Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

D

2.728 karya publik ditemukan.

22022: 12029: 12026: 402025: 602024: 212023: 3322022: 4032021: 10102020: 1712019: 32018: 652017: 22016: 42015: 12013: 12010: 12009: 12002: 11018: 10208: 1

EVALUASI PROGRAM INDUKSI BAGI GURU PEMULA DI SMP NEGERI 1 KOTA KUPANG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas program induksi bagi guru pemula yang di laksanakan di SMP Negeri 1 Kota Kupang dengan model evaluasi CIPPmenggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan motode observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan analisis data menggunakan teknik triagulasi. Hasil penelitian evaluasi program induksi guru pemula di SMP Negeri 1 Kupang pada tahun 2019/2020 menggunakan model CIPP secara keseluruhan telah terlaksanan dengan baik hal ini dikerenakan pada (1) evaluasi context sudah baik dikarenakan ada dasar hukum yang kemudia didukung oleh surat keputusan kepala sekolah dan adanya kesesuain tujuan sesuai program(2) evalusi input sudah baik karena penyelenggara sudah berperan dengan baik, instruktur berkompeten dan sesuai kriteria, kompetensi perserta program induksi guru pemula mengalami peningkatan, induksi guru pemula disesuaikan dengan kurikulum 2013 dan ada sarana prasaranamendukung kegitan program induksi guru pemula (3) evalusi process sudah baik, dikarenakan kesesuaian jadwal kegitan, rencanaan pelaksanaan PIGP sudah optimal karena sudah masuk dalam pengawasan dan program sekolah, ada pelatihanyang diikuti guru pembimbing dan tersedia format penduan pelaksaan, pelaksanaan program dilaksanakan secara menyeluruh mulai dari pengenalan lingkungan sekolah, pembimbingan, penilaian dan pelaporan(4) evaluasi Product sudah baik dikarenakan semua perserta mampu menguasai empat kompetensi dan memilki nilai kinerja baik dan telah mencapai tujuan program.

MODIFIKASI MEDIA BALON UNTUK LATIHAN AKTIVITAS GERAK SEPAK SILA PADA SISWA KELAS VI DI SD INPRES KUANINO 2 KOTA KUPANG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT MODIFIKASI MEDIA BALON UNTUK AKTIVITAS GERAK SEPAK SILA PADA SISWA KELAS VI DI SD INPRES KUANINO 2 KOTA KUPANG Krisdayanti A. Djami Bangngu1*, M. Rambu P. Wasak2, Jusuf Blegur3 123Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Artha Wacana Christian University, Kupang, Indonesia email. [email protected] Background: The problems often faced by elementary school students in the sepak takraw are basic techniques and equipment problems. The lack of educational facilities and infrastructure by schools requires teachers of physical education to be more creative in empowering and optimizing existing facilities and infrastructure following the conditions of students and schools. The equipment needed in the sepak takraw game includes a takraw ball and a net. The school only has a net and a ball and no field. Research objectives: This study aimed to determine the modification of the balloon as the media in the sixth-grade student's movement of sepak sila activity at SD Inpres Kuanino 2 Kupang City. Research method: This study used a naturalistic qualitative approach. Results and discussion: The research results and discussions on how to modify balloon media for class VI soccer practice activities at SD Inpres Kuanino 2 Kupang City using balloon media modifications. Researcher students changed balloon media as seen from 1) Modification of the number, 2 ) Heavy and light modifications, 3) Shape modifications. Conclusion: Suggestions for physical education teachers can use balloons as a substitute for balls because elementary students like the modified media from balloons, and students continue to be more enthusiastic and serious in participating in Physical Education learning. Keywords: Modification of media, movement activities, Sepak Sila

sebuah analisis atas kata seru yang digunakan oleh Aktors atau penatua adat dalam ritual saiso bahasa lisan masyarakat Wewewa

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK SEBUAH ANALISIS ATAS INTERJEKSI YANG DIGUNAKAN OLEH PENATUA ADAT DALAM RITUAL SAISO TEXT LISAN MASYARAKAT WEWEWA Skripsi ini berjudul ” sebuah analisis atas kata seru yang digunakan oleh Aktors atau penatua adat dalam ritual saiso bahasa lisan masyarakat Wewewa”. Tujuannya adalah untuk mengetahui kata seru yang digunakan oleh penatua adat serta jenis kata seru yang digunakan oleh penatua adat dalam saiso bahasa lisan masyarakat Wewewa. Data dikumpulkan dari sosial media Youtube “Yon Rewa channel dan Dewa Dryol channel”. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa interjeksi yang digunakan oleh penatua adat terbagi menjadi tiga bagian yaitu yang pertama adalah interjeksi yang berada di bagian awal kalimat yaitu yaah!,you!,naah!,arrgh!,and hum! Yang Kedua adalah,interjeksi yang berada di bagian pertengahan kalimat yaitu mburru ge ina woo! (come down mother woo!),maiya ge ina woo!(came on mother woo!),malla woo!,and mba mba hinna ko we inna gu niya!( if like that the case), dan yang ketiga adalah interjeksi yang berada di bagian akhir kalimat yaitu pa,ama gee! (a man gee!),wali wu gee! (came on),ta’u (play!), gee!. Dan tipe interjeksi di bagi menjadi dua tipe yaitu interjeksi primer contohnya hah!,eh!,ah!,arrgh!,nahh!,dan masih banyak contoh lainnya, dan interjeksi sekunder contohnya mburru ge inna woo! (come down mother woo!),walli inna woo!( come back mother woo!), woouh ka peiko na! ( woouh..why he?). dari kedua interjeksi tersebut terdapat sub-klasifikasi interjeksi yaitu interjeksi ekspresif yaitu yaa!,ahh!,ouch!,tauwe!,hai!, interjeksi konatif yaitu waii!,hoo!,ah!,ina woo!,nee!,and nyaah!,dan interjeksi phatic yaitu haaw!,mhuum!,naah!,ehh!,yaah! and ahh!. Dan yang terakhir interjeksi juga merupakan salah satu bagian dari Sembilan bagian pidato contohnya adalah kata seru ah!,hum!,wuftt!,nahh!,yeeh!,wuu!,harro gee! dan masih banyak contoh lainnya. setiap kata seru dalam bahasa Wejewa diatas sering ditemukan juga dalam perbincangan sehari-hari oleh masyarat Wewewa. Kata kunci: Analisis,ritual adat, tua adat,interjeksi,masyarakat Wewewa.

