirian, dan fase ketuhanan. Anatomi Rindu 2 tidak akan membiarkan ada rasa yang mengambang setelah dibuat berbunga, dan pada akhirnya ada Tuhan yang selalu setia.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Didalam Buku Anatomi ini berisi rincian materi yang sangat dibutuhkan oleh seorang guru maupun pelatih olahraga didalam melaksanakan proses kegiatan pembelajaran olahraga.Dan memang belum banyak buku yang membahas masalah Anatomi Tubuh manusia.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini dengan judul “Anatomi Ekstremitas Superior Dan Ekstremitas Inferior Untuk Pendidikan Olahraga” dapat diselesaikan dengan lancar. Dalam buku ini memuat bagian-bagian dari anatomi terkait anatomi Osteologi yakni ekstremitas superior yang meliputi tulang scapula, humerus, ulnae, dll. Selain Ekstremitas superior dalam buku ini juga memuat tentang ekstremitas inferior yang meliputi coxae, femur, tibia, dll. Disamping itu buku ini juga membahas terkait myology (otot) untuk menunjang para guru olahraga, pelatih olahraga, mahasiswa olahraga, atlet dan praktisi olahraga untuk meningkatkan pembelajaran dan prestasi olahraga.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Bahan ajar ini diperlukan untuk menunjang proses belajar mengajar Botani Farmasi 1 dan memenuhi kebutuhan pustaka bagi mahasiswa farmasi STIKes Bogor Husada. Dalam bahan ajar ini terdapat tinjauan tentang anatomi tumbuhan.Untuk saat ini bahan ajar ini hanya digunakan oleh Civitas Akademika STIKes Bogor Husada.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Anatomi dan fisiologi adalah ilmu yang mempelajari urai tubuh beserta fungsinya. Sebagai pun calon tenaga kesehatan sudah menjadi keharusan bahwa setiap pelayanan kesehatan yang dilakukan harus mengerti terhadap keilmuan dasar. Anatomi perlu dimengerti karena menjadi dasar pertimbangan dalam setiap tindakan asuhan kepada pasien. Demikian juga, anatomi fisiologi tubuh manusia , terutama terkait kulit, rambut dan kuku menjadi suatu ilmu pendukung bagi mahasiswa AKS-AKK prodi tatarias, karena penting untuk memhami anantomi fisiologi ini sebagai ilmu yang memperkuat keterampilan dalam pemberian perawatan pada manusia. Secara umum buku ini terbagi dalam 3 bagian yaitu bagian . Bagian pertama menjelaskan pengantar anatomi sistem dan organ tubuh. Dimulai dari istilah-istilah dalam anatomi, sistim muskuloskeletal, syaraf, jantung dan pembuluh darah, darah dan sistim imunitas, pernafasan, pencernaan, reproduksi, perkemihan, endokrin, integument serta persepsi sensori, vitamin, dan mineral. ke dua fungsi dari masing-masing sistim/organ tubuh dan yang ketiga, menjelaskan beberapa gangguan ringan pada beberapa organ tersebut terutama kulit, rambut dan kuku. Buku Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia ini berupaya memaparkan dengan lebih sederhana, sehingga mudah dimengerti oleh mahasiswa perawat maupun mahasiswa prodi tatarias AKS-AKK, namun demikian, mata kuliah ini sangat sulit karena kompleksitasnya. Buku ini juga dilengkapi dengan berbagai contoh ragangan gambar untuk memperjelas, dan memudahkan serta dapat membantu mahasiswa dalam memahami dan lebih mudah dipelajari dan diingat. Semoga sederhana ini sangat berguna bagi mahasiswa dan perawat praktisi di tatanan pelayanan, Juga, mahasiswa tata rias.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi adalah, “ANALISIS YURIDIS PEMBATALAN PUTUSAN BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN OLEH HAKIM”. Masalah pokok yaitu Bagaimana pertimbangan hakim dalam membatalkan putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen?. Tujuan penelitian ini yaitu Untuk Mengetahui Bagaimana pertimbangan hakim dalam membatalkan putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. Penelitian ini bersifat deskriptif, jenis penelitian yaitu penelitian normatif dan menggunakan 2 (dua) variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat.
Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa hakim membatalkan putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen karena Hakim mempertimbangkan ketentuan-ketentuan domisili hukum dalam perjanjian dimana dikatakan bahwa “ jika suatu saat terjadi perselisihan dalam perjanjian pembiayaan ini maka pengadilan Negerilah yang punya wewenang menyelesaiakan masalah ini bukan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK)”. Maka dari itu putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen dinyatakan batal.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengguliran Dana Pem Tahap VI Tahun 2019 (Nov 2019 S/d Juli 2021) Jumlah Penerima 30 Orang Jumlah Dana Yang salurkan Rp.227.000.000 Cicilan s/d Bulan lalu Rp.42.282.000. Cicilan Bulan ini Rp.1.270.000. Cicilan s/d Bulan ini Rp.43.552.000 Sisa Cicilan Rp 183.448.000.pada umumnya responden penerima bantuan pemberdayaan ekonomi berada pada usia produktif dan berpendidikan cukup memadai. usaha yang paling menonjol dikalangan responden penerima bantuan modal adalah usaha kios sembako dan usaha ternak babi. dengan jumlah bantuan terbesar pada kategori Rp. 5.000.000 - Rp. 15.000.000. sebagian besar peserta mengerjakan usahanya sendiri (tanpa bantuan orang lain atau tanpa menggunakan tenaga kerja).sesudah adanya program dana pemberdayaan ekonomi masyarakat 96,67% usaha yang dijalankan oleh responden masih dikelolah sendiri dan 3,33% usaha yang dijalankan oleh responden menggunakan tenaga kerja. 3,33% usaha dengan menggunakan tenaga kerja menggunakan sistem upah harian dan bulanan.dari realisasi penyaluran dana pemberdayaan ekonomi sebesar 53,3 % , dengan 83,33% respondennya mengelola usahanya sendiri tanpa bantuan orang lain. Kondisi demikian menunjukkan bahwa skala usaha atau aktivitas usaha responden masih terbatas atau relatif kecil, dan mengalami perkembangan modal usaha sebesar 34%. Adapun Responden yang melakukan pengembalian modal secara lancar sebesar 19,9%.peningkatan volume usaha responden terlihat mengalami peningkatan volume usaha sebesar 74,55% atau naik sebesar Rp.32.818.000 dari tahun 2018 ke tahun 2019, sedangkan dari tahun 2019 ke tahun 2020 peningkatan volume usaha sebesar 57,28% atau naik sebesar Rp.44.020.000. sebelum adanya dana pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah Rp.44.020.000, dengan pendapatan rata ratanya adalah Rp.1.467.333, masing – masing responden mendapat bantuan modal dari dana pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan jumlah dana secara keseluruhan sebesar Rp.227.000.000. Bantuan modal dana dari pemerintah digunakan oleh responden untuk pengembangan usaha, adapun hasil secara keseluruhan dari semua responden adalah Rp.120.858.000, dengan pendapatan sesudah menerima bantuan modal rata-ratanya adalah Rp.4.028.600.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Paradigma layanan publik berevolusi dari layanan yang terpusat untuk memberikan fokus yang lebih berorientasi pada layanan dalam mengelola pemerintah yang didorong oleh pelayanan kepada masyarakat. Untuk terwujudnya implementasi pelayanan publik diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki kemampuan untuk melayani, memenuhi kebutuhan, merespons pengaduan masyarakat secara memuaskan, sesuai dengan harapannya melalui kebijaksanaan, instrumen hukum yang dijadikan referensi dalam control ( Hadian,2017). Kinerja adalah ukuran keberhasilan suatu organisasi, baik secara organisasi produksi atau organisasi penyedia layanan.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil adalah salah satu organisasi yang bergerak dibidang layanan yang juga membutuhkan kinerja sebagai tolak ukur keberhasilannya ( Pawirosumanto & Sarjana, 2017) Indikator untuk mengukur kinerja pegawai meliputi kualitas kerja yang artinya mutu pekerjaan yang dihasilkan, kuantitas kerja yang artinya upaya untuk meningkatkan angka unit yang diproduksi dan hasil dari aktifitas kerja, lalu ketepatan waktu artinya ketepatan memaksimalkan waktu yang tersedia, menyelesaikan tugas dengan cepat dan tepat dan mampu menyelesaikan tugas sesuai dengan kebutuhan dan efektivitas artinya menggunakan fasilitas yang tersedia dan memaksimalkan pekerjaan yang diselesaikan. Dewasa ini muncul beberapa fenomena dalam organisasi salah satunya belum optimalnya kinerja pegawai. Indikasinya tercermin dari rendahnya tingkat ketercapaian sasaran kerja pegawai dengan target yang telah ditetapkan ( Sari & Hadijah,2016).
