2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ranting kesambi (Schleichera oleosa) memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan briket. Namun, dalam proses pembuatan briket, ukuran serbuk ranting kesambi juga memegang peran penting dalam menentukan kualitas briket yang dihasilkan. kadar air briket 20 mesh diperoleh 2,83% lebih tinggi dibandingkan dengan briket 40 mesh 1,84%. Rata-rata kadar air briket paling tinggi pada briket 20 mesh sebesar 5,03%.kadar abu briket 40 mesh diperoleh 9,81% lebih tinggi dibandingkan briket 20 mesh 9,60%. Rata-rata kadar abu briket terendah pada penilitian ini sebesar 7,94% pada jenis briket 60 mesh.kadar zat menguap yang tertinggi adalah jenis briket 20 mesh memiliki kadar zat menguap sebesar 9,70%. Sedangkan briket 40 mesh 9,47% dan zat menguap terendah adalah jenis briket 60 mesh 9,22%. kadar karbon terikat pada perlakuan 20 mesh yaitu 95.00%. Sedangkan perlakuan 40 mesh 93,00%. Dan kadar karbon terikat terendah pada perlakuan 60 mesh 83,67%. Hasil uji duncan menunjukan bawah lama pembakaran briket 20 mesh berbeda nyata dengan 40 mesh dan 60 mesh. Lama pembakaran briket 40 mesh berbeda nyata dengan 20 mesh dan 60 mesh. Lama pembakaran briket 60 mesh berbeda nyata dengan 20 dan 40 mesh.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepemimpinan adalah proses untuk mempengaruhi orang lain, baik dalam organisasi maupun di luar organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam situasi dan kondisi tertentu. Istilah teologi kepemimpinan merupakan sebuah konsep kepemimpinan yang digunakan oleh agama Kristen sejak zaman dahulu untuk memberikan pengetahuan bagi seorang pemimpin di mana pengertian kepemimpinan Kristen ialah sebuah proses terencana dan dinamis dalam konteks pelayanan Kristen yang di dalamnya terdapat campur tangan Allah
Tulisan ini dikaji dengan metode deksriptif-analisis-refleksif, untuk mendeksripsikan apa yang akan dikaji, menganalisis dan merefleksikannya dalam konteks yang dihadapi. Berdasarkan hasil analisa, GMIT sedang menghadapi krisis kepemimpinan yang membuat kepemimpinan tidak berjalan dengan baik dan menimbulkan berbagai macam masalah bagi seorang pemimpin. Semakin berkembangnya zaman, kepemimpinan mulai merosot dan mengalami krisis. Krisis kepemimpinan ini pun juga tidak terlepas dari lingkungan gereja, menghubungkan realitas dan harapan GMIT mengenai krisis yang sedang terjadi, maka pentingnya komitmen pelayanan sebagai bentuk upaya dalam menghadapi tantangan-tantangan yang sedang dialami.
Model kepemimpinan Yosua ini dapat menjadi acuan bagi seorang pemimpin dalam menghadapi krisis yang terjadi. Proses yang dilewati membuat Yosua memiliki karakter yang kuat dan siap dalam mengambil keputusan ketika ada permasalahan dalam kehidupannya sehubungan dengan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya. Setiap keputusan yang diambil Yosua pada saat menghadapi tantangan merupakan model kepemimpinan Yosua yang dapat diterapkan oleh pemimpin masa kini dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi. Yosua berani mengambil keputusan yang merupakan hasil pemecahan dalam suatu masalah yang harus dihadapi dengan tegas.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penulisan ini berjudul : Analisis Pengaruh Rekrutmen, Orientasi Serta
Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Perusahaan Daerah Air Minum
(Pdam) Tirta Lontar Kabupaten Kupang. Berdasarkan pengamatan penulis latar
belakang masalah pokoknya dapat dirumuskan Masalah yang diangkat dalam
penelitian ini yaitu mengenai Analisis Pengaruh Rekrutmen, Orientasi Serta
Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Perusahaan Daerah Air Minum
(PDAM) Tirta Lontar Kabupaten Kupang.
Latar Belakang yakni, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten
Kupang ada tata cara rekrutmen seperti: Persyaratan umum, persyaratan khusus,
formasi area wilayah dengan bidang teknik, Formasi SDM dan Formasi
Pemasaran, sesuai kebutuhan yang ada. Seleksi dilaksanakan selama 2 minggu
dengan berbagai tahapan seperti :seleksi administrasi, seleksi psikotest, seleksi
kesehatan, seleksi bidang kompetensi dan seleksi wawancara akhir. Dengan total
rekrutmen 70 Orang, yang ikut serta dalam rekrutmen adalah 200 orang, dengan
total pegawai di dalam Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten
Kupang berjumlah 213 Orang dengan berbagai bidang. Prosedur yang ditetapkan
dalam penempatan karyawan sangat mempengaruhi kinerja karyawan. Oleh
karena itu sangat dibutuhkan standar penempatan karyawan yang harus sesuai
supaya tidak menimpulkan masalah nantinya. Produktivitas yang menurun
diakibatkan karena kinerja karyawan kurang optimal. Dengan adanya rekturmen,
seleksi dan motivasi karyawan yang sesuai dengan minat maka mampu
memaksimalkan kinerja dalam bertanggung jawab.
Tujuan Penelitian ini, Untuk mengetahui Pengaruh Rekrutmen Terhadap
Kinerja Karyawan Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lontar
Kabupaten Kupang, Untuk mengetahui Pengaruh Orientasi karyawan Terhadap
Kinerja Karyawan Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lontar
Kabupaten Kupang dan Untuk mengetahui pengaruh Motivasi Kerja Terhadap
Kinerja Karyawan Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lontar
Kabupaten Kupang
xiii
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Analisis pendahuluan dalam
penelitian ini adalah analisis deskriptif yang mana bertujuan untuk mengukur
persepsi, pengetahuan, dan keterampilan responden yang dilakukan dengan
menggunakan skala likert yang merupakan skala interval. Setiap indicator akan
diberikan sejumlah pertanyaan kepada responden. Analisis regresi linear berganda
digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruh antara variabel bebas dan
variabel terikat. Apabila hanya terdapat satu variabel bebas dan satu variabel
terikat, maka regresi tersebut dinamakan regresi linear sederhana.
Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan aplikasi SPSS dapat
diperoleh persamaan regeresi linear berganda sebagai berikut :
Y = 9,420 + 0,846 X1 + 0,511 X2 + 0,718 X3
1. Pengaruh Rekrutmen Terhadap Kinerja Karyawan
Diketahui nilai Sig. untuk pengaruh X1 terhadap Y adalah sebesar 0,006 <
0,05 dan nilai t hitung 2,886 > t tabel 1,997, sehingga dapat di simpulkan
bahwa Ha diterima yang berarti variabel Rekrutmen berpengaruh terhadap
Kinerja Karyawan.
2. Pengaruh Orientasi Terhadap Kinerja Karyawan
Diketahui nilai Sig. untuk pengaruh X2 terhadap Y adalah sebesar 0,041 <
0,05 dan nilai t hitung 4,510 > 1,997, sehingga dapat di simpulkan bahwa Ha
diterima yang berarti Variabel Orientasi berpengaruh terhadap kinerja
karyawan.
3. Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
Diketahui nilai Sig. untuk pengaruh X3 terhadap Y adalah sebesar 0,032 <
0,05 dan nilai t hitung 5,077 > 1,997 sehingg dapat di simpulkan bahwa Ha di
terima dan dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi kerja berpengaruh
terhadap kinerja karyawan.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Daun Kesambi
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis sistem akuntansi keuangan daerah penerimaan san pengeluaran kas di BPMPD serta dalam hal pengakuan, pengukuran dan pencatatan belanja dan beban di BPMPD Kabupaten Rote Ndao. Sejalan dengan tujuan penelitian tersebut maka dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, kualitatif yaitu data yang di peroleh dari hasil wawancara akan dianalisis dengan membandingkan penerimaan dan pengeluaran kas serta pengakuan, pengukuran dan pencatatan belanja dan beban di BPMPD Kabupaten Rote Ndao dengan peraturan daerah Nomor 09 Tahun 2011. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan kas dan pengeluaran kas sudah sesuai dengan peraturan daerah Nomor 09 Tahun 2011, pengakuan belanja dan beban pada BPMPD Kabupaten Rote Ndao sudah sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 09 Tahun 2011
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT TINJAUAN PELAKSANAAN TEKNIK KETERAMPILAN SHOOTING DALAM PERMAINAN BOLA BASKET PADA SISWA SMA NEGERI 2 ENDE Eustakius Erland Rhande1*, Ramona M. Mae 2, Jimmy Charter Atty 3 123Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Artha Wacana Christian University, Kupang, Indonesia email. [email protected] Background: Physical education has a very important role in the implementation of education as a process of human development that lasts a lifetime. Physical education provides opportunities for students to be directly involved in learning experiences through physical activity. Basketball is a game that is played on a rectangular, flat court, either in an open (outdoor) or closed (indoor) area. One of the ways to develop basketball can be carried out in schools through non-formal (extracurricular) activities. Extracurricular activities are directed at fostering and enhancing talents, interests and abilities. This activity is expected to trigger student achievement, because achievement is not created in a short time. To be able to play basketball proficiently, it is required to have the ability to master the basic techniques first, without mastering the basic techniques you will definitely not be able to play basketball well. Research objective: The purpose of this study was to determine the technique of shooting skills in basketball games for students of SMA Negeri 2 Ende. Research method:Handled with the method of approach and type of descriptive research. The research was conducted on Physical Education teachers and class XI students at SMA Negeri 2 Ende. Data collection techniques are by observation, interviews, documentation. Result and discussion: The results of the study indicate that there are several things that become obstacles in carrying out the learning process. Overview of the Application of Shooting Skills Techniques is a lack of preparation between teachers and students. The following will explain to achieve a better learning process in learning Shooting Skills Techniques students must really prepare themselves and master the basic techniques of shooting, especially basketball Conclusion: Based on the results and discussion, it was concluded that the learning process of throwing and catching small balls for class XI at SMA Negeri 2 Ende was very interesting, so that students were very happy and excited while participating in the learning process of shooting skill techniques. Keyword: Learning and throwing (shooting).
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK TINJAUAN METODE GAYA MENGAJAR TERHADAP GERAK DASAR PASSING ATAS DALAM PERMAINAN BOLA VOLI DI SD GMIT KUANINO 1 Olimpusam D Nggedhu1* , Dr. Lukas M. Boleng2 , Jimmy Charter Atty3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Permainan bola voli merupakan aktivitas kelompok, kemampuan suatu regu bola voli ditentukan oleh ketrampilan teknik dasar yang dimiliki oleh setiap anggota siswa dalam regu melakukan fungsinya masing-masing.Kemampuan adalah kecepatan atau potensi seorang siswa yangmelakukan secara individu untuk menguasai teknik dasar passing atas dalam permainan bola voli, sehingga siswa memahami dan melakukan teknik dasar passing atas dalam permainan bola voli yang lebih akurat.Kompetensi yang harus dikuasai siswa perlu dinyatakan sedemikian rupa agar dapat dinilai sebagai wujud hasil belajar siswa yang mengacu pada pengalaman langsung. Tujuan penelitian:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode gaya mengajar terhadap gerak dasar pasing atas dalam permainan bola voli siswa kelas Vdi SD GMIT Kuanino Satu (1). Metode penelitian:Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Melalui pendekatan penelitian, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Penelitian dilakikan pada 1 guru penjasorkes dan Siswa-Siswi kelas VSD GMIT Kuanino Satu (1) Hasil dan pembahasan:Dari hasil yang didapatkan adalah Hasil enelitian ini menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran gaya mengajar guru dalam motivasi siswa pada pembelajaran Penjas itu berjalan dengan baik seperti biasanya walaupaun masih ada hambatan ataupun kekurangan yang dialami pada SD GMIT Kuanino1, dengan adanya kekurangan itu guru olahraga harus mengambil tindakan yang terbaik sehingga pembelajaran tetap berjalan lancar. Dalam proses pembelajaran seorang guru harus bekerja sama dengan kepala sekolah, rekan guru lainya sehingga mencapai tujuan bersama. Simpulan:Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan Pada proses pembelajaran Penjas pada siswa SD GMIT Kuanino Saatun (1) mereka lebih senang dengan pembelajaran bola besar yaitu sepak bola bagi laki-laki dan bola voli bagi perempuan karena dianggap hobi mereka sejak kecil. Kata kunci: Gaya mengajar. Gerak, dasar, Pasing atas. bola voli