STUDI PROFIL KUALITAS NUGGET IKAN CAKALANG YANG DIPROSES DENGAN PERSENTASE TEPUNG UBI JALAR KUNING DAN LAMA PENGUKUSAN YANG BERBEDA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK MARSELINDA SERAN NAHAK (14390037). Studi Profil Kualitas Nugget Ikan Cakalang yang Diproses dengan Persentase Tepung Ubi Jalar Kuning dan Lama Pengukusan yang Berbeda. Dibawah bimbingan : Dr. Ir. AYUB U.I MEKO. M.Si sebagai pembimbing I dan YUNIALDI H. TEFFU, S.Pi, M.Si sebagaipembimbing II, Progranm Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen ArthaWacana, Kupang. Ikan merupakan bahan pangan yang mudah rusak Karena mengandung kadar air protein yang cukup tinggi. Nugget merupakan produk olahan dari dari daging giling diberi penambahan bumbu dan dicetak kemudian dilumuri dengan tepung roti pada bagian permukaannya dan digoreng. Fish nugget salah satu bentuk olah dari daging ikan yang digiling halus dan diberi bumbu-bumbu serta dicampur dengan bahan pengikat dan bahan pengisi kemudian dicetak menjadi bentuk tertentu setelah dikukus, dipotong, dan dicelupkan kedalam batter breading, kemudian digoreng atau disimpan terlebih dahulu dalam ruangan pembeku atau freezer sebelum digoreng. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase tepung ubi jalar kuning dan lama pengukusan yang berbeda pada produk nugget ikan cakalang. Untuk mengetahui mutu dari nugget ikan dengan penambahan tepung ubi jalar kuning. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan mulai dari bulan April sampai dengan bulan Mei 2021 yang meliputi pembuatan produk nugget ikan cakalang, pengujian organoleptik (warna, aroma, tekstur, dan rasa), di Laboratorium Eksata UKAW kupang serta pengujian kadar air dan pH di Laboratorium Politeknik Pertanian Kupang. Menggunakan metode Uji Jarak Berganda Duncen (UJBD) untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang dicobakan, selanjutnya data kadar air, pH, menggunakan analisis sidik ragam dengan mengukur suhu. Berdasarkan data dan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa produk nugget ikan cakalang yang diproses dengan persentase tepung ubi jalar kuning dan lama pengukusan yang berbeda memenuhi standar mutu dan keamanan nugget ikan SNI 7758-2013 yaitu : nilai tingkat kesukaan panelis rata-rata organoleptik parameter warna 7,4 sampai 8,8, parameter aroma 7,4 sampai 9,0, parameter tekstur 7,9 sampai 8,9, rata-rata parameter rasa 7,6 sampai 9,0 dan nilai rerata hasil pengujian kadar yaitu 51,58%—52,67%, sedangkan pada nilai rata-rata pH 5,5 sampai 5,7.

UJI STABILITAS PIGMEN KULIT BATANG NANGKA (Artocarpus Heterophyllus) SEBAGAI PEWARNA ALAMI BENANG TENUN IKAT NTT

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nusa Tenggara Timur memiliki keanekaragaman tumbuhan yang cukup melimpah yang didalamnya terdapat jenis-jenis tumbuhan dengan ragam manfaatnya. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami tekstil adalah tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus). Kelompok tenun ikat kaine’e kelurahan Teunbaun Amarasi Barat Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) menggunakan ekstrak kulit batang nangka untuk menghasilkan warna coklat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas pigmen kulit batang nangka dengan metode deskriptif kuantitatif menggunakan spektrofotometer Uv-Vis dan Collorblind assistant. Hasil penelitian menunjukan uji fitokimia positif tanin ditandai dengan adanya perubahan warna coklat menjadi biru kehitaman pada penambahan pereaksi FeCl3. Selanjutnya uji kuantitatif senyawa tanin menggunakan standar asam tanat secara spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelobang maksimum 789,7 nm didapat nilai regresi y=0,0138x-0,0332 sehingga diperoleh kadar tanin dalam sampel sebesar 40,038 mg/L. Uji stabilitas hasil pewarnaan benang stabilitas sangat baik diperoleh dari ph 3 dengan nilai Red (5,4%), Green (4,3%), dan Blue (7,3%); suhu 40 0C nilai Red (6,3%), Green (5,1%), dan Blue (8%); dan penyinaran matahari 6 jam nilai Red (4,7%), Green (4,3%), dan Blue (7,3%). Hasil stablitas baik diperoleh dari benang pada perlakuan pH 4 dengan nilai Red (8,3%), Green (8,4%) dan Blue (14,6%); suhu 60 0C diperoleh nilai stabilitas Red (9%), Green (10,2%) dan Blue (12,1%); dan penyinaran matahari 12 jam diperoleh nilai stabilitas Red (7,2%), Green (8,4%) dan Blue (9,7%). Hasil stablitas cukup baik diperoleh dari benang pada perlakuan pH 5 dengan nilai Red (10,1%), Green (11%) dan Blue (17 %); pada suhu 80 0C diperoleh nilai Red (11,7%), Green (14,6%) dan Blue (15,3).