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan salah satu instansi pemerintah yang melayani administrasi publik. Pelayanan publik ini meliputi pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Pendaftaran penduduk meliputi pembuatan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), dan Surat Pindah, sedangkan pencatatan sipil meliputi pembuatan kutipan akta kelahiran, kutipan akta kematian, kutipan akta perceraian, pencatatan pengakuan anak dan pengesahan anak, pencatatan perubahan nama, dan pencatatan perubahan kewarganegaraan. Budaya organisasi merupakan sistem makna bersama yang dianut oleh seluruh anggota yang membedakan organisasi itu dari organisasi-organisasi lain. Penerapan budaya organisasi yang kondusif dan menyenangkan dapat menjadi kekuatan yang mampu mengarahkan perilaku karyawan pada pencapaian tujuan organisasi melalui kinerja yang diberikan (Donny & Tri,2017). Budaya organisasi yang kuat berguna untuk mengarahkan perilaku, karena membantu karyawan untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik sehingga setiap karyawan di awal karirnya perlu memahami budaya organisasi dan bagaimana budaya itu diterapkan didalam perusahaan(Paramita, Lumbanraja & Absah, 2018). Tanpa adanya budaya organisasi jalannya roda perusahaan tidak memiliki pedoman atau acuan dalam bertindak dan mememcahkan masalah. Selain berpegang pada budaya organisasi, pihak manajemen perlu memberikan kepuasan kerja pada setiap karyawannya seperti memberikan gaji yang dikenal signifikan, tetapi kompleks secara kognitif dan merupakan faktor multidimensi, kemudian promosi jabatan yang membuat karyawan berlomba-lomba dalaam melakukan yang terbaik atas rekam jejak kinerjanya supaya mendapatkan reward naik jabatan atau promosi jabatan, dan kondisi kerja yang baik.
Faktor kepuasan kerja pegawai sangat penting artinya bagi perusahaan karena dengan adanya kepuasan bagi pegawai, diharapkan nantinya akan semakin meningkatkan kinerja dan berimbas pada peningkatan produktivitas perusahaan secara menyeluruh atau dalam ilmu manajemen jasa dikenal dengan istilah “ happy employee, happy customer”, yang berarti sebelum memuaskan pelanggan, harus terlebih dahulu member kepuasan bagi pekerja, sehingga pekerja pun akan dengan senang hati dan tulus ikhlas member pelayanan yang optimal bagi customernya ( Ima & Gawi, 2016). Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas Pengaruh Budaya Organisasi dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metote kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik pengambilan data kusioner. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 49 orang dan jumlah populasi sebanyak 49 orang karyawan yang bekerja di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka.
Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka. peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Uji koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhada kinerja pegawai Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka. Sedangkan secara simultan budaya organisasi dan kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka
Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda dengan nilai konstan a sebesar 10.490 sedangkan koefesien regresi bˡ = 0.508, b² adalah 0.211.Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan budaya organisasi (X1) dan kepuasan kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 10,490+ 0,211 X1 + 0,452 X2 + e. Selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh budaya organisasi (X1) terhadap kinerja pegawai(Y). Diketahui bahwa untuk variabel budaya organisasi (X1) ditemukan t hitung = 3.341 lebih besar t table = 2.4048 dan tingkat Sig. = 0,002.berikutnya hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh rekan kerja (X2) terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kepuasan kerja (X2) ditemukan t hitung = 6.525 lebih besar t table = 2.4048 dan tingkat Sig. = 0,000. Untuk hasil pengujian Uji F diadapati F hitung = 22.164 lebih besar F tabel = 5.93 dan tingkat Sig. = 0,000). berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2 ) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.833 atau 82,6%. Hal ini berarti besarnya pengaruh budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai adalah 82,6%.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Ekuitas merek dan kualitas produk Terhadap keputusan pembelian produk Asus di kota kupang dan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner/angket. Hasil penelitian ini menunjukan hasil yang telah diperoleh dari koefisien regresi, maka dapat dilihat bahwa nilai konstanta (a) = 0,681 artinya bahwa jika kedua variabel independen (X1) yaitu 0,269 ekuitas merek,dianggap konstan maka nilai keputusan pembelian (Y) adalah 0,681. Sedangkan Kualitas prodk (X2) = 0,428. artinya Ekuitas Merek meningkat(X1), maka akan mampu meningkatkan keputusan pembelian (Y) sebesar 0,681 dengan asumsi Ekuitas Merek konstan adalah 0,001 < 0,05 dan nilai t – hitung 3.440 > t tabel adalah 1,985. Ekuitas Merek Hipotesis yang diajukan adalah H0 = terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara variabel Ekuitas Merek dan Keputusan Pembelian, Ha = Terdapat Tidak ada pengaruh yang signifikan secara parsial antara variabel Ekuitas Merek dan keputusan Pembelian Konsumen Jika nilai signifikan < 0,05, atau thitung > ttabel maka terdapat pengaruh varaibel X terhadap Y. Sebaliknya jika nilai signifikan > 0,05, atau thitung < ttabel maka tidak terdapat pengaruh variabel X terhadap Y. Hasil uji parsial (uji-t) yang tercantum pada tabel 4. 6 dapat dijelaskan sebagai berikut: Variabel Ekuitas Merek dari thitung 3,440 > dari ttabel 1,985 artinya signifikan. Signifikan di sini berarti H1 diterima, artinya Ekuitas merek secara parsial berpengaruh terhadap positif terhadap keputusan pembelian. Sedangkan nilai signifikan Ekuitas Merek 0,001 nilai thitung < ttabel kurang dari 0,05 (0,001 < 0,05) maka ekuitas merek secara parsial berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian (menerima H0 dan menolak Ha). Variabel kualitas produk (X2), hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut H0 = Tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara variabel kualitas produk dan keputusan pembelian, H1 = terdapat tidak ada pengaruh yang signifikan secara parsial antara variabel kualitas produk dan keputusan pembelian Jika nilai signifikan < 0,05, atau thitung > ttabel maka terdapat pengaruh varaibel X terhadap Y. Sebaliknya jika nilai signifikan > 0,05, atau thitung < ttabel maka tidak terdapat pengaruh variabel X terhadap Y. Variabel kualitas produk memiliki nilai signifikan 0,000 < 0,05 artinya tidak ada signifikan. Karena nilai Signifikan < 0,05, dari thitung 7,151 < dari ttabel 1,985 artinya tidak ada signifikan. H0 ditolak H1 diterima dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Signifikan namun berpengruh secara positif antara variabel kualitas produk terhadap keputusan pembelian yang berarti Ha diterima H0 ditolak, artinya kualitas produk secara parsial tidak keputusan pembelian.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAPA KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR BADAN PENGELOLAH PERBATASAN PROVINSI NTT Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap pegawai adalah kinerja pegawai. Suatu organisasi dapat bertahan jika setiap kegiatan pegawai didukung oleh kinerja pegawai. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja pegawai adalah dengan memperhatikan kualitas lingkungan kerja dan disiplin kerja pada karyawan. Lingkungan kerja merupakan salah satu komponen penting dalam menumbuhkan kenyamanan pegawai di tempat kerja. Selain itu disiplin kerja juga merupakan komponen penting untuk meningkatkan ketaatan pegawai terhadap peraturan organisasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuai pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada kantor Dinas Pengelolah Perbatasan provinsi NTT, karena penulis menemukan bahwa terdapat kenaikan tingkat absensi pegawai serta meningkatkan kinerja pegawai. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah lingkungan kerja displin kerja, dan kinerja pegawai. Menurut Saydam (2010:226) mendefenisikan lingkunga kerja sebagai keseluruhan sarana prasarana kerja yang ada disekitar pegawai yang sedang melaksanakan pekerjaan yang dapat mempengaruhi pekerja itu sendiri. Suwanto (2001:228) mengemukakan pengertian disiplin kerja yaitu suatu sikap menghormati, menghargai, patuh dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis serta sanggup menjalankannya dan tidak mengelak untuk menerima sanksi- sanksinya apabila ia melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya. Mangkunegara (2005:9) Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja dapat dipandang sebagai proses maupun hasil pekerjaan. Kinerja merupakan suatu proses tentang bagaimana pekerjaan berlangsung untuk mencapai hasil kerja. Namun hasil pekerjaan itu sendiri juga menunjukkan kinerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 52 orang pegawai. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 52 orang pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS.Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahuai bahwa. Lingkungan kerja pegawai dalam kategori sedang, disiplin kerja berada dalam kategori sedang dan kinerja karyawan juga berada dalam kategori sedang. Dalam analisi lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa lingkungang kerja tidak berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,040 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,342 yang berarti semakin baik lingkungan kerja, semakin tinggi pula kinerja pegawai, dan sebaliknya. Sedangkan disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang di tunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,458 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,133 yang berarti semakin baik disiplin kerja maka semakin tinggi pula kinerja pegawai . Kata Kunci : Lingkungan Kerja, Disiplin Kerja Dan Kinerja Pegawai
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber Daya manusia (SDM) tentunya mempunyai peran yang sangat penting seperti yang diketahui bahwa kinerja perusahaan atau organisasi dipengaruhi dengan kualitas sumber daya manusianya. Kinerja yang baik merupakan hal yang tentunya diinginkan pencapaiannya oleh setiap perusahaan atau organisasi. Oleh sebab itu perlu untuk diketahui bahwa Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang dalam bekerja menurut Dessler (1992:46) kinerja merupakan prestasi kerja, yakni perbandingan antara hasil kerja yang secara nyata dan standar kerja yang ditetapkan. Dengan demikian kinerja memfokuskan pada hasil kerja yang ditetapkan. Untuk dapat tercapainya tujuan organisasi yang baik dimasa yang akan datang maka sumber daya manusia memiliki peran yang sangat penting untuk diperhatikan. Oleh sebab itu dibutuhkan pemimpin yang mempunyai potensi untuk dapat mengarahkan karyawannya. Perusahaan atau organisasi merasa diuntungkan jika karyawannya dapat mencapai hasil yang optimal dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh pimpinan. Keberhasilan suatu organisasi dapat dilihat dari Pemimpin yang mampu mempengaruhi bawahannya agar mampu melaksanakan pekerjaan dengan baik. Sukses atau tidaknya seorang pemimpin tergantung dari keahliannya menggerakkan orang lain untuk tujuan organisasi kedepannya. Menurut Moeheriono (2012:382) gaya kepemimpinan merupakan sesuatu bentuk persuasi, suatu seni menggerakkan dan pembinaan kelompok orang-orang tertentu, biasanya melalui human realtions dan motivasi yang tepat, sehingga tanpa adanya rasa takut mereka mau bekerja sama dan memahami untuk mencapai segala sesuatu yang menjadi tujuan organisasi. Oleh sebab itu Hal pertama yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan adalah kepemimpinan. Menurut (Fahmi, 2013) bahwa kepemimpinan memiliki pengaruh besar dalam mendorong peningkatan kinerja karyawannya. Sebagai pemimpin tentunya dapat mempengaruhi karyawannya dengan proses organisasi yang sesuai