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK KINERJA WASIT FUTSAL PADA TURNAMEN IMPS (IKATAN MAHASIWA PELAJAR SATARMESE) CUP KOTA KUPANG Handri Suprapto Awo1* , Anderias J.F Lumba2 , Julian J. Leko3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Kinerja pada wasit merupakan satu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu pertandingan cabang olahraga futsal yang berlangsung, oleh sebab itu seorang wasit juga harus mampu menguasai peraturan permainan dan peraturan pertandingan. Tujuan penelitian: untuk mengetahui kinerja wasit futsal dalam turnamen IMPS (Ikatan Mahasiswa Pelajar Satarmese) cup Kota Kupang. Metode penelitian: Pendekatan dan jenis dalam penelitian ini menggunakan deskrptif kuantititif dengan teknik analisis data menggunakan Model Penilian Acuan Patokan (PAP). Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian tentang Kinerja Wasit Futsal Dalam Turnamen IMPS (Ikatan Mahasiswa Pelajar Satarmese Cup Kota Kupang pada unsur Kelengkapan dengan sub indikator lapangan, bola, jumlah pemain dan perlengkapan maka diperoleh 78,4% dengan karakteria Sedang. Pada unsur utama Wasit dengan sub indikator Wasit utama dan Asisten Wasit maka diperoleh 81,3% dengan karakteria Baik. Pada unsur utama Peraturan Pertandingan dengan sub indicator Lamanya pertandingan, Memulai pertandingan, Bola di dalam dan di luar pertandingan, Cara mencetak gol, Tendangan bebas, Tendangan pinalti, Tendangan ke dalam, Tendangan sudut amaka diperoleh 74,3% Simpulan: Kinerja Wasit Futsal Dalam Turnamen IMPS (Ikatan Mahasiswa Pelajar Satarmese) Cup Kota Kupang 76,5% dengan berkriteria Sedang. Kata kunci: Kinerja; Wasit futsal
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bagi manajemen perusahaan penyajian laporan keuangan adalah sarana untuk melaporkan kepada pihak luar seperti fiskal, dan stakeholder atas keikutsertaan dalam melakukan investasi ke perusahaan (Achyani & Lestari, 2019). Tentu investor, pihak pemerintah, dan stakeholder lainnya mengharapkan laba yang disampaikan dalam bentuk laba rugi yang dapat mengambarkan kinerja perusahaan. Laba mencerminkan bahwa perusahaan mencapai kinerja yang baik, dan laba berkaitan dengan pembagian deviden kepada pemilik perusahaan sebagai investor. Dari sini manajemen berusaha untuk mencapai target laba agar memperoleh manfaat dari yang diinginkan manajer dan pemiliknya. Menurut Aditama dan Anna (2014), manajemen laba merupakan upaya yang dilakukan pihak manajemen untuk melakukan intervensi dalam penyusunan laporan keuangan dengan tujuan untuk menguntungkan dirinya sendiri, yaitu pihak perusahaan yang terkait. Upaya intervensi ini menyebabkan laporan keuangan tidak lagi mencerminkan kondisi sesungguhnya suatu perusahaan sehingga menimbulkan asimetri informasi, yaitu kondisi dimana ada ketidakseimbangan perolehan informasi antara pihak manajemen sebagai penyedia informasi dengan pemegang saham dan stakeholders. Dengan demikian sedapat mungkin apa yang dilaporkan perusahaan mendekati hal sesungguhnya terjadi, baik untuk laporan pajak maupun laporan kepada investor (Astutik dan Titik, 2016). Manajemen sering memanfaatkan peluang untuk memainkan angka laba dalam rangka mempengaruhi hasil akhir dari berbagai keputusan, salah satu contohnya manajemen berusaha meminimalkan pajak yang semestinya mereka bayar, dengan cara meningkatkan akrual untuk menjadikan angka laba lebih rendah. Jumlah pajak terutang dihitung berdasarkan besar kecilnya laba yang diperoleh perusahaan setiap tahunnya dikalikan dengan tarif pajak yang berlaku. Karena pajak berhubungan langsung dengan laba, di mana laba sering digunakan sebagai dasar untuk pembuatan keputusan berbagai pihak yang berkepentingan, maka manajemen memanfaat peluang untuk melakukan manajemen laba dengan rekayasa akrual untuk meminimalkan jumlah pajak (Astutik, 2016). Pengertian pajak juga dapat dilihat dari dua sisi yaitu dari sisi akun aset dan sisi kewajiban (hutang atau jasa yang harus dilunasi kepada pihak lain pada masa yang akan datang). Dari segi harta atau aset pajak tangguhan adalah jumlah pajak penghasilan yang dapat diperoleh kembali pada masa yang akan datang akibat akumulasi rugi pajak yang belum dikompensasikan dan akumulasi krediit pajak tersebut belum dimanfaatkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam peraturan perpajakan. Sedangkan dari sisi kewajiban, pajak tangguhan timbul karena adanya perbedaan beban antara peraturan perpajakan (fiskal) dan standar akuntansi keuangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aktiva pajak tangguhan terhadap manajemen laba pada perusahaan farmasi yang terdaftar di bursa efek indonesia periode 2019-2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif, asumsi klasik, teknik analisis regresi linear sederhana dan uji hipotesi menggunakan sofware SPSS versi 25. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2022 sebanyak 11 perusahaan. Metode pengambilan sampel data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan menentukan kriteria sampel. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa aktiva pajak tangguhan berpengaruh terhadap manajemen laba. Dari hasil statistik deskriptif, dan uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi menggunakan spss versi 25. Aktiva pajak tangguhan memiliki jumlah sampel (N) sebanyak 32 sampel pada perusahan sub sektor farmasi dan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, diperoleh nilai minimum sebesar 0.69 dan nilai maximum sebesar 1.68 dengan nilai mean 1.0044 serta standar deviasi sebesar 20588. Hal ini menunjukkan mean lebih kecil dari standar deviasi yang berarti simpangan data relatif lebih besar. Manajemen laba memiliki jumlah sampel (N) sebanyak 32 sampel pada perusahaan sub sector farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, diperoleh nilai minimum sebesar -26.72 dan nilai maksimum sebesar 9.11, dengan nilai mean -1.2428, serta standar deviasi sebesar 5.66226. Hal ini menunjukkan mean lebih kecil dari standar deviasi yang berarti simpangan data relatif lebih besar. Hasil penelitian membuktikan bahwa aktiva pajak tangguhan berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba pada perusahaan farmasi yang terdaftar di bursa efek indonesia dengan t hitung = 2.042 dan nilai signifikan = 0.012. Perusahaan farmasi perlu memperhatikan aktiva pajak tangguhan sebagai indikator untuk melakukan manajemen laba. Kata kunci : Manajemen Laba dan Aktiva Pajak Tangguhan