Pengaruh Penambahan Pasta Kentang Dalam Pembuatan Donat Menggunakan Ragi Lokal

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Donat kentang merupakan makanan olahan umbi kentang dan tepung terigu yang sudah mulai digemari dilingkungan anak sekolah maupun masyarakat. Donat umumnya berbahan baku terigu namun adakalahnya ditambahkan kentang kukus yang lumat yang biasanya disebut donat kentang. Penelitian ini bertujun untuk mengetahui pengaruh panambahan pasta kentang menggunakan ragi lokal untuk menghasilkan donat kentang dengan volume pengembangan optimum. Dalam rangka mencapai tujuan penelitian, maka dilakukan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali dengan persentase 0%,10%,15%,20% pasta kentang. Hasil penelitian menunjukan Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan B dengan penambahan pasta kentang 10% terhadap warna donat kentang yang tertinggi dengan skor 3,733 a ( suka), rasa donat kentang yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan 10% dengan skor 3,778 a (suka) aroma donat kentang yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan 10% dengan skor 3,644 a ( suka) dan tekstur donat kentang yang paling tinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan 10% dengan skor 3,667 a (suka).

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BIJI NANGKA TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK TORTILLA JAGUNG HIBRIDA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK (FERDINANDUS LAMPUR*) (Ir. ZET MALELAK, MSi **)(Ir. M. NUHAMARA MP**) Tortilla merupakan salah satu produk olahan yang terbuat jagung yang berupa sejenis keripik atau chips yang terbuat dari jagung berbentuk bundar gepeng dengan ukuran ketebalan yang berbeda-beda. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Menggunakan rancanganacak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga didapat 12 unit pecobaan, dengan persentase 0%, 10%,20% dan 30%. variabel yang diamati adalah, karakteristik organoleptik yaitu rasa, warna, tekstur, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh substitusi tepung biji Nangka pada tepung Jagung terhadap karakteristik organoleptik tortilla sebagai bentuk penganekaragaman produk olahan dari tepung biii nangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik organoleptik terdapat pada perlakuan B dengan nilai rata-rata tingkat kesukaan Rasa 4,7, warna 4,4, dan Tekstur 4,1 dengan kategori sangat suka.

STUDY TEKNIK PEMBUATAN SUSU KACANG NASI SELAMA MASA PENGUKUSAN YANG BERBEDA TERHADAP KARAKTERISTIK SUSU KACANG NASI (Vigna umbellata)

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakanpada tanggal 17 -21 mei 2021 di laboraturatorium ekstra fakultas teknologi pertanian Universitas Kristen Artha wacana Kupang tentang menganalisis study teknik pembuatan susu kacang nasi selama masa pengukusan yang berbeda terhadap karakteristik susu kacang nasi dan metode yang digunakan adalah menggunakan Rancang Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan . dan hasil analisis menunjukan bahwa Perlakuan study teknik pembuatan susu kacang nasi selama masa pengukusan yang berbeda terhadap karakteristik susu kacang nasi memberikan pengaruh yang sangat nyata (P>0,01) pada taraf signifikan 1% terhadap karakteristik organoleptik susu kacang nasi yaitu warna,dan rasa susu kacang nasi. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa perlakuan yang tepat dengan study teknik pembuatan susu kacang nasi selama masa pengukusan yang berbeda terhadap karakteristik susu kacang nasi terdapat pada perlakuan DKacang nasi dengan kupas kulit ari di kukus selama 10 menityang mendapat rata-rata nilai untuk setiap variabel yaitu tingkat kesukaan aroma susu kacangnasi (4,6)sangat suka rasa(4,3)sangat suka.

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschata) PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK BISKUIT

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 27 April sampai dengan 10 Mei di laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana Kupang tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh biskuit yang renyah dengan rasa, warna, dan tekstur yang paling disukai konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 15 unit percobaan dengan presentase substitusi tepung labu kuning 0%, 10%, 20%, 30%, 40%. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini adalah uji Rasa, Warna, dan Tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B 10% menghasilkan nilai tertinggi Rasa 4,822 (sangat suka), Warna 4,578 (sangat suka), Tekstur 4,711 (sangat suka).