dengan kebutuhan, baik itu kebutuhan individu, kelompok maupun kebutuhan organisasi. Gaya kepemimpinan merupakan suatu cara yang dilakukan oleh seorang pemimpin untuk dapat mempengaruhi perilaku orang lain.Dari pola tingkah laku yang dibuat oleh pemimpin diharapkan dapat menjabarkan tujuan organisasi agar tercapainya tujuan bersama. Sedangkan (Hapid & Sunarwan, 2014) berpendapat bahwa gaya kepemimpinan ialah usaha-usaha pemimpin untuk mengelola, memotivasi, dan mengkategorikan keseluruhan elemen perusahaan untuk mencapai tujuannya. Selain gaya kepemimpinan yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan, tentunya ada juga faktor lain yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan yaitu disiplin kerja. Dimana menurut Menurut Melayu S.P Hasibuan (2014) disiplin kerja adalah kesadaran atau kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Kedisplinan juga merupakan fungsi operatif manajemen sumber daya manusia yang terpenting karena semakin baik disiplin karyawan, maka semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapai. Tanpa disiplin karyawan yang baik, sulit bagi organisasi perusahaan mencapai hasil yang optimal dan kedisiplinan juga merupakan kesadaran,kesediaan karyawan menaati semua peraturan. Salah satu permasalahan pokok dalam organisasi ialah bagaimana menerapkan kedisiplinan untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Bagaimana orang-orang dapat bekerja sama, engikuti perintah perintah yang baik setuju maupun tidak setuju, patuh terhadap atasan dan sebagainya dalam mencapai tujuan organisasi. Untuk dapat meningkatkan disiplin kerja yang baik tentu merupakan suatu hal yang tidak mudah. Namun untuk mengatasi hal tersebut sebagai pemimpin dapat memberikan contoh dan arahan kepada karyawannya dengan menjelaskan peraturan-peraturan yang terdapat pada perusahaan. Objek yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belu. Dimana Badan Pusat Statistik (BPS) adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen yang dibentuk berdasarkan keputusan presiden Nomor 86 Tahun 1998 tentang struktur dan tata kerja Badan Pusat Statistik. Lembaga ini berkedudukan dan bertanggung jawab langsung kepada presiden yang mempunyai tugas dan fungsi membantu presiden dalam rangka penyelenggaraan statistik dasar, melaksanakan koordinasi dan kerja sama serta mengembangkan dan membina statistik dasar dengan peraturan yang berlaku. Di BPS kegiatan kondisional periodenya pendek (kurang dari 1 tahun) dan membutuhkan tenaga yang lebih banyka (sensus dan survei berskala besar) pengolahan data yang harus cepat, tepat dan akurat, karena waktu yang diberikan hanya satu atau dua bulan. Pegawai harus bisa membagi waktu antara pekerjaan rutin, kodisional, pengolahan data, verifikasi lapangan dan pembuatan publikasi. Oleh karena itu diperlukan gaya kepemimpinan yang baik, kondisi organisasi dan sikap kerja yang mendukung sehingga target waktu dan cakupan pekerjaan dapat dilaksanakan. Dalam menyikapi tuntutan dan tugas dan tanggung jawab yang dipikul oleh BPS maka dibutuhkan sumber daya manusia atau karyawan yang handal dan didukung oleh pimpinan yang akan memunculkan kemampuan karyawan secara maksimal, yaitu pimpinan yang dapat memacu tumbuhnya inovasi dan berpandang jauh kedepan, mampu mensinergikan berbagai unit kerja dan sumber daya yang ada serta menggerakkan orang-orang dalam organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam operasional BPS diatur oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1997 tentang statistik dan peraturan pemerintah Republik Indonesia tentang penyelenggaraan statistik. Kedua peraturan tersebut memberikan tugas dan fungsi serta peran Badan Pusat Statistik sebagai institusi yang menyelenggarakan penyediaan data, penyusunan rencana, penyusunan bijaksana, penetapan sistem informasi dan penyelenggaraan statistik dasar merupakan kebutuhan sebagai dasar perencanaan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh gaya kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada badan pusat statistik Kabupaten Belu. Alat dan pengumpulan metode pengumpulan data berupa kusioner dengan menggunakan 36 responden di Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hipotesis pertama terdukung, yaitu gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja, begitu juga dengan hipotesis kedua terdukung, yaituu disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KEBUTUHAN AIR TANAMAN KENTANG DI DESA NENAS KECAMATAN FATUMNASI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0 Mulle N.L. * ) Nainiti N.P.P.E. **) Dethan J.J.S. **) ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Desa Nenas Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan judul Analisis Kebutuhan Air Tanaman Kentang Di Desa Nenas Kecamatan Fatumnasi Kabupaten Timor Tengah Selatan menggunakan Cropwat 8.0.