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembayaran pajak merupakan perwujudan dari kewajiban kenegaraan dan peran serta wajib pajak untuk secara langsung dan bersama-sama melaksanakan kewajiban perpajakan untuk pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Sesuai dengan Undang-Undang perpajakan, membayar pajak bukan hanya merupakan kewajiban, tetapi merupakan hak dari setiap warga negara untuk ikut berpartisipasi dalam bentuk peran serta terhadap pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar besarnya kemakmuran rakyat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pajak adalah tingkat pendidikan. Wajib pajak yang berpendidikan dan memperoleh pengetahuan pajak, akan lebih patuh dalam memenuhi kewajiban pajaknya dari pada yang kurang memperoleh informasi. Penelitian Ikhsan (2007) tentang kajian faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan Wajib Pajak menyimpulkan bahwa tingkat pendidikan Wajib Pajak secara statistik berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Faktor kedua yang mempengaruhi kepatuhan pajak adalah Penghasilan atau pendapatan. Faktor penghasilan dapat dijadikan salah satu alasan wajib pajak pajak tidak patuh membayar pajak. Masyarakat yang miskin akan kesulitan dalam membayar pajak, oleh karena itu masyarakat lebih cenderung untuk memenuhi kebutuhan pokoknya terlebih dahulu. Penelitian yang dilakukan oleh Chaerunnisa (2010) menunjukkan bahwa tingkat penghasilan berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam menyampaikan SPT tahunan. Faktor ketiga yang mempengaruhi kepatuhan pajak adalah kesadaran wajib pajak. Tingkat kesadaran wajib pajak dapat dicerminkan dari bagaimana kesungguhan dan keinginan wajib pajak dalam mentaati ketentuan perpajakan yang berlaku. Kepatuhan pajak identik dengan kesediaan seorang wajib pajak dalam memenuhi peraturan perpajakannya. Dalam bentuk yang paling sederhana, kepatuhan dianggap sebagai istilah yang menggambarkan kesediaan wajib pajak untuk membayar pajak (Kirchler, 2010). Penelitian yang dilakukan oleh Kundalini (2016) menemukan bahwa faktor kesadaran wajib pajak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak Faktor keempat yang menjadi pengaruh kepatuhan pajak adalah pelayanan pajak. Karena bentuk pelayanan yang baik dapat menarik perhatian dari masyarakat. Pelayanan yang dikelola dengan baik diharapkan dapat memenuhi harapan masyarakat, karena masyarakat memiliki peran besar untuk perbandingan standar evaluasi tingkat motivasi (Afrial 2009). Lena Elitan 2007:46 memaparkan bahwasannya pelayanan merupakan produk yang faktor utamanya perlengkapan yang tidak ada wujudnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kuantitatif dengan Teknik Analisis Regresi Linear berganda menggunakan sofware SPSS versi 25. Jumlah populasi sebanyak 8.626 dengan sampel sebanyak 100 wajib pajak bumi dan bangunan. Dalam menentukan jumlah sampel dari populasi penulis menggunakan metode pengambilan sampel Purposive sampling. Purposive sampling dimana merupakan metode penetapan responden untuk dijadikan sampel berdasarkan pada kriteria tertentu. Dari hasil uji regresi linear sederhana menggunakan spss versi 25, variabel tingkat pendidikan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar 2.202 > t-tabel 1.985, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,0300,05 , sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan HO ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa tingkat pendidikan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan, variabel tingkat pendapatan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar 1.218 t-tabel 1.985, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,226> 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa HO diterima dan H2 ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa tingkat pendapatan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan, variabel kesadaran wajib pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar 3.412 > t-tabel 1.985, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,0010,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima dan HO ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa kesadaran wajib pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan, dan variabel pelayanan pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar -621 t-tabel 1.985, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,536> 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa HO diterima dan H4 ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa pelayanan pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. Hasil output SPSS untuk uji Determinasi / Squared (R2) diketahui nilai R Squard sebesar 0,313 (31,3%). Hal tersebut memilki arti bahwa kemampuan variabel independen dalam penelitian ini mempengaruhi variabel dependen sebesar 31,3%, sedangkan sisanya sebesar 0,687 (68,7%) sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Dari pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan yaitu bahwa hipotesis pertama tingkat pendidikan berpengaruh pada kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. Dengan memiliki tingkat pendidikan yang tinggi akan mempengaruhi kemampuan seseorang untuk memahami suatu hal atau keadaan. Hipotesis kedua tingkat pendapatan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. dapat diartikan bahwa semakin tinggi tingkat pendapatan belum tentu meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Hipotesis ketiga tingkat kesadaran wajib pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. diartikan semakin tingginya kesadaran wajib pajak menandakan pelaksanaan serta pemahaman kewajiban perpajakan semakin baik serta wajib pajak akan makin termotivasi. Hipotesis keempat kualitas pelayanan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. diartikan Walaupun kualitas pelayanan yang dilakukan aparat pajak sudah sangat optimal, namun wajib pajak menganggap bahwa kualitas pelayanan tersebut merupakan standar yang harus dilakukan oleh aparat otoritas pajak.