KELAYAKAN USAHA GARAM MASAK TRADISIONAL YANG DIPRODUKSI PADA KELOMPOK TIBERIAS KELURAHAN OESAPA BARAT KOTA KUPANG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABTRAK EMELIA DOIKI RADI (14390017). Keleyakan Usaha Garam Masak Tradisional Yang Diproduksi Pada Tiberias Kelurahan Oesapa Barat Kota Kupang: UMBU P. L. DAWA, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan ALFRED G.O.KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai Pembimbing II. Program studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Unuversitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Garam adalah hasil dari proses penguapan air laut dan bantuan matahari, dimana air laut merupakan tempat bermuaranya sungai, baik sungai besar maupun kecil. Kebutuhan garam nasional semakin meningkat dari tahun ketahun dimana pada tahun 2015 dibutuhkan garam mencapai 3,75 juta ton yang terdiri dari garam konsumsi sebesar 1,31 juta ton dan garam industri 2,44 juta ton. Analisis kelayakan usaha atau disebut juga feasibility study adalah kegiatan menilai seberapa besar manfaat yang diperoleh dalam melaksanakan suatu kegiatan usaha. Metode Pengumpulan Data, data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dari sumber yang diamati dan pihak yang bersangkutan secara langsung dengan obyek pengamatan yaitu Metode wawancara adalah proses tanya jawab dengan dengan responden secara lisan dimana dua orang atau lebih dan bertatap muka dan mendengarkan secara langsung informasi atau keterangan yang diperlukan,Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Untuk mengetahui kelayakan usaha (aspek ekonomi) pada Kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupamg maka dilakukan analisa B/C (benefit cost rasio), ROI (return of investment), dan BEP (breek event point). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis biaya dan pendapatan pada usaha garam masak di Kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat Kota Kupang, Menganalisis kelayakan usaha garam masak di Kelompok Tiberies Kelurahan Oesapa Barat Kota Kupang, menganalisis kendala pada usaha garam masak di Kelompok Tiberies Kelurahan Oesapa Barat Kota Kupang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Biaya Usaha garam masak tradisional kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat sebesar Rp. 1.435.000 dan pendapatan adalah Rp. 2.000.000, usaha produksi garam skala rumah tangga layak dikembangkan karena memiliki nilai B/C Rasio 1,39 , nilai ROI 0,39 serta BEP produksi 278 kg dan BEP harga Rp .1.435, kendala pada usaha garam masak tradisional kelompok Tiberias adalah pada saat alat yang digunakan untuk produksi terjadi kerusakan Kata Kunci : Kelayakan usaha, Analisis B/C Rasio, Analisis ROI, Analisis BEP.

STUDI KARAKTERISTIK NUGGET IKAN CAKALANG DENGAN PENGEMASAN VAKUM DAN NON VAKUM PADA PENYIMPANAN SUHU RUANGAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK MAYA EKA RADIENA(14390029). Studi Karakteristik Nugget Ikan Cakalang Dengan Teknik Pengemasan Vakum dan Non Vakum Pada Penyimpanan Suhu Ruang. Dibawah bimbingan : Dr. Ir. Ayub U. I. Meko.M.Si sebagai pembimbing I dan Mada M. Lakapu, S.Si. M.Si sebagai pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Ikan merupakan bahan pangan yang sangat mudah rusak karena mengandung kadar air protein yang cukup tinggi. Nuggetmerupakan produk olahan dari daging giling diberi penambahan bumbu dicetak kemudian dilumuri dengan tepung roti pada bagian permukaannya dan digoreng.Fish nuggetsalah satu bentuk olahan dari daging ikan yang digiling halus dan diberi buumbu-bumbu serta dicampur dengan bahan pengikan dan bahan pengisi kemudian dicetak menjadi bentuk tertentu setelah itu dikukus, dipotong, dicelupkan kedalam better breading, kemudian digoreng atau disimpan terlebih dahulu dalam rauang pembeku atau freezer sebelum digoreng.Pengemasan adalah aktivitas merancang dan memproduksi wadah atau pembungkus suatu produk dengan material kemasan. Tujuan Penelitian adalahuntuk mengetahui lama pengukusan yang berbeda dan persentase tepung ubi jalar yang berbeda pada produk nugget ikan cakalang. Untuk mengetahui mutu dari nugget ikan dengan tambahan tepung ubi jalar kuning Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan yaitu dari April sampai Mei 2021 yang meliputi pembuatan produk nugget ikan cakalang, pengujian organoleptik (tekstur,warna,aroma,dan rasa),di Laboratorium Eksakta UKAW Kupang serta pengujian kadar air dan di Laboratorium Politeknik Pertanian Kupang.Menggunakan metode uji Duncan untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang dicobakan, selanjutnya data kadar air, menggunakan analisis sidik ragam dengan mengukur suhu. Berdasarkan hasil penelitian nugget ikan cakalang dapat disimpulkan bahwa segi organoleptik dengan kemasan vakum dan non vakum penyimpanan 0 hari sampai 4 hari masih diterima oleh panelis, penyimpanan hari ke 4 kemasan non vakum sudah tidak diterima lagi oleh panelis karena produk sudah di tumbuhi jamur. Kata Kunci :ikan cakalang, fishnugget, pengemasan, kadar air

Karakteristik Bakteri Asam Laktat pada Bakasang Ikan Tembang Menggunakan Lumatan Nanas dengan Pemanasan Suhu Tinggi dan Lama Penyimpanan yang Berbeda