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air irigasi tanaman kentang dari tahap penanaman hingga panen dengan program Cropwat 8.0.Data yang dikumpulkan berupa data sekunder. Data sekunder diperoleh dari BMKG berupa data iklim selama 5 Tahun dengan periode pengamatan 2015 s.d. 2019 kemudian disesuaikan dengan kebutuhan Cropwat 8.0.Berdasarkan data iklimnya diperolehEvapotranspirasi potensial tertinggi dicapai pada bulan September yaitu 5,41 mm/hari dan terendah pada bulan Januari sebesar 3,37 mm/hari. Semakin tinggi temperatur udara dan lama penyinaran matahari maka nilai evapotranspirasi potensial (ETo) juga semakin tinggi. Rata-rata nilai evapotranspirasi potensial sebesar 4,66 mm/hari. Kemudian kebutuhan air tanaman semakin besar setiap bulannya. Sedangkan Kebutuhan air irigasi tertinggi yaitu pada bulan Maret dekade ke-3 sebesar 45,6 mm/dec dan terendah pada bulan April dekade ke-2 sebesar 10,9 mm/dec.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
LINGUISTICS FOR EVERYONE: AN INTRODUCTION, Second Edition, will capture the interest of all students, regardless of major, and offer them a thorough, engaging introduction to the science of language. To achieve this goal, the authors devised a unique arrangement of chapters that distinguishes this book from conventional introductory linguistics textbooks. Without sacrificing rigor, the authors focus on larger themes rather than on technical details or formal analysis. The book opens with a strong introductory chapter addressing basics such as how to define language, prescriptive versus descriptive grammar, differences between the human language system and other animal communication systems, and so on. The second chapter, devoted to language, mind, and brain, addresses both psycholinguistic and neurolinguistic evidence for humans' innate capacity for language. To address core linguistics areas in depth, there are two chapters each on phonetics and phonology, morphology, syntax, and semantics. Throughout the text, special features relate the study of linguistics to the language we use in the real world and every chapter includes innovative and varied activities that review and practice the content and offer your students many opportunities to apply the knowledge in their own lives. Important Notice: Media content referenced within the product description or the product text may not be available in the ebook version.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
This accessible textbook offers balanced and uniformly excellent coverage of modern linguistics.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
eBook Version You will receive access to this electronic text via email after using the shopping cart above to complete your purchase. "
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
A revised and updated edition of John Olsson's practical introduction to Forensic Lingusitics. Provides essential reading for students and researchers approaching this branch of linguistics for the first time.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
An initiation into the intricacies of scientific linguistic analysis, Contemporary Linguistics covers not only how language is structured, but also how it functions both socially and culturally, and how it is acquired and processed by speakers. --
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
An Introduction to Applied Linguistics, Second Edition provides a complete, authoritative and up-to-date overview of the state of the field. Each of the 15 chapters offers an extended survey of a central element of Applied Linguistics and is co-authored by two leading international specialists, thus ensuring a full and balanced treatment of the topic covered. The book is divided into three sections: a description of language and language use; essential areas of enquiry; and the four skills and testing. An Introductory chapter familiarises readers with key issues and recurrent themes whilst hands-on activities and further reading sections for each chapter encourage practical analysis and wider reading. For this new edition, each chapter has been fully revised in line with new research and thinking in Applied Linguistics. With its accessible style, broad coverage and practical focus, this book is ideal for students of applied linguistics, TESOL, and second language pedagogy as well as practicing teachers and researchers wishing to update their knowledge.