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Manajemen merupakan salah satu dari berbagai upaya yang dapat dilkukan oleh perusahaan dalam merekayasa angka-angka dalam laporan keuangan sehingga laporan keuangan perusahaan dapat terlihat kondisi baik bagi invesor dan pembaca lainnya. Salah satu idikator penting yang dilihat investor dalam mengukur performance perusahaan adalah laba sehingga Manajemen laba sangatlah penting hal ini medorog manajemen untuk membuat laporan keuangan mejadi menarik bagi pihak eksternal yang dapat dikategorikan sebagai manajemen laba. Munculnya praktik manajemen laba disebabkan oleh bebrapa faktor diantranya yang menjadi variabel dalam penelitian ini yaitu free cash flow dan financial leverage. Free cash flow adalah sisa arus kas yang didistribusikan kepada pemegang saham setelah perusahaan membayar semua beban operasi, investasi, dan pendaan untuk mempertahankan kapasitas produk. Free cash flow yang memadai dapat menurunkan tindakan tindak manajemen laba karena menunjukkan keadaan peusahaan yang sehat kepada investor dan kreditor. Sebaliknya jika tingkat free cash flow rendah akan meningkatkan tindak manajemen laba, dimana manajer tidak mau melakukan pelanggaran kontrak kepada kreditor dan investor (Agustia,2013). Selain free cash flow, financial leverage juga dapat mempengaruhi manajemen laba. Financial leverage adalah penggunaan sumber dana dari utang yang dimiliki beban tetap yang digunakan untuk membiayai aset perusahaan. Penggunaan utang yang terlalu tinggi akan membahayakan perusahan karena perusahaan akan termasuk dalam kategori extereme leverage (utang ekstrim) aitu perushaan terjebak dalam tingkat utang yag tinggi dan sulit untuk melepaskan beban utang tersebut (Kodriyah dan Fitri, 2017). Good corporate governance merupakan salah satu upaya perushaan untuk mengendalikan manajemen laba. Good corporate governace merupakan suatu sistem untuk yang dapat mengendalikan perusahaan untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan kewenangan yang diperlukan oleh perusahaan untuk menjamin kelangsungan dan tanggung jawab kepada pemegang saham. Dalam penelitian ini terdapat empat persoalan penelitian yaitu apakah free cash flow berpengaruh terhadap manajemen laba, apakah financial leverage berpengaruh terhadap manajemen laba, apakah good corporate governance mampu memoderasi pengaruh free cash flow terhadap manajemen laba, apakah good corporate governance mampu memoderasi pengaruh financial leverage terhadap manajemen laba, sehingga dalam penelitan ini bertujuan untuk mngetahui pengaruh free cash flow dan financial leverage terhadap manajemen laba dengan good corporate governance sebagai variabel moderasi. Penelitian ini memperoleh sebanyak 14 sampel perusahaan pada sektor properties dan real eastate di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2022. Hasil penelitan menunjukan bahwa free cash flow tidak berpengaruh positif terhadap manajemen laba dan financia leverage berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Melalui uji Moderated Regression Analysis (MRA) diketahui bahwa good corporate governance mampu memoderasi pengaruh free cash flow terhadap manajemen laba, dan good corporate governance tidak mampu memoderasi pengaruh financial leverage terhadap manajemen laba.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PENEMPATAN KERJA, LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI PADA BADAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KOTA KUPANG Kepuasan kerja merupakan suatu bentuk sikap dari rasa puas dan bahagia akan pekerjaannya saat ini. Rasa puas ini didapat karena perusahaan dapat memenuhi kebutuhan karyawan dengan baik seperti tercapainya tujuan kerja, dinamika lingkungan kerja, dan aspek-aspek lainnya yang menunjang karyawan dalam bekerja. Rasa puas akan pekerjaan ini dapat tercerminkan melalui beberapa sikap yang berubah seperti tingkat moral, disiplin, motivasi, produktivitas, capaian dan prestasi kerja yang tinggi. Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang merupakan Organisasi Perangkat Daerah Tipe B yang memiliki Tugas dan Fungsi sebagaimana termuat dalam Peraturan Walikota Kupang Nomor 60 Tahun 2021 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang. Sebagai Organisasi Perangkat Daerah yang membantu Walikota Kupang melaksanakan Urusan Pemerintahan Daerah di Bidang Keuangan dan Aset Daerah, maka perlu didukung juga oleh sumber daya manusia yang berkualitas, terampil serta handal dibidangnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah Penempatan Kerja, Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Negeri Sipil pada Badan Keuangan Dan Aset Daerah Kota Kupang. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah Penempatan Kerja, Lingkungan Kerja, Motivasi Kerja serta Kepuasan Kerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pegawai Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang adalah sebanyak 44 orang dan dengan menggunakan rumus Slovin (toleransi kelonggaran 10 persen) maka sampel penelitian ini sebanyak 45 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan Analisis Pengaruh Linear Berganda menggunakan Software SPSS versi 26. Dalam analisis pendahuluan akan dijelaskan data-data hasil tabulasi penelitian untuk di analisis guna melihat kecenderungan data menurut indikator dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dengan skala pengukuran Interval Dalam analisis lanjutan penelitian menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Regresi linear berganda digunakan untuk memprediksi permintaan dimasa akan datang berdasarkan data masa lalu untuk