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK HENDRO UMBU SANGAJI (14390020). Karakteristik Bakteri Asam Laktat pada Bakasang Ikan Tembang Menggunakan Lumatan Nanas dengan Pemanasan Suhu Tinggi dan Lama Penyimpanan yang Berbeda.di bawah bimbingan : YUNIALDI H. TEFFU. S.Pi.M.Sisebagai pembimbing I dan DEWI S. GADI.S.Pi.M.Si sebagai Pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Bakasang adalah produk yang dikonsumsi sebagai bahan tambahan dalam penyajian makanan. Lama proses fermentasi bakasang umumnya 30-45 hari. Fermentasi adalah proses yang dilakukan oleh mikroorganisme yang bertujuan mengawetkan dan mengubah tekstur. Fermentasi asam laktat dapat terjadi sebagai akibat aktivitas bakteri asam laktat (BAL). Tujuan penelitian ini untuk mengisolasi dan identifikasi bakteri asam laktat pada bakasang ikan tembang menggunakan lumatan nanas dengan pemanasan suhu tinggi dan lama penyimpanan yang berbeda. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2019, bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pengujian pH sedangkan di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech Bogor untuk identifikasi Bakteri Asam Laktat.Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial.Data dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan Uji Jarak Berganda Duncan dan hasil sekuensing DNA dianalisis menggunakan programBLAST. Hasil penelitian bakasang ikantembang yaitu total bakteri asam laktat padasuhu 75oC berkisar 0-35.000 koloni dan suhu 121oC berkisar 0-25.500 koloni, pH padasuhu 75oC berkisar 4,10-5,75 dan suhu 121oC berkisar 4,05-5,70, uji kemurnian sampel ekstrak pada sampel a1b3 dan a2b3 yaitu bentuk circular, elevasi konveks, tepian entire, warna putih, ukuran kecil dan kondisi aerob dan anaerob, uji molekuler untuk genomic DNA yaitu sampel a1b3 dengan konsentrasi DNA 64,26 ng/µl, kemurnian DNA A260/280 2,210 dan A260/230 1,897, dan volume 30 µl dan sampel a2b3 dengan konsentrasi DNA 57,20 ng/µl, kemurnian DNA A260/280 2,344 dan A260/230 2,334, dan volume 30 µl, gel electrophoresis image-pcr product untuk hasil pita DNA yaitu homosigot dominan (AA), squence assembly 4288: CAAGAC-GTTTTTN-TTGCAGAACC-TGCGGTTCC dan squence assembly 1517: CAAA-CCGTTTTC-TTGCGGAACC-TGCGGTTC. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, yaitu nilai pH tertinggi pada perlakuan suhu 75°C dengan penyimpanan 0 hari, yaitu 5,75, pada penyimpanan 20 hari yaitu 5,55 dan penyimpanan 40 hari yaitu 4,10. Sedangkan nilai pH tertinggi pada suhu 121°C dengan penyimpanan 0 hari yaitu 5,70, pada penyimpanan 20 hari yaitu 5,10 dan penyimpanan 40 hari yaitu 4,05.Hasil uji kemurnian pada bakteri tersebut, bentuk koloni bulat (circular), elevasi cembung (enterid), tepian koloni koveks, warna koloni putih dan kondisi aerob dan anaerob. Bakteri Asam Laktat yang teridentifikasi pada bakasang ikan tembang pada kode sampel a1b3 adalah Staphylococcus condimenti dan kode sampel a2b3 adalah Staphylococcus carnosus.

Studi Kualitas Garam Rakyat Yang Diproduksi Secara Tradisional Di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK RAYNOLD LEONARD EMANUEL SUI (14390041). Studi Kualitas Garam Rakyat Yang Diproduksi Secara Tradisional Di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai. Di bawah bimbingan : UMBU P. L. DAWA. S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan YUNIALDI H. TEFFU. S.Pi. M.Si sebagai pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Garam adalah proses penguapan air laut dan bantuan matahari, dimana air laut merupakan tempat bermuaranya sungai, baik sungai besar maupun kecil. Kelurahan Reo merupakan Kelurahan yang terletak di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Petani garam di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai melakukan produksi garam menggunakan teknik tradisional yaitu dengan cara menguapkan air laut pada sebidang tanah dengan bantuan sinar matahari dan angin sebagai sumber energi penguapan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui teknik pembuatan garam secara tradisional di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai, mengetahui organoleptik (bau dan warna), kandungan mineral (Mg, K, Ca), logam berat (Pb dan Cd), kadar air, NaCl dan iodium pada garam rakyat yang diproduksi oleh masyarakat Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan (September-Oktober) 2019 di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai untuk pengambilan sampel, Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pengujian organoleptik dan Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Pertanian Negeri Kupang untuk pengujian sampel kadar air sedangkan Laboratorium PT. Saraswati Indo Genetech, Bogor untuk pengujian mineral, logam berat, kadar NaCl dan iodium. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan analisis data deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam kualitas garam rakyat yang diproduksi secara tradisional di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai yaitu kadar air berkisar 2,03-2,94%, organoleptik parameter warna putih normal, organoleptik parameter bau normal tidak berbau, kadar NaCl 75,44%, kadar iodium 1,54 mg/kg, magnesium 496,98 mg/100 g, kalium 170,32 mg/100 g dan kalsium 122 mg/100 g. Dari hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan Teknik produksi garam tambak tradisional di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai meliputi pengisian air laut ke petak penampungan dibiarkan selama 1 hari, pengaliran air ke 10 petak tambak dibiarkan selama 5 hari, air dari setiap petak dialirkan ke petak penampungan dibiarkan selama 1 minggu, pengaliran air tua ke 13 meja tambak dan dijemur selama 1 minggu, penggarukan dan pengumpulan, pengangkutan, pencucian, pengeringan, packing dan distribusi. Garam tambak tradisional yang diproduksi di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai untuk pengujian organoleptik warna dan bau tergolong pada garam kualitas baik, kadar air 2,03-2,94%, NaCl 75,44%, iodium 1,54 mg/kg, magnesium 496,98 mg/100 g, kalium 170,32 mg/100 g, kalsium 122 mg/100 g dan logam berat timbal dan kadmium tidak terdeteksi.

