2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah Mengapa Judex Factie Menyatakan Putus Pemidanaan Tetapi Mahkamah Agung Atau Judex Juris Membatalkan Putusan Judex Factie Dengan Membebaskan Terdakwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim mahkamah agung yang membatalkan putusan pengadilan tinggi (Judex Factie) pada tingkat kasasi terhadap pelaku tindak pidana perdagangan orang (Human Trafficking), dengan putusan yang membebaskan terdakwa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Hukum Normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Alasan Mahkamah Agung Membatalkan Putusan Pemidanaan Judex Factie sedangkan, Variabel Terikat dari penelitian ini adalah Putusan Judex Factie dan Judex Juris dalam Tindak Pidana Perdagangan orang (Human Trafficking). Hasil penelitian menunjukan bahwa Alasan Judex Factie Menghukum Terdakwa dikarenakan Terdakwa terbukti sebagai penyelenggara negara, Terdakwa terbukti menyalahgunakan kekuasaan, Terdakwa terbukti membawa warga negara Indonesia ke luar negeri, Terdakwa terbukti membawa warga negara indonesia ke luar negeri untuk tujuan eksploitasi. Sedangkan, Alasan Judex Juris membebaskan terdakwa adalah Terdakwa bukan penyelenggara negara, dan Terdakwa tidak terbukti membawa warga negara Indonesia ke luar negeri untuk tujuan eksploitasi. Saran Diharapkan kepada para majelis hakim yang mengadili setiap perkara terlebih khusus terhadap perkara tindak pidana perdagangan orang (Human Trafficking) supaya dalam menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap terdakwa harus mempertimbangkan dengan baik agar tidak memiliki putusan yang berbeda terhadap kasus yang sama dan majelis hakim juga harus memperhatikan setiap unsur-unsur yang terkandung dalam pasal yang didakwakan terhadap terdakwa supaya memperoleh putusan yang sama dan kepada pihak pemerintah supaya ada badan pengawas yang mengatur agar tidak terjadi tindak perdagangan orang (Human Trafficking)
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI ABUDENOK DI KABUPATEN MALAKA Pengembangan wisata adalah suatu usaha untuk mengembangagkan atau memajukan suatu objek wisata agar objek wisata tersebut lebih baik dan dapat menarik pengunjung ditinjau dari segi tempat maupun benda-benda yang ada didalamanya untuk dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Objek wisata adalah segala sesuatu yang ada didaerah tujuan wisata yang merupakan daya tarik agar orang-orang ingin datang berkunjung tempat wisata untuk menikmati atraksi yang ada pada objek wisata. Pengembangan objek wisata yang dapat dibahas dalam penelitian ini adalah berdasarkan konsep 3A2P dalam strategi pengembangan objek wisata. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengembangan objek wisata pantai Abudenok yang ada di Kabupaten Malaka. Penelitian ini, dibelakangi tentang pengembangan atraksi wisata, pengembangan aksesibilitas, pengembangan amenitas, pengembangan promosi dan pengembangan pelaku pariwisata pada objek wisata Pantai Abudenok yang terdapat di Kabupaten Malaka yang merupakan potensi yang dimiliki pada objek wisata. Adapun konsep dalam penelitian ini, adalah untuk mengetahui gambaran tentang pengembangan objek wisata Pantai Abudenok yang didalam dapat dijelaskan dalam penelitian ini adalah tentang pengembangan atraksi, aksesibilitas, amenitas, promosi dan pelaku pariwisata yang dapat dikembangakan pada objek wisata. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan Desa Uma’toos Kabupaten Malaka. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan yang berkunjung pada objek wisata yang dapat ditemuisecara kebetulan saat berada diobjek wisata Analisis data yang digunakan adalah analisis uji trianggulasi yaitu untuk menggali dan melakukan teknik pengolaan data kualitatif serta untuk mengecek kebenaran data atau informasi yang diperoleh dari berbagai sudut pandang yang berbeda-beda. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pengembangan objek wisata pada Pantai Abudenok masih sangat kurang oleh karena itu perlu adanya peningkatkan pembangunan dan pengembangan fasilitas-fasilitas wisata, akses jalan, dan promosi pada objek wisata agar dapat meningkatakan banyak kunjungan wisatawan pada masa yang akan datang. Kata kunci : Pengembangan Wisata dan Objek Wisata
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK MENINGKATKAN KERJASAMA SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW Jemi Adrianus Lobang1*, David Loba2, Pnatmo W. Masi3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Permasalahan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran yang belum tepat dalam proses belajar mengajar dan fasilitas yang digunakan kurang memadai sehingga menurunnya kerjasama siswa dalam pemebelajaran penjasorkes. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama siswa dalam pembelajaran penjasorkes menggunakan model cooperative learning tipe jigsaw Metode penelitian: Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, refleksi. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwakerjasama siswa berdasarkan lembar kuesionerpada siklus 1 yaitu berdampak positif, hal ini terlihat pada hasil ketuntasan belajar siswa yang melebihi KKM yang telah ditetapkan yaitu 76 mengalami peningkatan pada siklus 1 ke siklus 2 sebesar 75,41% (siklus 1) menjadi 81,76% (siklus 2). Simpulan: Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kerjasama siswa mengalami peningkatan setelah di terapkannya model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw dalam pembelajaran penjasorkes Kata kunci: Kerjasama siswa, model cooperative learning tipe jigsaw. ABSTRACT IMPROVING STUDENT'S COOPERATION IN LEARNING OF PENJASORKES USINGTHE COOPERATIVE LEARNING MODEL JIGSAW TYPE Jemi Adrianus Lobang1*, David Loba2, Pnatmo W. Masi3 123Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Artha Wacana Christian University, Kupang, Indonesia email. [email protected] Background: The problem of this research is the application of the learning model that is not appropriate in the teaching and learning process and the facilities used are inadequate so that the student's cooperation in learning physical education and physical education decreases. Researchobjectives: This study aims to improve student cooperation in physical education learning using the jigsaw type cooperative learning model Research method: This research method is classroom action research. This research consists of 2 cycles. Each cycle consists of planning, implementing actions, observing, reflecting. Results and discussion: The results showed that student cooperation based on the questionnaire sheet in cycle 1 had a positive impact, this was seen in the results of student learning mastery that exceeded the predetermined KKM, namely 76, which increased in cycle 1 to cycle 2 by 75.41% ( cycle 1) to 81.76% (cycle 2). Conclusion: The results of the study revealed that student cooperation has increased after the implementation of the jigsaw type of cooperative learning model in physical education learning. Keywords: Student cooperation, jigsaw cooperative learning modeol.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Salah satu materi hukum yang diperlukan dalam menunjang pembangunan ekonomi adalah ketentuan-ketentuan di bidang perseroan terbatas. Dengan ketentuan-ketentuan tersebut, diharapkan perseroan terbatas sebagai badan usaha dapat berperan menjadi salah satu pilar pembangunan ekonomi nasional yang berasaskan kekeluargaan menurut dasar-dasar demokrasi ekonomi sebagai pengejawantahan dari Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45. Pada Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas telah diatur bahwa Direksi, Komisaris, dan para Pemegang Saham pada prinsipnya bertanggung jawab secara terbatas. Namun, dalam hal-hal tertentu karena kelalaian atau kesalahannya mengakibatkan kerugian bagi Perseroan. Perbuatan merugikan ini dapat diminta pertanggungjawabannya sampai dengan kekayaan pribadi atau secara tanggung renteng. Dalam buku ini dijelaskan masing-masing peran dan tanggung jawab para pihak yang terlibat dalam perseroan terbatas (Direksi, Komisaris, dan Pemegang Saham/ RUPS). Selain itu, terdapat pula penjelasan mengenai merger perseroan terbatas dan aplikasinya di beberapa negara. salam RAS (RAIH ASA SUKSES)
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku kolaborasi ini berjudul “Pengantar Manajemen (Teori dan Konsep)” mengacu pada konsep dan teori manajemen. Buku ini terdiri dari 12 bab yang menjelaskan mengenai konsep dasar manajemen, sejarah perkembangan manajemen, manajemen sebagai seni, ilmu, dan profesi, prinsip dan fungsi manajemen, lingkungan internal dan eksternal organisasi, proses pengambilan keputusan, prinsip-prinsip dasar kepemimpinan, teori motivasi, komunikasi dalam organisasi, desain organisasi dan wewenang, hubungan antara perubahan organisasi dan perkembangan organisasi, serta jenis dan tujuan pengendalian.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Textbook to accompany the four-week professional certification course offered by the International TEFL Academy which provides students a mixture of theoretical and practical training to be a confident and competent English language instructor abroad.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT This research about an analysis of imperative sentences in Kupang malay daily communication. To support this study the writer used theory of Swan (1982:77). The other theory that the writer used come from Quirk and Greenbaum (1973:200-202). The reserach problems of this study are what are the types of imperative sentences in Kupang malay and how are the form of impertive sentences in Kupang malay.The aims of this study to find out the types and the form of imperative sentences in Kupang malay. Descriptive qualitative method is apllied in this research. The object of this study is Kupang Malay. There are four types of imperative sentences, namely : imperative sentences as a command, imperative sentences as a request, imperative sentences a direction and imperative sentences as prohibition. There are five form of imperative sentences such as :imperative sentences without subject, imperative sentences with subject, imperative sentences with Let, negative imperative sentences and persuasive imperative sentence. The data was collected by watching the videos from Youtube and transcribe, then translate it into English, specify into the types and the form of imperative sentences. After analyzing the data the writer found forty one data of imperative sentences used in kupang malay, that consist of : eleven of imperative sentences as a command, twenty three of imperative sentences as a request, and seven of imperative sentences as a prohibition. The the writer also found twenty three data as formof imperative sentences in kupang malay, which is consist of : six imperative sentences without subject, four imperative sentences with subject, two imperative sentences with Let, six negative imperative sentences and four persuasive imperative sentence. Keywords : imperative sentences,kupang malay, descriptve qualitative.
2018 · Book · Koleksi Perpustakaan
2018 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
An analysis on teachers autonomy on English classroom SMAN 9 Kupang in academic year 2017/2018