mengetahui pengaruh satu atau lebih variabel bebas (dependen) Siregar (2012). Berdasarkan penjelasan tersebut maka dari hasil pengujian SPSS didapatkan hasil pengujian regresi linier berganda dengan persamaan regresi Dilihat dari hasil pengujian yang telah dilakukan, maka diperoleh Fhitung = 3198.970 lebih besar dari F tabel = 2,33 dan tingkat sig = 0.000 oleh karena itu nilai sig 0.05 maka Ho (b1= 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima artinya Penempatan Kerja (X1), Lingkungan Kerja (X2) dan Motivasi kerja (X3) memiliki pengaruh signifikan secara simultan terhadap Kepuasan Kerja (Y). Pada hasil uji Koefisien determinasi merupakan suatu alat untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.Besarnya koefisien determinasi berkisar antar angka 0 sampai dengan 1, besar koefisien determinasi mendekati angka 1, maka semakin besar pengaruh variabel indevenden. Hasil uji R2 pada penelitian ini diperoleh nilai sebesar 0,988. Hal ini menunjukkan bahwa Kepuasan Kerja dipengaruhi oleh variabel Penempatan kerja, Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja sebesar 98,8% sedangkan sisanya sebesar 0,012% di pengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk penelitian.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Ayu Ashinta Delvina Dima 1) Haba Bunga, F.J. 2) Dethan J. J. S.3) Program studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Tepung buah sukun (Artocarpus atilis) merupakan salah satu bahan pangan alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu dalam pembuatan berbagai produk pangan. Buah sukun kaya akan karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh. Selain itu, buah sukun juga dapat ditemukan dengan mudah dan memiliki harga yang terjangkau. Oleh karena itu, penggunaan tepung buah sukun dalam produk pangan dapat meningkatkan nilai tambah dari buah sukun itu sendiri. Pengeringan merupakan cara untuk menghilangkan sebahagian besar air dari suatu bahan dengan bantuan energi panas dari sumber alami (sinar matahari) atau buatan (alat pengering). Pengeringan adalah proses perpindahan panas dan uap air secara simultan yang memerlukan energi panas untuk menguapkan kandungan air yang dipindahkan dari permukaan bahan yang dikeringkan oleh media pengering yang biasanya berupa panas (Thaib). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan Satu factor suhu. Perlakuan yang diuji adalah suhu pengeringan buah sukun yaitu 50, 60, 70, dan 80°C dengan lama waktu pengeringan masing-masing suhu 5 jam. Setiap perlakuan akan dilakukan dengan 16 pengulangan, sehingga akan diperoleh 4 satuan percobaan. Dalam penelitian ini dimulai dari proses pengupasan dan pencucian sukun, lalu di potong menggunakan pisau. Kemudian sukun dikeringkan menggunakan tray drayer/alat pengering dengan variasi suhu 50°C 60°C 70°C 80°C dan lama waktu pengeringan masing-masing 5 jam. Setelah selesai proses pengeringan, sukun ditepungkan menggunakan blender dan durasi penepungan yaitu 10 menit. Setelah penepungan selesai, tepung sukun diayak menggunakan ayakan standard Tyler untuk mendapatkan nilai diameter rata-rata butiran dan tingkat kehalusan tepung. Hasil tepung yang lolos ayakan 60 mesh digunakan untuk mengetahui kualitas fisik dari tepung sukun tersebut.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This research is entitled “An Analysis on Teachers' Strategy in Teaching English for Tourism at SMK Negeri 1 Kupang”. The formulation of the problem in this research is: what are the teachers' strategies in teaching English for tourism at SMK Negeri 1 Kupang? The purpose of this study is: to find out the teaching strategies used by English teachers majoring in tourism, SMK Negeri 1 Kupang. The research method used is a qualitative description. Data sources were taken using observation and interview techniques. Based on the results of the observation that the English teacher majoring in tourism, SMK Negeri 1 Kupang uses two types of teaching strategies, namely acceptance teaching strategies and discovery teaching strategies. From the results of this study, it can be concluded that Teaching acceptance is what the teacher plays an active role in presenting information to students, namely from general matters to more specific issues. After that, students are allowed to think about the application of the concepts learned. Discovery teaching is in which the teacher presents realities, cases, or problems to students. Then understand and solve it. Students find and express ideas, concepts, and ideas that can be brought into a broader study, especially in tourism.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Praktik Hela Keta merupakan praktik yang dilakukan oleh orang Dawan yang berada di Kabupaten Timor Tengah Utara. Praktik ini dilakukan karena ada kepercayaan bahwa nenek moyang mereka pernah berkonflik. Konflik tersebut diikuti dengan sumpah bahwa tidak boleh ada perkawinan antara keturunan yang berkonflik, dan jika terjadi perkawinan maka perlu dilakukan Hela Keta. Ritual Hela Keta sebagai suatu bentuk perdamaian dengan harapan bahwa acara selanjutnya (acara pernikahan) akan berlangsung dalam keadaan baik, dan kehidupan rumah tangga dari pasangan yang hendak menikah pun baik adanya. Ini hal yang menarik menurut penulis. Karena itu, penulis menggunakan metode kualitatif untuk meneliti sehingga tercapai tujuan yakni upaya menciptakan rekonsiliasi dan perdamaian dalam masyarakat yang berkonflik di Timor Tengah Utara. Penulis menggunakan teori-teori utama untuk mengkaji praktik Hela Keta, antara lain: teori konflik, rekonsiliasi, dan perdamaian. Lalu, teori-teori pendukung, antara lain: teori kebudayaan dan adat, ritual, perkawinan, simbol, dan kurban. Hasil dari penelitian ini adalah diperolehnya nilai-nilai dari praktik Hela Keta yang dikaji secara teologis. Kajian teologis terhadap praktik Hela Keta ini menghasilkan dua pokok refleksi teologis, yakni konsep azazel sebagai tanda suatu rekonsiliasi untuk perdamaian, dan Yesus Kristus sebagai jalan menuju perdamaian.