Analisis Mutu Garam Krosok yang Diproduksi Secara Tradisional di Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK DICSON ATTE (14390014). Analisis Mutu Garam Krosok yang Diproduksi Secara Tradisional di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Dibawah bimbingan : UMBU P.L. DAWA. S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan MADA M LAKAPU. S.Si., M.Si sebagai pembimbing II, Progranm Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Garam adalah hasil dari proses penguapan air laut dan bantuan sinar matahari dimana air laut merupakan tempat bermuaranya sungai, baik sungai besar maupun kecil. Tujuan Penelitian adalah Untuk mengetahui Mengetahui teknik pengolahan garam krosok secara tradisional di Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Mengetahui mutu garam krosok secara kimiawi antara lain: kadar air, kadar NaCl, iodium dan mineral (magnesium, kalium dan kalsium), serta organoleptik (warna dan bau) di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2021 di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo dan Laboratorium Politeknik Pertanian Negeri Kupang untuk melakukan pengujian kadar air, sedangkan untuk melakukan pengujian organoleptik di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UKAW Kupang dan untuk pengujian kadar NaCl, Mineral dan Iodium di Laboratoriun PT. Saraswati Indo Genetech Bogor. Metode penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam krosok yang diproduksi secara tradisional di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, kadar air garam krosok pada pengujian I yaitu 3,15% dan pengujian II yaitu 3,18%, kadar NaCl garam krosok yaitu 82,30%, iodium garam krosok yaitu 3,31 mg/kg, kadar mineral garam krosok hasil pengolahan secara tradisional yaitu (magnesium 866,22 mg/g, kalsium 222,73 mg/g, kalium 300,23 mg/g), organoleptik parameter warna garam krosok yaitu putih kecokelatan dan organoleptik parameter bau garam krosok yaitu normal tidak berbau. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu: Teknik pengolahan garam krosok meliputi: pembersihan lahan, mencangkul tanah, pembuatan petak dan sumur penampungan air laut, pengaliran air kedalam petak-petak, dibiarkan selama seminggu hingga kering dan padat. Penyaluran air kepetak penampung kemudian ke petak pengkristalan, penambahan air dari petak penambahan ke petak pengkristalan diendapkankan selama 3 hari, hingga menjadi air tua, proses pengkristalan selama 1 minggu dengan mengandalkan panas sinar matahari, setelah 1 minggu garam hasil pengkristalan garam dikumpul menggunakan penggaruk garam, dikumpul menjadi timbunan garam dan dijemur selama sehari setelah itu baru dimasukan kedalam karung ukuran 50 kg, proses distribusi. Garam krosok hasil pengolahan secara tradisional di Desa Tendakinde dikategorikan tergolong pada garam K3 dengan kadar air pengujian I 3,15% dan pengujian II 3,18%, NaCl 32,30%, warna garam putih kecokelatan dan bau garam normal.

ANALISIS TOTAL KOLONI KAPANG DAN PROFIL ORGANOLEPTIK PRODUK IKAN TIBU YANG DIBUAT DARI IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) YANG DIKEMAS SECARA BERBEDA DAN DISIMPAN PADA SUHU KAMAR

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan tibu merupakan salah satu makanan khas Kabupaten Manggarai Timur, yang memiliki kesamaan dengan ikan pepes namun, cara pengolahan ikan tibu masih tradisional yaitu dimana ikan tibu dilumuri dengan bumbu-bumbu dan garam serta menggunakan batang bambu muda sebagai wadah dan bagian atas batang bambu ditutup menggunakan daun serei. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020-Januari 2021, bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pembuatan produk, pengujian total koloni kapang, kadar air, pH, dan pengujian organoleptik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor yang dicobakan adalah kemasan dan lama penyimpanan. Variabel yang diuji yaitu total koloni kapang, kadar air, pH dan pengujian organoleptik seperti warna, aroma, tekstur dan rasa. Berdasarkan hasil penelitian terhadap produk ikan tibu tongkol dapat disimpulkan bahwa: Nilai rata-rata total koloni kapang selama penyimpanan suhu kamar berkisar antara 0-2,3 x103 koloni/gram. Produk ikan tibu tongkol selama penyimpanan pada suhu kamar memiliki nilai pH berkisar antara 6,45-6,95 (kemasan bambu) dan 7,05-7,55 (kemasan plastik polietilen). Kadar air berkisar antara 57,82-65,56 % (kemasan bambu) dan 61,15-67,66% (kemasan plastik polietilen). Penerimaan panelis masih diterima sampai penyimpanan 3 hari untuk produk yang dikemas menggunakan bambu dan 2 hari untuk kemasan plastik polietilen.

ETIKA PROTESTANTISME “Studi Sosio-Teologis Terhadap Etos Kerja Suku Sabu Berdasarkan Etika Protestantisme Max Weber dan Implikasinya Bagi Etos Kerja di Jemaat GMIT Getsemani Aimere”

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Asumsi yang diuji oleh peneliti adalah hubungan antara agama dan pekerjaannya. Hubungan antara agama dan pekerjaan tercermin dari perilaku seseorang dalam bekerja. Skripsi ini merupakan hasil penelitian lapangan yang membahas tentang hubungan agama dan etos kerja seseorang dengan judul “Etika Protestantisme (Studi Sosio-Teologis Terhadap Etika Protestantisme Max Weber dan Implikasinya bagi Etos Kerja di Jemaat GMIT Getsemani Aimere)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan agama dan etos kerja Jemaat GMIT Getsemani Aimere serta dampaknya pada perekonomian jemaat. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode pendekatan fenomenologi yakni mengamati fenomena yang terjadi, mendeskripsikan dan menganalisis. Penulis menganalisis hubungan agama dan etos kerja jemaat menggunakan teori Max Weber tentang Etika Protestantisme serta teori sekunder sebagai pendukung yakni teori John Calvin tentang kerja sebagai panggilan. Pandangan dan sikap yang positif akan membentuk etos kerja yang baik. Etos kerja dapat dibentuk ketika seseorang memahami kerja sebagai ‘panggilan’. Dari hasil penelitian di Jemaat GMIT Getsemani Aimere khususnya suku Sabu menunjukkan bahwa etos kerja yang baik dipengaruhi oleh budaya dan agama. Budaya mengajarkan kerja keras dan agama mengajarkan sikap yang baik dalam bekerja serta arti kerja yang sesungguhnya. Akibat dari latar belakang yang berbeda ini sebagian besar jemaat memiliki tujuan kerja hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup. Arti kerja sebagai paggilan, tujuan bekerja tidak sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup melainkan untuk melayani-Nya dan dunia. Pemaknaan akan arti kerja sebagai panggilan mempunyai hubungan erat dengan spiritualitas seseorang. Spiritualitas yang baik akan mendorong lahirnya Etika Protestantisme. Etika Protestantisme ini merupakan bentuk ibadah kepada Tuhan berkaitan dengan kerja.

Analisis Mutu Garam Pada Kelompok Tiberias Menggunakan Alat Masak Tradisional di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Garam merupakan salah satu kebutuhan pelengkap dari kebutuhan pangan dan merupakan sumber elektrolit bagi tubuh manusia. Kelompok usaha garam Tiberias merupakan salah satu kelompok usaha garam yang terletak di Kelurahan Oesapa Barat Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Kelompok usaha garam ini berdiri sekitar tahun 1980, pada saat itu, kelompok masak garam ini menggunakan bahan baku dari tanah tambak. Pada tahun 1985 Dinas Perikanan Provinsi Kupang mengadakan pembuatan tambak garam di Kelurahan Oesapa Barat, sehingga kelompok usaha garam tersebut mulai mengenal garam krosok/garam mentah dan mulai menggunakan bahan baku untuk produksi garam masak tradisional dari garam krosok/garam mentah sampai saat ini. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April-Mei 2021 di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang untuk lokasi survei dan pengambilan sampel, sedangkan pengujian kadar air, natrium klorida (NaCl), iodium, magnesium (Mg) dan kalsium (Ca) di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech, Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan analisis data menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian mutu garam menggunakan alat masak tradisional pada kelompok Tiberias, di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang yaitu kadar air memenuhi SNI 3556-2016 dan SNI 4435-2017, kadar NaCl belum memenuhi SNI 3556-2016 tetapi memenuhi SNI 4435-2017 dan tergolong pada garam K2 (garam kualitas sedang), kadar iodium tidak memenuhi SNI 3556-2016, kadar magnesium sebesar 183,71 mg/100 g dan kadar kalsium sebesar 503,70 mg/100 g.

STUDI KARAKTERISTIK SABUN PADAT YANG DIPROSES DENGAN PERSENTASE BUBUR RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii DAN SARI DAUN KELOR (Moringa oliefera, LAMK) YANG BERBEDA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kappaphycus alvarezzi merupakan salah satu jenis rumput laut yang sering dimanfaatkan dalam industri non-pangan seperti industri farmasi dan kosmetika karena kandungan antioksidannya mampu berfungsi sebagai pelindung dari sinar ultraviolet yang dapat merusak kulit. Salah satu produk non-pangan yang sering dibuat dari rumput laut ialah produk sabun padat. Studi karakteristik sabun padat yang diproses dengan persentase bubur rumput laut Kappaphycus alvarezii dan sari daun kelor (Moringa oliefera, Lamk) yang berbeda dirancang menurut pola percobaan faktorial dengan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang dikenakan terdiri dari 2 Faktor yaitu: Faktor A (Persentase bubur rumput laut Kappaphycus alvarezzi) dan Faktor B (Persentase sari daun kelor). Faktor (A) persentase bubur rumput laut terdiri dari 2 taraf yaitu: A1 (10%) dan A2 (15%). Faktor (B) persentase sari daun kelor terdiri dari 3 taraf yaitu: B1 (10%), B2 (20%) dan B3 (30%) dengan dua kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH sabun berkisar antara 8,95-9,85. Stabilitas busa sabun padat berkisar antara 55,78%- 77,86%. Kadar air pada sabun berkisar antara 13,40%- 15,83% dan tingkat penerimaan panelis pada warna sabun berkisar antara 6,44- 8.00 sedangkan nilai pada parameter aroma berkisar dari 6,70- 8,94 dengan kategori suka sampai kategori sangat suka. Sabun padat yang memenuhi SNI 3532-2016 dan Dragon (1969) ialah sabun padat dari kombinasi perlakuan bubur rumput laut 15% dan sari daun kelor 10%.