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kenyataan, bahwa hingga hari ini keberpihakan lembaga-lembaga pemerintah dan sosial kepada kelompok difabel belum memadai. Gereja, sebagai salah satu lembaga sosial, yang bertanggung jawab terhadap kelompok difabel masih lamban untuk memperlihatkan pelayanannya. Mengapa gereja begitu lamban dalam menyikapi persoalan kelompok difabel? Apakah minimnya keberpihakan gereja terhadap kelompok difabel karena gereja masih bergumul dengan minimnya konsep teologi yang berdampak pada lambannya diakonia holistik GMIT bagi dan bersama kelompok difabel? Tesis ini mengacu pada empat pertanyaan pokok: (1) Apa konsep teologi GMIT tentang kelompok difabel, dan upaya GMIT menjemaatkan teologi kelompok difabel yang berdampak pada peningkatan pelayanan holistik bagi dan bersama kelompok difabel? (2) Apa pandangan Ketua MS GMIT, UPP Teologi MS GMIT, dan para pendeta GMIT terkait kelompok difabel dan bagaimana pandangan kelompok difabel tentang identitas mereka sendiri? (3) Bagaimanakah praksis diakonia holistik GMIT bagi dan bersama kelompok difabel? (4) Bagaimana refleksi teologis tentang pemberdayaan gereja bagi dan bersama kelompok difabel? Pertanyaan-pertanyaan ini, membimbing penulisan ini untuk mencapai empat tujuan, yaitu : (1) sebuah deskripsi konsep teologi GMIT tentang kelompok difabel dan upaya GMIT menjemaatkan teologi kelompok difabel yang berdampak pada peningkatan pelayanan diakonia holistik bagi dan bersama kelompok difabel; (2) Uraian perspektif Ketua MS GMIT, UPP Teologi MS GMIT, dan para pendeta GMIT terkait kelompok difabel; (3) Uraian pandangan kelompok difabel tentang identitas mereka sendiri; penjelasan praksis diakonia holistik GMIT selama ini bagi dan bersama kelompok difabel; dan (4) sebuah tinjauan reflektif teologis tentang diakonia holistik gereja bagi dan bersama kelompok difabel. Metode yang digunakan dalam penelitian untuk kepentingan tesis ini adalah metode penelitian kwalitatif dengan teknik wawancara mendalam. Selain itu studi kepustakaan diarahkan pada dokumen-dokumen GMIT yang berkaitan dengan topik studi. Penelitian ini membuktikan bahwa (1) GMIT masih perlu menunjukkan kepekaan dan kepedulian dalam prinsip solidaritas yang sama kepada kelompok difabel. (2) Diakonia bagi dan bersama kelompok difabel masih sangat terbatas. (3) GMIT belum memiliki pandangan dan sikap teologis yang jelas terhadap kelompok difabel. (4) Secara teologis, keberpihakan kepada kelompok difabel dalam menegakkan keadilan dan damai sejahtera bagi mereka sesungguhnya memperlihatkan keberpihakan Allah bagi manusia.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan data tentang makna dan dampak dari nilai budaya tou mane no ina a’na terhadap perempuan dalam musyawarah leo Mbau Leo di desa Busalangga Timur. Selanjutnya penelitian ini mendapatkan data bahwa makna dari nilai budaya ini merupakan pengambaran pembagian kerja dan kedudukan laki-laki dan perempuan Rote. Penelitian ini juga mendapatkan data bahwa nilai budaya tou mane no ina a’na menempatkan laki-laki (tou mane) memiliki peran sebagai pemimpin yang mengatur dalam rumah dan urusan adat, sedangkan perempuan (ina a’ana) mempunyai peran sebagai pengelolah dalam rumah yang berkaitan dengan pengelolahan konsumsi dan mengurus anak. Dengan demikian, dalam musyawarah leo nilai budaya berdampak pada hilangnya posisi perempuan dalam kepemimpinan dan membatasi peran mereka dalam berpendapat. Kemudian berdasarkan data dan informasi yang didapat, penulis membuat refleksi teologis feminis untuk menemukan kembali relasi yang didasarkan pada gambaran imago Dei, dengan tujuan memberikan kesempatan bagi perempuan untuk menjadi pemimpin, dan mewujudkan kesetaran bagi laki-laki dan perempuan untuk berkarya dalam lingkup domestik dan publik. Dalam mencapai tujuan ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dekriptif dengan teknik penggumpulan data yang terdiri dari wawancara dan observasi. Teori yang digunakan antara lain: teori teologi feminis, teori budaya patriarki, teori pembagian kerja dalam budaya Rote, dan teori kepemimpinan. Tujuan dari keempat teori tersebut untuk mengetahui peran laki-laki dan perempuan dalam ranah domestik dan ranah publik. Hasil dari penelitian ini telah membuktikan bahwa peran perempuan dalam musyawarah leo yang terbatas hanya pada hal-hal domestik. Selain itu, hasil penelitian ini memberi sumbangan dan rekomendasi bagi organisasi leo untuk melaksanakan pendidikan gender agar terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender dalam kegiatan adat.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kerusakan lingkungan merupakan persoalan Jemaat GMIT Bethania Kakaek, Klasis Pantai Baru. Faktor utama penyebab kerusakan lingkungan di Jemaat GMIT Bethania Kakaek adalah ulah para peternak yang membiarkan hewan-hewan bebas berkeliaran. Hewan-hewan yang bebas berkeliaran membuat lingkungan tercemar dengan kotoran yang berserakan dan merusak sumber-sumber daya alam yang potensial. Kondisi ini menggambarkan kerusakan tata ruang kehidupan (habitat). dalam penataan ruang kehidupan (habitat). Untuk mengatasi kerusakan lingkungan yang berdampak pada penurunan tingkat pendapatan jemaat dan kesehatan lingkungan stempat, maka Jemaat GMIT Kakaek membangun pagar kolektif (lala) sejak tahun 2002. Pemagaran kolektif (lala) merupakan sistem atau organisasi pertanian yang dipraktikkan oleh masyarakat Rote sejak zaman dahulu sampai sekarang. Kondisi tersebut mendorong penulis untuk melakukan kajian tentang: 1) Apa pandangan Jemaat GMIT Bethania Kakaek tentang budaya lala, 2) bagaimana sistem/bentuk penerapannya dan implikasinya bagi peningkatan ekonomi, penataan ruang kehidupan dan kelestarian lingkungan 3) bagaimana refleksi teologis tentang budaya lala dalam tiga dimensi yaitu ekonomis,peningkatan ekonomi, penataan ruang kehidupan dan kelestarian lingkungan. Metode penelitan yang digunakan adalah kualitatif dengan maksud memperoleh sejumlah informasi dalam bentuk lisan, tulisan, dan tindakan Subyek penelitian adalah 23 orang yang terdiri dari para prebiter dan anggota Jemaat GMIT Bethania Kakaek. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan penelitian kepustakaan. Penelitian ini membuktikan budaya lala mengandung nilai konservsi, keadilan dan kesederhanaan yang berdampak positif bagi peningkatan ekonomi, penataan ruang kehidupan dan kelestarian lingkungan di Jemaat GMIT Bethania Kakaek.