Karakterisasi dan Identifikasi Bakteri Penyebab Penyakit Ice-ice Penyebab Penurunan Mutu Bahan Baku Rumput Laut Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MAGDALENA ROSIANA TUPA (17392122). Karakterisasi dan Identifikasi Bakteri Ice-ice Penyebab Penurunan Mutu Bahan Baku Rumput Laut Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum. Di bawah bimbingan : Yunialdi H. Teffu, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan Wilson L. Tisera, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing II. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang Penyakit ice-ice menyebabkan penurunan produksi dan mutu bahan baku pangan, tidak hanya menurunkan hasil panen (60-70%) tetapi dapat menyebabkan gagal panen. Jenis bakteri patogen yang berpotensial menyebabkan penyakit ice-ice pada rumput laut adalah bakteri Vibrio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka lempeng total paling tinggi pada K.alvarezii Sulamu 4,5 X 106 dan paling rendah air laut 1 X 102 dan karakterisasi dari bakteri Vibrio ialah memiliki motil, memfermentasi glukosa dan mampu hidup pada NaCl 2-8%, bakteri yang teridentifikasi berdasarkan Bergey’s Manual Of Determinative Bacteriology yang terserang rumput laut pada penyakit ice-ice dengan kemiripan bakteri Vibrio alginolyticus 94-100%, Vibrio harveyi 91-100%, Vibrio vulnificus 94-97%, Vibrio fulvialis 97%, Vibrio metchnikovii 91-97%, Vibrio. Furnissii 91-94% dan Vibrio damsela 91% yang merupakan bakteri patogen, dapat menurunkan kualitas dari hasil panen bahan baku rumput laut. Pengukuran parameter lingkungan, suhu 27°C, 28°C dan 25°C, kecepatan arus 0.12 m/s, 0,21 m/s dan 0.13 m/s dan nilai pH 8

ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN TRADISIONAL DI DESA SOLIU KECAMATAN AMFOANG BARAT LAUT KABUPATEN KUPANG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak YOHANES PETERSON KADHA (14380090). Analisis Pendapatan Nelayan Tradisional di Desa Soliu Kecamatan Amfoang Barat Laut Kabupaten Kupang. ALFRED G.O KASE, S.Pi, M.Si dan ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Masyarakat nelayan secara umum masih menggunakan alat tangkap tradisional yang diwariskan oleh nenek moyang mereka. Kemiskinan nelayan terjadi karena keterbatasan akses nelayan terhadap hak penguasaan sumberdaya perikanan. Teknologi penangkapan menjadi kunci bagi keberhasilan nelayan dalam berusaha, bagi masyarakat nelayan yang terpenting adalah mendapatkan hasil tangkapan sebanyak mungkin, tetapi kondisi yang didapat selama ini bahwa tingkat produktivitas bagi masyarakat nelayan khususnya di bidang perikanan masih sangat rendah, rendahnya tingkat produktivitas tersebut dipengaruhi oleh rendahnya penguasaan akan teknologi. Masyarakat pesisir Desa Soliu merupakan masyarakat yang mayoritas penghasilannya sehari-hari dari hasil laut. Penghasilan nelayan sudah bergantung kepada hasil tangkapan namun dari itu sedikit akan menurun secara drastis karena pekerjaan sampingan pun tidak dapat memberikan jaminan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Nelayan Desa Soliu pada saat ini masih banyak yang menggunakan alat tangkap tradisional dalam menangkap ikan, sehingga hasil tangkapan kurang maksimal. Pada umumnya nelayan Desa Soliu masih mengalami keterbatasan teknologi penangkapan dan modal usaha, dengan alat tangkap yang sederhana dan wilayah operasi yang terbatas serta tidak semua nelayan memiliki alat tangkap sendiri sehingga mereka harus bergantung kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan nelayan tangkap tradisional di Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September 2020 di Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan mengkaji hal-hal yang berhubungan dengan pendapatan nelayan tangkap tradisional di Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang. Usaha penangkapan ikan yang dilakukan oleh nelayan Desa Soliu tergolong menguntungkan dengan total keuntungan sebesar Rp. 1.283.851 per bulan. Berdasarkan hasil perhitungan BEP Produksi sebesar 14,30 kg, BEP Harga sebesar Rp. 0,46, nilai ROI sebesar 0,64%, nilai R/C Rasio sebesar 1,06 sehingga usaha tersebut layak untuk dikembangkan.