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji pengaruh manajemen laba dan struktur modal terhadap nilai perusahaan ( studi kasus pada perusahaan asuransi yang terdaftar di BEI). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data sekunder, berupa laporan keuangan yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia melalui webside https://www.idx.co.id. Pada periode 2017-2021. Hasil dari uji ini menunjukkan bahwa pada variabel pertama manajemen laba tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, kemudian pada variabel kedua struktur modal berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Populasi dalam penelitiann ini adalah perusahaan asuransi yang terdaftar di BEI jumlah keseluruhan perusahaan Asuransi pada tahun 2021 yaitu 11 perusahaan. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan metode purposive sampling. Menurut Adiwibowo (2018), salah satu faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan adalah manajemen laba. Manajemen laba adalah kondisi dimana pihak manajer tidak berhasil mencapai target laba yang ditentukan, maka manajer memanfaatkan fleksibilitasnya dan diperoleh standar akuntansi dalam menyusun laporan keuangan untuk memodifikasi laba yang dilaporkan. Struktur modal menurut Mustafa (2017:85), merupakan perimbangan antara jumlah utang jangka pendek yang bersifat permanen, utang jangka Panjang, saham preferen dan saham biasa. Struktur modal adalah perbandingan modal asing atau jumlah utang dengan modal sendiri. Kebutuhan dana untuk memperkuat struktur modal suatu perusahaan dapat bersumber dari internal maupun eksternal, dengan ketentuan sumber dana yang dibutuhkan bersumber dari tempat-tempat yang dianggap aman (safety position) dan jika dipergunakan memiliki nilai dorong yang memperkuat struktur modal keuangan perusahaan, yang artinya ketika dana itu dipakai untuk memperkuat struktur modal perusahaan, maka perusahaan mampu mengendalikan modal tersebut secara efektif dan efisien serta tepat sasaran. Menurut Rinnaya, et.al (2016) Nilai perusahaan adalah kondisi tertentu yang telah dicapai oleh suatu perusahaan sebagai gambaran dari kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan setelah melalui suatu proses kegiatan selama beberapa tahun, yaitu sejak perusahaan tersebut didirikan sampai dengan saat ini. Nilai perusahaan diartikan sebagai nilai pasar karena nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila harga saham perusahaan meningkat.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENERAPAN AKUNTANSI MANAJEMEN LINGKUNGAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DI KABUPATEN MALAKA. Akuntansi manajemen lingkungan merupakan proses mengidentifikasian, pengumpulan, perkiraan-perkiraan, analisis, pelaporan dan pengiriman informasi tentang: Informasi berdasarkan arus bahan dan energy, Informasi berdasarkan biaya lingkungan, Informasi lainnya yang terukur dibentuk berdasarkan akuntansi manajemen lingkungan untuk pengambilan keputusan bagi perusahaan. Persoalan dalam penelitian ini yaitu Bagaimana penerapan akuntansi manajemen lingkungan pada Rumah Sakit Umum di Kabupaten Malaka. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui penerapan akuntansi manajemen lingkungan pada rumah sakit umum di kabupaten malaka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu menganalisis data secara menyeluruh untuk mengetahui adanya gambaran mengenai penerapan akuntansi manajemen lingkungan pada rumah sakit umum kabupaten malaka. Hasil penelitian ini menunjukan Informasi akuntansi manajemen lingkungan yang dicatat oleh rumah sakit terbagi menjadi dua infomasi yaitu informasi fisik dan informasi moneter, dapat diketahui dari hasil wawancara banyak menyatakan bahwa rumah sakit umum kabupaten membutuhkan informasi tersebut. Bahwa untuk informasi fisik, rumah sakit mencatat komponen informasi tersebut, akan tetapi yang menjadi prioritas dari pihak rumah sakit adalah informasi mengenai jumlah energy (listrik, gas, bahan bakar,Dll) yang dikonsumsi/dipakai, jumlah energy (listrik, gas, nahan bakar, Dll) yang hemat, jumlah limbah ( padat, cair, gas) yang dihasilkan, jumlah limbah yang dibuang untuk informasi fisik rumah sakit tidak melakukan pencatatan mengenai jumlah air yang diambil dari alam, jumlah air yang di daur ulang untuk digunakan kembali, jumlah air yang terbuang, umlah emisis gas yang dihasilkan dan untuk informasi moneter hampir seluruh informasi dicatat diantaranya biaya pembelian peralatan pengelolaan limbah, biaya evaluasi/depresiasi peralatan pengelola limbah, biaya pengembangan/desain proses/ produk ramah lingkungan, biaya pelatihan karyawan, biaya pengembangan sistem pengelolaan lingkungan, biaya audit lingkungan, biaya pemeriksaan kandungan limbah berbahaya, biaya pengelolaan dan pembuangan limbah berbahaya, dan biaya pemeliharaan peralatan pengelolaan limbah. untuk informasi moneter rumah sakit umum kabupaten malaka tidak melakukan pencatatan mengenai biaya pemeriksaan proses peracikan obat, biaya melakukan uji emisi gas dan biaya daur ulang air kembali untuk di gunakan. Penerapan akuntansi manajemen lingkungan ini diperlukan untuk diketahui sebagai pengetahuan dalam hal pertanggung jawaban lingkungan khususnya didalam lingkungan rumah sakit. maka dari itu perlu untuk diketahui rumah sakit umum kabupaten malaka telah menerapkan akuntansi manajemen lingkungan terbukti dengan di masukkannya biaya lingkungan kedalam laporan operasional yang diakui sebagai Beban pemeliharaan. Peneliti menarik kesimpulan dari setiap tahapan perlakuan akuntansi biaya lingkungan yang ada pada rumah sakit umum kabupaten malaka berdasarkan standar akuntansi pemerintah yang digunakan dalam penelitian ini. Dapat disimpulkan bahwa analisis tahap-tahap perlakuan akuntansi yang ditetapkan pada rumah sakit umum kabupaten malaka diantaranya identifikasi, pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan. Dalam hal ini pihak rumah sakit sudah melakukan tahapan perlakuan biaya lingkungan dengan baik akan tetapi biaya yang di sajikan kedalam laporan keuangan rumah sakit umum kabupaten malaka belum secara terperinci artinya biaya yang disajikan masih dalam biaya umum tidak ada pelaporan secara khusus mengenai biaya lingkungan yang terjadi.